Selasa, 05 Juni 2012

Humancare,Doctor says

KESEHATAN REPRODUKSI






KESEHATAN REPRODUKSI


MENOPAUSE
a.  Pengertian
            Menopause merupakan sebuah kata yang mempunyai banyak arti men dan pauseis adalah kata yunani yang pertama kali digunakan untuk menggambarkan berhentinya haid.

Webster Ninth New Colleglate Dictionary mendefenisikan menopause sebagai berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjadi antara usia 45 dan 50 tahun.Menopause kadang-kadang juga dinyatakan sebagai masa berhentinya haid sama sekali ( Kasdu 2002 – 9 )
            Kata menopause hanya mengandung arti Akhir masa menstruasi, walaupun demikian , dalam penggunaan umum, menopouse mempunyai makna transisi atau peralihan dari beberapa tahun sebelum mensis terakhir sampai satu tahun sesudahnya
( Sudja Greenwood,MD,4-5 ).

            Menopause merupakan suatu tahap dimana wanita tidak lagi mendapatkan siklus menstruasi, yang menunjukkan berakhirnya kemampuan wanita untuk bereproduksi yang secara normal terjadi antara usia 40 tahun sampai 50 tahun .
( Hammasa 2004-28 )

b.                  Tiga masa penting yang berhubungan dengan menopouse
1.                  Klimakterium , yakni merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium.
2.                  Menopause adalah saat haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir . Tahap Klimakterium :
1)      Sebelum menopause disebut dengan pramenopause.
2)      Menopause
3)      Sesudah menopause disebut dengan Pasca menopause
3.                  Senium
            Masa sesudah pasca menopause , ketika telah tercapai keseimbangan baru dalam kehidupan wanita , sehingga tidak ada lagi gangguan vegetatif maupun psikis.

c.                   Faktor yang mempengaruhi Menopause
1.                  Menarche ( usia saat haid pertama kali ).
            Beberapa ahli yang melakukan penelitian menemukan adanya hubungan antara pertama kali mendapatkan haid dengan usia seseorang wanita memasuki menopause.
2.                  Faktor Psikis
Keadaan seorang wanita yang tidak menikah dan bekerja diduga mempengaruhi perkembangan psikis seorang wanita
3.                  Jumlah Anak
            Meskipun belum ditemukan hubungan antara jumlah anak dan menopause,
beberapa peneliti menemukan bahwa makin sering seorang wanita melahirkan maka semakin tua atau lama memasuki menopause.
4.                  Usia Melahirkan
            Masih berhubungan dengan melahirkan anak, bahwa semakin tua seseorang
            melahirkan anak, semakin tua ia memulai memasuki usia menopause.
5.                  Pemakaian Kontrasepsi.
            Pemakaian kontrasepsi ini, khususnya alat kontrasepsi jenis hormonal.
            Hal ini bisa terjadi karena cara kerja kontrasepsi yang menekan fungsi Indung
            Telur sehingga tidak memproduksi sel telur. Pada wanita yang menggunakan
            kontrasepsi ini akan lebih lama atau tua memasuki usia menopause.
6.                  Merokok
            Diduga , wanita perokok akan lebih cepat memasuki masa menopause.
7.                  Sosial Ekonomi
Meskipun data pasti belum diperoleh , dalam bukunya, dr.Faisal menyebut kan bahwa menopause kelihatannya dipengaruhi oleh faktor status sosial ekonomi , disamping pendidikan dan pekerjaan suami. Begitu juga hubungan antara tinggi badan dan berat badan wanita yang bersangkutan, termasuk kedalam pengaruh sosial ekonomi.
8.                  Gizi
            Pemenuhan gizi yang memadai akan sangat membantu dalam menghambat
            Berbagai dampak negatif menopause terhadap kinerja otak, mencegah kulit
            Kering , serta barbagai penyakit lainnya.

d.                  Proses Terjadinya Menopause
            Menopause terjadi karena habisnya folikel sel telur pada indung telur. Jumlah sel ketika dilahirkan adalah sekitar 733.000 dan jumlah ini akan terus berkurang selama masa kanak-kanak dan masa reproduksi. Pada usia 39-45 tahun jumlah sel telur kira-kira 10.900. Pada siklus haid 10-15 sel telur akan dipersiapkan untuk berkembang, tetapi umumnya hanya satu folikel yang akan berkembang pesat dan mengalami ovulasi (pelepasan sel telur dari folikel indung telur). Sisanya juga sebahagian besar sel telur akan mengalami hambatan perkembangan, pengisutan dan penyerapan. Dengan demikian proses pemusnahan folikel berlangsung cepat. Semakin sedikit folikel yang berkembang semakin berkurang hormon estrogen dan progesteron (Syahlan).

            Kenyataan ini membuktikan bahwa kehidupan reproduksi sangat dipengaruhi oleh produksi sel-sel telur yang dihasilkan oleh indung telur. Karena melalui pengeluaran sel-sel telur organ reproduksi bekerja yang kemudian mempengaruhi siklus kehidupan seorang wanita artinya wanita akan mengalami perubahan besar dalam tubuhnya sejak belum haid, haid dan berhenti haid. Hal ini akan mempengaruhi fisik maupun psikis seorang wanita secara keseluruhan. Akibat perubahan dalam system endokrin maka akan menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang merupakan gejala dan gangguan dalam masa meopause  ( Kasdu,2002:31 )

            Selain itu kekuatan atau kelenturan alat kelamin luar (vagina dan vulva) menurun, demikian juga jaringan alat tubuh lain yang berada dibawah pengaruh estrogen (Syahlan).

            Pada umunya menopause terjadi pada usia 56-60 tahun (manuaba). Menopause dapat terjadi lebih dini akibat beberapa penyakit antara lain Anemia dan Tuberculosis. Selain itu menopause dapat terjadi secara buatan sebagai akibat pembedahan dan pengangkatan kedua ovarium atau pengobatan dengan sinar radiasi (Syahlan).
e.                  Tanda dan Gejala Menopause
1.                  Menstruasi menjadi tidak teratur
            Pola haid berubah secara bertahap. Jumlah darah yang keluarpun berkurang
Dan lama darah mengalir juga semakin singkat. Jarak antara haid semakin jauh dan akhirnya haid akan berhenti. Tapi terkadang disertai dengan jumlah yang sangat banyak, tidak seperti perdarahan haid normal. Sebahagian wanita ada yang mendapat haid tiga minggu sekali dan berlangsung selama tujuh sampai sepuluh hari.
2.                  Kotoran haid yang keluar banyak sekali ataupun sangat sedikit.
3.                  Muncul gangguan vasomotoris berupa penyempitan atau pelebaran pembuluh darah.
4.                  Merasa pusing saja disertai sakit kepala terus menerus.
5.                  Berkeringat tidak hentinya.
6.                  Neuralgia atau gangguan /penyakit syaraf dan lain-lain.

f.                    Keluhan- keluhan pada masa menopause
1.                  Gejala rasa panas ( hot fluses )
Sekitar 80 % perempuan menopause mengalami hot flush (tubuh terasa panas) Gelombang rasa panas ini timbul pada pipi, yang kadang-kadang menjalar ke leher, dada bahkan seluruh tubuh yang disusul keluarnya keringat yang banyak. Perasaan panas ini berlangsung sampai 30 menit – 1 jam. Berdasarkan penelitian dari Utian pada tahun 1980 pada 1000 wanita usia menopause, 62% merasakan adanya gejolak rasa panas. Namun biasanya tidak mengganggu kegiatan  Sekitar 80% perempuan menopause mengalami hot flush (rasa panas pada tubuh yang terasa sehari-hari).
            Rasa panas ini dapat dikurangi dengan menghindari makanan yang dapat           merangsang terjadinya hot flush seperti kafein, alkohol serta makanan yang
            pedas, menghindari situasi yang bisa membuat terjadinya hot flush seperti         temperatur        yang tinggi, ruangan yang kurang berventilasi serta keadaanemosi yang bisa membuat timbulnya kemarahan.

2.                  Kekeringan Vagina
      Terjadinya karena leher rahim sedikit sekali mensekresi lendir, penyebabnya adalah penurunan produksi estrogen sehingga dinding vagina maupun uretra menipis serta lebih lembut  dan rapuh karena pelembab alami berkurang dari sebelumnya. Hal ini berarti dapat menimbulkan nyeri pada saat senggama. Ini juga menimbulkan kerentanan terhadap infeksi vagina kadang juga terhadap infeksi kandung kemih karena estrogen yang didapat tidak lebih tinggi setiap bulannya.
3.                  Osteoporosis
            Pada saat menopause terjadi penurunan fungsi estrogen dalam tubuh wanita. Setelah estrogen tidak berlimpah lagi tulang larut lebih cepat dari pada menjadi padat, karena estrogen memiliki fungsi melestarikan kekuatan tulang dengan pemberian kalsium terus menerus, kekurangan kalsium ini oleh tubuh diatasi dengan menyerap kembali kalsium yang terdapat dalam tulang akibatnya tulang menjadi keropos dan rapuh.
4.                  Perubahan kulit
            Estrogen berperan penting dalam menjaga elastisitas kulit, sehingga sesudah menopause kulit menjadi kering, tipis dan kurang elastis terutama di daerah muka, leher dan lengan. Hal ini terjadi karena estrogen punya pengaruh dalam mencairkan bahan berupa lilin yang diproduksi dalam sel-sel kulit.
5.                  Insomnia
Hal  ini  bisa  terjadi  karena  adanya  perubahan  fisik  seperti  wajah memerah dan keringat dimalam hari, tapi juga dapat di akibatkan oleh perubahan psikis.

6.                  Pusing dan sakit kepala.
            Keluhan ini bisa oleh karena banyak hal misalnya karena meningkatnya tekanan darah, adanya gangguan penglihatan atau bisa juga disebabkan oleh pengaruh fisik dan psikis lain.
7.                  Perubahan pada gairah seksual
            Hal ini disebabkan pengaruh hormonal ataupun pengaruh psikis. Adanya rasa takut, tegang, gelisah, lekas marah, gugup, sukar berkonsentrasi, lekas lupa dan susah tidur. Karena adanya wanita beranggapan bahwa mereka sudah kehilangan fungsinya sebagai wanita karena tidak bisa hamil lagi. Di lain pihak ada juga yang menafsirkan terhentinya kehidupan seksual. Meskipun ada dorongan ke arah itu mereka merasa kurang pantas.



8.                  Pertambahan berat badan.
Faktor utamanya adalah masukan energi dalam bentuk makanan lebih besar dari pengeluarannya seperti olah raga. Perubahan hormonal pada masa menopause mempengaruhi rasa lapar.
9.                  Keluhan-keluhan psikologis
Berupa rasa takut, tegang, depresi, mudah sedih, cepat marah, mudah tersinggung, gugup dan mental yang kurang mantap. Bila seorang wanita ketika mudanya mempunyai kecenderungan mudah dipengaruhi keadaan emosionalnya maka ia akan mengalami gangguan psikologis yang lebih berat pada saat menopause.


a.      Perubahan-perubahan pada masa menopause
1  Perubahan Organ Reproduksi
~    Vulva
Vulva akan kehilangan jaringan lemak dan mengakibatkan pengurangan lipatan labia mayora dan berkurangnya tonjolan.
~   Vagina
Elastisitasnya berkurang, lipatan-lipatannya menghilang, dinding menipis, mengalami kekeringan sehingga mudah mengalami perlukaan.
~   Uterus
            Mengecil dan endometrium mengalami atrofi (penipisan)
~   Tuba fallopi
 Saluran ini akan mengalami penipisan pada selaput lendir dan akhirnya rambut getar akan menghilang
2 Perubahan Organ Lain
~     Jaringan dasar panggul
 Mengalami atrofi, menghilangnya tonus ketegangan otot dalam keadaan istirahat  dan elastisitasnya akan dapat menyebabkan prolapsus uterovaginal.
     ~      Perinium dan anus
            Akan mengalami atrofi (penipisan). Lemak disekitarnya akan menghilang, tonus otot  lingkar anus juga hilang sehingga menyebabkan terjadinya inkontinensia alvia (tidak dapat menahan BAB)
~    Kandung kemih
Dindingnya akan mengalami atrofi, aktifitas kendali otot hilang, infeksi mudah terjadi, keluhan dapat berupa sering berkemih, susah berkemih ataupun tidak dapat menahan BAK.
~      Payudara
            Puting susu menjadi kecil dan kurang erektil, pigmentasi berkurang.
3 Perubahan-perubahan Lainnya
~ Kenaikan berat badan ringan kurang lebih 29 % dari wanita klimakterium.  Penyebaran lemak di temukan terutama ditungkai atas, pinggul, perut bawah dan lengan atas.
~    Hipertensi
 Permulaan penyakit paling banyak terjadi selama masa klimakterium.
~    Osteoporosis
Tulang menjadi rapuh sehingga mudah terjadi patah tulang kira-kira 20-30% wanita terancam untuk mengalami patah tulang karena osteoporosis disaat mereka mencapai usia 70 tahun sebab sepanjang kehidupannya, massa tulang menyusut 40%-50%.
~ Proses menua pada persendian, terutama sendi penopang berat badan                    memberikan gejala dini berupa nyeri serta kaku sendi setelah istirahat.
~  Virilisasi,  menurunnya tanda atau sifat feminim akibat perubahan hormonal
     dan timbulnya maskulinisasi.
b.      Reaksi seorang wanita terhadap datangnya menopause.
1 )     Reaksi pasif.
Wanita secara pasrah menerima hal yang tidak dapat dielakkan lagi, biasanya di temukan pada wanita yang berpendidikan rendah dan tinggal di pedesaan.
   2 )  Reaksi Neorosis
Reaksi yang ditimbulkan oleh penolakan yang keras akan datangnya menopause

   3 )  Reaksi Hiperaktif
Reaksi penolakan dengan seolah-olah mengabaikan datangnya menopause dengan cara meningkatkan perhatian pada pekerjaan dan hobi serta tidak setuju dengan keluhan-keluhan wanita lain.
   4 )  Reaksi Adekuat.
Reaksi wajar yang diberikan wanita yang memasuki masa menopause, ini dialami oleh sebahagian besar wanita. Hal ini dapat terjadi efektif pada wanita yang sehat.
c.       Kiat  hidup  sehat  dalam  menjalani  masa  menopause.
1.                  Terapi Sulih hormon (TSH) atau HRT  merupakan pilihan untuk mengurangi keluhan pada wanita dengan keluhan atau mencegah berbagai keluhan seperti vasomotor. Vagina yang kering dan gangguan saluran kandung kemih TSH juga dapat mencegah perkembangan penyakit akibat dari kehilangan hormon estrogen seperti osteoporosis dan jantung koroner.
2.                  Olah Raga
            Banyak wanita usia lanjut enggan melakukan olah raga dengan alasan ketuaan, namun apabila kebiasaan ini sudah menjadi bahagian aktifitas sehari-hari, usia tua bukan halangan untuk meneruskan kebiasaan ini, karena olah raga memiliki manfaat sebagai berikut :
a)      Menguat tulang dengan bergerak
b)      Meningkatkan kebugaran
c)      Mencegah penyakit
d)      Menstabilkan berat badan
e)      Mengurangi keluhan menopause
f)        mengurangi stres
3.                  Nutrisi.
Bertambahnya usia menyebabkan beberapa organ tidak melakukan perbaikan (remodeling) diri lagi. Misalnya massa tulang tidak melakukan pembentukan kembali. Selain itu, semakin tua aktifitas yang dilakukan juga tidak seperti dulu sehingga kalori yang dikeluarkan juga berkurang, selain itu kalori untuk metabolisme juga menurun. Setiap orang membutuhkan makanan gizi seimbang yang mengandung zat gizi, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.


4.                  Gaya Hidup.
Gaya hidup seseorang menentukan kesehatannya dimasa yang akan datang. Gaya hidup mungkin tidak memberikan dampak yang langsung sekarang tetapi beberapa tahun kemudian. Salah satu gaya hidup yang sudah mulai dikurangi atau kalau mungkin dihentikan adalah merokok, kebiasaan alkohol, meskipun kebiasaan ini jarang dilakukan wanita indonesia.
      5.   Pemeriksaan Kesehatan
Dengan bertambahnya usia, perhatian akan kesehatan diri harus lebih di prioritaskan. Artinya sakit atau tidak, menggunakan TSH atau tidak, sebaiknya wanita dimasa menopause tetap melaksanakan deteksi dini
6.   Meningkatkan kehidupan religi
Seringkali dalam kehidupan modern masyarakat kota mengalami kesehatan dan kegelisahan yang tidak kunjung reda. Meskipun secara fisik tidak ada keluhan yang berarti, tetapi demi kesehatan diri mereka melakukan berbagai hal sebagai antisipasi. Kejenuhan jiwa/batin yang mungkin akan menyeimbangkan seluruh kehidupan yang sudah dijalani. Apalagi dengan bertambahnya usia, hampir semua pengalaman sudah dialami, baik berbentuk kepuasan maupun ketidakpuasan. Apapun hasilnya pada akhirnya adalah ketenangan batin yang ingin dicapai yaitu dengan cara mengembalikan lagi pada kita sebagai mahluk Allah Yang Maha Besar.

0 komentar: