This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by RM.KOESEN POERBODININGRAT - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by RM.KOESEN POERBODININGRAT - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by RM.KOESEN POERBODININGRAT - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by RM.KOESEN POERBODININGRAT - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by RM.KOESEN POERBODININGRAT - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 05 April 2012

Budaya

 
                                    Foto : Tarian Bedhaya Ketawang zaman PB.X

Dalam kolom Budaya ini, kami akan mengulas Budaya-budaya, tradisi-tradisi serta adat istiadat di sekitar Kota Surakarta se eks Karesidenan Surakarta
Selain itu kami jua ajan mengulas Budaya-budaya , tradisi-tradisi serta adat istiadat yang tidak bertalian

Pendapat Pakar







Pendapat Pakar
Selamat Datang di
Web Kami

Dipublikasi
pada 7 Februari 2011




Orang Jawa

Yang dimaksud orang Jawa oleh Magnis-Susebno adalah orang yang bahasa ibunya bahasa Jawa dan merupakan penduduk asli bagian tengah dan timur pulau Jawa.

Orang Jawa tidak dapat memisahkan mitos dalam kehidupan mereka ,oleh sebab itu, kita telaah dan akan  coba menguraikan tentang orang jawa dan latar belakang yang ikut mewarnai pemikiran mereka dalam menafsirkan kehidupan ini.

Niels Mulder mengatakan bahwa pandangan hidup merupakan suatu abstraksi dari pengalaman hidup. Pandangan hidup adalah sebuah pengaturan mental dari pengalaman hidup yang kemudian dapat mengembangkan suatu sikap terhadap hidup.

Niels Mulder memperkirakan unsur-unsur ini berasal dari masa Hindu-Budha dalam sejarah Jawa yang berbaur dalam suatu fisafat, yaitu sistem khusus dari dasar bagi perilaku kehidupan. Sistem pemikiran Javanisme adalah lengkap pada dirinya, yang berisikan kosmologi, mitologi, seperangkat konsepsi yang pada hakikatnya bersifat mistik dan sebagainya yang anthropologi Jawa tersendiri, yaitu suatu sistem gagasan mengenai sifat dasar manusia dan masyarakat yang pada gilirannya menerangkan etika, tradisi, dan gaya Jawa. Singkatnya Javanisme memberikan suatu alam pemikiran secara umum sebagai suatu badan pengetahuan yang menyeluruh, yang dipergunakan untuk menafsirkan kehidupan sebagimana adanya dan rupanya. Jadi kejawen bukanlah suatu kategori keagamaan, tetapi menunjukkan kepada suatu etika dan gaya hidup yang diilhami oleh cara berpikir Javanisme.

Salam
Redaksi







Sponsored
Links Column


Ingin mengiklankan?Informasi lebih lanjut hubungi e-mail:
rm.soegiyo@yahoo.com,atau hubungi kami di
085867915771

Ingin mengiklankan?
Informasi lebih lanjut hubungi e-mail:
rm.soegiyo@yahoo.com,atau hubungi kami di
085867915771
Ingin mengiklankan?
Informasi lebih lanjut hubungi e-mail:
rm.soegiyo@yahoo.com,atau hubungi kami di
085867915771
Ingin
berpartisipasi aktif bersama Kasentanan dalam program
Kasentanan Peduli Merapi?

Donatur tetap atau Penyumbang
Sukarela
Informasi lebih lanjut hubungi e-mail:
rm.soegiyoy@yahoo.com atau hubungi kami di
085867915771,atau bantuan sosial anda dapat anda
sumbangkan melalui rekening kami di Bank dengan nomer
rekening:
Ingin
berpartisipasi aktif bersama Kasentanan dalam program
Kasentanan Peduli Bencana Alam?

Donatur tetap atau Penyumbang
Sukarela
Informasi lebih lanjut hubungi e-mail:
rm.soegiyo@yahoo.com atau hubungi kami di 085867915771
atau bantuan sosial anda dapat anda sumbangkan melalui
rekening kami di Bank dengan nomer
rekening:
Ingin
berpartisipasi aktif bersama Kasentanan dalam program
Kegiatan Sosial Kasentanan bagi Kaum Marginal
(orang-orang dan anak-anak jalanan) ?

Donatur tetap atau Penyumbang
Sukarela
Informasi lebih lanjut hubungi e-mail:
rm.soegiyo@yahoo.com atau hubungi kami di 085867915771
atau bantuan sosial anda dapat anda sumbangkan melalui
rekening kami di Bank dengan nomer rekening:


Ingin
berpartisipasi aktif bersama Kasentanan dalam program
Kegiatan-Kegiatan Sosial Kasentanan?

Donatur
tetap atau Penyumbang Sukarela
Informasi lebih lanjut
hubungi e-mail: rm.soegiyo@yahoo.com atau hubungi kami
di 085867915771 atau bantuan sosial anda dapat anda
sumbangkan melalui rekening kami di Bank dengan nomer
rekening:
Ingin
berpartisipasi aktif bersama kegiatan Kasentanan (untuk
pengembangan budaya Kraton Surakarta di Indonesia dan di
seluruh dibelahan dunia ini?)

Donatur tetap atau
Penyumbang Sukarela
Informasi lebih lanjut hubungi
e-mail: rm.soegiyo@yahoo.com atau hubungi kami di
085867915771 atau bantuan anda dapat anda salurkan
melalui rekening kami di Bank dengan nomer rekening:

Ingin
berpartisipasi aktif bersama kegiatan Kasentanan (untuk
pengembangan budaya Kraton Surakarta di Indonesia dan di
seluruh dibelahan dunia ini, untuk Program Mendukung
Pengadaan Tanah dan Rumah sebagai Sanggar Budaya bagi
Kasentanan Kraton Surakarta Indonesia?)

Donatur
tetap atau Penyumbang Sukarela
Informasi lebih lanjut
hubungi e-mail: rm.soegiyo@yahoo.com atau hubungi kami
di 085867915771 atau bantuan anda dapat anda salurkan
melalui rekening kami di Bank dengan nomer rekening:

Ingin
berpartisipasi aktif bersama kegiatan Pengembangan
Budaya Kraton Surakarta,untuk pengembangan budaya Kraton
Surakarta di Indonesia dan di seluruh dibelahan dunia
ini, melalui Program Cellular Kasentanan Rp.1.000,-
(setiap anda mengirim sms pada program ini pulsa anda
akan berkurang Rp 1.000,-) ?)

Rp
1.000,-/1xsms
Informasi lebih lanjut hubungi e-mail:
rm.soegiyo@yahoo.com atau hubungi kami di
085867915771atau bantuan anda dapat anda salurkan
melalui rekening kami di Bank dengan nomer rekening:

Ingin
berpartisipasi aktif bersama kegiatan Pengembangan
Budaya Kraton Surakarta,untuk pengembangan budaya Kraton
Surakarta di Indonesia dan di seluruh dibelahan dunia
ini, melalui Program Cellular Kasentanan Rp.2.000,-
(setiap anda mengirim sms pada program ini pulsa anda
akan berkurang Rp 2.000,-) ?)

Rp
2.000,-/1xsms
Informasi lebih lanjut hubungi e-mail:
rm.soegiyo@yahoo.com atau hubungi kami di 085867915771
atau bantuan anda dapat anda salurkan melalui rekening
kami di Bank dengan nomer rekening:
Ingin
berpartisipasi aktif bersama kegiatan Pengembangan
Budaya Kraton Surakarta,untuk pengembangan budaya Kraton
Surakarta di Indonesia dan di seluruh dibelahan dunia
ini, melalui Program Cellular Kasentanan Rp.3.000,-
(setiap anda mengirim sms pada program ini pulsa anda
akan berkurang Rp 3.000,-) ?)

Rp
3.000,-/1xsms
Informasi lebih lanjut hubungi e-mail:
rm.soegiyo@yahoo.com atau hubungi kami di
085867915771atau bantuan anda dapat anda salurkan
melalui rekening kami di Bank dengan nomer rekening:

Ingin
berpartisipasi aktif bersama kegiatan Pengembangan
Budaya Kraton Surakarta,untuk pengembangan budaya Kraton
Surakarta di Indonesia dan di seluruh dibelahan dunia
ini, melalui Program Cellular Kasentanan Rp.4.000,-
(setiap anda mengirim sms pada program ini pulsa anda
akan berkurang Rp 4.000,-) ?)

Rp
4.000,-/1xsms
Informasi lebih lanjut hubungi e-mail:
rm.soegiyo@yahoo.com atau hubungi kami di 085867915771
atau bantuan anda dapat anda salurkan melalui rekening
kami di Bank dengan nomer rekening:
Ingin
berpartisipasi aktif bersama kegiatan Pengembangan
Budaya Kraton Surakarta,untuk pengembangan budaya Kraton
Surakarta di Indonesia dan di seluruh dibelahan dunia
ini, melalui Program Cellular Kasentanan Rp.5.000,-
(setiap anda mengirim sms pada program ini pulsa anda
akan berkurang Rp 5.000,-) ?)

Rp
5.000,-/1xsms
Informasi lebih lanjut hubungi e-mail:
rm.soegiyo@yahoo.com atau hubungi kami di 085867915771
atau bantuan anda dapat anda salurkan melalui rekening
kami di Bank dengan nomer rekening:



Ingin
mengiklankan?


Informasi lebih
lanjut hubungi e-mail: rm.soegiyo@yahoo.com
085867915771
Ingin
mengiklankan?


Informasi lebih
lanjut hubungi e-mail: rm.soegiyo@yahoo.com
085867915771
Ingin
mengiklankan?


Informasi lebih
lanjut hubungi e-mail: rm.soegiyo@yahoo.com
085867915771
Ingin
mengiklankan?


Informasi lebih
lanjut hubungi e-mail: rm.soegiyo@yahoo.com
085867915771

Info-Info

Dalam kolom Info-Info ini kami melayani Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sentonodalem SISKS.Pakoe Boewono, untuk menawarkan produk barang dan jasa, maupun untuk menginformasikan apapun.




Tahukah Saudara bahwa : Kereta api berkembang pesat kebetulan pada zaman PB.X




            Foto : PB.X meninjau Stasiun Kereta Api pada tahun 1936


Tahukah Saudara Bahwa PB.X mirip boneka wayang yang hidup (menurut pendapat Louis Couperus penulis Belanda ternama) ?
Sri Susuhunan Pakoe Boewono X (1866-1939) bersama istrinya Sri Gusti Kanjeng Ratu Mas Mursudarinah. Penulis Belanda yang ternama Louis Couperus (1863-1923) telah menceritakan PB X di buku “Kekuatan Terpendam” (De Stille Kracht, 1900): “Beliau mirip boneka wayang yang hidup. Beliau punya mata yang menyeramkan. Kadang-kadang mata tersebut tidur”. PB X senang membawa banyak bintang jasa pada dada. Seorang pegawai pemerintah Hindia Belanda pernah bertanya kepada beliau mengenai jumlah bintang jasa yang beliau miliki. Dengan memasang muka tanpa ekspresi, PB X membalas: “Gangsal welas kati”. (1 kati = 617 gram, gangsal welas =15)








                                                        Soesoehoenan Soerakarta 1900an

 Orang yang berbadan gemuk ini termasuk orang paling kaya di jaman itu dan beliau adalah orang Indonesia yang pertama yang memiliki mobil di tahun 1894. Beliau mempunya 6 permaisuri (istri resmi) dan 35 anak, tambah 30 anak dari 6 selir (istri sampingan).



Tahukah Anda bahwa Kraton Menuju Kraton yang Mandiri, Terhormat dan Berwibawa ?

 

Tentu kalian tahu, akhir-akhir ini sedang Hot-hotnya kabar perseteruan atau dualisme raja di Kraton Surakarta Hadiningratat alias Kraton Solo. Tentunya hal ini akan banyak disorot media massa lokal bahkan nasional. Untuk mendamaikan dua raja ini pun sampai mengundang pejabat-pejabat penting di negri ini. Inilah 2 Raja di Kraton Solo yaitu Hangabehi dan Tedjowulan. Setelah bersetegak dalam waktu cukup lama sekarang akhirnya menemui titik terang.
Sekarang suasana kraton sudah kondusif dan Jumenengan pun digelar dengan lancar. Bahkan tadi siang diadakan “Kirab Agung Jumenengan SISKS Pakoe Boewono XIII 1945/2012″. Dan menurut sayapun harusnya Kraton baik orang dalam maupun rajanya harus sering-sering menyatu dengan masyarakat solo sehingga anggapan kraton yang dahulu bersekongkol dengan belanda bisa diluruskan. Feodalisme yang dulu ada harusnya bisa lebih merakyat dan tidak membedakan status walaupun status didalam istana itu penting.



Dan pemimpin yang merakyat itulah yang sekarang banyak sekali dicari masyarakat.

Sekedar menyapa masyarakat untuk menunjukan bahwa kraton juga bersahabat dengan masyarakat. Hal sepele seperti inilah yang terkadang banyak dilupakan. Betapa penting Komunikasi Interaksi Sosial . Harapan saya sebagai bagian dari sejarah kawasan dari Kraton Kasunanan Surakarta pun kraton dapat terus Eksis dalam ikt membangun Eks Karesidenan Surakarta. Baik Budaya, Sosial ataupun aspek lainnya.


Tahkah Saudara Kartupos ini diterbitkan oleh Toko Gedeh dari Batavia ?


Kartupos diterbitkan oleh Toko Gedeh dari Batavia ini memperlihatkan Susuhunan Pakoe Boewono X (1866-1939) bersama Residen Soerakarta bernama Willem de Vogel (1848-1922) pada hari besar di Kraton Kasunanan di Solo (juga disebut Kraton Hadiningrat) yang dibangun pada tahun 1745 oleh PB II. Ini namanya Sri Manganti artinya ruang tunggu bila akan menghadap Raja. Ornamen di atas pintu itu simbol kerajaan jaman Sri Susuhunan Amangkurat (Mataram) sebelum pecah menjadi Surakarta & Jogjakarta. Di tiap sudut atas ada ornamen Lingga Yoni. Suhunan PB X punya nama resmi Pakoe Boewono Senopati Ingalogo Abdoerrachman Saijinin Panotogomo. Tetapi si residen yang lahir di Semarang ini menyebut (tidak memanggil) raja populer itu dengan nama sayangan “Sri Masalah” karena PB X mempunyai pengetahuan tentang perilaku manusia yang banyak. Dengan dimikian, beliau pinter menilai dan memanipulasi para petinggi kolonial Belanda.


Obyek Wisata


Dalam kolom obyek  wisata ini, kami akan terbitkan obyek-obyek wisata yang ada hubungan dengan Pakoe Boewono dan Kraton dan masyarakat yang dulu berhubungan dengan Pakoe Boewono

Agenda Even

JADWAL EVEN  PAKOE BOEWONO
SELAIN ITU KAMI JUGA AKAN MENGAKTIFKAN ARISAN, KEGIATAN AKSI-AKSI SOSIAL,EVEN BUDAYA,FESTIVAL SENI DAN BUDAYA,SEMINAR SENI & BUDAYA,WORKSHOP, MENGIRIM DUTA SENI BUDAYA KELUAR NEGRI,NAPAK TILAS PB IX, ZIARAH BERSAMA DAN LAIN-LAIN

Jadwal Upacara-upacara besar Karaton Surakarta Hadiningrat 
Tahun 2013

dalam setahun kedepan:

1. 17 Januari 2013 (5 Mulud 1946): Miyosaken kagungan dalem gangsa sekaten dhateng kagungan dalem mesjid Agung karaton Surakarta Hadiningrat.

2. 24 Januari 2013 (12 Mulud 1946): Grebeg Mulud, miyosaken hajad dalem pareden (gunungan) dhateng kagungan dalem mesjid Agung karaton Surakarta Hadiningrat.

3. 5 Maret 2013 (22 Bakdo Mulud 1946): Kol PB XII

4. 11 Maret 2013 (28 Bakdo Mulud1946): Sesaji Mahesa Lawung ing alas Krendhawahana, Karanganyar.

5. 2 Mei 2013 (21 Jumadilakir 1946): Kol PB XI

6. 6 Mei 2013 (25 Jumadilakir 1946): Kol PBVIII

7. 22 Mei 2013 (12 Rejeb 1946): Kol PB VI

8. 25 Mei 2013 : Wiwit ajar-ajaran Bedhaya Ketawang

9. 4 Juni 2013 (25 Rejeb 1946): Tingalan jumenengan dalem ka 9 SISKS Pakoeboewono XIII.

10. 7 Juli 2013 (28 Ruwah 1946): Kol PB IX

11. 4 Agustus 2013 (27 Pasa 1946): Kol PB VII

12. 5 Agustus 2013 (28 Pasa 1946): Maringaken zakat fitrah

13. 9 Agustus 2013 (2 Sawal 1946): Grebeg pasa, miyosaken hajad dalem pareden (gunungan) dhateng kagungan dalem mesjid Agung.

14. 18 Oktober 2013 (10 Besar 1946): Grebeg Besar, miyosaken hajad dalem pareden (gunungan) dhateng kagungan dalem mesjid Agung karaton Surakarta Hadiningrat.

15. 28 Oktober 2013 ( 23 Besar 1946): Kol PB IV

16. 30 Oktober 2013 ( 25 Besar 1946): Kol PB III

17. 3 November 2013 ( 29 Besar 1946): Kol PB V

18. 4 November 2013 (malam 1 Sura 1947): Miyosaken pusaka dalem (kirab) mubeng Baluwarti njawi.

19. 5 November 2013 (1 Sura 1947): Kol PB X

20. 15 November 2013 ( 11 Sura 1947): Kol PB II

21. 21 November 2013 ( 17 Sura 1947): Pengetan Hadeging Nagari Surakarta Hadiningrat.





Jadilah Donatur pakoeboewono.blogspot.com

Peninggalan Pakoe Boewono

Dalam Kolom Peninggalan PB ini, berisi tulisan-tulisan dan foto-foto Peninggalan SISKS Pakoe Boewono  berupa : Bangunan, Pusaka dan Gamelan maupun Peninggalan-Peninggalan SISKS Pakoe Boewono yang lainnya.

Karya Pakoe Boewono

Dalam Kolom Karya PB IX ini, berisi tulisan-tulisan Karya Sastra SISKS Pakoe Boewono diantaranya :

Artikel

Bermula dari Berdirinya Karaton Kasunanan Kartasura



Kasunanan Kartasura adalah sebuah kerajaan di Pulau Jawa yang berdiri pada tahun 1680 dan berakhir tahun 1742, sebagai kelanjutan dari Kesultanan Mataram. Riwayat kerajaan yang usianya relatif singkat ini cenderung diwarnai oleh perang saudara memperebutkan takhta.
Lokasi pusat Kasunanan Kartasura saat ini diperkirakan terdapat di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Latar Belakang
Amangkurat I adalah raja terakhir Kesultanan Mataram yang memerintah dengan sewenang-wenang sejak tahun 1645. Ia juga terlibat perselisihan dengan putranya sendiri yang menjabat sebagai Adipati Anom. Pada tahun 1670 Adipati Anom menggunakan Trunajaya dari Madura sebagai alat untuk melakukan kudeta terhadap ayahnya itu.
Pemberontakan Trunajaya yang semakin besar membuatnya sulit dikendalikan lagi. Puncaknya, pada tanggal 2 Juli 1677 istana Mataram yang terletak di Plered diserbu kaum pemberontak. Adipati Anom memilih kabur bersama Amangkurat I ke arah barat.
Amangkurat I meninggal dalam perjalanan. Ia sempat berwasiat agar Adipati Anom meminta bantuan VOC untuk menumpas Trunajaya dan merebut kembali takhta.
Berdirinya Kartasura
Sesuai wasiat ayahnya, Adipati Anom pun bekerja sama dengan VOC untuk menumpas Trunajaya. Ia menandatangani Perjanjian Jepara 1677 dengan VOC, yang berisi VOC akan membantu Adipati Anom melawan Trunojoyo, dan sebagai gantinya, VOC berhak memonopoli perdagangan di Pantai Utara Jawa. Atas bantuan VOC, Adipati Anom diangkat sebagai raja tanpa takhta bergelar Amangkurat II. Trunajaya akhirnya berhasil ditangkap dan dihukum mati awal tahun 1680.


                                                         foto : Sinuwun Pakoeboewono I

Istana lama Mataram saat itu telah dikuasai oleh Pangeran Puger (Pakoeboewono I), putra Amangkurat I lainnya, yang ditugasi sang ayah untuk merebutnya dari tangan Trunajaya. Amangkurat II terpaksa membangun istana baru di Hutan Wanakarta, yang diberi nama Kartasura. Ia mulai pindah ke istana tersebut pada bulan September 1680.
Kemudian terjadilah perang antara Kartasura melawan Mataram (Perang Suksesi I) untuk memperebutkan kekuasaan atas tanah Jawa sebagai pewaris Amangkurat I yang sah. Pada tanggal 28 November 1681 akhirnya Pangeran Puger menyerah kalah kepada Amangkurat II yang dibantu VOC. Sejak saat itu, Mataram resmi menjadi bagian dari Kartasura.
Perkembangan Selanjutnya
Amangkurat II yang naik takhta atas bantuan VOC, kemudian hari merasa sangat dirugikan dengan Perjanjian Jepara 1677. Dengan berbagai cara ia berusaha untuk melepaskan diri dari perjanjian dengan VOC, antara lain membantu perjuangan seorang buronan bernama Untung Suropati. Amangkurat II menerima dan membantu pelarian Untung Surapati di Kartasura. Kapten Tack, Pemimpin pasukan VOC yang mengejar Untung Surapati tewas terbunuh di Kartasura. Untung Surapati diangkat sebagai saudara oleh Amangkurat I dan diberikan hadiah sebagai Bupati Pasuruhan pertama dengan gelas Wiranegara.Atas peristiwa itu, hubungan VOC dengan Amangkurat I memanas.
Sepeninggal Amangkurat II terjadi perebutan takhta antara Amangkurat III melawan Pangeran Puger yang bergelar Pakubuwana I(Perang Suksesi II). Pada tahun 1705 Pakubuwana I berhasil mengusir Amangkurat III dan merebut Kartasura. Perang antara Pakubuwana I yang didukung VOC melawan Amangkurat III yang didukung keluarga Untung Suropati di Jawa Timur baru berakhir tahun 1708. Penobatan Puger membuktikan perjanjian antara Ki Gede Pemanahan dan Ki Juru Martani mengenai pergantian tujuh keturunan Pemanahan ke keturunan Ki Juru Martani.
Sepeninggal Pakubuwana I terjadi lagi perebutan takhta Kartasura di antara putra, yaitu Amangkurat IV yang dibantu VOC melawan Pangeran Blitar, Pangeran Purbaya, dan Pangeran Dipanegara Madiun (Perang Suksesi III). Perang saudara ini berakhir tahun 1723.
Jatuhnya Kartasura
Pada tahun 1740 terjadi pemberontakan orang-orang Cina di Batavia yang menjalar sampai ke seluruh Jawa. Mula-mula Pakubuwana II (pengganti Amangkurat IV) mendukung mereka. Namun ketika melihat pihak VOC unggul, ia pun berbalik mendukung bangsa Belanda tersebut.
Perbuatan Pakubuwana II justru membuat kekuatan pemberontak meningkat karena banyak pejabat anti VOC yang meninggalkannya. Akhirnya pada tanggal 30 Juni 1742 para pemberontak menyerbu Kartasura besar-besaran. Pakubuwana II pun melarikan diri ke Ponorogo.
VOC bekerja sama dengan Cakraningrat IV dari Madura dan berhasil merebut kembali Kartasura. Pada akhir tahun 1743 Pakubuwana II kembali ke Kartasura namun kondisi kota tersebut sudah hancur. Ia pun memutuskan membangun istana baru di desa Sala bernama Surakarta, yang ditempatinya sejak tahun 1745, yang nantinya berubah menjadi Karaton Kasunanan Soerakarta Hadiningrat. 



 foto : Karaton Kasunanan Soerakarta Hadiningrat 
Babad Tanah Jawi menyebut peristiwa ini sebagai Geger Pacino. Rusaknya kraton di Kartasura, dianggap merupakan tanda hilangnya landasan kosmogonis kraton sebagai sentrum kekuasaan, sehingga perlu dibangun kraton baru.
 Mitos Akhir Abad
Masyarakat Jawa, terutama kaum bangsawan, telah terjebak pada mitos tentang runtuhnya kerajaan pada akhir abad, dan berdirinya kerajaan baru tiga tahun kemudian.
Menurut catatan para pujangga Jawa, pada tahun Saka 1400 Kerajaan Majapahit runtuh dan tahun 1403 Kesultanan Demak berdiri. Pada tahun Saka 1500 Kesultanan Demak runtuh dan tahun 1503 Kesultanan Pajang berdiri yang kemudian dilanjutkan oleh Kesultanan Mataram. Kemudian pada tahun Jawa 1600 Kesultanan Mataram runtuh dan tahun 1603 Jawa Kasunanan Kartasura berdiri.
Maka pada tahun Jawa 1700 (bertepatan dengan 1774 Masehi) terjadi kegelisahan di antara raja-raja Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta, dua kerajaan bersaudara yang saling berusaha menaklukkan pada masa itu. Untuk menangkal mitos tersebut, seorang menantu Hamengkubuwana I dari Yogyakarta mengarang sebuah naskah berjudul Babad Kraton pada tahun Jawa 1703 yang isinya menyebutkan bahwa Kartasura adalah kerajaan yang runtuh mewakili tahun 1700, sedangkan Yogyakarta adalah kerajaan yang berdiri tahun 1703. Padahal runtuhnya Kartasura dan berdirinya Yogyakarta yang sesungguhnya terpaut selisih sekitar 14 tahun.
Rupanya pihak Hamengkubuwana I berusaha untuk menegaskan bahwa Yogyakarta adalah penerus yang sah dari Kartasura, bukan Surakarta sebagaimana kenyataannya.

 
SAMPEYANDALEM HINGKANG SINUHUN KANGDJENG SUSUHUNAN PAKOEBOEWANA SENAPATI ING NGALAGA ABDULRACHMAN SAYIDIN PANATA GAMA KALIFATULAH HINGKANG KAPING I  DI NAGARA KARATON KASUNANAN KARTASURA HADININGRAT

                                                            

                                                              foto: Sri Susuhunan P.B.I
Menjadi Raja pertama di Mataram pada tahun 1660 M.
Menjadi Raja yang kedua kali di Kartasura pada tahun 1705 M.
Wafat Beliau di tahun 1719 M.

Beliau turut mengalami pindahnya Karaton Kartasura ke Desa Sala yang nantinya bernama Karaton Surakarta Hadiningrat:

Bermula pada rusaknya Kraton Mataram yang terletak di Pleret oleh serangan Trunojoyo, sehingga Kraton Mataram yang di Pleret di pindah ke suatu desa yang bernama Wanakarta. Selanjutnya Karaton dinamakan Karaton Kasunanan Kartasura Hadiningrat. Adapun pindahnya Karaton pada hari Rabu Pon 27 Ruwah Alip 1603 jawa windu Sancaya wuku Watu gunung, atau bertepatan dengan pada hari Rabu Pon tanggal 11 September 1680 M.

Tergambar dalam tembang Dhandhanggula :

Sangaprabu prapteng Wanakarti
Gumarudug sawadya balane
Kawula lan sentanane
Kadya sinebut sebut
Katon Sunya hangrasa wani
Ya sinengkalaning Candra
Ri Buda Pon nuju
Kaping pitulikur Ruwah
Alip sewu nenemhatus telu dadi
KARTASURA DININGRAT


Putradalem (anak-anak kandungnya) Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Prabu Hamangkurat Agung di Mataram. Dilahirkan dari Istri Permaisuri no.2 yang bernama G.K.R.Wetan (putri dari Panembahan Radin di Pajang).
Sri Susuhunan Pakoeboewana I mempunyai nama kecil B.R.M.G.Darajat, Beliau ini putra nomer 2.

Adapun Alur Silsilah Sri Susuhunan Pakoeboewana I dari Ibunda Beliau yang bernama G.K.R.Wetan, ialah :
  • Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Sultan Hadiwijoyo di Pajang, berputra :
  • Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Sultan Prabuwijoyo (P.Benowo) di Pajang, berputra :
  • Panembahan Radin di Pajang, berputra :
  • G.K.R.Wetan Istri Permaisuri yang kedua Sampeyandalem Prabu Hamangkurat Agung, berputra :
  • Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Pakoeboewana I (mempunyai nama kecil B.R.M.G. Darajat) di Kartasura.

Sri Susuhunan Pakoeboewana I, mempunyai putra :
Dari Istri Permaisuri (putri dari  R.T.Balitar) :
1.      G.R.Aj.Lembah yang nantinya menjadi istri Permaisuri Sri Susuhunan Hamangkurat Kencet.
2.      G.P.H. Hangabehi.
3.      Sampeyandalem Hingkang sinuhun Prabu Hamangkurat Jawa (Hamangkurat 4) (mempunyai nama kecil B.R.M.G. Suryoputro.
4.      G.R.Ay.Mangkubumi.
5.      G.P.H. Prangwadono.
6.      G.P.H. Herucokro di Madiun.
7.      G.P.H. Ngalogo.
8.      G.P.H. Pamot.
9.      G.R.Ay.Adip.Sindurejo.
10.  G.P.Panembahan Puruboyo di Lamongan.

Dari Istri Permaisuri yang bernama G.K.R. Pakoeboewana :
1.      G.P.H. Balitar.
2.      G.K.Ratu Ayunan, istri Panembahan Cakraningrat.
Kepustakaan
·       Abdul Muis. 1999. Surapati. cet. 11. Jakarta: Balai Pustaka
·       Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi
·       H.J.de Graaf. 1989. Terbunuhnya Kapten Tack, Kemelut di Kartasura Abad XVII (terj.). Jakarta: Temprint
·       M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
·       Moedjianto. 1987. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Yogyakarta: Kanisius
·       Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu



Situs ini sudah dipersiapkan oleh penulis sejak tahun 2004, hanya baru diterbitkan pada tahun 2011 ini.

Untuk pendataan kembali anak keturunan Sinuwun Pakoeboewono  dapat menghubungi alamat e-mail: rm.soegiyo@yahoo.com.
atau di alamat Sekretariat Sentonodalem Sinuwun Pakoeboewono 
(apabila anda mengiklankan di blog atau web kami mohon hubungi  di alamat e-mail kami (rm.soegiyo@yahoo.com) atau nomer handphone kami), ukuran iklan berapapun dan posisi penempatan dari iklan kami menyediakan





(Translated into English:) Starting from the establishment of the Palace Kasunanan Kartasura
Kasunanan Kartasura was a kingdom in Java that was founded in year 1680 and ended in 1742, in furtherance of the Sultanate of Mataram. Royal history is relatively short age tend to fight a civil war characterized by the throne. Kartasura Kasunanan central location there are currently estimated at Kartasura, Sukoharjo, Central Java.
Background Amangkurat I was the last king who ruled the Sultanate of Mataram arbitrary since 1645. He is also involved in a dispute with his own son, who served as Duke Anom. Anom Duke in 1670 using Trunajaya of Madura as a tool to conduct a coup against his father. Rebellion Trunajaya growing again makes it difficult to control. The peak, on July 2, 1677 Mataram palace located in Plered invaded the rebels. Duke Anom choose Amangkurat I ran away with westward. Amangkurat I died in transit. He was intestate for Duke Anom ask for help to quell Trunajaya VOC and reclaim the throne. Establishment Kartasura In accordance testament of his father, Duke Anom was working with VOC to quell Trunajaya. He signed the Treaty of Jepara in 1677 with the VOC, which contains VOC will help Duke Anom against Trunojoyo, and instead, VOC entitled to monopolize trade in the North Coast of Java. The assistance of the VOC, was appointed Duke of Anom king without a throne holding the title Amangkurat II. Trunajaya finally arrested and sentenced to death early in 1680. photo: Sinuwun Pakoeboewono I
The old palace of Mataram was already occupied by Prince Puger (Pakoeboewono I), another son Amangkurat I, who was assigned the father to take it from the hands Trunajaya. Amangkurat II was forced to build a new palace in the Forest Wanakarta, named Kartasura. He began to move into the palace in September 1680. Then came the war between Kartasura against Mataram (Succession War I) to compete for power over the land of Java as a legitimate heir Amangkurat first. On 28 November 1681 finally surrendered to Prince Puger Amangkurat II who helped VOC. Since that time, officially became part of Mataram Kartasura. Further developments Amangkurat II who ascended the throne upon the help of the VOC, then the day feel very aggrieved with Jepara Agreement 1677. In many ways he tried to escape from the agreement with the VOC, among others, help the struggle of a fugitive named Lucky Suropati. Amangkurat II accept and assist refugees in Kartasura Surapati Fortune. Captain Tack, the VOC troops pursue leaders Fortunately Surapati killed in Kartasura. Fortunately Surapati raised as brothers by Amangkurat I and awarded first prize as the District Pasuruhan with glass Wiranegara.Atas event, VOC relationship with Amangkurat I heat up. After the death struggle for the throne Amangkurat II occurred between Amangkurat III against the prince who holds Pakubuwana Puger I (Succession War II). In 1705 I managed to repel Amangkurat Pakubuwana III and seize Kartasura. The war between Pakubuwana I which supported the VOC against Amangkurat III supported the family in East Java Fortunately Suropati just ended year 1708. Coronation Puger prove the agreement between archery and Ki Ki Gede Interpreters Martani about the turn of the seven descendants of archery to the descendants of Ki Interpreter Martani. After the death Pakubuwana I happen again seizing the throne Kartasura among sons, namely IV-assisted Amangkurat VOC against Prince Blitar, Prince Purbaya, and Prince Dipanegara Madison (Succession War III). The civil war ended in 1723. The fall Kartasura In 1740 occurred the rebellion of the Chinese in Batavia which spread to the entire Java. At first Pakubuwana II (replacement Amangkurat IV) support them. But when he saw the VOC superior, she turned to support the Dutch nation. Actions Pakubuwana II would make the rebel strength increases because many anti-VOC officials who left him. Finally on June 30, 1742 the rebels stormed a massive Kartasura. Pakubuwana II had fled to Roxburgh. VOC working with Cakraningrat IV of Madura and managed to retake Kartasura. At the end of 1743 Pakubuwana II returned to Kartasura but the condition of the city has been destroyed. He also decided to build a new palace in the village of Sala called Surakarta, who occupied since 1745, which later turned into the Palace Kasunanan Soerakarta Sultanate.



 photo: Kasunanan Soerakarta Sultanate Palace
Babad Tanah Jawi refer to the event as Geger Pacino. Damage to the palace in Kartasura, is considered a sign of loss of the palace as a center runway kosmogonis power, so necessary to build a new palace.
 Myth of the Century's End Java community, especially the nobility, had been trapped in the myth of the collapse of the empire at the end of the century, and the establishment of a new kingdom three years later. According to the records of poets Java, in the year 1400 Saka Majapahit kingdom collapsed and in 1403 established the Sultanate of Demak. In the year 1500 Saka Sultanate of Demak Sultanate collapsed and in 1503 stood Pajang which was followed by the Sultanate of Mataram. Later in the year 1600 Javanese Mataram Sultanate collapsed and Java Kasunanan Kartasura 1603 feet. So in Java in 1700 (coinciding with the 1774 AD) occurs anxiety among the kings of the Sultanate of Surakarta and Yogyakarta Kasunanan, two royal brothers who tried to conquer each other at the time. To counteract these myths, a daughter Hamengkubuwana I of Yogyakarta authored a manuscript entitled Babad Kraton Java in 1703 which states that it is the empire that collapsed Kartasura representing the year 1700, while the kingdom of Yogyakarta was established in 1703. Though the collapse and the establishment of Yogyakarta Kartasura real difference adrift about 14 years. Apparently the Hamengkubuwana I tried to assert that Yogyakarta is the legitimate successor of Kartasura, not Surakarta as fact.


  SAMPEYANDALEM HINGKANG SINUHUN KANGDJENG Susuhunan PAKOEBOEWANA Senapati ING NGALAGA Abdul Rachman Sayidin PANATA GAMA KALIFATULAH HINGKANG Kaping I IN Nagara Kasunanan Kartasura Sultanate Palace

                                                               photo: Sri Susuhunan P.B.I Being the first king of Mataram in 1660 AD Being a King the second time in the year 1705 AD Kartasura He died in the year 1719 AD
He also has moved into the village of Sala Palace Kartasura who later called the Palace of Surakarta Sultanate:
Starting in the destruction of the Mataram Kingdom which is located in Pleret by Trunojoyo attack, so the Mataram Kingdom in Pleret in moving to a village called Wanakarta. Furthermore, the Palace is called the Palace Kasunanan Kartasura Sultanate. The Palace on Wednesday moved Pon 27 Ruwah Alip 1603 Javan tiger Sancaya wuku Watu mountain, or on Wednesday to coincide with the date of 11 September 1680 Pon M.
Reflected in the song Dhandhanggula:
Sangaprabu prapteng Wanakarti Gumarudug sawadya balane Lan subjects sentanane Kadya sinebut call Katon Sunya hangrasa wani Yes sinengkalaning Candy Ri toward Buda Pon Kaping pitulikur Ruwah Alip Sewu nenemhatus telu dadi Kartasura Diningrat

Putradalem (biological children) Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Hamangkurat Great King in Mataram. Born of a named wife Empress no.2 GKRWetan (daughter of Panembahan Radin on Display). Sri Susuhunan Pakoeboewana BRMGDarajat I have a small name, he was son number 2.
The Chronology Genealogy Sri Susuhunan Pakoeboewana I of the mother He named GKRWetan, are:

    * Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Sultan Hadiwijoyo on Display, berputra:
    * Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Sultan Prabuwijoyo (P. Benowo) on Display, berputra:
    * Panembahan Radin on Display, berputra:
    * GKRWetan Consort's second wife Sampeyandalem Hamangkurat Great King, berputra:
    * Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Pakoeboewana I (have a small name BRMG Darajat) in Kartasura.
Sri Susuhunan Pakoeboewana I, have a son: From Wife Consort (daughter of R. T. Balitar): 1. GRAj.Lembah which later became the wife of Queen Sri Susuhunan Hamangkurat Kencet. 2. G.P.H. Hangabehi. 3. Sampeyandalem Hingkang sinuhun King Hamangkurat Java (Hamangkurat 4) (has a small name BRMG Suryoputro. 4. G.R.Ay.Mangkubumi. 5. G.P.H. Prangwadono. 6. G.P.H. Herucokro in Madiun. 7. G.P.H. Ngalogo. 8. G.P.H. Pamot. 9. G.R.Ay.Adip.Sindurejo. 10. G. P. Panembahan Puruboyo in Lamongan.
From Wife Consort named G.K.R. Pakoeboewana: 1. G.P.H. Balitar. 2. G. K. Queen of Swing, the wife Panembahan Cakraningrat. Literature · Abdul Muis. 1999. Surapati. cet. 11. Jakarta: Balai Pustaka · Babad Tanah Jawi, ranging from the Prophet Adam Until the Year 1647. (Terj.). 2007. London: Narration · H.J.de Graaf. 1989. Killing of Captain Tack, turmoil in the XVII Century Kartasura (terj.). London: Temprint · M.C. Ricklefs. 1991. History of Modern Indonesia (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press · Moedjianto. 1987. Power Concepts Java: Its application by the Kings of Mataram. London: Canisius · Purwadi. 2007. History of the Kings of Java. Yogyakarta: Media Studies

This site has been prepared by the author since 2004, only just published this in 2011. In addition, readers can see and read on www.poerbodiningrat.blogspot.com and also on www.suaraparapangeran.blogspot.com,;www.trahdansantanadalempb.blogspot.com;www.pakoeboewono1enfamilie.blogspot.com;
www.pakoeboewono2enfamilie.blogspot.com;www.pakoeboewono3enfamilie.blogspot.com;www.pakoeboewono4enfamilie.blogspot.com;
www.pakoeboewono5enfamilie.blogspot.com;www.pakoeboewono6enfamilie.blogspot.com;www.pakoeboewono7enfamilie.blogspot.com;
www.pakoeboewono8enfamilie.blogspot.com;www.pakoeboewono9enfamilie.blogspot.com;www.pakoeboewono10enfamilie.blogspot.com;
www.pakoeboewono11enfamilie.blogspot.com; as well as on www.keluargapakoeboewono.blogspot.com.
For the data back Sinuwun Pakoeboewono offspring can contact e-mail address: rm.soegiyo @ yahoo.com. or at the Secretariat address Sentonodalem Sinuwun Pakoeboewono
(If you advertise on our blog or website please contact the e-mail us (rm.soegiyo@yahoo.com) or our phone number),any size of ad size and placement of advertising the position we are providing.








(Vertaald in het Nederlands:)

Vanaf de oprichting van het Paleis Kasunanan Kartasoera
Kasunanan Kartasoera was een koninkrijk in Java, die werd opgericht in het jaar 1680 en eindigde in 1742, ter bevordering van het Sultanaat van Mataram. Koninklijke geschiedenis is relatief kort leeftijd de neiging om een
​​burgeroorlog wordt gekenmerkt door de troon te bestrijden. Kartasoera Kasunanan centrale ligging zijn er momenteel geschat op Kartasoera, Sukoharjo, Midden-Java.
Achtergrond Amangkurat Ik was de laatste koning die regeerde het Sultanaat van Mataram willekeurige sinds 1645. Hij is ook betrokken in een geschil met zijn eigen zoon, die diende als Duke Anom. Anom Hertog in 1670 met behulp van Trunajaya van Madura als een hulpmiddel om een
​​coup tegen zijn vader uit te voeren. Rebellion Trunajaya weer te groeien maakt het moeilijk te controleren. De piek, op 2 juli 1677 Mataram paleis gelegen in Plered vielen de rebellen. Duke Anom kies Amangkurat Ik liep weg met het westen. Amangkurat Ik stierf op doorreis. Hij was intestato voor Duke Anom om hulp te vragen aan Trunajaya VOC te onderdrukken en de troon terug te winnen. Inrichting Kartasoera Volgens testament van zijn vader, was hertog Anom werken met VOC Trunajaya kop in te drukken. Hij ondertekende het Verdrag van Jepara in 1677 met de VOC, die bevat VOC zal Duke Anom helpen tegen Trunojoyo, en in plaats daarvan, VOC gerechtigd om de handel te monopoliseren de noordkust van Java. De hulp van de VOC, werd benoemd tot hertog van Anom koning zonder troon bedrijf de titel Amangkurat II. Trunajaya uiteindelijk gearresteerd en ter dood veroordeeld in het begin van 1680. Foto: Sinuwun Pakoeboewono Ik
Het oude paleis van Mataram was al bezet door Prins Puger (Pakoeboewono I), een andere zoon Amangkurat I, die werd toegewezen aan de vader van het te nemen uit de handen Trunajaya. Amangkurat II werd gedwongen om een
​​nieuw paleis in het bos Wanakarta, genaamd Kartasoera te bouwen. Hij begon in het paleis te verplaatsen in september 1680. Toen kwam de oorlog tussen Kartasoera tegen Mataram (Successie Oorlog I) om de macht strijden over het land van Java als een legitieme erfgenaam Amangkurat eerste. Op 28 november 1681 uiteindelijk overgegeven aan Prins Puger Amangkurat II, die geholpen VOC. Sinds die tijd, officieel onderdeel geworden van Mataram Kartasoera. Verdere ontwikkelingen Amangkurat II, die de troon besteeg de hulp van de VOC, dan de dag voel me erg benadeeld met Jepara overeenkomst 1677. In veel opzichten is hij probeerde te ontsnappen uit de overeenkomst met de VOC, onder anderen, help de strijd van een voortvluchtige genaamd Lucky Suropati. Amangkurat II te accepteren en te helpen vluchtelingen in Kartasoera Surapati Fortune. Kapitein Tack, de VOC-troepen voort te zetten leiders Gelukkig Surapati vermoord in Kartasoera. Gelukkig Surapati opgeworpen als broeders door Amangkurat I en de eerste prijs als de District Pasuruhan met glas Wiranegara.Atas evenement, VOC relatie met Amangkurat Ik opwarmen. Na de dood strijd voor de troon Amangkurat II tussen Amangkurat III vond plaats tegen de prins die in het bezit Pakubuwana Puger I (Successieoorlog II). In 1705 lukte het me om Amangkurat Pakubuwana III af te stoten en Kartasoera grijpen. De oorlog tussen Pakubuwana I, die de VOC tegen Amangkurat III ondersteund steunde de familie in Oost-Java Gelukkig Suropati net afgesloten jaar 1708. Kroning Puger bewijzen dat de overeenkomst tussen boogschieten en Ki Ki Gede Tolken Martani over de draai van de zeven afstammelingen van boogschieten tot de afstammelingen van Ki Interpreter Martani. Na de dood Pakubuwana ik toevallig weer de troon Kartasoera inbeslagneming onder de zonen, namelijk IV-assisted Amangkurat VOC tegen prins Blitar, Prins Purbaya, en Prins Dipanegara Madison (Successie War III). De burgeroorlog eindigde in 1723. De daling van Kartasoera In 1740 kwam de opstand van de Chinezen in Batavia, die zich uitbreiden naar de gehele Java. Op het eerste Pakubuwana II (vervanging Amangkurat IV) ondersteunen. Maar toen hij zag de VOC superieure, wendde ze zich tot de Nederlandse natie te ondersteunen. Acties Pakubuwana II zou de rebellen sterk toeneemt omdat er veel anti-VOC ambtenaren die hem verliet. Uiteindelijk op 30 juni 1742 rebellen bestormden een enorme Kartasoera. Pakubuwana II was gevlucht naar Roxburgh. VOC werken met Cakraningrat IV van Madura en slaagde erin Kartasoera te heroveren. Aan het einde van 1743 Pakubuwana II keerde terug naar Kartasoera maar de conditie van de stad is verwoest. Hij heeft ook besloten om een ​​nieuw paleis te bouwen in het dorp Sala genaamd Surakarta, die bezet sinds 1745, die later veranderde in het Paleis Kasunanan Soerakarta Sultanaat.



 Foto: Kasunanan Soerakarta Sultanaat Palace
Babad Tanah Jawi verwijzen naar het evenement als Geger Pacino. Schade aan het paleis in Kartasoera, wordt beschouwd als een teken van verlies van het paleis als een centrum landingsbaan kosmogonis macht, zo noodzakelijk om een
​​nieuw paleis te bouwen.
 Mythe van Beëindig het Century Java gemeenschap, met name de adel, was gevangen in de mythe van de ineenstorting van het rijk in de late eeuw, en de vestiging van een nieuw koninkrijk drie jaar later. Volgens de registers van dichters Java, in het jaar 1400 Saka Majapahit koninkrijk ingestort en in 1403 vastgesteld het Sultanaat van Demak. In het jaar 1500 Saka Sultanaat van Demak Sultanaat ingestort en in 1503 stond Pajang die werd gevolgd door het Sultanaat van Mataram. Later in het jaar 1600 Javaanse Mataram Sultanaat ingestort en Java Kasunanan Kartasoera 1603 meter. Dus op Java in 1700 (samenvallend met de 1774 AD) komt angst onder de koningen van het Sultanaat van Surakarta en Yogyakarta Kasunanan, twee koninklijke broers die elkaar probeerden te veroveren op het moment. Om tegen deze mythen, een dochter Hamengkubuwana I van Yogyakarta auteur van een manuscript getiteld babad Kraton Java in 1703 waarin staat dat het het rijk dat Kartasoera ingestort vertegenwoordigen het jaar 1700, terwijl het koninkrijk van Yogyakarta werd opgericht in 1703. Hoewel de ineenstorting en de oprichting van Yogyakarta Kartasoera echt het verschil op drift ongeveer 14 jaar. Blijkbaar is de Hamengkubuwana Ik heb geprobeerd om te beweren dat Yogyakarta is de rechtmatige opvolger van Kartasoera, niet Surakarta als een feit.


  SAMPEYANDALEM HINGKANG SINUHUN KANGDJENG Soesoehoenan PAKOEBOEWANA Senapati ING NGALAGA Abdul Rachman Sayidin PANATA GAMA KALIFATULAH HINGKANG Kaping I IN Nagara Kasunanan Kartasoera Sultanaat Palace

                                                               Foto: Sri Soesoehoenan P.B.I Wordt de eerste koning van Mataram in 1660 AD Omdat een koning de tweede keer in het jaar 1705 AD Kartasoera Hij stierf in het jaar 1719 AD
Hij heeft ook verplaatst naar het dorp van Sala Palace Kartasoera die later riep het paleis van Surakarta Sultanaat:
Te beginnen in de vernietiging van de Mataram Koninkrijk die in Pleret gelegen bij Trunojoyo aanval, zodat de Mataram Koninkrijk in Pleret bij de overgang naar een dorp genaamd Wanakarta. Bovendien is het paleis heet het Paleis Kasunanan Kartasoera Sultanaat. Het Paleis op woensdag verhuisd Pon 27 Ruwah Alip 1603 Javaanse tijger Sancaya wuku Watu bergen, of op woensdag te laten samenvallen met de datum van 11 september 1680 Pon M.
Tot uiting in het lied Dhandhanggula:
Sangaprabu prapteng Wanakarti Gumarudug sawadya balane Lan onderwerpen sentanane Kadya sinebut oproep Katon Sunya hangrasa Wani Ja sinengkalaning Candy Ri in de richting van Buda Pon Kaping pitulikur Ruwah Alip Sewu nenemhatus telu Dadi Kartasoera Diningrat

Putradalem (biologische kinderen) Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Hamangkurat Grote Koning in Mataram. Geboren uit een vrouw genaamd Keizerin no.2 GKRWetan (dochter van Panembahan Radin op display). Sri Soesoehoenan Pakoeboewana BRMGDarajat ik een kleine naam hebben, hij was de zoon nummer 2.
De chronologie Genealogie Sri Soesoehoenan Pakoeboewana I van de moeder Hij noemde GKRWetan, zijn:

    * Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Sultan Hadiwijoyo op het beeldscherm, berputra:
    * Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Sultan Prabuwijoyo (P. Benowo) op het scherm, berputra:
    * Panembahan Radin op het beeldscherm, berputra:
    * Tweede vrouw GKRWetan Consort Sampeyandalem Hamangkurat grote koning, berputra:
    * Sampeyandalem Hingkang Sinuhun Pakoeboewana I (heb een kleine naam BRMG Darajat) in Kartasoera.
Sri Soesoehoenan Pakoeboewana ik, hebben een zoon: Van de vrouw van Consort (dochter van R. T. Balitar): 1. GRAj.Lembah die later de vrouw van Koningin Sri Soesoehoenan Hamangkurat Kencet. 2. G.P.H. Hangabehi. 3. Sampeyandalem Hingkang sinuhun King Hamangkurat Java (Hamangkurat 4) (heeft een kleine naam BRMG Suryoputro. 4. G.R.Ay.Mangkubumi. 5. G.P.H. Prangwadono. 6. G.P.H. Herucokro in Madiun. 7. G.P.H. Ngalogo. 8. G.P.H. Pamot. 9. G.R.Ay.Adip.Sindurejo. 10. G. P. Panembahan Puruboyo in Lamongan.
Van de vrouw van Consort genaamd G.K.R. Pakoeboewana: 1. G.P.H. Balitar. 2. G. K. Koningin van Swing, de vrouw Panembahan Cakraningrat. Literatuur · Abdul Muis. 1999. Surapati. cet. 11. Jakarta: Balai Pustaka · Babad Tanah Jawi, variërend van de Profeet Adam tot het jaar 1647. (Terj.). 2007. Londen: Narration · H.J.de Graaf. 1989. Doden van kapitein Tack, onrust in de XVII eeuw Kartasoera (terj.). Londen: Temprint · M.C. Ricklefs. 1991. Geschiedenis van het moderne Indonesië (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press · Moedjianto. 1987. Power Concepts Java: de toepassing ervan door de koningen van Mataram. Londen: Canisius · Purwadi. 2007. Geschiedenis van de koningen van Java. Yogyakarta: Mediastudies

Deze site is opgesteld door de auteur sinds 2004, maar net publiceerde dit in 2011. Daarnaast kunnen lezers zien en te lezen op www.poerbodiningrat.blogspot.com en ook op www.suaraparapangeran.blogspot.com, ;www.trahdansantanadalempb.blogspot.com;www.pakoeboewono1enfamilie.blogspot.com;
www.pakoeboewono2enfamilie.blogspot.com;www.pakoeboewono3enfamilie.blogspot.com;
www.pakoeboewono4enfamilie.blogspot.com;www.pakoeboewono5enfamilie.blogspot.com;
www.pakoeboewono6enfamilie.blogspot.com;www.pakoeboewono7enfamilie.blogspot.com;
www.pakoeboewono8enfamilie.blogspot.com;www.pakoeboewono9enfamilie.blogspot.com;
www.pakoeboewono10enfamilie.blogspot.com;www.pakoeboewono11enfamilie.blogspot.com;alsmede op www.keluargapakoeboewono.blogspot.com.
Voor de gegevens terug Sinuwun Pakoeboewono nakomelingen kunnen contact opnemen met e-mail adres: rm.soegiyo @ yahoo.com. of op het secretariaat adres Sentonodalem Sinuwun Pakoeboewono .
(Als u adverteert op onze blog of website kunt u voor andere maten contact op met de e-mail ons (rm.soegiyo@yahoo.com) of onze telefoonnummer),het even welke grootte de advertentie grootte en plaatsing van reclame voor de positie die we leveren.