Jumat, 04 Mei 2012

Belanja




Nama pusat kuliner malam di Solo ini Galabo, atau Gladag Langen Bogan. Nama Gladag dipakai, karena lokasi pusat kuliner ini memang berada di kawasan Gladag, tepatnya di Jalan Mayor Sunaryo yang melintang di depan Pusat Grosir Solo, Beteng. Inilah tempat berkumpulnya seribu satu makanan khas solo, bentuk keragaman kuliner kota ini. Dengan kata lain, hampir semua tempat kuliner yang bertebaran di berbagai sudut kota berkumpul tempat ini, mulai menjelang Magrib hingga tengah malam, setiap hari.
Maka, jika Anda tak ingin repot mencicipi makanan khas Solo yang tempatnya menyebar dan mungkin berjauhan antara satu dengan lainnya, Anda bisa langsung datang ke tempat ini. Sebab, makanan yang Anda indginkan dapat dipastikan ada di tempat ini. Sebut saja misalnya tengkleng Pasar Klewer, susu shejack, nasi liwet, bubur lemu, wedang dongo, bestik lidah, gudeg ceker, sate sapi dan masih banyak lagi. Untuk menikmati hidangan makanan dan minuman serba ada di Galabo, tinggal pilih mau lesehan disediakan tempat sepanjang trotoar, atau di bawah payung dan tenda. Malam hari, setidaknya sekitar 100 gerobak kuliner menutup Jalan Mayor Sunaryo bagi kendaraan bermotor, sehingga para pejalan kaki leluasa melenggang dan lesehan di kawasan ini.
Galabo ini berupa sebuah kawasan, atau tepatnya jalan besar, yang disulap menjadi ruang terbuka. Area sepanjang sekitar 200 meter ini pada pagi dan siang hari digunakan sebagai jalan raya biasa. Namun pada malam hari jalan raya ini ditutup, dan jadilah pusat kuliner itu di sini. Galabo, saat dibuka resmi 13 April 2008 lalu, adalah salah satu ikon pariwisata, berdampingan dengan Pasar Klewer, Kampoeng Batik Kauman, Kampoeng Batik Laweyan, Pasar Gede, dan Keraton Surakarta.
Di Galabo, semua pun tersaji, mulai Kue Lekker, Lumpia, Kebab, aneka minuman khas Solo, aneka jus, bestik jawa, bebek goreng, sop buntut, sate, kambing oven, hingga shisa pun ada disini. Anda ingin memesan Shawarma dengan isi daging yang berbumbu khas timur tengah yang begitu lembut dan lezat ditemani dengan jus Buah Naga? Atau ingin menyantap Bebek Goreng Remuk ditemani satu gelas es teh untuk menghalau pedasnya sambal korek atau sambal bawang untuk bebek? Atau menikmati Lumpia Solo ditemani segelas Es Teh Kampul yang benar-benar terasa khas Solo-nya.
Anda bisa juga memilih sekitar 75 macam makanan khas yang digelar di Galabo ini. Bila tidak betah duduk menikmati menu, silakan memanfaatkan area jalan raya yang ditutup dengan menggelar tikar untuk menyantap hidangan yang disajikan dengan cara lesehan. Lokasi Galabo yang berada di tengah kota menjadikannya mudah dijangkau. Dari Bandara Adi Sumarmo bisa ditempuh selama 30 menit dengan taksi, atau 10 menit dari Terminal Tirtonadi, Stasiun Balapan, Jebres, atau Stasiun Purwosari.
Pusat jajan baru di Solo ini tepatnya mulai buka pukul 17.00 sampai dini hari, walau ada juga yang buka pagi dan siang hari. Galabo wisata kuliner di Solo Jawa Tengah ini didukung Departemen Perdagangan, dengan memberikan bantuan 100 gerobak masing-masing senilai Rp 6,5 juta untuk PKL.
Galabo ini selalu dikunjungi wisatawan lokal maupun dari berbagai daerah. Dengan adanya Galabo ini wisatawan mudah mencari makanan kesukaannya, karena hampir semua selera lidah tersedia. Jika berminat menikmati berbagai pepes, tersedia di warung Mbak Har cabang Spesialis Pepes Mbak Mur yang buka di Jalan Slamet Riyadi (Pojok Lapas Surakarta) atau di kios pintu keluar PGS. Menurut Atik yang sering membantu familinya di Pepes Mbak Har maupun Pu’ol, kalau tidak hujan pusat kuliner ini ramai dikunjungi wisatawan, namun saat hujan, sepi. Seperti gudeg ceker Margoyudan bisa menghabiskan 25 kg ceker saat ramai, tapi kalau sepi karena hujan hanya separonya.
Setiap hari, Galabo bisa dikunjungi sekitar 1.500 sampai 2.000 orang. Kunjungan ini meningkat dua kali lipat pada hari-hari libur, seperti hari besar, Sabtu atau Minggu.
Keunikan dari pusat kuliner Galabo ini terletak di satu ruas jalan dan pengunjung bisa menikmati hidangan di tengah jalan yang aman dan bersih. Di salah sudut jalan itu, terdapat panggung yang disediakan bagi kelompok kesenian untuk tampil di panggung. Saat tak ada acara kesenian, bisa digunakan sebagai tempat santai sambil menikmati lalu lalang pengunjung Galabo.

 







A. Deskripsi

Pasar Klewer merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di Solo, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Pasar yang letaknya bersebelahan dengan Keraton Surakarta ini merupakan pusat perbelanjaan kain batik terlengkap, sehingga menjadi tempat rujukan kulakan para pedagang, baik dari Yogyakarta, Surabaya,Semarang, dan kota-kota lain di pulau Jawa. Selain itu, kain batik di pasar ini juga terkenal dengan harganya yang murah jika dibandingkan dengan pusat perbelanjaan di kota-kota lain di Indonesia. Pasar yang dibangun pada tahun 1970 ini, terdiri dari dua lantai yang cukup luas. Pasar ini menampung sejumlah 1.467 pedagang dengan jumlah kios sekitar 2.064 unit.
Menurut cerita masyarakat setempat, pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, kawasan ini merupakan tempat pemberhentian kereta api, yang juga digunakan sebagai  tempat jualan para pedagang pribumi. Karena dijadikan sebagai tempat jualan itulah kemudian terkenal dengan sebutan Pasar Slompretan. Kata slompretan diambil dari suara kereta api ketika akan berangkat yang mirip dengan tiupan terompet (slompret). Pasar Slompretan ini merupakan tempat para pedagang kecil yang menawarkan barang dagangan berupa kain batik yang ditaruh pada pundaknya sehingga tampak berkeleweran jika dilihat dari kejauhan. Dari barang dagangan (kain batik) yang berkeleweran inilah kemudian pasar ini terkenal dengan nama Pasar Klewer hingga sekarang. 


B. Keistimewaan

Bagi Anda pecinta batik, terasa belum lengkap jika belum melihat berbagai macam koleksi batik di Pasar Klewer. Dengan mengunjungi pasar ini, pelancong akan mendapatkan kesan tersendiri yang tak pernah didapatkan di pasar maupun pusat perbelanjaan batik lain pada umumnya. Sebab, di pasar ini koleksi jenis dan motif batiknya lengkap dan harganya pun cukup murah. Pasar ini juga menjadi pusat perbelanjaan kain batik terbesar di seluruh Jawa Tengah. Adapun harga kain batik di pasar ini mulai dari belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung kualitas, motif, dan jenis kain batiknya.
Sentra grosir kain batik ini menyediakan berbagai macam motif dan jenis batik, di antaranya batik tulis motif Solo, batik cap (print), dan motif-motif batik lainnya. Ada juga berbagai jenis batik Surakarta, seperti batik asli Surakarta, batik antik kraton Surakarta, batik pantai kraton Surakarta, daster batik Surakarta, batik saerah Surakarta, batik putri Solo, batik "kelelawar" Surakarta, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga berbagai macam jenis batik Yogyakarta, Pekalongan, Banyumas, Madura, Betawi, dan berbagai jenis batik dari kota-kota lainnya. Di pasar ini juga menyediakan kain batik untuk baju, sprei, sarung bantal, dan segala aksesoris-aksesoris lain yang berbau batik.
Saat membeli kain batik di pasar ini, setiap pengunjung disarankan untuk menawarnya terlebih dahulu. Jika pengunjung pandai menawar, harga yang diajukan penjual akan berkurang. Kesesuaian kualitas dengan harga mungkin juga menjadi patokan bagi penjual dalam menawarkan dagangannya. Menurut pengakuan para pembeli, berbelanja di pasar ini pasti tidak akan mengecewakan, sebab di samping harganya yang terjangkau, keramahan para penjual juga membuat para pembeli merasa nyaman.
Selain terkenal dengan pusatnya batik, pasar yang di dalamnya terdapat 2.064 unit kios ini juga menyediakan aneka macam barang-barang kebutuhan lainnya, di antaranya pakaian non batik, makanan, kerajinan, pernak-pernik, barang-barang elektronik, emas, peralatan dapur, dan masih banyak lagi. Selain itu, terdapat juga kerajinan-kerajinan khas masyarakat Solo yang berkualitas ekspor, di antaranya cermin kayu ukir, kaca ukir, dan berbagai macam suvenir yang berbahan dasar kaca.
Jika dilihat dari gaya arsitekturnya, bangunan Pasar Klewer terdiri dari dua lantai yang dihubungkan dengan tangga yang cukup luas. Dengan tangga yang seperti ini, suasana berdesak-desakan para pengunjung antarlantai dapat terhindarkan. Keistimewaan lainnya ialah letaknya bersebelahan dengan Keraton Surakarta. Sehingga selain berbelanja, pelancong dapat juga menengok keindahan keraton itu.
Pengunjung juga dapat berkunjung ke pabrik batik tulis yang berada di Kampung Kauman dan Kampung Batik Laweyan yang berjarak sekitar 5 km dari pasar ini. Di tempat tersebut, wisatawan dapat melihat secara langsung proses pembuatan batik, mulai dari pembuatan pola sampai dengan proses pewarnaannya. Di samping melihat tempat produksinya, di kampung ini juga tersedia kios-kios pakaian batik yang siap pakai.
Keistimewaan lainnya, sebelum membeli kain batik pelancong juga dapat memesan atau berkonsultasi melalui fasilitas internet. Para pedagang kain batik di pasar ini sebagian sudah menggunakan media transaksi via internet atau sistem online. Sehingga pelancong dapat memilih dan memesan terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi pasar ini.
Selain berbelanja, pengunjung juga sekaligus dapat berwisata melihat situs sejarah seperti Keraton Surakarta, Masjid Agung, Alun-alun Utara, dan situs sejarah lainnya. Pengunjung juga dapat melihat acara tahunan yang diselenggarakan oleh Keraton Surakarta, yaitu sekaten. Dalam acara ini terdapat berbagai macam pentas kesenian, pertunjukan kebudayaan, dan pasar tiban (pasar malam) yang digelar di alun-alun utara tersebut, tepatnya di sebelah utara Pasar Klewer.


C. Lokasi

Pasar Klewer terletak di sebelah barat Keraton Surakarta, Kota Surakarta, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia.


D. Akses

Untuk menuju lokasi Pasar Klewer perjalanan dapat dimulai dari Terminal Tirtonadi. Dari terminal ini, wisatawan dapat naik angkutan kota atau taksi menuju lokasi pasar. Perjalanan dari Terminal Tirtonadi sampai ke Pasar Klewer biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.


E. Harga Tiket
 
Memasuki kawasan Pasar Klewer pelancong tidak dipungut biaya. Namun, bagi wisatawan yang membawa kendaraan pribadi dikenai biaya parkir.


F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
 
Di sekitar kawasan Pasar Klewer ini terdapat berbagai macam fasilitas, di antaranya area parkir, masjid, pusat informasi belanja, studio karaoke, kamar mandi, dan beberapa kios masakan khas Solo, yaitu thengkleng, racikan salat, krupuk karak, timlo Solo, sayur tumpang, dan lain-lain.




A. Deskripsi

Jika Anda penyuka wisata belanja, Pasar Windujenar Surakarta adalah salah satu pilihan yang tepat. Selain memiliki latar belakang sejarah kebudayaan Keraton Solo sebab Pasar Windujenar juga merupakan lokasi murah untuk berbelanja. Bagi Anda yang senang belanja sekaligus ingin mengenang romantika sejarah Kerajaan Surakarta masa lalu, datanglah ke pasar ini.
Pasar Windujenar awalnya dikenal dengan sebutan Pasar Triwindu, karena pasar ini hanya ada setiap triwindu atau tiga windu sekali. Bila satu windu sama dengan delapan tahun, berarti total, Pasar Triwindu hanya digelar setiap 24 tahun sekali. Menurut sejarahnya, Pasar Triwindu Pasar Windujenar adalah hadiah ulang tahun ke-24 Gusti Putri Mangkunegara VII yang bernama Nurul Khamaril. Oleh karena itu, sebagai peringatan ke-24 tahun atau tiga windu kenaikan tahta Mangkunegara VII, maka pada tahun 1939 dibangunlah Pasar Windujenar ini. Pada mulanya, lokasi pasar tersebut adalah kandang kuda. Pasar Windujenar ini sejak 5 Juli 2008 telah mengalami pemugaran untuk disesuaikan dengan arsitektur budaya Solo.
Pasar Tradisional Windujenar merupakan pusat penjualan benda-benda antik. Awalnya, penjual di sini menggunakan sistem barter dengan menggelar barang dagangannya di meja-meja. Akan tetapi seiring perkembangan zaman dan pedagang semakin bertambah maju, maka sejak tahun 1960 para pedagang mendirikan kios.
Di area Pasar Windujenar ini, setiap tahunnya juga digelar sebuah festival seni budaya yang terkenal dengan Festival Seni Pasar Panji. Panji dipercaya sebagai Pangeran Jawa yang piawai berolah seni, pemain musik, penari, pemain drama (sendratari),  penulis puisi, serta tokoh teladan masa lampau yang mengembangkan lingkungan dengan cara-cara yang sarat dengan nilai ekologis. Nilai-nilai kultural Panji inilah yang diambil warga Solo agar menjadi inspirasi dalam pelestarian pusaka budaya serta ekonomi kreatif. Selain pentas seni budaya, festival ini juga diisi dengan pameran fotografi tentang pasar-pasar tradisional di Solo.


B. Keistimewaan

Sebuah pasar tradisional dan berlatar belakang sejarah Keraton Solo, sungguh sangat istimewa jika dikunjungi dan dikaji. Apalagi di area pasar ini tergelar festival seni budaya yang berkaitan erat dengan sejarah pendirian pasar. Tentu bagi Anda yang menyukai kebudayaan tradisional tak akan melewatkan untuk berkunjung saat festival atau setiap saat.
Pasar Windujenar merupakan salah satu situs masa lalu yang hingga kini masih terpelihara dengan baik. Pemerintah kota Solo tampaknya ingin menjadikan pasar ini selain sebagai ruang ekonomi tetapi juga sekaligus sebagai ruang ekspresi seni dan budaya. Dalam konteks pelestarian kebudayaan, tentu ini sangat istimewa dan kunjungan Anda juga merupakan salah satu bukti kepedulian terhadap budaya tradisi.
C. Lokasi
Aktivitas Pasar Windujenar dimulai dari pukul 09.00 s/d 18.00 WIB. Pasar ini berlokasi di Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Atau tepatnya di depan Pura Mangkunegaran yang semula sebagai alun- alun milik Mangkunegaran


D. Akses

Jika Anda ingin mengunjungi dan menikmati nostalgia Pasar Tradisional Windujenar, maka untuk mencapainya cukup mudah, baik ketika Anda menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jika menggunakan kendaraan umum, dari terminal Tirtonadi, Solo, Anda cukup naik becak atau angkutan kota jurusan Pasar Windujenar lalu turun di depan pasar.


E. Tiket

Untuk mengunjungi Pasar Windujenar ini, Anda tidak dipungut biaya sepeser pun. Anda hanya diminta untuk menjaga keamanan dan kebersihan pasar dengan tidak membuang sampah sembarangan.


F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Pasar Windujenar menyediakan beberapa akomodasi dan fasiltas bagi pengunjung, antara lain berupa kantor pasar, area Parkir, musholla, toilet, pos keamanan, sarana pemadam kebakaran, sarana bongkar muat barang, dan tempat sampah.


0 komentar: