Kamis, 07 Juni 2012

Primbon

Mongso
PRANOTO MONGSO ( aturan waktu musim )


Pranata Mangsa atau aturan waktu musim biasanya digunakan oleh para petani pedesaan, yang didasarkan pada naluri saja, dari leluhur yang sebetulnya belum tentu dimengerti asal-usul dan bagaimana uraian satu-satu kejadian di dalam setahun. Walau begitu bagi para petani tetap dipakai dan sebagai patokan untuk mengolah pertanian. Uraian mengenai Pranata Mangsa ini diambil dari sejarah para raja di Surakarta, yang tersimpan di musium Radya-Pustaka.

Menurut sejarah, sebetulnya baru dimulai tahun 1856, saat kerajaan Surakarta diperintah oleh Pakoeboewono VII, yang memberi patokan bagi para petani agar tidak rugi dalam bertani, tepatnya dimulai tanggal 22 Juni 1856, dengan urut-urutan :

Mongso Kaso ( 23 Juni - 2 Agustus )
Mongso Karo ( 3 Agustus - 25 Agustus )
Mongso Katelu (26 Agustus - 18 September )
Mongso Kapat ( 19 September - 13 Oktober )
Mongso Kalima ( 14 Oktober - 9 November )
Mongso Kanen ( 10 November - 22 Desember )
Mongso Kapitu ( 23 Desember - 3 Februari )
Mongso Kawolu ( 4/5 Februari - 1 Maret )
Mongso Kasanga ( 2 Maret - 26 Maret )
Mongso Kasadasa ( 27 Maret - 19 April )
Mongso Desta ( 20 April - 12 Mei )
Mongso Saddha ( 13 Mei - 22 Juni )


Mongso Kaso
KASO - Sotya Murca Ing Embanan
23 Juni - 2 Agustus

KEADAAN UMUM
Mereka yang terlahir tanggal 23 Juni - 2 Agustus termasuk Pranoto Mongso Kaso dalam Horoskop Jawa. Mongso Kaso dalam orbitnya berotasi selama 41 hari. Memasuki belahan Timur, Batara Antaboga dan Batari Nagagini mempunyai pengaruh kuat.

Pancaran pengaruh gaib Batara Batari itu sangat mempengaruhi Alam Semesta yang diibaratkan "Sotya Murca Ing Embanan", artinya Permata yang terlepas dari cincin pengikatnya. Pada saat ini terjadi musim kemarau.

Batara Antaboga mempunyai sifat pendiam, bicaranya seperlunya, tetapi pencemburu. Tidak mau kalah dalam mempertahankan pendapatnya. Hobinya menyendiri dan menyepi. Berbakat menjadi Paranormal, atau menyukai hal-hal yang bersifat spiritual. Tetapi satu hal yang sering mengganggu dan merisaukan hatinya ialah kegelisahan hatinya disebabkan oleh nafsu dan ambisinya yang sangat besar. Ibarat "Bintang dan Bulan Kesiangan", artinya terang hatinya tetapi tidak bercahaya.

Perasaannya sangat halus, mudah tersinggung dan terluka hatinya hanya oleh sepatah kata yang agak kasar.

Dewa Antaboga selain didampingi oleh putrinya ialah Dewi Nogogini. Maka orang kelahiran Mongso Kaso ini pada sisi lain terdapat watak yang bertolak belakang, terpengaruh oleh sifat Batari Nagagini yang penuh kasih sayang dan welas asih.

Batari Nagagini mempunyai sifat kasih sayang kepada sesama, bersopan santun dan pandai menghargai orang lain. Halus tutur katanya, tidak pernah melukai hati orang lain. Sehingga dipandang sangat simpati dan pandai membawa diri. Bahkan dalam menegur dan mengecam orang yang dipandang bersalah atau membuat kesalahan pun mempergunakan kata-kata yang halus. Dengan demikian dia berharap orang itu tidak tersinggung dan mau menyadari kesalahannya. Oleh sebab itu banyak orang menghormatinya.

Orang yang terlahir dalam Mongso Kaso, bila mau mempergunakan rasionya dalam segala tindakannya, dia akan menjadi orang yang besar. Dalam arti dia dapat tampil di masyarakat sebagai orang yang mempunyai pengaruh luar biasa. Bahkan penampilannya bisa sangat menarik, banyak sahabatnya. Pandai menyembunyikan perasaan, juga pandai berdiplomasi.

Walaupun begitu orang kelahiran Mongso Kaso ini sering bertindak tergesa-gesa, tidak sabar dalam melakukan suatu pekerjaan. Bahkan sering pula melakukan hal-hal yang sebenarnya sangat sulit atau tidak mungkin, menyukai hal-hal yang baru dan hebat. Berusaha menjadi penemu yang canggih, yang tidak mungkin bagi orang lain. Keinginannya sangat muluk penuh khayalan, ibarat membangun istana di awan.

ALAM SEMESTA
Musim yang jatuh pada Mongso Kaso bertepatan tanggal 23 Juni sampai dengan tanggal 2 Agustus. Dalam Horoskop Kejawen diibaratkan "Bagaikan Batu Permata Terlepas Dari Cincin Pengikatnya", artinya hujan telah hilang, dan saat itu musim kemarau. Dedaunan berguguran, meranggas. Petani mulai mengerjakan kebun, tanah kering di sawah ladang, kemudian mulai menanam palawija, kacang, jagung dan ubi.

POSTUR TUBUH
Orang yang terlahir pada Mongso Kaso pada umumnya mempunyai bentuk tubuh yang bulat, dengan raut muka bulat telur dan selalu berseri-seri. Dahinya lebar, menandakan kecerdasan otaknya. Matanya bening dan lebar.

Tetapi tangan dan kakinya tidak seimbang dengan besar tubuhnya. Walaupun dia bertubuh besar, tetapi kakinya kecil, tangannya pun kecil juga. Jari-jemarinya lentik, ibarat penari serirnpi.

Rambut orang kelahiran Mongso kaso pada umurnya kecoklatan, tetapi banyak juga yang hitam. Sedangkan alisnya jarang yang tumbuh subur, alias tipis. Tetapi bentuk alisnya melebar tipis, ada pula yang terpotong. Di dekat pangkal hidung tumbuh agak tebal, sampai di ujung alis menipis bahkan ada yang tidak tumbuh sama sekali.

Kalau ada yang beralis sepotong tersebut, maka dia mempunyai nasib kurang menyenangkan di kalangan saudara-saudaranya. Artinya kurang cocok dengan saudara-saudaranya. Karena semua perbuatannya dipandang tidak baik bagi saudara-saudaranya, walaupun dia berusaha untuk berbuat sebaik mungkin, tapi jadinya sering serba salah.

Pada umumnya orang-orang yang terlahir dalam mongso Kaso ini, baik pria maupun wanitanya adalah orang-orang yang memiliki paras muka yang cakap. Disamping itu banyak pula wanita cantik Kaso ini yang mempunyai karier kelas Internasional.

KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Anak-anak kelahiran Kaso (23 Juni - 2 Agustus) mudah sekali terserang batuk, sakit perut, bahkan ada pula yang terkena sakit liver. Kesehatannya sering terganggu, lebih-lebih pada musim hujan. Karena anak-anak Kaso umumnya senang bermain air.

Dalam perwatakan sudah mulai nampak sifat keras kepala, tetapi berperasaan peka, mudah tersinggung. Kalau dia minta sesuatu tidak dikabulkan seketika itu, dia akan ngambek sampai berhari-hari. Tidak mau tahu, mengapa permintaannya itu belum dikabulkan. Kalau kemudian dikabulkan, maka dia akan menolaknya. Oleh karenanya sering orang lain salah faham dan terjadi pertengkaran.

Anak Kaso mempunyai kecerdasan yang luar biasa. Mudah sekali menerima pelajaran, bahkan ada yang jenius. Bisa mengingat-ingat segala peristiwa, walau sudah bertahun-tahun lampau akan diingatnya seumur hidup. Kecerdasan dan kejeniusan anak Kaso melebihi anak-anak lain dari kelahiran mongso lainnya.

Adapun wataknya akan berkembang dengan baik, bila mendapatkan bimbingan yang baik dari orang tua. Didalam pergaulan dia mudah sekali tersentuh hatinya. Bahkan dia mau berkorban untuk menolong kawannya yang telah menceritakan kesusahannya padanya. Secara global sifat anak kelahiran Mongso kaso ini adalah pendamba cinta kasih. Juga pecinta kebersihan, kerapian, dan ilmu pengetahuan.

Hubungannya dengan keluarga sebenarnya sangat akrab, seolah hidupnya diabdikan untuk orang lain dan keluarga. Dalam pergaulan umum, sangat menyenangkan, bertanggung jawab, dia berani bertindak untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan kawan-kawannya. Maka tidak mustahil kalau di kalangan anak-anak sebaya, dirinya mendapat tempat terhormat, disegani, dihormati, dan sering tampil sebagai ketua kelompok, ketua kelas, atau ketua regu dalam Kepramukaan.

Bila bermusuhan dengan seseorang, mudah sekali memaafkan bila musuhnya bersedia mendekati dia dan minta maaf atau mau berbaikan kembali. Tetapi kadang-kadang anak Kaso itu dapat juga menjadi tersinggung atau marah, walau hanya sepatah kata yang mungkin oleh kawannya itu tidak sengaja diucapkannya. Tetapi dia dapat baik kembali dan memaafkannya setelah kawannya tadi menyadari kesalahan ucap dan minta maaf padanya.

Dalam prestasi bagi anak Kaso bukan sesuatu yang mustahil. Karena dia memang dapat melakukan hal-hal yang menakjubkan. Tetapi ada juga hal-hal yang harus dihindarkan dari dia, yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak baik, sadisme, kekerasan, dan cabul. Karena hal itu akan terekam dalam benak bawah sadarnya, untuk seumur hidup akan dikenang. Mempengaruhi jiwanya dan bisa saja anak Kaso akan menjadi orang sadis, keji dan kejam.

Karena mendapat pengaruh dari dua kekuatan Batara Antaboga dan Batari Nagagini, maka anak Kaso kadang mengalami kekacauan pikiran dan depresi, jatuh mental dan bimbang. Merasa takut dengan bayang-bayang, kekuatiran akan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Kalau sudah begitu dia akan menjadi pemurung, mengurung diri, dan tidak senang keributan.

Semasa masih Balita hingga masa Kanak-kanak adalah saat-saat yang paling pelik bagi seseorang entah itu dari Mongso apapun adanya. Karena masa-masa itu adalah pembentukan jiwanya untuk masa depan. Orang tua harus waspada, berhati-hati dalam mengarahkan dan mendidik putra-putrinya, khususnya berkenaan dengan Mongso Kaso, sehingga menjadi anak yang positif dan tabah. Menjadi manusia yang tangguh, terampil bermasyarakat dan bernegara.

KEADAAN MASA REMAJA
Setelah mengalami benturan dan tempaan kehidupan semasa kanak-kanak, kini umurnya telah mencapai dewasa dengan melalui proses pendewasaannya.

Setelah mengalami proses pendewasaan, maka anak Kaso tumbuh menjadi laki-laki/wanita yang dewasa dan penuh keterampilan. Kecerdasannya dapat dimanfaatkan dengan baik, serta sanggup mengatasi segala macam kesulitan, baik yang terjadi dalam kelompok pergaulannya maupun dalam rumah tangganya.

Dia dapat menjadi pelindung yang penuh kearifan, karena dia menolong sesama tanpa mengharapkan imbalan. Oleh kerenanya dia sangat menonjol di tengah-tengah masyarakat. Bahkan dia sangat menonjol dalam pergaulan dan cepat mendapat teman. Tentu saja karena penampilan dan tutur katanya yang lemah lembut, mengundang kesan simpati.

Namun ada pula kelemahannya, yaitu pada lingkungan yang kacau balau semrawut, diapun ikut kacau balau pula. Dikalangan orang-orang tidak bermoral, dia pun bisa terseret kedalam skandal-skandal yang memalukan. Dia mudah hanyut terbawa kedalam arus kehidupan, entah itu baik ataupun yang tidak baik. Semua itu terbawa oleh sifatnya yang perasa dan mudah terpengaruh oleh keadaan lingkungannya.

Dikalangan pekerjaan pun dia juga serba tahu, karena dia mudah sekali memahami segala seluk-beluk di kantornya. Sifat tolerannya sangat tinggi sehingga dia sering membantu mengatasi kesulitan kawan sekerjanya. Tidak mengherankan kalau orang kelahiran Mongso Kaso ini dapat menanjak kariernya dengan cepat, bahkan dia dapat menjadi pimpinan. Hal itu dapat terjadi kalau dia dapat melenyapkan sifat cemburuan dan mudah tersinggung.

CIRI KHAS
Orang kelahiran Kaso mempunyai ciri khas dalam kehidupan sehari-hari yang paling mencolok dalam hobi, pergaulan, dan pandangan spiritualnya.

Pada umumnya mereka mempunyai kesenangan mengumpulkan benda-benda bersejarah, barang antik, dan barang-barang yang aneh. Baik batu-batu permata, fosil, dan benda-benda yang bernilai sejarah.

Didalam pergaulan dia sangat populer, walaupun sepintas tampak pemalu, bahkan kadang orang salah faham menduga dia angkuh. Karena pemalu dan tidak mau kedahuluan orang lain. Dalam berkenalan, kalau didalam suatu pertemuan tidak segera memperkenalkan diri, maka dia sudah enggan untuk memperkenalkan diri. Pada kesempatan lain pun dia sudah tidak mau lagi untuk berkenalan.

Padahal dia sangat toleran terhadap sesamanya. Mudah sekali larut dalam kedukaan orang lain dan bersedia berkorban untuk kawan.

Dalam cinta kasih dan sikap hidup berumah tangga, dia sangat mencintai keluarga, khususnya anak-anak dan istri. Dia betah tinggal berlama-lama didalam rumah. Pandai mengatur ruang tamu dan interior rumahnya dia rancang sendiri. Dapat berjam-jam memandang petamanan rumahnya, khususnya taman yang berada didalam rumah. Maunya penataan ruang tamu setiap saat dia ubah susunannya. Itulah sebabnya dia lebih betah tinggal di rumah.

Daya khayalnya sangat tinggi, orang kelahiran Mongso Kaso adalah pengkhayal nomor wahid. Sering mengkhayalkan membangun rumah-rumah mewah yang lengkap, ada taman, kandang-kandang burung, kolam ikan hias, dan kolam renang. Dia tahu khayalannya sangat berlebihan.

Sering menghadapi kesulitan, bahkan kesulitan-kesulitan berat. Baik itu kesulitan bidang ekonomi, pekerjaan, pergaulan, dan kesulitan-kesulitan lain. Dia sangat mempercayai sesuatu mukjizat dari Tuhan, mempercayai keajaiban. Suatu kenyataan dia selalu dapat terhindar dari bencana dan kegetiran. Pada saat kritis, biasanya ada saja yang dapat menolongnya. Oleh karenanya dia sangat menyukai hal-hal spiritual dan kegaiban. Tetapi sayangnya dia mempunyai sikap keras, tidak sabaran dan sepak terjangnya tergesa-gesa.

IKATAN PERSAHABATAN
Pada umumnya orang yang terlahir pada Mongso Kaso (23 Juni - 2 Agustus) pintar bergaul dan terpandang. Tetapi sahabatnya hanya ada satu dua orang saja. Tanpa sengaja, artinya tanpa direncanakan terlebih dahulu dia akan menemukan sahabat-sahabatnya yang tepat.

Sahabat yang paling cocok adalah orang yang terlahir dalam Mongso Kalimo (14 Oktober - 9 November), adalah sahabat sejati. Walaupun begitu, ada pula beberapa tipe orang yang cocok sebagai sahabat baginya, yaitu orang yang terlahir pada mongso Katelu (26 Agustus - 18 September) karena orang ini dapat mengikuti jalan pikirannya. Ada lagi orang yang dapat menjadi sahabatnya ialah kelahiran mongso Kapitu (23 Desember - 3 Februari), karena orang ini dapat mengikuti jalan Pikirannya dan mengalah. Adapun sahabat lainnya adalah kelahiran mongso Kasanga (2 Maret - 26 Maret) dan mongso Desta (20 April - 12 Mei). Sahabat-sahabat itulah orang-orang yang mendukung dan yang membuat suatu ikatan kerja sama yang erat baik dalam pekerjaan maupun dalam pergaulan di masyarakat.

Dalam pergaulan orang kelahiran Mongso Kaso kadang dapat sangat periang, tetapi kadang-kadang juga pendiam. Hal itu tergantung situasi dan kondisi pergaulan saat itu. Pada umumnya kegembiraan akan timbul kalau hatinya cocok dengan situasi saat itu, tidak akan malu-malu dan tidak dapat mengekangnya, maka rasa senang dan gembira itu akan tercetus dalam canda, sehingga tampaklah bahwa dia sangat menyenangkan pada saat itu. Tetapi bila dia tidak cocok, maka dia akan terdiam dan bicara hanya secukupnya, sehingga tampak penampilannya seperti orang angkuh.

KEADAAN KESEHATAN
Seperti yang pernah diutarakan terdahulu, pada masa kanak-kanak bagi orang kelahiran mongso Kaso sering sekali terkena sakit perut, batuk, paru-paru, bahkan dapat pula terkena sakit liver dan rematik.

Begitu pun pada masa dewasa dan setelah tua, orang Kaso mempunyai gangguan penyakit pada bagian dada dan perut. Kalau dapat menjaganya maka gangguan penyakit itu pun dapat dikurangi atau bahkan dapat dihilangkan.

Cara meningkatkan kesehatan yang terbaik adalah dengan mengatur cara makan, asupan gizi dan keteraturan. Mengatur tata kehidupan dan penghidupannya. Jangan pula memikirkan yang bukan-bukan, atau berkhayal yang berlebihan. Meningkatkan olahraga dan pranayama (pernafasan). Manfaatkan keceradasan untuk mengadakan riset dan membuat percobaan-percobaan ilmiah. Sehingga waktunya tidak terbuang untuk berandai-andai, yang akan menimbulkan pikiran-pikiran negatif dan mendatangkan penyakit.

Rongrongan penyakit pada masa kanak-kanak akan terus berkurang ketika meningkat dewasa karena dia tahu menjaga kesehatan. Suatu yang menguntungkan adalah kegemarannya akan kebersihan dan kerapian. Hal tersebut menunjang upaya peningkatan kesehatan. Kegemarannya akan barang-barang antik, keindahan, dan tanaman hias, memberikan kepuasan tersendiri. Suatu segi sarana penenangan jiwa dan penyegaran pikiran. Karena dengan tubuh yang sehat, pikiran yang segar, akan terlahir gagasan-gagasan yang luar biasa. Orang yang terlahir mongso Kaso mempunyai banyak ide-ide cemerlang yang tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang kelahiran mongso lainnya.

Karena sesungguhnya banyak hal-hal ajaib yang dilakukan dan dialami oleh orang Kaso, dan mereka yakin akan kebenaran hal itu.

PEKERJAAN YANG COCOK
Bagi orang yang terlahir pada mongso Kaso, ternyata mempunyai berbagai lapangan kerja yang cocok baginya. Apapun yang dikerjakannya dia cepat sekali beradaptasi dengan bidang pekerjaan yang digelutinya itu. Walaupun kadang orang Kaso cepat jenuh dan bosan dengan apa yang dicapainya.

Bahkan sebagian dari mereka sering berganti-ganti pekerjaan, karena merasa belum menemukan pilihan pekerjaan yang cocok baginya. Walau begitu orang Kaso selalu dapat mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan padanya dengan baik, Baik itu pekerjaan yang dirasakan sulit, tetapi dia pasti dapat menyelesaikannya dengan baik.

Berganti-gantinya pekerjaan itu disebabkan dia merasa kurang cocok. Maka dalam Ilmu Kejawen bidang pekerjaan ini dapat dibagi-bagi menurut Mongso kelahirannya masing-masing. Sehingga menemukan kecocokan, dengan harapan suatu pekerjaan itu dapat dikerjakan dengan gembira, berhasil dan sukses. Dapat mengangkat derajat dan karirnya.

Dalam Horoskop Jawa untuk menentukan bidang profesi pekerjaan dibagi menjadi tiga golongan. Masing-masing kelompok hari dan mongso mempunyai pedoman pokok yang menentukan keberhasilan. Tetapi tidak pula menutup suatu kemungkinan yang luar biasa. Artinya ada pula pengecualian bagi mereka yang mempunyai kelebihan, jenius, atau abnormal, supranormal dan paranormal. Tiga kelompok itu, adalah:

1. Kelompok Pertama
mereka yang terlahir pada Mongso Kaso dalam kelompok ini adalah mereka yang terlahir pada hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka ini mempunyai pekerjaan yang menjurus ke arah kebersihan, batiniah, keindahan dan kasih sayang. Dalam kelompok itu penjabaran pekerjaannya adalah sebagai pengarang atau wartawan, artis film, penjual kosmetik, pedagang barang antik, ahli sejarah dan pelukis. Adapun yang paling cocok adalah sebagai pengarang atau wartawan.

2. Kelompok Kedua
mereka yang terlahir pada Mongso Kaso dalam kelompok ini adalah yang terlahir pada hari Senin. Mereka ini mempunyai pekerjaan yang sesuai dengan watak pembawaan dan bakat yang terbawa sejak lahir, yaitu bidang makanan dan pemerintahan. Penjabarannya adalah sebagai berikut. Terutama mereka cocok sekali untuk menjadi pengusaha rumah makan. Karena kelahiran Kaso hari Senin ini senang makan enak dan bereksperimen dengan makanan. Kemudian menjadi pegawai pemerintah, karena tidak mau banyak repot memikirkan untung rugi maunya tiap bulan terima gaji. Bisa juga berdagang barang antik, karena diapun gemar mengumpulkan barang-barang antik. Tapi yang paling cocok adalah menjadi pegawai.

3. Kelompok Ketiga
mereka yang terlahir pada Mongso Kaso dalam kelompok ini adalah yang terlahir pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka ini dipengaruhi oleh sifat dan watak hari kelahirannya yang menjurus ke sifat Api, Petir dan Air. Artinya serba keras dan menakutkan. Bidang pekerjaan paling cocok adalah sebagai ahli bangunan, tukang batu, tukang kayu, tukang besi, pengurus museum, perpustakaan, wiraswasta bidang perkapalan, alat-alat nelayan, pemusik, dan toko Buku. Tapi yang paling cocok adalah sebagai ahli bangunan.

Demikian pekerjaan yang paling cocok atau cocok bagi mereka yang terlahir pada Mongso Kaso. Seperti telah kami utarakan terdahulu, bahwa apa yang kami utarakan itu, merupakan garis-garis utama profesi. Terkadang juga dapat meleset bagi mereka yang mempunyai keistimewaan, jenius, mempunyai kelebihan sebagai Paranormal, supranormal dan abnormal.

GAMBARAN TENTANG REJEKI
Bagi mereka yang terlahir pada Mongso Kaso, pada umumnya bidang rejekinya cukup baik. Tetapi ada pula yang keberhasilan ekonominya setelah umur 45 tahun, ada pula sejak masih muda sudah sukses.

Penelitian sistem Horoskop Jawa pada bidang ekonomi bagi mereka yang terlahir pada Mongso Kaso dibagi menjadi tiga kelompok hari lahir. Pembagian kelompok itu disebabkan berbagai efek dari pengaruh sifat hari kelahiran dalam Mongso Kaso. Pembagian kelompok itu adalah sebagai berikut:

1. Kelompok Satu
Adalah mereka yang terlahir pada Mongso Kaso hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka ini terpengaruh daya pancaran gaib hari-hari kelahiran dan Mongso Kaso. Pengaruhnya sangat kuat dalam bidang keberuntungan ekonomi keuangan pribadi. Rejeki dan keuangannya pasang surut tak menentu pada masa mudanya. Tetapi berkat ketekunan bekerja dan meningkatnya karir, maka setelah umur 35 tahun rejekinya mulai membaik. Bahkan lebih baik lagi karena akan mendapat keuntungan yang tidak terduga.

2. Kelompok Dua
Adalah mereka yang terlahir dalam Mongso Kaso pada hari Senin. Mereka ini terkena pengaruh pancaran gaib hari tersebut dalam mongso Kaso, pengaruhnya sangat kuat dalam bidang keberuntungan keuangan dan ekonomi pribadi. Sejak kecil tidak pernah mengalami kekurangan uang, bahwa dalam bidang pekerjaan selalu dalam keadaan baik, karena tepat memilih pekerjaan. Walaupun begitu, orang kelahiran hari Senin pada Mongso Kaso ini sangat materialistis, tetapi gampang rejekinya. Lebih-lebih setelah berumur lebih dari 40 tahun, bisa menjadi seorang hartawan besar yang ternama.

3. Kelompok Tiga
Adalah mereka yang terlahir dalam Mongso Kaso pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka ini mendapatkan pengaruh sifat kelahirannya dari Mongso dan hari kelahiran yang menyatu dalam dirinya dan mempengaruhi daya dan gaya kehidupan baik tentang keuangan maupun ekonomi pribadi. Sesuai dengan sifat hari Selasa, Kamis dan Sabtu yang keras, berani, bijaksana, tegas dan welas asih. Maka begitu pula dalam tingkah laku mereka. Sehingga berpengaruh pula pada kondisi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun rejekinya baik, tetapi banyak dihamburkan untuk kepentingan-kepentingan diluar anggaran pribadi. Artinya banyak dipergunakan untuk menolong orang lain. Lancar rejekinya, tetapi mudah mengeluarkan uang alias pemboros. Pada umur 29 tahun telah berhasil mendapat keberuntungan, tetapi karena pemborosan dengan mempergunakan uang untuk kepentingan orang lain. Maka barulah setelah lewat umur 36 tahun dapat sukses atau dapat menikmati hasilnya. Banyak orang yang menolongnya dengan tidak sengaja, tetapi banyak pula yang memusuhinya. Mereka yang memusuhi, adalah orang-orang yang iri kepadanya. Maka harus berhati-hati dalam memilih kawan, dan berhati-hati dalam segala langkah. Karena pada usia di atas 45 tahun dapat mencapai kegemilangan ekonomi dan keuangan, sukses dan dermawan.

SAAT YANG TEPAT
Semua umat manusia mempunyai keberuntungannya masing-masing. Garis kehidupan seseorang sesungguhnya telah dibuat oleh Tuhan sebelum manusia itu terlahir di Bumi. Bahkan Tuhan telah berfirman bahwa "Allah sudah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki", terbuktilah bahwa keberuntungan seseorang berbeda dari yang lainnya.

Dalam pendataan Horoskop Jawa tentang hal itu berdasarkan Mongso kelahiran, ditemukan hari-hari yang baik dan saat-saat yang tepat untuk suatu pekerjaan agar sukses. Bahkan dalam pendataan, ternyata datangnya suatu keberuntungan yang tak terduga itu ada. Tetapi karena tidak mengetahui saat kapan kesempatan baik itu datang, maka banyak kesempatan berlalu tanpa arti menjadi sesuatu yang sia-sia.

Adapun bagi orang kelahiran Mongso kaso, secara umum mempunyai saat terbaik untuk mengerjakan sesuatu adalah pada bulan Februari, tepatnya tanggal 3 Februari - 28 Februari, sedangkan hari yang terbaik adalah Senin. Sehingga disarankan untuk memulai segala sesuatu yang bersifat penting dan besar, haruslah memilih hari Senin sebagai perletakan batu pertama. Dengan demikian akan mendapat keberhasilan yang gemilang.

HOBI
Orang yang terlahir pada Mongso Kaso ini mempunyai bermacam-macam hobi. Tetapi semua hobi itu menjurus kepada kemanusiaan dan keindahan, kebudayaan, kesenian, spiritual, berpetualang, sosial dan menyendiri merenungi hidup.

JODO PINASTI
Yang dimaksudkan dengan "Jodo Pinasti" adalah pilihan calon suami/istri yang tepat. Bagi orang yang dilahirkan dalam naungan Mongso Kaso dalam Horoskop Jawa, dalam hal perjodohan sudah ditakdirkan paling cocok dengan orang yang terlahir dalam Mongso Kalimo (14 Oktober - 9 November).

Dengan pilihan yang tepat itu maka akan membuahkan keberhasilan, kerukunan, ketentraman dan kebahagiaan dalam rumah tangga. Bila semuanya sudah cocok dan menurut garis-garis perjodohan yang semestinya, maka rumah tangga orang Mongso Kaso itu tampak semarak dan damai.

Selain jodoh yang sudah ditetapkan tersebut, masih ada pula kemungkinan adanya kebaikan dan keserasian bila dengan kelahiran Mongso Katelu (26 Agustus - 18 September). Begitu pula dengan Mongso Kapitu (23 Desember - 3 Februari), dapat juga dengan kelahiran Mongso Kasongo (2 Maret - 26 Maret), dan ada kemungkinan dengan Mongso Desto (20 April - 12 Mei).

Banyak orang yang terlahir dalam Mongso Kaso ini menjalani jenjang perkawinan dalam usia masih muda. Tetapi kebanyakan perkawinan usia muda begitu tidak akan langgeng. Mereka akan bercerai, bahkan mengalami perceraian yang dramatis, karena orang Kaso gampang merasa terpukul.

Dalam perkawinan setelah umur 25 tahun, maka perkawinan itu akan kuat dan teguh. Sebabnya dalam usia itu orang sudah dewasa dalam segala hal. Sudah dapat membuat pertimbangan dan ketetapan hati. Maka perkawinannya akan lebih mantap lagi setelah ia mencapai usia 30 tahun ke atas.

Orang kelahiran Mongso Kaso, akan jatuh hati dengan bujuk rayu yang lemah lembut. Begitu dia jatuh cinta, cintanya abadi dan setia seumur hidup tanpa reserve. Karena dia akan luluh lantak hatinya menghadapi sikap lemah lembut, manis, ramah dan sabar. Bila pendampingnya mempunyai sifat yang dia sukai itu, maka dia akan merasa sangat puas dan bahagia. Gairah hidupnya tiada padam-padamnya, penuh semangat hidup dan menjalankan kehidupan dengan sempurna pula. Orang Kaso sangat menyenangi suasana romantis.

Dalam hal seksual orang kelahiran mongso Kaso ini termasuk luar biasa hebat. Karenanya didalam rumah tangganya tidak akan pernah terdengar keluh kesah tentang pengabaian seks. Bahkan separo dari hidupnya adalah untuk seksual, puas dan memuaskan.

Gairah seks orang kelahiran mongso Kaso itu, tidak saja pada kaum prianya, begitu juga kaum wanitanya. Bahkan dalam keadaan sedang menstruasi wanita kelahiran Mongso Kaso kadang meletup-letup gairah seksnya. Walaupun sebenarnya hubungan intim atau senggama pada waktu sedang dalam keadaan mens itu dapat mengganggu kesehatan, tapi terkadang hal itu tidak menghadang desakan gelora birahi yang merangsang wanita Kaso. Ini sekedar gambaran menggebunya gairah seksual bagi orang-orang kelahiran mongso Kaso.

BATU PERMATA
Orang yang terlahir dalam Mongso Kaso, ada beberapa batu permata yang cocok baginya. Batu permata yang cocok adalah batu-batu permata yang mempunyai efek bagi si pemakainya.

Adapun batu permata yang dikatakan cocok bagi pemakainya adalah karena batu itu mempunyai daya pengaruh yang kuat bagi penyembuh penyakit si pemakai, yang dianjurkan untuk dipakai bagi seseorang yang mempunyai kelemahan pada suatu hal. Misalnya orang kelahiran Kaso mempunyai kelemahan atau bakat penyakit pada hati atau perut. Maka batu Aquamarin yang harus dipakainya. Karena konon Batu ini dapat menyembuhkan penyakit hati atau liver, penyakit pencernaan dan lemah badan.

Orang yang terlahir mongso Kaso ada beberapa batu permata yang cocok selain Aquamarin. Juga terdapat batu Jamrud, Mutiara, Mata Kucing, Kristal dan Biduri Bulan.

Pada prinsipnya dengan dipakainya batu-batu permata tadi akan lebih berguna dan lebih baik. Menetralkan pengaruh-pengaruh jahat dalam diri si pemakainya.

Misalnya Batu Mata Kucing, mempunyai daya ketabahan dan kesabaran. Maka cocok bagi orang kelahiran Mongso Kaso, karena wataknya yang tidak sabar dan cemburuan bisa berkurang, bahkan kalau Tuhan berkenan dia akan menjadi orang yang berkepribadian baik.

WARNA YANG SERASI
Bagi orang kelahiran mongso Kaso, ada beberapa warna yang serasi baginya. Serasi dalam arti manis dipandang, tetapi juga besar pengaruh psikologisnya. Karena dari warna-warna itu sesungguhnya terpancar gairah dan gejolak hati si pemakai. Kalau warna itu tidak cocok dengan hati maka orang itu tidak pas, risih dan kurang percaya diri.

Adapun warna yang paling cocok bagi orang Kaso adalah Kuning, kemudian menyusul pilihan warna Biru, Hijau, Coklat dan Merah Anggur.

BUNGA
Bunga yang paling baik bagi orang Kaso adalah Melati, Sedap Malam dan Gardena atau Ceplok Piring. Karena bau bunga-bunga tersebut bagi orang Kaso mempunyai pengaruh tersendiri. Dia akan hanyut dan kelembutan hatinya akan terpancing bila mencium bau aroma bunga tersebut. Bangkitkan semangat hidupnya dengan penuh damai dan kepastian.


Mongso Karo
KARO - Bantala Rengka
3 Agustus - 25 Agustus

KEADAAN UMUM
Bagi mereka yang terlahir sekitar tanggal 3 Agustus sampai dengan tanggal 25 Agustus, adalah termasuk dalam Pranata Mangsa Karo dalam pranatan Horoskop Jawa. Mangsa Karo orbitnya selama 23 hari. Beredar di langit sebelah Tenggara dalam pengaruh Batara Sakri. Musim Kemarau.

Batara Sakri mempunyai pengaruh yang kuat sekali bagi Semesta Alam. Baik itu mengenai cuaca, musim, dan nasib manusia. Dalam Pranata Mangsa bertepatan dengan Mangsa Karo itu diibaratkan bak "Bantala Rengka" atau "Tanah Retak". Karena pada saat itu kekurangan air, musim kemarau sehingga sawah dan ladang kekeringan menimbulkan tanah berbongkah (Bhs.Jawa = Nela) dan gersang.

Batara Sakri mempunyai sifat: berwatak keras hatl, tetapi budinya luhur serta mantap. Dalam segala tindakannya pasti dan tidak ragu lagi. Tutur katanya sopan, jalan pikirannya cemerlang, cerdas dan cerdik. Segala yang dikerjakannya cepat diselesaikan dengan baik dan rapi. Dengan sifat itulah maka dia mudah sekali mengambil hati orang lain, khususnya atasannya. Tentang keberuntungan, dia selalu cepat mencapai sukses, tetapi sombong. Hal itu karena dia menginginkan supaya tidak banyak dikerumuni orang-orang yang tidak berkepentingan.

Karirnya terus menanjak, banyak dicintai kawan sekerja maupun pimpinannya. Tetapi terkadang dia senang menyepi, menjauhi keramaian kalau sedang menghadapi sesuatu yang sangat pelik. Penyepiannya itu dimaksud untuk mengkonsentrasikan pikiran dalam menuntaskan kasus-kasus yang menjadi problemnya.

Dapat menjadi kaya, dan kekayaan itu diperoleh karena hasil jerih payahnya sebagai seorang pejabat. Bukan karena korupsi ataupun menipu. Karena dia sangat berhati-hati mempergunakan harta kekayaannya, berhati-hati pula menjaga reputasinya dikalangan publik.

Orang yang di bawah naungan Batara Sakri pun akan sama segala-galanya dengan Batara tersebut. Baik sifat, watak, perbuatan, dan kemauannya. Karena daya kosmis yang terpancar sejak jabang bayi terlahir, maka daya kosmis yang telah terpengaruh oleh daya gaib Batara Sakri. Terpadulah daya hidup dan menghidupkan dalam diri jabang bayi tadi sebagai Batara Sakri yang terlahir di Bumi.

Bukan orang Karo kalau dia termenung di rumah, karena sifat orang kelahiran Mongso karo ini selalu bergerak lincah dan tidak mau berhenti. Maka diibaratkan bak "Badai dan Pancawarna menerjang alam, selalu bergerak cepat dan luas pandangannya, tetapi lembut hati".

Orang yang terlahir dalam Mongso Karo ini mempunyai prinsip hidup "Kejujuran". Disamping itu dia juga mempunyai sifat dan kepribadian yang kuat. Dia tak pernah melakukan "lempar batu sembunyi tangan". Apapun yang dia lakukan kalau ini salah maka dia berani untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu. Dia mempunyai kekuatan yang luar biasa, baik kekuatan fisik maupun kekuatan rohani. Dia selalu mengambil barisan paling depan dalam membela kebenaran, dan membela kawan-kawannya.

Senang berterus terang, menegur seseorang dengan terus terang. Tanpa rasa takut, kalau sampai orang yang ditegurnya menjadi marah. Ditilik dari sikapnya itu, bisa digambarkan bahwa orang kelahiran mongso Karo ini dapatlah ditampilkan sebagai calon pemimpin besar yang selalu membela keadilan dan kebenaran.

Walaupun tidak semua orang kelahiran Mongso Karo ini menjadi pemimpin atau orang besar. Semua itu tentu saja tergantung dari berbagai faktor penentu lainnya. Faktor-faktor penentu itu merupakan elemen-elemen kehidupan, yaitu jam kelahiran, hari kelahiran, lingkungan hidup, pendidikan, dan keturunan. Kalau mereka mendapatkan pendidikan yang cukup baik, lingkungan hidup yang baik pula, penentu-penentu kebaikan lainnya yang cukup. Maka orang kelahiran Mongso Karo ini akan cukup berarti. Kebalikannya dari itu dia akan menjadi orang biasa dan pegawai rendahan, bahkan kuli panggul dan buta aksara. Walaupun begitu untuk orang Mangso Karo, tetap dapat dibedakan dengan orang kelahiran Mongso lainnya. Karena dia selalu menonjol dari kuli-kuli dan pegawei rendahan lainnya. Bahkan dia yang selalu akan tampil ka muka kalau terjadi sesuatu yang perlu pembelaan dan memerlukan seseorang untuk mempertanggung jawabkan sesuatu perbuatan kelompok itu.

Orang kelahiran Mongso Karo ini jarang marah, bukan berarti dia tidak dapat marah. Tetapi dia adalah orang yang berkepribadian kuat, maka kuat pula mengekang amarahnya. Tetapi bila dia sudah marah, akan marah sekali. Orang yang lahir mongso Karo ini pada umumnya tubuhnya kuat, jarang sakit. Tetapi kalau jatuh sakit, akan sulit disembuhkan. Maka harus selalu menjaga kesehatan.

ALAM SEMESTA
Musim yang datang pada Mangsa Karo bertepatan dengan tanggal 3 Agustus sampai dengan tanggal 25 Agustus, berumur 23 hari. Dalam Horoskop Jawa dikiaskan bak "Bantala Rengka" artinya tanah berbongkah (Nelo = Bhs. Jawa), dikiaskan begitu karena pada saat itu keadaan air tanah memang sudah habis, disebabkan musim kemarau.

Keadaan alam benar-benar gersang, tetapi pohon-pohon randu dan mangga yang telah meranggas atau gundul mulai tampak bersemi kembali, sedangkan tanaman palawija banyak mendapat siraman tergantung pada pembagian air irigasi. Irigasi itupun bergantung dari volume waduk yang menyimpan air pada musim hujan. Asal tidak terjadi kemarau panjang maka pembagian air melalui irigasi itu akan berjalan dan mencukupi. Begitu pula air dari belik atau sendang, berguna pula untuk irigasi di desa-desa.

POSTUR TUBUH
Orang yang terlahir pada Mangsa Karo mempunyai postur tubuh yang tegap, tinggi besar dengan bahu bidang, tangan dan kaki yang kokoh. Raut muka bulat telur, dengan bentuk kepala bulat. Matanya selalu mengkilat memancarkan sinar optimis dan kegembiraan. Alisnya jarang dan rambutnya hitam legam dan lurus, tetapi ada pula yang kecokelatan tetapi lembut.

Ada pula orang Karo yang kurus, tetapi walaupun kekurusan, dadanya bidang dan bahunya tegap. Tampak kesigapannya dan kuat bekerja. Baik laki-laki maupun perempuan kelahiran Mongso Karo, mempunyai semangat bekerja yang tinggi serta berpenampilan gesit dan jarang sakit.

Dalam keberanian, maka orang kelahiran mongso Karo ini tidak diragukan lagi. Begitu pula dia selalu tampil di muka sebagai orang yang berani menghadapi segala rintangan.

Matanya berbinar-binar, menandakan kejujuran dan rasa optimis. Dapat maju sebagai pemimpin yang sukses dan sebagai panutan. Ciri khas lainnya terletak pada bibir, bibir atas lebih tebal.

KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Pada umumnya mereka mempunyai sifat keras, berani menghadapi segala macam kesulitan, bahkan berani berkorban demi kebenaran.

Sifat anak-anak karo ini sangat terbuka, jujur, dan berterus terang. Seolah tiada rahasia lagi yang disimpannya. Walaupun dengan begitu akan membahayakan dirinya, tetapi anak Mangsa Karo ini tidak peduli. Rasa kemanunggalan dengan keluarga maupun orang sekelilingnya sangat kuat, begitu pula rasa tanggung jawabnya, tidak hanya omong kosong. Mereka pada umumnya mempunyai rasa percaya diri yang sangat tinggi, sehingga apa pun yang dikerjakan di tanggung jawabkan dengan berani. Apa pun resikonya.

Sifat-sifat dasar itu telah dimiliki oleh anak-anak kelahiran Mongso Karo. itu semua akan terus berkembang, hingga ke masa remaja, dan setelah tua nanti. Mereka pada umumnya keras, jika mendapat hinaan dari orang lain. Kalau diganggu oleh kawannya, maka mereka melawannya dengan keras. Bahkan mereka akan bersikap sombong kepada orang yang menghinanya. Walaupun mempunyai sikap keras dan sering menyombongkan diri, kawannya banyak juga.

KEADAAN MASA REMAJA
Orang kelahiran Mongso Karo yang telah mencapai usia dewasa telah memiliki pula jiwa yang dewasa. Langkah perbuatannya lebih terarah. Tetapi tidak menyimpang jauh dengan karakternya ketika masih Balita dan Kanak-kanak. Masa remaja, adalah masa bahagia. Masa remaja bagi orang kelahiran mongso Karo merupakan tantangan. Dia harus membuktikan keperkasaan.

Karena ingin membela kawan dia sering terlibat dalam suatu perkelahian. Sapintas tampak urakan dan brutal, tetapi sebenarnya jiwanya baik. Rasa solidaritasnya sangat tinggi ceplas-ceplos dalam bicara, tegas tidak tedeng aling-aling. Kalau langkah dan perbuatannya itu ternyata salah maka dia tak segan pula untuk minta maaf. Sebaliknya kalau orang lain dipandang luput, dia pun tidak segan-segan untuk bertindak dengan tegas. Tidak takut menghadapi siapa pun, kalau dia yakin itu benar.

Karena sifatnya yang baik dan mudah percaya kepada orang lain, dia sering menjadi korban penipuan. Pendiriannya sangat kuat, begitu pula daya ingatnya. Orang kelahiran Mongso Karo tidak mudah melupakan sesuatu kejadian, seumur hidupnya dia selalu akan ingat. Dia sangat menyukai kebebasan, tidak mau dikekang. Walaupun begitu, tidak berarti dia ugal-ugalan. Dia bertanggung jawab atas segala perbuatannya, menghargai orang lain, sopan santun, dan murah hati.

Orang yang dilahirkan pada Mongso Karo itu, salah satu sifatnya yang khas adalah tidak senang berdiam diri. Ada saja yang dikerjakannya, dia selalu bergerak bahkan dia merasa ngilu bila harus terdiam. Harus ada sesuatu pekerjaan yang larut dikerjakannya untuk melepaskan hari-harinya yang kosong. Maka tidaklah mengherankan kalau dia termasuk orang yang menonjol di lingkungannya. Karena energi yang lebih selalu dimanfaatkan untuk kepentingan orang lain. Untuk membantu kesulitan kawan-kawannya.

Dalam pergaulan di kalangan remaja, maka orang Karo mempunyai sifat yang unik. Keunikannya itu ialah sifat malu-malu kucing pada tahap kenal pertama. Lebih-lebih dengan lawan jenisnya. Tetapi setelah biasa, maka dia akan tampak baik sekali, sopan- santun dan ramah penuh pengertian.

Nasib orang kelahiran Mongso Karo akan menjadi lebih baik sejalan dengan bertambahnya usia. Maka dalam hal karir, keberuntungan finansial pun akan mengalami kemajuan setahap demi setahap. Mantaplah setelah umurnya menjadi tua. Pada umumnya orang kelahiran mongso Karo, baik sekali kalau berkecimpung dalam bidang bisnis. Dia selalu tegas dalam mengambil keputusan.

CIRI KHAS
Ciri khas yang menonjol bagi orang kelahiran mongso Karo ialah selalu berterus terang. Dia merasa muak dengan segala tipu daya dan kejahatan. Tetapi dia sendiri terkadang bisa kena tipu daya orang. Karena sifatnya yang mudah mempercayai seseorang.

Ada pula ciri khas tentang selera, orang kelahiran mongso Karo sangat menyukai makanan yang enak. Maka tidap mengherankan kalau dia sering terlihat makan di restoran.

Dalam pergaulan di masyarakat dia selalu tampak menonjol. Bukannya karena menonjolkan diri, tetapi dia selalu tampil ke muka kalau diperlukan. Hal itu karena sikapnya yang terbuka dan senang menolong sesama. Maka tidaklah luput kalau di dalam perkumpulan apa pun dia selalu terpilih sebagai ketua atau pemimpin kumpulan itu.

Apa pun pekerjaan yang ada dia lakukan, daripada dia harus berdiam diri karena baginya menganggur adalah menyiksa diri. Tidak pernah diam lama di rumah, seolah tidak kerasan dan ada saja alasan untuk meninggalkan rumah.

IKATAN PERSAHABATAN
Pada umumnya orang kelahiran mongso Karo (3 Agustus - 25 Agustus) mempunyai sifat supel dan tidak mudah marah. Sehingga dia mempunyai kawan yang cukup banyak dari berbagai kalangan.

Walaupun kawan-kawannya banyak, tetapi hanya ada beberapa orang saja yang benar-benar cocok dengannya. Mereka itu adalah orang-orang yang terlahir khususnya pada mongso Kasadasa (27 Maret - 19 April). Dengan adanya kecocokan itu maka dalam persahabatan akan mendatangkan suatu yang menguntungkan baginya dan tidak akan mengalami kerepotan dikemudian hari.

Selanjutnya masih ada pula yang cocok baginya, yaitu orang yang terlahir dalam mongso Kanem (10 November - 22 Desember), orang terlahir dalam mongso Kaso (23 Juni - 2 Agustus). Ada juga yang cocok dengan kelahiran mongso Saddho (13 Mei - 22 Juni), dengan kelahiran mongso Desta (20 April - 12 Mei) dan dengan kelahiran mongso Kapat (19 September - 13 Oktober).

Dari sahabat-sahabat yang cocok baginya itulah sahabat-sahabat sejati. Sahabat dalam suka dan duka. Dengan merekalah orang kelahiran Mongso Karo itu dapat mencapai apa yang dicita-citakan. Karena mereka itu adalah orang-orang yang selalu mendukung segala gagasan dan konsepsi-konsepsinya. Mereka tidak akan menipu dan menjerumuskan.

Dengan demikian semua yang direncanakannya akan berjalan lancar. Kepemimpinannya akan tampak jelas. Dalam menempuh cita-citanya karena dukungan sahabat-sahabatnya tadi akan berhasil dengan baik. Walaupun sebenarnya orang yang terlahir dalam mongso Karo itu dapat berdiri sendiri.

KEADAAN KESEHATAN
Orang yang terlahir dengan Mongso Karo, mempunyai beberapa kelemahan pada tubuhnya. Kelemahan itu merupakan suatu organ tubuh yang paling peka terhadap serangan suatu penyakit.

Misalnya bagi orang kelahiran mongso Karo sering merasakan kepala pusing dan tulang atau persendian nyeri. Tentu saja pada waktu masih muda dan remaja rasa sakit itu tidak dihiraukan. Karena mereka pada umumnya tahan sakit. Tetapi setelah usia meningkat 40 tahun lebih, barulah dirasakannya. Bahkan dapat pula terkena serangan jantung. Bermula dari menanggung rasa duka yang berkepanjangan akan menyebabkan dia menjadi luluh kekuatannya, bahkan mungkin dapat terkenal serangan jantung yang mematikan.

Orang yang terlahir dalam mongso Karo, juga terpengaruh kekuatan rasi Langkir dalam kekuasaan Batara Kolo, yang menguasai jantung orang kelahiran mongso Karo dan akan selalu mencari kelengahan dan menterornya. Lebih-lebih bagi anak tunggal, maka penyakit jantung itulah ancamannya. Tentu saja anjurkan untuk benar-benar menjaga kesehatannya, terutama pada bagian-bagian yang sudah diutarakan terdahulu, dengan demikian maka kemungkinan dihinggapi penyakit-penyakit tersebut akan menjadi lebih kecil.

PEKERJAAN YANG COCOK
Bagi orang yang terlahir pada Mongso Karo, untuk menentukan pilihan pekerjaan yang cocok baginya dapat dibagi menjadi tiga kelompok.

Pembagian kelompok itu menurut data Prasutayama atau Horoskop Jawa disebabkan perbedaan-perbedaan hari kelahiran dalam Pranata Mongso Karo. Ketidak serasian dalam memilih pekerjaan menyebabkan keresahan bekerja. Bahkan bisa saja sering berganti-ganti pekerjaan dan merasa tidak cocok. Rasa sejati atau rasa pribadinya yang mengoreksi, dalam pencarian itu akan memakan waktu yang cukup lama. Usia akan terus bertambah, bahkan ada yang terlanjur tidak mengetahui atau belum pernah merasakan suatu pekerjaan yang cocok baginya sampai hayat meninggalkan badan. Bukankah itu mengecewakan dan sia-sia?

Adapun pembagian kelompok dalam kelahiran Mangsa Karo itu sebagai berikut ini:

1. Kelompok Satu
Adalah orang yang terlahir pada Mongso Karo hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka ini lebih mementingkan perasaan daripada pikiran. Maka pekerjaan yang paling cocok baginya agar dapat sukses, ialah bidang pekerjaan yang sehubungan dengan sifat dan kemauan orang itu. Wiraswasta bidang perdagangan adalah pilihan yang utama, tetapi dapat juga membuka Nigt-club, Teater, atau sebagai aktor Film.

2. Kelompok Dua
Adalah orang yang terlahir pada Mongso Karo hari Senin. Mereka ini mementingkan keuntungan pribadi atau mengutamakan harta kekayaan. Maka yang paling cocok berwiraswasta sebagai pedagang emas dan berlian, bekerja di Bank, pedagang hasil bumi, bahan pangan, dan yang terbaik juga bermanfaat bagi perkembangan jiwanya adalah seniman musik dan lagu.

3. Kelompok Tiga
Adalah orang yang terlahir pada Mongso Karo hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka ini mengutamakan pikiran, punya kemauan yang keras dan keberanian. Maka yang paling cocok adalah sebagai aparat pemerintah, penegak hukum atau prajurit. Cocok juga mendirikan pabrik tekstil, biro jasa, sebagai pegawai atau pemimpin pada biro bangunan atau real estate, bahkan cocok juga sebagai seniman pelukis atau pemahat.

Demikian yang dapat kami uraikan tentang bidang pekerjaan yang cocok bagi orang-orang yang terlahir pada Mongso Karo. Sesuai dengan sifat mereka yang berani, berterus terang dan tidak mau diam. Maka pekerjaan yang paling cocok dapat dipilihnya sendiri. Apa yang kami uraikan itu merupakan garis-garis utama. Adapun selebihnya dapat terjadi karena pengaruh faktor kejeniusan seseorang. Dapat pula terjadi kelainan yang disebabkan oleh bakat alam dalam bidang keparanormalan, abnormal dan jenius. Namun biasanya tidak akan jauh meleset dari garis-garis utama yang telah kami utarakan diatas.

GAMBARAN TENTANG REJEKI
Bagi mereka yang terlahir pada Mongso Karo, untuk mengetahui sebagai gambaran tentang rejeki keuangan dan ekonomi pribadi, haruslah diteliti lebih lanjut dengan hari kelahirannya. Karena untuk mendatanya diperlukan penelitian dengan Ilmu Prasutayama atau Horoskop Jawa.

Diikutsertakannya hari kelahiran dalam penelitian ini, karena besar pula pengaruhnya bagi diri seseorang dalam segala tindak, langkah, dan nasibnya.

Maka diketemukan pembagian kelompok menjadi tiga yang penjabarannya akan kami uraikan di bawah ini.

1. Kelompok Satu
Mereka yang terlahir pada Mongso Karo hari Minggu, Rabu dan Jumat, rnempunyai rejeki yang kurang baik. Bahkan dapat hidup melarat. Sejak masih muda sudah mulai berusaha dalam bidang keuangan, walaupun sebagian besar kekayaannya dipergunakan untuk menolong orang lain. Bahkan ada kemungkinan dapat menjadi pemimpin suatu badan sosial. Dia merasa puas dapat membantu kesusahan orang lain, walaupun akhirnya dia sendiri tidak punya apa-apa. Tetapi setelah umur lebih dari 35 tahun dia mulai berfikir, dan memikirkan kepentingan keluarganya. Maka rejeki yang sebenarnya adalah ketika berumur diatas 35 tahun, karena saat itu dia tidak akan kekurangan uang. Semua perjuangan dan usahanya untuk kesejahteraan keluarga.

2. Kelompok Dua
Mereka yang terlahir pada Mongso Karo hari Senin. Pada umumnya mempunyai kesempatan dapat menjadi kaya raya. Bahkan mereka dapat menjadi orang terpandang dan dermawan. Rejekinya lebih mudah didapat kalau dia mudah pula memberi. Akan lebih stabil lagi cara penanganan keuangan dan ekonomi setelah mencapai usia menjelang 41 tahun, saat itu rejekinya mulai menanjak. Hidupnya penuh kegembiraan, bahkan bahtera rumah tangganya tenang dan harmonis penuh bahagia.

3. Kelompok Tiga
Mereka yang terlahir pada mongso Karo hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Pada kelompok ini nasibnya kurang begitu baik. Mereka selalu harus berjuang. Walaupun begitu ada saja orang yang menolongnya dari kesulitan keuangan. Tetapi dia lebih suka berjuang keras untuk mendapat yang diinginkannya. Tetapi menjelang usia tua, rejekinya akan mulai membaik. Semua itu tentu saja berkat perjuangan yang gigih tanpa mengenal lelah.

SAAT YANG TEPAT
Bukan suatu guyon atau tahayul, suatu saat manusia itu mempunyai masa jaya atau masa terbaik baginya. Saat terbaik itu hanya terjadi suatu ketika dan tidak terduga terlebih dahulu. Semacam keberuntungan yang tidak terduga, datang dengan serta merta. Itulah anugerah Allah kepada hambanya yang tersayang. Dapat terjadi pada setiap insan di bumi Ini, minimal seumur hidupnya sampai empat kali kejadian yang tidak terduga.

Tetapi Ilmu Prasutayama atau Horoskop Jawa dapat menelitinya saat yang mana bagi setiap kelahiran akan mendapat keberuntungan yang terbaik.

Bagi orang yang terlahir di dalam mongso Karo, adalah setiap bulan Maret. Tepatnya adalah akhir bulan Februari hingga pertengahan bulan Maret.

Adapun hari yang membawa pengaruh baik dalam segala usaha sebagai permulaan memulai pekerjaan penting adalah hari Minggu, bisa juga di hari Jumat. Hal itu merupakan suatu upaya manusia dalam mengatasi segala liku-liku kehidupan yang penuh misteri.

Pada akhir Februari sampai dengan pertengahan Maret, Batara Sakri sedang menaburkan berkahnya bagaikan hujan meteor, terlihat dirasi Wukir dan Regulus atau Leo.

Maka usahakan untuk memulai pekerjaan yang penting pada Akhir Februari sampai dengan 15 Maret dan pilih hari-hari Jumat atau Minggu. Semoga hasilnya akan lebih baik karena berkah Tuhan yang melimpah-ruah.

HOBI
Orang yang terlahir dalam Mongso Karo ini tidak mempunyai banyak hobi, walaupun begitu ada beberapa hobinya yang berguna bagi kepentingan orang lain. Diantaranya adalah kesenangannya mengumpulkan anak-anak dan memberi permen atau hadiah. Maka dikemudian hari kalau mampu, bentuk hobi itu akan menjadi suatu ide mendirikan panti asuhan atau yayasan sosial.

Mempunyai selera humor juga, dan jiwa seni rupa maupun seni suara. Maka mereka pun dapat menjadi kolektor lukisan, patung atau barang antik. Pada waktu mudanya gemar sekali mengembara, tetapi setelah tua lebih senang tinggal dirumah sambil mendengarkan musik irama tenang.

JODO PINASTI
Istilah "Jodo Pinasti" diangkat dari istilah Jawa, yang berarti jodoh yang sudah ditentukan untuk keharmonisan dalam rumah tangga.

Kalau pada jaman bahela atau tempo doeloe, perjodohan itu ditentukan oleh orang tua, maka tidak jarang terjadi perceraian, atau keluarga yang tidak harmonis. Tetapi karena sekarang bukan lagi jamannya kuda gigit besi, tetapi jamannya kuda gigit roti, maka semua perbuatan dan kejadian harus diperhitungkan dan direncanakan.

Masalah perjodohan adalah masalah yang sangat pelik dan unik. Orang harus mempunyai keberanian dan tekad untuk membentuk rumah tangga. Jangan lagi dihinggapi rasa putus asa yang akan menghambat kemajuan pribadi.

Dalam penelitian dengan ilmu Prasutayama atau Horoskop Jawa, orang yang terlahir dalam Mongso Karo (3 Agustus - 25 Agustus) mempunyai pasangan hidup yang harmonis dengan kelahiran Mongso Kasadasa (27 Maret - 19 April), maka hidup berumah tangganya akan mencapai keharmonisan, tenteram, bahagia, abadi dan damai sampai akhir hayatnya.

Ada pula calon lain yang termasuk cocok adalah kelahiran mongso Kanem (10 November - 22 Desember), begitu pula kemungkinan yang lain lagi ialah kelahiran mongso Kaso (23 Juni - 2 Agustus), bisa juga dengan kelahiran mongso Saddha (13 Mei - 22 Juni), mongso Kapat (19 September - 13 Oktober) dan kelahiran mongso Desta (20 April - 12 Mei).

Dalam perkawinannya orang kelahiran Mongso Karo sangat bahagia, adapun dalam menjalankan kewajiban suami-istri pun juga sangat baik. Artinya bidang seks pada umumnya mereka tergolong bertempramen tinggi. Bahkan layak digolongkan sangat berlebihan.

Walaupun begitu tidak mengabaikan anak-anaknya, bahkan mempunyai rasa kasih sayang yang terkadang berlebihan terhadap anak-anaknya. Dia akan menjaga keluarganya dengan penuh tanggungjawab, sedumuk bathuk senyari bumi (Bhs. Jw) yang artinya, apapun yang akan terjadi kalau diganggu anak atau istrinya bahkan diusik tempat tinggalnya maka akan dibela sampai mati.

Keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangga orang kelahiran mongso Karo dapat menjadi contoh yang positif bagi generasi muda.

BATU PERMATA
Batu permata disamping untuk perhiasan, sebagai penonjolan tingkat sosial seseorang, juga mempunyai daya gaib yang berpengaruh pula pada jiwa pemakainya.

Bagi orang yang terlahir pada mongso Karo, ada beberapa selo aji atau batu permata yang cocok baginya. Batu permata tersebut adalah: Berlian, Ruby star, Topas Kuning, dan Tormalin.

Menurut pendataan berdasarkan kimiawi dan Kejawen, maka batu Berlian mempunyai daya sebagai penolak segala kekuatan ilmu sihir, menambah kekuatan tubuh, dan menenteramkan fikiran. Ruby, daya yang terkandung di dalamnya adalah menolak impotensi dan menolak penyakit infeksi. Adapun Selo Aji yang Topas terkandung daya penyembuh penyakit dada, luka terbakar, encok, ambeien, dan sakit perut. Sedangkan Selo Aji yang bernama Tormalin mempunyai pengaruh kepada si pemakai sebagai menolak segala rasa takut.

Bagi kelahiran Mongso Karo, pada usia muda yang terbaik mempergunakan cincin pengikat batu-batu permata tadi ialah jenis logam perak. Barulah setelah umumnya mencapai 40 tahun mempergunakan cincin emas dengan batu-batu permata Ruby, Berlian, Topas Kuning, atau Tourmaline. Boleh dipilih mana yang paling disenangi.

WARNA YANG COCOK
Bagi orang yang terlahir dengan mongso Karo, sebaiknya mempergunakan warna Kuning untuk pakaiannya. Karena wnrna ini mempunyai pengaruh yang baik baginya. Kemudian warna Hijau dan warna Orange.

Warna-warna yang cocok bagi orang kelahiran Mongso Knro tersebut, dapat pula sebagai warna-warn dekorasi, atau interior rumah. Perabot rumah tangga atau hiasan ruang tamu.

BUNGA
Walaupun orang kelahiran Mongso Karo ini pada umumnya mempunyai watak kaku, namun romantis. Bahkan senang keindahan dan harum- haruman.

Bunga yang paling cocok baginya adalah bunga melati, lily, dan bunga-bunga yang berwarna kuning dan harum, dapat juga bunga anggrek.


Mongso Katelu
KATELU - Suta Manut Ing Bapa
26 Agustus - 18 September


KEADAAN UMUM
Mereka yang terlahir pada tanggal 26 Agustus - 18 September termasuk didalam Mangsa "KATELU" dalam perhitungan Horoskop Jawa. Mangsa "KATELU" berorbit selama 24 hari dan berada di langit belahan Tenggara. Kemunculannya ditandai dengan berhembusnya angin dari Utara ke Selatan dengan kekuatan sedang. Hawanya panas, sedangkan air untuk keperluan pertanian mempergunakan irigasi, sungai, atau sumur dengan menyiram tanaman palawija di sawah dan ladang. Saat itu adalah Musim Kemarau.

Mangsa "KATELU" itu dalam pengaruh kekuasaan Dewi Kamaratih dan Batara Kamajaya. ketika Mangsa itu berjalan, maka petani telah memulai panen palawija. Pada saat-saat seperti itu rasa percaya diri mulai timbul. Anak mulai percaya dan menghormat orang tuanya, mereka dapat makan kenyang walau dari jagung, kedelai, atau kacang. Maka mangsa "KATELU" ini candranya "Suta Manut Ing Bapa", yang artinya "Anak Menurut Kepada Ayah ". Penjabarannya adalah semua nasehat orang tua diturut oleh anak-anaknya.

Hal itu dapat terjadi karena pengaruh daya sakti Dewa Kamajaya dan Dewi Kamaratih, dewa-dewi yang selalu rukun dan saling mencintai itu teryata mempunyai pengaruh besar kepada keadaan alam semesta maupun insan yang baru terlahir pada Mangsa "KATELU"tersebut.

Sanghyang Kemajaya, adalah dewa yang menempati kaendraan di langit belahan Tenggara yang bernama "Cakrakembang" bersama Dewi Kamaratih, memelihara wilayah kekuasaannya. Memberkahi suatu kelahiran maupun musim dengan penuh kasih sayang dan disiplin.

Orang yang terlahir tepat pada Mangsa "KATELU" itu akan mempunyai sifat kasih sayang, adil, senang berdamai, disiplin dan jujur.

Batara Kamajaya mempunyai sifat keras dan disiplin, tetapi ramah, murah hati penuh kasih sayang. Tidak senang menganggur, ada-ada saja yang dikerjakannya. Tetapi rejekinya tidak begitu banyak dan tidak dapat berhemat karena sifatnya senang menolong dan membantu kebutuhan orang lain.

Orang yang terlahir dalam pengaruh Mangsa "KATELU" ini mempunyai candra "Peksi Aneng Luhur", yang artinya "Nurung Diatas". Dimaksudkan kalau mencari uang harus menunduk. Penjabarannya jangan melihat kesana-kemari karena akan merasa bimbang dan tidak sampai hati, akibatnya uangnya akan habis. Harus ingat bahwa di rumah anak-isteri menanti penghasilan anda. Karena kelemahan hati, maka uang yang dibawanya akan diberikan kepada orang lain.

Batara Kamajaya digambarkan kepalanya menatap ke bawah, artinya selalu menyaksikan segala umat, baik senang maupun sedih. Kalau ada orang yang senang, maka akan bersyukur kepada Tuhan, dia ikut senang dan bahagia. Tetapi kalau menyaksikan orang susah, maka dia akan ikut bersedih, menangis, meratap dan akhirnya dia yang mengulurkan tangan menolongnya.

Suatu keberuntungan bahwa Mangsa KATELU ini ditempati dua kekuatan yaitu Dewa Kamajaya dan Dewi Kamaratih. Dewi Kamaratih selalu mendampingi suaminya dengan setia. Tidak berarti membabi buta, dia bisa menjadi penasehat yang baik. Kalau menyaksikan hal-hal yang tidak wajar maka Dewi Kamaratih akan menegur Dewa Kamajaya. Begitulah didalam diri orang "KATELU" seolah ada dua jiwa didalam dirinya yang sering berdiskusi, berdialog atas segala perilaku yang sedang diperbuatnya.

Kalau itu telah terjadi dan menjerumuskan dirinya, maka Dewi Kamaratih akan menegurnya dan Dewa Kamajaya akan kembali sadar dan lurus kembali. Artinya orang KATELU bukannya manusia super, terkadang juga melakukan perbuatan yang tidak benar, hal itu akan terjadi hanya sebentar. Dia akan cepat sadar dan lurus kembali.

Maka kalau anda termasuk orang "KATELU" seharusnya sangat bersyukur, karena pada umumnya mempunyai sifat-sifat yang baik, simpatik, jujur, dan selalu berusaha menjaga kesucian. Baginya mengutamakan segala sesuatu dengan berterus terang itu lebih baik, dan sangat membenci kepada orang munafik. Dia sangat rajin bekerja, giat berjuang demi karier.

Karena Dewa Kamajaya digambarkan menunduk, maka orang KATELU juga sangat pemalu. Dia tidak mau mengerjakan sesuatu dengan menonjolkan diri didepan umum. Dia lebih senang mengerjakan sesuatu dengan diam-diam. Walaupun begitu, kalau dia harus tampil di depan umum, maka dia akan bertindak dengan sangat hati-hati, serta dengan penuh ketelitian dan disiplin.

Tentang pandangannya terhadap adat-istiadat sangat positif. Dia adalah tokoh yang sangat menjunjung tinggi harkat dan hakekat "Tatakrama", maka segala tindak tanduknya sangat diperhitungkannya dengan teliti berdasarkan tata kesopanan dan norma-norma Agama. Maka dia tidak akan mau diajak untuk makar, korupsi, menipu, atau perbuatan apa pun yang bersifat melanggar norma adat dan Agama.

Kalau menginginkan suatu pekerjaan yang berhasil dengan baik dan tepat, orang mangsa "KATELU" orangnya. Dia akan mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas-tugasnya dengan rapi, rajin, tepat dan sempurna. Dia tidak akan mau mengulur-ngulur waktu.

Orang kelahiran Mangsa "KATELU" selalu berusaha untuk tidak merugikan orang lain, dan juga tidak mau dirugikan orang. Dia tidak ingin menonjol. Bahkan kalau dia mendapat kehormatan untuk tampil ke muka dan mendapat sanjungan, malah menjadi gugup karenanya. Dia tidak perduli dengan pandangan dan pendapat orang, yang penting dia tidak ingin dan tak pernah mempunyai gagasan untuk merugikan orang lain.

Dalam keadaannya yang wajar, maka orang kelahiran Mangsa "KATELU" selalu menginginkan segala sesuatunya beres, bahkan kalau ada hal-hal yang menurutnya tidak benar, maka dia tidak segan-segan secara berterus terang menegur orang yang bersangkutan. Hal itu kadang-kadang membuat orang jadi risih, dia dianggapnya terlalu bawel, campur tangan, den cerewet. Masalahnya orang kelahiran "KATELU" ini tidak dapat berpura-pura dengan tutur kata, sehingga apa yang dikemukakan adalah kritik yang membangun, tetapi hal itu malah bisa menyulitkan dia sendiri, akhirnya dia jadi mengalah dan diam.

Masalah pribadi, karena sering dia menyaksikan ketidakadilan, penyelewengan, pelecehan cinta dan lain-lain. Maka dia sering pula dihinggapi perasaan apatis, perasaan takut dan pesimis terhadap orang-orang disekitarnya. Khawatir kalau-kalau dia tidak akan mendapatkan kasih sayang yang murni dan sungguh-sungguh dari orang yang dicintainya. Inilah yang sering mengganggu dan mengacaukan konsentrasi pikirannya. Sehingga dia dapat berbalik menjadi orang yang pesimis.

Maka seyogyanya dia harus mendengarkan petunjuk-petunjuk getaran jiwanya yang paling dalam, sehingga keraguan, pesimis, dan rasa takutnya dapat dilenyapkan. Maka apa yang seharusnya dilakukan untuk masa depan keluarga dan lingkungannya akan dapat dia kerjakan dengan baik dengan lebih berkonsentrasi dan kembali kepada pribadinya yang murni dan optimis.

KEADAAN FISIK
Orang yang terlahir dalam Mangsa "KATELU" ini mempunyai bentuk tubuh langsing, tingginya sedang, kepalanya agak bulat menandakan bahwa orang tersebut mempunyai kemampuan berpikir yang tinggi. Matanya kecil tetapi berbinar-binar bagi laki-lakinya, tetapi bermata redup bagi wanitanya. Kakinya tidak begitu besar, menandakan kalau orang kelahiran KATELU itu kuat berjalan jauh maupun mendaki gunung Sedangkan jari jemarinya lentik, menandakan kalau dia rajin bekerja. Wajahnya bulat telur dengan dagu lancip, kadang hatinya bimbang. Kurang teguh hati dalam menonjolkan diri atau merebut cita-cita, karena dia tidak senang bersaing dan menonjol, inilah faktor yang melemahkan dirinya. Tetapi orang "KATELU" disenangi dalam pergaulan, sehingga banyak kawannya.

Suatu yang menguntungkan bagi orang KATELU adalah persahabatan. Karena bagi orang kelahiran Mangsa "KATELU", persahabatan adalah hal yang perlu sekali. Ada pula hal yang menonjol yang menggambarkan bahwa orang kelahiran Mangsa "KATELU" itu sering rnenghentak-hentakkan kakinya, juga menghentakkan jari-jemari tangannya. Hal itu menggambarkan bahwa dia seringkali gugup dan gelisah.

KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Sejak masih kanak-kanak, orang kelahiran Katelu sudah menyenangi bidang seni, misalnya seni tari, seni suara, dan seni rupa. Perasaannya terlalu peka, dia sangat ingin menyenangkan hati kedua orang tuanya. Maka terkadang dia melakukan sesuatu diluar kehendaknya.

Dalam pergaulan dia sangat disenangi, karena dia sering menolong kawan-kawannya dari berbagai kesulitan. Hanya sayangnya orang KATELU sering merasa ragu dan malu. Maka dia lebih senang mengerjakan sesuatunya secara diam-diam supaya tidak diketahui oleh anak lain. Barulah setelah apa yang dikerjakannya itu berhasil, dia mau memperlihatkan kepada anak lain. Padahal kalau dia berani tampil menonjol dan terbuka diantara kawan-kawannya maka dia akan lebih maju, bahkan dia akan mempunyai kesempatan utama.

Walaupun didalam pergaulan orang KATELU ini cukup banyak kawannya dan cukup menonjol karena disegani dan dihormati kawan-kawan yang pernah mendapat pertolongannya, Tetapi dikalangan keluarga sangat pendiam, tidak banyak omongnya, dan tidak banyak permintaannya. Bahkan keluarganya seringkali jengkel karena dianggapnya dia cepat berputus asa dalam memperjuangkan pendapat dan cita-citanya.

KEADAAN MASA REMAJA
Setelah orang kelahiran "KATELU" menjadi remaja, dalam pergaulannya ternyata sifatnya ketika masih kanak-kanak masih terbawa. Dia sangat pemalu, bahkan kalau dia terpilih untuk menjadi ketua OSIS untuk tampil di atas mimbar dia merasa gentar juga. Maka dia akan sangat berhati-hati dalam mengutarakan pendapat dan pidatonya, karena dia takut membuat kesalahan.

Semua itu disebabkan karena orang kelahiran mangsa "KATELU" selalu ingin berbuat benar, dia takut sekali berbuat salah dan takut sekali melanggar norma-norma adat dan Agama.

Banyak rencana kerja yang telah dipersiapkannya, tetapi dia tidak mau rencana itu diketahui oleh orang lain. Dia akan merasa takut dan sangat malu kalau sampai menemui kegagalan sedangkan hal itu diketahui orang lain. Maka dia lebih suka secara diam-diam. Begitulah seperti yang tergambarkan dalam lambang orang kelahiran Mangsa "KATELU", yaitu Batara Kamajaya dan Batari Kamaratih, Dewa dan Dewi yang menyebarkan kesucian dan kedamaian. Maka orang kelahiran "KATELU" mempunyai sifat seperti itu juga. Dia selalu berusaha untuk benar dan suci dalam segala tindak tanduknya. Bahkan tidak akan pernah menyeleweng dari ajaran-ajaran Agamanya maupun adat-istiadat keluarganya.

Sesuai dengan kesenangannya dalam bidang seni lukis atau seni rupa, maka dia juga senang bepergian untuk menambah wawasan dan menghidupkan jiwa seninya, disamping itu dia juga senang ke gunung yang berhawa sejuk, karena dia membutuhkan udara pegunungan yang sejuk untuk kesehatan paru-parunya.

Sifat ragu-ragu dan cemas itu yang sering menghantui orang yang terlahir pada mangsa "KATELU", sampai-sampai didalam pergaulannya terhadap lawan jenis sering mentok. Karena dia tiba-tiba merasa khawatir kalau cintanya tidak terbalas, bertepuk sebelah tangan. Kalau hendak ngomong takut kalau menyakiti hati, dan dia akan diam seribu bahasa agar tidak menyakiti hati kekasihnya.

Perasaannya selalu dimainkan, seperti juga cinta kasihnya yang menggebu-gebu tanpa batas waktu. Begitu pula kebenciannya terhadap seseorang tidak akan mudah terhapus, bahkan dapat meningkat menjadi dendam yang berkepanjangan.

Pada dasarnya ada suatu segi yang baik bagi orang kelahiran mangsa "KATELU", yaitu sifat tekun, cerdik, cerdas, teliti, dan disiplin. Hal itu dapat dimanfaatkan dalam pekerjaan yang membutuhkan penanganan seperti yang dimaksud tadi. Dalam dunia pekerjaan orang kelahiran mangsa "KATELU" pada umumnya jarang yang menganggur. Dia akan selalu terpilih dengan karir yang baik, walaupun dia bermain di belakang layar.

CIRI KHAS
Tanda khas bagi orang kelahiran mangsa "KATELU" ini juga dipengaruhi oleh ciri-ciri khas Dewa Kamajaya dan Dewi Kamaratih. Dewa Kamajaya bentuk tubuhnya tidak gemuk, tingginya sedang, wajahnya menunduk, matanya kecil redup. Menandakan kalau orang kelahiran Mangsa "KATELU" ini mempunyai watak pemalu, tidak suka melirik kanan kiri, dan suka mengandalkan kemampuannya pribadi.

Kepala bulat, menandakan kalau didalam kepala itu tersimpan gagasan-gagasan yang luar biasa, cerdik, cerdas, dan cermat. Tingginya sedang menandakan kalau orang ini tahan berkelana atau bepergian karena kakinya kecil artinya ringan kaki. Rambutnya hitam lemas, ada juga yang kecoklatan, berkulit kuning langsat. Janggutnya bagaikan lebah tergantung. Tetapi yang paling menonjol adalah kebiasaan orang kelahiran mangsa "KATELU" ini selalu menghentak-hentakan kaki atau meremas-remas jari jemarinya, yang menandakan kalau dia sedang gelisah. Tetapi pengaruh Dewi Kamaratih, wajahnya mendongak, maka kalau sudah terdesak, orang kelahiran mangsa "KATELU" ini berani maju ke depan dengan suara lantang tetapi penuh perhitungan dan kewaspadaan.

IKATAN PERSAHABATAN
Sahabat karib orang kelahiran mangsa "KATELU" adalah orang-orang yang terlahir pada mangsa "KAPITU" (23 Desember - 3 Februari), "KAPAT" (19 September - 13 Oktober), "DESTA" (20 April - 12 Mei), "KASO" (23 Juni - 2 Agustus), "KALIMA" (14 Oktober - 9 November), dan "KaATELU" (26 Agustus - 18 September). Tetapi sahabat yang paling baik adalah dengan orang yang terlahir mangsa "KAPITU" (23 Desember - 3 Februari).

Pada umumnya orang kelahiran "KATELU" itu sangat pintar dalam pergaulan, dia dapat mengambil hati kawan-kawannya. Semua itu dapat terjadi karena dia selalu mau mengalah. Kemudian kawan-kawannya dapat mengambil suatu pelajaran yang baik dari orang "KATELU" itu, yang terbukti mempunyai sifat jujur, tidak senang menonjolkan diri dan sopan. Maka terpilihlah dia menjadi kawan tempat bertanya bagi remaja sebaya dengannya. Walau sebaya namun dituakan oleh kawan-kawannya.

KEADAAN KESEHATAN
Seperti yang kami katakan terdahulu, bahwa orang kelahiran KATELU membutuhkan pergi ke pegunungan, selain menyaksikan keindahan untuk membangkitkan jiwa seninya, juga untuk menghirup udara pegunungan yang segar. Hal itu sangat baik untuk kesehatan paru-parunya. Karena disamping itu, bakat penyakit yang lain adalah gampang terkena sakit dada atau paru-paru, reumatik, khususnya tulang-tulang bagian lengan dan jari jemari tangan. Juga ada kemungkinan dapat terkenal sakit liver, maag, dan yang paling gawat gangguan sukar tidur, karena dapat juga mengganggu pada metabolisme syaraf.

Petunjuk untuk menjaga kesehatannya adalah dengan senam yang teratur setiap hari. minum air putih minimal 1 liter setiap pagi.

PEKERJAAN YANG COCOK
Bagi orang yang terlahir pada Mangsa "KATELU" untuk menentukan pilihan pekerjaan yang cocok baginya, menurut ahli Horoskop Jawa haruslah diketahui terlebih dahulu hari kelahiran orang itu. Kemudian dilakukan pengelompokan hari lahir tadi menjadi tiga kelompok.

Sebabnya diadakan pengelompokan itu, karena hari satu dengan lainnya mempunyai perbedaan karakter hari. Maka setelah diteliti lebih mendalam dan memakan waktu yang cukup lama, akhirnya dibagi tiga kelompok karakter hari. Adapun kelompok-kelompok itu adalah sebagai berikut:

1. Eka
Untuk orang kelahiran Mangsa "KATELU" kelompok pertama ini adalah mereka yang terlahir pada hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka ini adalah orang-orang yang mengutamakan harga diri, kesucian dan disiplin, tanpa menonjolkan diri. Maka Pekerjaan yang paling cocok adalah sebagai wartawan. Walaupun begitu tidak tertutup kemungkinan lain, yaitu sebagai pelukis, pemahat atau pengarang. Juga dalam bidang Kerohanian mempunyai kesempatan juga sebagai mubalig, pendeta atau pemuka agama dan spiritual. Tetapi yang paling mengangkat karirnya adalah pekerjaan dibidang komunikasi atau sebagai wartawan.

2. Dwi
Untuk orang kelahiran Mangsa "KATELU" dalam kelompok kedua adalah mereka yang terlahir pada hari Senin. Mereka ini adalah orang yang mengutamakan keuntungan materi (uang) walaupun dia adalah orang "KATELU" tetapi pengaruh hari Senin yang materistis itu, maka pekerjaan yang cocok adalah sebagai pedagang barang-barang elektronik, otomotif seperti mobil atau sepeda motor. Atau menjadi pegawai dan digaji orang. Dapat juga menjadi pedagang obat-obatan, apoteker, dan pengacara. Tapi yang paling cocok untuk pekerjaan dan karir adalah sebagai pengacara, atau pembela perkara.

3. Tri
Untuk orang kelahiran Mangsa "KATELU" dalam kelompok tiga adalah mereka yang terlahir pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka ini adalah orang-orang yang bersifat keras, berani, walaupun itu bukan karakter utama orang "KATELU" yang pemalu dan pendiam. Tetapi harus diingat bahwa yang menjiwai orang "KATELU" selain Dewa Kamajaya juga Dewi Kamaratih yang lincah, kenes (ramah) dan berani. Maka mereka yang terlahir pada kelompok hari ini memiliki pekerjaan yang cocok adalah sebagai pedagang keliling, biro jasa dan perjalanan, pegawai pada Perpustakaan, RS, membuka persewaan buku dan percetakan atau penerbitan. Tetapi yang paling cocok untuk pekerjaan maupun karirnya adalah menjadi penerbit atau percetakan.

GAMBARAN TENTANG REJEKI
Bagi mereka yang terlahir pada Mangsa "KATELU" dapat diketahui gambaran ekonomi dan keuangannya sebagai perwujudan rejeki yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Untuk kepentingan itu haruslah diteliti lebih lanjut berdasarkan Prasutayama maupun Horoskop Jawa. Maka ditemukanlah tiga kelompok hari lahir berdasarkan karakter masing-masing hari lahir tersebut, yaitu:

1. Eka
Mereka ini adalah kelahiran hari Minggu, Rabu dan Jumat. Kelompok ini rata-rata memiliki jiwa sosial yang tinggi, walaupun sebenarnya sejak masih muda dia sudah pandai mencari uang, tetapi karena jiwa sosialnya terlalu tinggi, maka uangnya habis untuk menolong orang lain. Beberapa diantaranya dapat terpilih menjadi ketua atau pengurus badan atau yayasan sosial. Dia akan merasa puas dengan keadaan itu, tetapi setelah umurnya meningkat 29 tahun dan telah menikah, maka rejekinya akan lebih baik dan keuangannya menjadi stabil, sehingga tidak kekurangan uang.

2. Dwi
Mereka adalah orang kelahiran Mangsa "KATELU" yang dilahirkan pada hari Senin. Kelompok ini adalah kelahiran yang paling baik diantara orang "KATELU" karena rejekinya mengalir bagaikan air sungai karena sukses dalam dunia usaha. Walaupun begitu dia masih mengutamakan kejujuran dan disiplin karena itu adalah moto orang "KATELU". Meskipun dirinya tidak senang menonjol, tetapi tetap memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ekonomi dan keuangannya akan terus menjadi lebih baik setelah dia menikah, dan setelah umur 29 atau 41 rejekinya akan melimpah ruah.

3. Tri
Mereka ini adalah orang kelahiran mangsa "KATELU" yang terlahir pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Kelompok ini adalah orang-orang yang juga mempunyai keberuntungan yang cukup baik sehingga dia dapat mencapai kebahagiaan. Sifat dermawan yang telah tumbuh sejak masih anak-anak dan remaja terus terpupuk subur karena dia dikaruniai rejeki yang cukup baik. Banyak kawan-kawannya yang selalu siap membantu bila diperlukan. Tidak sedikit pula mendapat keuntungan uang atau materi dari kawan-kawannya itu.

HARI JAYA
Hari yang baik bagi orang yang terlahir pada Mangsa "KATELU" adalah Rabu dan Sabtu. Tetapi yang paling baik memilih tanggal 6 Agustus sampai tanggal 28 Agustus. Lebih baik lagi kalau diantara tanggal-tanggal itu dipilih hari Rabu atau Sabtu.

Pada tanggal 12 April setiap tahun, kedudukan Wuku Galungan berada pada titik kulminasi, artinya pada kedudukan yang tertinggi dan pada saat itulah Sang Hyang Kamajaya sedang memancarkan sinar kejayaannya kepada orang kelahiran Mangsa "KATELU". Pancaran anugrah yang optimal akan dirasakan dalam kehidupan manusia sebanyak empat kali dalam seumur hidupnya.

Demikian berdasarkan perhitungan Horoskop Jawa yang telah menemukan hari-hari Jaya dan tanggal-tanggal baik untuk mengerjakan sesuatu niat maupun pekerjaan besar.

Tentu saja semuanya itu kita serahkan kembali kepada Tuhan yang Maha Pencipta Alam Semesta ini. Manusia hanya berharap, tapi Tuhan jugalah yang menentukan.

HOBI
Orang terlahir pada Mangsa "KATELU" tidak banyak hobinya yang menonjol. Kebanyakan hobinya dinikmati sendiri.

1. Senang menyendiri, merenung di tempat sepi.
2. Membuat percobaan-percobaan secara diam-diam.
3. Mengembara dan panjat tebing.
4. Menyukai barang-barang seni dan kuno.
5. Belajar menari, melukis, dan seni rupa.

Karena hobinya itulah maka orang "KATELU" dapat mencapai ketenangan, kemudian sukses dalam hidupnya. Semua itu dapat dicapainya dengan diam-diam pula, yang merupakan kejutan bagi orang tuanya.

JODOH
Bagi orang yang terlahir dalam mangsa "KATELU" mempunyai sifat yang baik sekali dalam pergaulan. Orangnya menyenangkan dan sopan tutur katanya.

Begitu pula didalam tingkat perkawinan, dia sangat mesra dan romantis. Maka hidupnya sangat bahagia.

Adapun pasangan atau jodoh kelahiran Mangsa "KATELU" itu adalah Mangsa "KAPITU" (23 Desember - 3 Februari), mereka adalah pasangan hidup yang harmonis dan akan mendatangkan kebahagiaan.

Selain itu ada pula beberapa mangsa kelahiran yang cocok baginya, seperti juga dalam memilih sahabat yang cocok, begitu pula memilih pasangan hidup yang cocok. Di antaranya mangsa "KASO" (23 Juni - 2 Agustus), "KATELU" (26 Agustus - 18 September), "KAPAT" (19 September - 13 Oktober ), "KALIMA" (14 Oktober - 9 November), dan mangsa "DESTA" (20 April - 12 Mei). Sederetan petunjuk calon pendamping hidup itu, dapat dipilih walaupun jodoh ini Tuhan yang menentukan, tetapi bukankah manusia juga diharuskan untuk berusaha. Kalau usaha manusia itu direstui oleh Sang Maha Pencipta, itulah jodoh yang telah dipastikan.

BATU PERMATA
Bagi orang kelahiran mangsa "KATELU" ada beberapa jenis batu permata yang cocok baginya diantaranya adalah:

1. Batu Giok, batu ini mempunyai khasiat menolak sakit mata, sakit pencernaan, sakit pinggang, dan mencegah keletihan.

2. Batu Akik Lapis, dalam istilah batu mulia disebut Sardonyx, mempunyai khasiat mencegah keracunan.

3. Cornelian, mempunyai khasiat penawar sakit paru-paru dan jalan pernafasan.

4. Pink Yasper, berkhasiat mencegah sakit perut, limpa, dan ginjal.

Demikian selain batu-batu permata itu cocok untuk dipakai sebagai batu cincin, maka bagi yang percaya mempunyai khasiat seperti kami tuturkan di atas tadi.

WARNA IDEAL
Bagi orang Kelahiran "KATELU", warna-warna yang cocok dan serasi sebagai pakaian ataupun interior rumah ialah warna Kuning dan Hijau.

BUNGA
Baginya bunga yang cocok adalah: Sedap Malam, Melati, dan Anggrek.


Mongso Kapat
KAPAT - Waspa Kumembeng Jroning Kalbu
19 September - 13 Oktober


KEADAAN UMUM
Mereka yang terlahir pada tanggal 19 September - 13 Oktober adalah kelahiran Mangsa "KAPAT" dengan begitu akan terpengaruh oleh sifat dan perwatakan serta nasib Batara Wisnu. Lama orbit adalah 25 hari, terletak di belahan langit selatan.

Mangsa "KAPAT" telah memasuki musim penghujan, tetapi keadaan mata air masih meresap ke dalam tanah. Artinya airnya belum tertumpah dan mengalir. Maka keadaan seperti itu dicandra dengan sebutan "Waspa Kumembeng Jroning Kalbu" artinya air mata tergenang dalam batin. Petani sedang panen palawija (kacang, jagung, ubi). Sedangkan hawa di siang hari terasa gersang, angin berhembus dari arah barat laut menuju tenggara dengan kekuatan sedang. Burung manyar membuat sarang pada ranting-ranting pohon yang rendah, bahkan ada pula yang membuat sarangnya pada tangkai-tangkai daun jagung. Peralihan musim kemarau ke penghujan disebut musim Labuh.

Batara Wisnu adalah Dewa yang mempunyai jiwa kasih sayang dan memiliki kesaktian yang luar biasa. Batara Wisnu adalah putera Batara Guru. Hyang Wisnu dapat tiwikrama (berubah) menjadi raksasa. Raksasa yang bertubuh besar dengan kekuatan yang luar biasa. Senjata andalan Batara Wisnu adalah Cakra. Dengan Cakra itu Batara Wisnu dapat menghancurkan segala bentuk keangkara murkaan.

Karena Batara Wisnu bersifat jujur dan tidak senang dengan segala macam bentuk kejahatan dan hal-hal yang mengakibatkan dunia ini rusak, maka Batara Wisnu sering menjelma di dunia menjadi Raja. Batara Wisnu menjelma menjadi Sri Rama, yang akan menghalangi perusakan dunia dari tangan Rahwana, menjadi Prabu Arjunasasrabau di kerajaan Maespati. Menitis menjadi Prabu Kresna di kerajaan Dwarawati, yang akan mencegah pengerusakan dunia ini oleh Kurawa. Bahkan di jaman Purwacarita pernah menjadi raja dengan gelar Sri Maharaja Budakresna.

Raja-Raja titisan Batara Wisnu selalu mempunyai kesaktian yang tinggi dan mempunyai senjata khas ialah Cakra yang maha ampuh. Mungkin semacam rudal kalau jaman kita sekarang. Karena Cakra dapat diperintahkan untuk mengejar musuh hingga kena dan kemudian senjata itu akan kembali lagi kepada yang empunya.

Ketika di kerajaan Kediri bertahta seorang Raja yang terkenal dengan sebutan Pandita Ratu ialah Prabu Jayabaya, ternyata Prabu Jayabaya adalah penjelmaan Batara Wisnu juga. Mencegah kehancuran suatu generasi penerus bangsa yang akan perang saudara antara Jenggala dan Daha. Banyaklah cerita-cerita tentang Batara Wisnu, Batara yang bijak dan mencintai kedamaian dan keutuhan antar umat.

Gambaran-gambaran yang kami ketengahkan itu, menggambarkan betapa besar dan mulianya Batara Wisnu. Begitu pula orang kelahiran Mangsa "KAPAT" yang mewarisi sifat-sifat Batara Wisnu. Berwatak lembut dan halus, serta ramah. Tidak menginginkan suatu bentuk kekerasan, misalnya perkelahian, sangat menginginkan persahabatan dengan siapa saja. Segala tingkah lakunya, perbuatannya, semuanya menimbulkan rasa kagum dan simpati.

Kalau dia menjadi pemimpin, dia tidak akan berat sebelah dalam memutuskan segala sesuatunya. Perbuatannya adil dan bijak. Bahwa sejak masih anak-anak, remaja, maupun setelah tua, selalu saja menjadi penasehat bagi orang-orang yang sedang mengalami kesulitan. Bukan saja mereka yang datang minta nasehat itu usianya lebih muda dari padanya, tetapi orang-orang yang lebih tua pun minta pertolongan dan petunjuk perkara padanya.

Di samping kesibukan sehari-hari, orang "KAPAT" ini masih dapat menyempatkan diri mengagumi keindahan Alam dan Kesenian. Sedangkan di dalam pergaulannya sangat baik, sopan dan dapat membawa diri. Benar-benar mengagumkan dan disenangi di dalam pergaulan.

Seumur hidupnya orang kelahiran Mangsa "KAPAT" ini selalu dalam kesenangan dan rejekinya melimpah, gampang mencari uang. Maka tidaklah mengherankan kalau tampaknya selalu gembira dan banyak senyumnya. Banyak kawan, banyak pengagum, tetapi banyak pula yang ingin mencelakainya, walaupun akhirnya orang-orang yang memusuhinya itu berbalik menjadi orang kepercayaan atau berbaik padanya.

KEADAAN FISIK
Kelahiran Mangsa "KAPAT" pada umumnya mempunyai bentuk tubuh yang altetis, ramping berisi. Sedangkan wajahnya bulat bagaikan bulan. Dengan bola mata yang berbinar-binar, bibirnya tipis bagaikan pinang terbelah, dan berlesung pipit, murah senyum dan tawanya berderai. Suaranya sangat merdu, maka cocok sekali kalau menjadi penyangi. Di samping itu orang kelahiran Mangsa "KAPAT" ini bentuk tangan dan kakinya sangat indah dengan jemari lentik, maka juga cocok kalau menjadi seorang penari balet atau penari tradisional.

KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Didalam kehidupan sehari-hari anak kelahiran mangsa "KAPAT" ini seringkali sangat menonjol di antara teman-temannya. Karena anak Mangsa "KAPAT" ini pada umumnya sangat cerdas dan lincah, lagi pula senang menolong sesama teman.

Dalam berpakaian mereka memilih pakaiannya sendiri dan walaupun masih kanak-kanak tetapi sudah dapat membedakan pakaian yang bagus dan serasi untuk dirinya. Begitu pula tentang makanan, sejak kecil sudah dapat memilih makanan yang enak. Maka nafsu makannya agak kurang kalau masakan yang dihidangkan tidak menjadi seleranya.

Keadaan tubuh anak mangsa "KAPAT" pada umumnya, kuat dan sehat. Tetapi sering tampak merenung seolah sedang sedih, walaupun sebelumnya tampak bergembira. Memang menjadi sifat anak "Kapat" gampang sekali hanyut terbawa sedih dan tiba-tiba terbawa pula oleh kegembiraan. Sedangkan suasana lingkungan yang paling disukainya adalah yang tenang ketimbang suasana hiruk-pikuk.

Banyak juga anak-anak dari mangsa "KAPAT" ini yang genius. Karena banyak anak-anak ini yang dapat membuat permainannya sendiri, atau dapat menciptakan permainan yang aneh-aneh, yang tidak dapat dilakukan oleh anak-anak sebayanya. Mereka sangat menggemari bacaan, karena keingin tahunya menyebabkan anak-anak Mangsa KAPAT menelaah buku-buku pengetahuan hingga mereka memiliki ilmu pengetahuan yang banyak.

Pada umumnya anak-anak mangsa "KAPAT" ini tidak mau mendapat perlakuan keras. Karena dia sendiri tidak pernah berbuat keras. Dia lebih senang mendapat tutur kata yang lemah lembut dan akan mematuhinya.

KEADAAN MASA REMAJA
Seperti anak-anak, maka setelah menginjak usia remaja pun sangat menarik dan disenangi dalam pergaulan. Kawan-kawannya terutama lawan jenis sangat menyukainya. Maksudnya kalau itu cowok maka sangat disukai oleh kawan-kawan yang Cewek. Begitu sebaliknya kalau anak itu cewek, dia akan mendapat banyak simpati dari kalangan cowok, sehingga suasana pergaulan itu semarak.

Remaja mangsa "KAPAT" banyak yang berbakat dalam dunia teather. Memang mereka adalah pemain watak yang baik. Karena bakat ini dibawanya sejak lahir. Mereka gampang sekali tampak sedih, sedangkan sebelumnya tampak bergembira. Sedih dan gembira dapat dilakukan dengan tiba-tiba. Maka di dalam pergaulan, kawan-kawannya terkadang sempat dibuat kebingungan.

Remaja mangsa "Kapat" juga mempunyai kegemaran menyendiri, kalau tempatnya berkumpul itu terlalu bising atau hingar-bingar. Walaupun dia senang bergaul tetapi tidak senang hal-hal yang ribut dan keras. Pada umumnya remaja "KAPAT" adalah sahabat yang menyenangkan. Karena sifatnya yang arif dan cara bicara dan berfikirnya lebih tua dari keadaan usianya, maka banyaklah kawan sebayanya yang minta petunjuk.

Dalam pekerjaan, dia sangat terampil dan dapat menyelesaikan semua pekerjaannya dengan baik. Terhadap kawan sekerja pun dia senang memberikan pertolongan. Sehingga dia dapat terpilih menjadi ketua serikat kerja, atau kelompok para pekerja. Karena dia sanggup memperjuangkan kepentingan kawan-kawannya.

Sebagai pelajar pun dia berhasil, karena gemar membaca sehingga banyaklah ilmu pengetahuan yang diserapnya. Cerdik, pandai dan bijaksana. Patuh dan disiplin menjalankan segala perintah Gurunya. Sehingga Guru-Gurunya pun menaruh perhatian dan kepercayaan padanya.

Banyak keberuntungan yang dicapainya, sehingga seolah tidak pernah mengalami kesulitan. Semua itu dapat terjadi, karena dia sangat pandai mengamati lingkungan, mempelajari apa pun yang sedang dihadapinya. Bakat alam itu sudah begitu menonjol sejak masih anak-anak. Segala keputusannya telah diperhitungkan dengan masak-masak.

CIRI KHAS
Untuk mengetahui ciri khas yang mencolok anak, remaja, atau orang kelahiran mangsa "KAPAT" ialah dengan menyaksikan cara berpakaian dan menggunakan aksesori. Kalau kita menyaksikan seseorang dalam penampilannya tampak necis, trendy, dengan pakaian yang bagus bahkan perhiasan yang mewah serta dandanan yang berlebihan, maka dapatlah dipastikan bahwa orang itu adalah kelahiran mangsa KAPAT.

Selain dari itu tanda fisik yang mencolok adalah lesung pipitnya atau dekik pipinya yang membawa wajahnya bertambah manis. Selain dari pada itu tanda lain adalah penampilan wataknya yang khas, ialah cepat berubah dari suasana riang ke sedih dan dari sedih ke riang. Atau dari tertawa ke menangis dan kebalikannya dari menangis ke tertawa.

IKATAN PERSAHABATAN
Orang kelahiran Mangsa "KAPAT" tidak semua orang dapat cocok padanya. Seperti mangsa-mangsa lainnya, maka orang kelahiran mangsa Kapat ini mempunyai sahabat-sahabat yang cocok dan yang paling cocok. Artinya sahabat yang dapat berbagi rasa, suka maupun duka.

Bagi orang kelahiran mangsa KAPAT tentu saja dengan mudah untuk mendapatkan teman. Tetapi yang paling cocok adalah kelahiran mangsa "KAWOLU" (4/5 Februari - 1 Maret)

Selain itu ada pula beberapa teman yang dekat padanya, mereka itu adalah kelahiran mangsa Saddha (13 Mei - 22 Juni), kelahiran Kalima (14 Oktober - 9 NoVember), juga kelahiran Mangsa Karo (3 Agustus - 25 Agustus), kelahiran mangsa Kasadasa (27 Maret - 19 April) dan kelahiran Kapat itu sendiri.

Walau sebenarnya banyak orang-orang yang senang bergaul dan menjadi kawan-kawan yang baik padanya. Tetapi belum tentu mereka semua dapat seiya sekata atau sehati. Maka kawan itu belum tentu sahabat. Karena sahabat itu adalah kawan diwaktu suka dan duka.

PEKERJAAN YANG COCOK
Mereka yang terlahir mangsa Kapat, sebenarnya tidaklah sulit mencari pekerjaan. Tetapi dengan mempermudahkan suatu kerjaan belum tentu akan membawa kebahagiaan dan kecocokan. Maka harus dikaji terlebih dahulu dengan teliti.

Mengkajinya dengan cara mengetahui hari kelahiran terlebih dahulu, ternyata hari kelahiran itu juga mempunyai karakter. Maka haruslah di kelompok-kelompokkan, akhirnya ditemukan tiga kelompok yang masing-masing mempunyai karakter yang sama. Pembagian hari berdasar karakter hari itu adalah sebagai berikut ini:

1. Eka
Kelompok pertama ini adalah mereka yang terlahir pada hari Minggu, Rabu dan Jumat. Orang-orang yang terlahir pada mangsa Kapat itu pekerjaan yang paling cocok adalah pekerjaan yang berhubungan dengan keindahan yang disebut tata ruang. Tetapi juga ada bidang lainnya yang dapat digeluti sebagai profesi yaitu kapsalon, arsitek, dan sekretaris. Hampir semua pekerjaan yang berhubungan dengan keindahan dan kerapian. Karena orang kelahiran mangsa Kapat itu bersifat senang kepada hal-hal yang indah dan rapi, yang rnendatangkan ketenteraman hati. Adapun yang dapat mengangkat kadernya adalah sebagai ahli tata ruang, dekorasi dan interior.

2. Dwi
Adapun kelompok kedua adalah kelahiran hari Senin. Kelahiran hari ini cocok bekerja di bidang tarik suara atau penyanyi, pengarang, wartawan, aktor/aktris, pekerjaan di bidang seni teater. Tetapi pekerjaan yang mengangkat kariernya adalah bila dia berkecimpung di dunia karang-mengarang.

3. Tri
Kelompok terakhir ini adalah kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Pekerjaan yang sesuai dan cocok bagi kelompok ini ada beberapa kesempatan kerja, diantaranya adalah profesi bidang bangunan rumah, bekerja di lembaga bahasa, penerjemah, Kepolisian, atau biro jasa angkutan, ahli tata pertamanan, dan kemungkinan dapat juga sebagai penerbang. Tetapi pekerjaan yang paling cocok dan kariernya akan baik, adalah bidang pekerjaan yang sesuai dengan jiwa dan watak Batara Wisnu adalah menangani kejahatan dan penegak hukum khususnya Polisi.

Demikian tiga kemungkinan yang dapat dipersiapkan sejak dini, karena pekerjaan itu yang akan mengantar ke arah kebahagiaan dan sukses dikemudian hari. Bila pekerjaan yang digelutinya sesuai artinya cocok, maka pekerjaan itu tidak menjadi beban. Bahkan dapat mendatangkan gairah dan kegembiraan bekerja.

Sedangkan orang tua sebenarnya sudah dapat mengamati sejak masih kanak-kanak. Bukan memaksakan, tetapi mengarahkan ke porsi yang sebenarnya. Karena pada umumnya selama masa kanak-kanak, hingga masa remaja adalah saat mencari jati diri atau mencari bakat.

REJEKI & PENGHIDUPAN
Orang kelahiran mangsa KAPAT pada umumnya sejak kecil sudah hidup mewah. Tidaklah mengalami kesulitan dalam mencari nafkah. Karena seolah-olah dialah keberuntungan itu, keberuntungan itu selalu bersamanya.

Walaupun begitu, bagi kelahiran mangsa Kapat itu tidaklah berarti akan sama semuanya dalam segi keberuntungan dan keuangan. Seperti yang terjadi pada bidang pekerjaan dan karier, maka dalam segi Rejeki dan Penghidupan, juga di data dan ditentukan oleh hari ketika dilahirkan. Dikelompokkan menjadi tiga kelompok juga.

1. Eka
Kelompok kesatu ini adalah yang lahir hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka ini mempunyai rejeki yang baik, tetapi lebih mengutamakan kedudukan tinggi daripada uang. Apalagi dia sangat menggemari ilmu pengetahuan dan hidup dalam ketenangan. Apa yang didapat dari pekerjaannya dirasa sudah cukup. Tidak terlalu mengajar materi. Tetapi nasibnya memang baik, maka dihari tuanya serba kecukupan dan bahagia.

2. Dwi
Kelompok ini adalah mereka yang terlahir pada hari Senin. Bagi mereka yang terlahir di hari Senin pada mangsa "KAPAT" ini adalah orang yang banyak keberuntungannya. Selain harta dan pekerjaan yang mudah didapat, dia sendiri mempunyai kelebihan-kelebihan keterampilan. Semua itu karena dia gemar belajar dan selalu berguru. Artinya mengikuti kursus-kursus disamping dapat menyelesaikan sekolah dengan baik. Keberuntungan selalu beserta padanya, sehingga sejak masih muda sudah mendapat kernudahan mencari uang, maka hingga hari tuanya nanti dia selalu dalam hidup senang dan bahagia.

3. Tri
Kelompok ini adalah mereka yang terlahir di hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka ini adalah orang-orang yang senang bekerja keras. Berdasarkan pendataan Horoskop Jawa, Pranata Mangsa, maka kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu adalah orang yang paling bahagia. Seumur hidupnya tidak pernah mengalami kekurangan uang, rejekinya berlimpah ruah. Begitu pula kariernya sangat baik. Tetapi tidak menjadikan orang kelahiran ini menjadi pongah dan sombong, karena memang itu bukan sifat orang "KAPAT". Justru dia lebih cenderung mendermakan sebagian hartanya untuk kepentingan orang lain, tidak memilih golongan, bangsa, dan agama.

Demikian perjalanan hidup orang kelahiran mangsa "KAPAT" dalam segi rejeki dan sosial ekonominya.

HARI JAYA
Dalam kehidupan ini ada hari jaya dan hari terburuk bagi seseorang. Maka Horoskop Jawa telah memberikan suatu data perhitungan sebagai pedoman untuk mengetahui saat-saat yang baik untuk sesuatu pekerjaan yang dianggap besar.

Mangsa "Kapat" bulan Mei - Agustus adalah bulan terbaik baginya untuk mengerjakan sesuatu yang besar. Lebih tepatnya adalah sekitar 30 Mei - 2 Agustus memasuki wuku Wugu, Gumbreg, dan Pahang, mendapat anugerah paling besar dari Batara Wisnu. Kalau diantara tanggal-tanggal tersebut terdapat hari Minggu, Selasa, dan Jumat, adalah hari-hari yang paling baik bagi kelahiran mangsa "Kapat", utamanya adalah hari Jumat. Hari Jumat adalah hari jaya baginya, walaupun pada bulan apa saja.

HOBI
Kelahiran mangsa "Kapat" mempunyai beberapa macam hobi yang dapat dikomersialkan, maka akan berlimpah ruah juga hartanya.

1. Dekorasi, tata ruang.
2. Bertamasya ke tempat-tempat wisata yang berhawa dingin, sejuk.
3. Seni tari, dan seni busana.
4. Barang-barang antik, termasuk Lukisan, Kriya, dan Patung.
5. Berdiskusi, berlayar, dan safari sosial.

Demikian beberapa hobi orang Kapat yang sangat menonjol, tetapi hampir semua hal yang berbau Seni sangat disenanginya.

JODOH
Jodoh telah ditentukan oleh Tuhan, tetapi manusia mencoba untuk mencari-cari yang mana jodohnya yang sebenarnya. Horoskop Jawa berusaha mendeteksi sampai sejauh ini tentang kebenaran adanya kepastian jodoh seseorang.

Seperti juga dalam pergaulan dan persahabatan, maka kecocokqn seseorang terhadap orang lain itu berbeda-beda. Disinilah kelahiran mangsa Kapat yang cocok bila calon jodohnya kelahiran mangsa "Kawolu" (4/5 Februari - 1 Maret). Tetapi ada pula beberapa calon yang termasuk baik baginya ialah kelahiran mangsa "Saddha" (13 Mei - 22 Juni), "Kalima" (14 Oktober - 9 November), "Karo" (3 Agustus - 25 Agustus), "Kasadasa" (27 Maret - 19 April) dan baik juga sesama kelahiran mangsa "Kapat" (19 September - 13 Oktober).

BATU PERMATA
Bagi orang yang terlahir pada mangsa "Kapat" ada beberapa "Batu Permata" yang cocok baginya. Selain indah dan serasi, menurut yang percaya batu permata itu mempunyai khasiat.

1. Batu Opal: Batu permata ini juga disebut Kalimaya, khasiatnya menyembuhkan sakit impoten, sakit mata, dan kekuatan pikiran.

2. Berlian: Termasuk batu mulia, harganya sangat mahal. Khasiatnya dapat menjadi protektor dari serangan black magic, menguatkan tubuh, dan menenteramkan pikiran.

3. Merjan: Batu mulia ini juga disebut coraal, mempunyai khasiat melindungi diri dari serangan flu, batuk pilek, dan sariawan. Juga dapat melindungi anak dari gangguan penyakit, serta mempercepat tumbuhnya gigi.

4. Mirah: Batu ini dalam istilah perbatuan disebut Robijn atau Ruby. Berkhasiat untuk menolak lemah syahwat dan infeksi.

Batu-batu mulia dan batu permata itu adalah aksesori sebagai batu cincin, liontin, giwang, dan bros. Pasti saja harganya sangat mahal, tetapi bagi orang kelahiran "KAPAT" hal itu tidak menjadi masalah.

WARNA YANG COCOK
Bukan hanya serasi saja, tetapi mempunyai pengaruh bagi dirinya adalah segala warna Biru, kemudian Merah Anggur.

BUNGA
Bunga-bunga yang serasi dan disukainya adalah bunga Mawar Kemudian bunga Kenanga kuning, bunga Wijaya Kusuma dan Gradiol.

Mongso Kalima
KALIMA - Pancuran Emas Sumawur Ing Jagad
14 Oktober - 9 November

KEADAAN UMUM
Mereka yang terlahir pada tanggal 14 Oktober - 9 November adalah termasuk dalam Pranata Mangsa "KALIMA". Pada Mangsa itu hawanya sejuk dan cuaca syahdu, karena langit diselimuti mendung. Sering turun hujan, bahkan curah hujan sering pula sangat lebat.

Pada Mangsa "KALIMA" perjalanan Mangsa dikuasai oleh Batara Asmara, lama orbit 27 hari. Berpengaruh besar terhadap keadaan kelahiran, sifat, tingkah laku, bahkan keberuntungannya sangat dipengaruhi oleh Batara Asmara. Begitu pula keadaan alam semesta yang melambangkan keadaan orang-orang yang terlahir di Mangsa itu.

Batara Asmara, dewa kesenangan dan keberuntungan. Sebelum kesenangan itu datang, datanglah terlebih dahulu godaan yang berupa gangguan-gangguan tidak menyenangkan. Kalau orang itu tabah, maka kesenangan dan keberuntungan segera menggantikan derita itu. Gangguan atau derita itu adalah samaran dari Hyang Asmara. Kalau bentuk samaran Hyang Asmara tadi telah dikalahkan, maka akan muncul wujud Hyang Asmara yang sebenarnya ialah sang keberuntungan itu sendiri.

Agar kita selalu berdekatan dengan Hyang Asmara, maka kita harus selalu bertabah hati menghadapi segala macam cobaan dan godaan. Karena kalau kita mendapat cobaan dan rintangan itu, artinya Hyang Asmara sudah sangat dekat dengan kita. Demikian setelah cobaan dan rintangan itu lenyap, maka kesenangan pun datanglah.

Selain itu, Hyang Asmara mempunyai sifat mementingkan harga diri dan kewibawaan. Sifat tegas dalam mempertahankan harga diri dan kewibawaan itu disertai dengan sifat diam. Baginya yang terpenting adalah hasil pekerjaan yang baik, tidak mengharapkan suatu pujian. Batara Asmara juga pandai menekan emosi maupun ambisi.

Apa yang terjadi bagi orang terlahir dalam pengaruhnya Batara Asmara? Mereka juga mempunyai sifat lebih mementingkan gengsi, kewibawaan, harga diri, bekerja dengan diam-diam tetapi sukses.

Oleh karenanya orang yang terlahir dalam Mangsa "KALIMA" adalah orang-orang yang pendiam. Walaupun begitu, mereka dapat memberikan nasehat bagi orang yang membutuhkannya. Dia juga pandai menyimpan rahasia, sehingga banyak kawan yang mempercayai untuk sesuatu rahasia pribadi. Penampilannya penuh misteri, hal itu karena dia lebih senang bekerja secara diam-diam. Perkataannya penuh arti dan kepastian.

Bagi mereka yang baru mengenal orang kelahiran Mangsa "KALIMA" terasa sangat kaku bergaul dengannya. Segala sesuatu tampak sangat tertutup, tetapi bila sudah mengenalnya lebih lama, maka terasa suatu hubungan persahabatan yang baik dan penuh canda serta enak diajak untuk berbincang-bincang.

Bahkan ada sesuatu yang luar biasa bagi orang "KALIMA" ialah ketabahan hati, dalam menghadapi kehidupan penuh dengan rasa percaya diri, jarang mengeluh, dan tidak pernah menyerah bila menghadapi kesulitan apapun bentuknya. Mempunyai sesuatu yang istimewa, ialah di mana dia mengalami suatu kesulitan, maka akan menemukan suatu jalan untuk mengatasi kesulitan itu dan berhasil. Oleh karenanya bagi orang kelahiran Mangsa "KALIMA" tidak ada hal-hal yang dianggapnya sulit dan luar biasa. Semua masalah dan kehidupan ini, dihadapinya dengan gembira dan tidak pernah berkeluh kesah.

Dalam pergaulan di masyarakat, pada umumnya orang kelahiran mangsa "KALIMA" mempunyai pengaruh baik, tidak banyak bicara tetapi banyak perbuatan-perbuatan baik yang dibuktikannya. Janjinya selalu ditepati. Sehingga mempunyai wibawa dan disegani.

KEADAAN ALAM
Pada mangsa "KALIMA" yang berjalan selama 27 hari dari tanggal 14 Oktober sampai 9 November, berpengaruh terhadap keadaan alam semesta dan diberi candra "Pancuran Emas Semawur Ing Jagat", artinya pancuran emas yang tersebar di bumi.

Menilik Candra tersebut, nenek moyang kita memberi gambaran bahwa pada mangsa itu Tuhan telah menganugrahkan sesuatu yang berharga "emas". Kenyataan yang terjadi adalah pada saat itu "musim hujan" siang dan sore turun hujan, kadang-kadang hujan sangat lebat bahkan dapat menimbulkan bencana banjir.

Tetapi air adalah sesuatu yang berharga bagi kehidupan. Kalau manusia tetap memelihara kelestarian lingkungan, tidak menebangi pohon dan tidak menggunduli hutan, bencana banjir akan terhindar.

Keadaan angin kadang sangat keras berhembus dari Barat Laut menuju ke arah Tenggara dengan kekuatan kencang disertai angin lebat.

Hawa mulai dingin, pohon-pohon asam mulai meranggas daunnya. Musim buah mangga, yang segera dibarengi dengan munculnya lalat dan ular mulai keluar dari liangnya untuk mencari makan.

Dengan datangnya musim hujan, bagi daerah yang tidak tertimpa bencana banjir, maka kaum tani mulai menggarap sawahnya.

KEADAAN FISIK
Mereka yang terlahir di mangsa "KALIMA" umumnya kalo wanita mempunyai wajah cantik dengan tubuh serasi. Bagi pria mempunyai wajah ganteng dengan postur tubuh serasi dan bentuk leher agak besar. Matanya bersinar tajam, tangan berotot. Suatu gambaran fisik bahwa orang kelahiran mangsa "KALIMA" mampu melakukan pekerjaan yang berat. Cara berjalannya tegap dan gagah, hal ini menggambarkan sikapnya menghadapi segala persoalan dengan tegas pula.

Pengaruh Batara Asmara sangat kuat pada bagian vitalnya, pengaruhnya terhadap orang "KALIMA" bahwa dia senang kawin atau senang dalam melakukan seksualitas.

Bentuk dahi orang kelahiran KALIMA adalah lebar, bahkan rambut kepala sering rontok hingga dapat menjadi botak. Lubang hidungnya lebar. Bibirnya agak tebal dengan mulut agak lebar. Bagi orang kelahiran mangsa KALIMA ini dianjurkan untuk giat berolahraga, karena ada kelemahan bagian tulang belakang, cenderung dapat membungkuk pada hari tuanya nanti.

KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Keadaan anak kelahiran mangsa "KALIMA" pada umumnya memiliki kecerdasan otak luar biasa. Cepat menerima suatu pelajaran. Bahkan anak-anak kalima dapat dengan inisiatif sendiri mempelajari sesuatu tanpa guru.

Tetapi sifat anak-anak Kalima minta untuk diutamakan daripada anak yang lain. Rewel, cerewet, dan selalu minta lebih banyak dari yang semestinya.

Di kalangan anak-anak yang lain, maka anak Kalima ini menjadi pembela bagi kawan-kawannya yang mendapat ancaman. Karena anak Kalima berani mewakili kawannya yang diancam, walaupun musuhnya itu lebih besar dari dirinya. Di kalangan teman-temannya dia sangat royal. Senang menghambur-hamburkan uangnya dan mentraktir. Tidak mengherankan kalau anak kelahiran mangsa "KALIMA" mempunyai kawan dan sahabat yang tidak sedikit.

Sejak kecil anak KALIMA ini mempunyai kesenangan memelihara hewan, kucing, anjing, kelinci, burung, dan sebagainya. Tetapi harus diperhatikan benar, karena kadang dia dapat berbuat kejam dan sadis terhadap hewan peliharaannya itu.

Sifat pendiamnya terbawa sejak kanak-kanak. Walaupun diam, dia selalu memperhatikan lingkungannya. Kadang dia akan tampil sebagai jagoan untuk membela kawannya.

KEADAAN MASA DEWASA
Sifat Batara Asmara juga tetap berpengaruh kepada remaja kelahiran mangsa "KALIMA" diantaranya adalah sifat cemburuan, curiga dan kurang berterus terang dalam berbagai hal. Karena dia senang menyimpan rahasia, atau sesuatu yang segan untuk dibicarakan kepada orang lain. Sehingga orang lain pun tidak mengetahui apa maunya. Seolah kehidupannya diselubungi oleh rahasia.

Suatu yang sangat menarik bagi orang kelahiran mangsa Kalima ini adalah "kejujurannya" karena dia selalu menepati segala janji yang diucapkannya. Satu lagi ialah keistimewaannya untuk mempelajari bahasa asing. Dia akan dapat menguasainya dengan cepat. Begitu pula hal-hal yang bersifat gaib dan parapsikologi sangat cepat faham dan dapat menjadi ahli parapsikokogi (kebatinan).

Dalam pergaulan remaja "KALIMA" ini sangat disegani, tetapi karena sifatnya yang pendiam dan berwibawa, walaupun dalam keadaan biasa dia dapat bercanda dan berbincang-bincang. Tetapi kalau sedang marah dia akan diam dan berbicara hanya secukupnya. Hal itu yang membuat kawan-kawannya merasa segan bahkan ada yang merasa takut berhadapan dengan dia. Karena sering menegur kawannya yang bersalah dengan kata-kata yang menyakitkan hati dan ketus.

Dalam dunia pendidikan umumnya orang atau remaja kelahiran mangsa "KALIMA" selalu berhasil dengan baik, mendapat terbaik.

CIRI KHAS YANG MENCOLOK
Yang mencolok bagi orang kelahiran mangsa "KALIMA" ialah keberanian, pendiam, tetapi keras, dan mudah sekali tersinggung atau marah kalau kehendaknya tidak dituruti. Bila telah naik darah, maka dia terlalu nekad tanpa perhitungan, walaupun penyebabnya suatu hal yang sederhana sekali.

Di samping ciri khas pada postur tubuh yang sudah dibicarakan terdahulu. Maka ciri khas sifat dan tingkahnya itu dapat dijadikan sebagai data pribadi orang kelahiran mangsa "KALIMA".

IKATAN PERSAHABATAN
Pergaulannya sangat luas, tetapi tidak banyak sahabatnya, karena keras kepala, ketus, dan tertutup, orang enggan untuk bergaul dengannya. Bahkan terhadap lain jenisnya orang kelahiran mangsa "KALIMA" ini sering berbuat kasar dan ingin menguasai. Sehingga bisa terjadi bagi orang Kalima ini berpacaran lebih dari sekali. Bahkan ada yang sering putus, disebabkan cemburu buta. Tetapi juga ada yang sekali berpacaran lalu menjadi suami istri. Hal itu dapat terjadi kalau pilihannya tepat.

Yang paling cocok sebagai sahabat adalah yang terlahir pada tanggal 23 Juni - 2 Agustus atau Mangsa "KASO" Selain itu juga bisa ada kemungkinan baik bila bersahabat dengan kelahiran tangal 23 Desember - 3 Februari (KAPITU), tanggal 26 Agustus - 18 September (KATELU), dan kelahiran tanggal 14 Oktober - 9 November (KALIMA) sendiri.

Tiga orang sahabat dari tiga kelahiran, dari seorang sahabat lagi yang paling cocok ialah kelahiran mangsa "KASO" tersebut di atas. Sahabat sahabat tersebut adalah orang-orang yang dapat menyelami jiwanya. Bahkan bagi orang "KASO", sifat orang "KALIMA" itu sesuai baginya bahkan tidak ada masalah. Sehingga keduanya dapat bergaul sangat akrab.

KEADAAN KESEHATAN
Bagi orang yang terlahir pada mangsa "KALIMA" ada beberapa penyakit yang dapat mengganggunya. Artinya dan kemungkinan besar dapat terserang penyakit tersebut.

Hal itu berarti kalau kesehatannya terjaga dengan baik, berolah raga secara teratur. Penyakit itu tak akan menyerangnya. Pada dasarnya orang kelahiran mangsa "KALIMA" itu jarang sakit, seolah kebal terhadap jenis-jenis penyakit.

Penyakit yang mengancamnya adalah rematik, sakit jantung, ginjal, kencing gula, dan kemungkinan dapat juga terkena sakit kelamin. Adapun bagi wanita kelahiran mangsa "KALIMA" dapat terkena keputihan, kanker kandungan, juga gangguan pada rahim. Oleh karenanya haruslah berhati-hati merawat diri. Karena lebih mudah mencegah daripada mengobati.

PEKERJAAN YANG COCOK
Bagi kelahiran mangsa "KALIMA" ada beberapa pekerjaan yang cocok. Tetapi untuk kepastiannya, Horoskop Jawa membaginya menjadi 3 kelompok, menentukan bakat dari pekerjaan yang cocok untuk ditekuni. Dasarnya adalah hari lahir setiap individu, dari hari kelahiran itu dapat ditentukan pekerjaan yang cocok.

1. Eka
Kelompok pertama ini adalah kelahiran hari Minggu, Rabu dan Jumat. Orang yang terlahir pada hari Minggu, Rabu dan Jumat: polisi, wartawan, dokter, pengarang, badan Intel, pendeta, maupun rohaniawan, tapi yang paling cocok adalah sebagai polisi.

2. Dwi
Kelompok kedua adalah kelahiran hari Senin. Kelompok ini ada beberapa bidang pekerjaan diantaranya adalah sebagai aktris film, teater, dapat juga sebagai karyawan pada biro perjalanan, bahkan dapat juga sebagai pemilik perusahaan pelayaran, atau biro perjalanan, kontraktor, dan kedokteran atau poliklinik. Yang paling cocok dan berpengaruh dalam bidang kariernya adalah pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan atau kontraktor.

3. Tri
Kelompok yang ke tiga adalah kelahiran hari Selasa, Kamis, Sabtu. Kelompok ini adalah orang-orang yang mempunyai kesempatan kerja di bidang obat-obatan atau apotek, kosmetika, nelayan, dan teknik perkapalan. Kariernya akan terus menanjak kalau mengutamakan pekerjaan bidang kosmetik, atau mengusahakan salon.

REJEKI & PENGHIDUPANNYA
Bagi yang terlahir pada mangsa "KALIMA" dalam bidang keberuntungan dan rejekinya termasuk baik. Tetapi Horoskop Jawa membaginya dalam tiga kelompok. Kelompok itu adalah kelompok hari kelahiran, yang tentunya mempunyai perbedaan satu dengan yang lain. Kelompok-kelompok itu adalah sebagai berikut:

1. Eka
Kelompok ini terdiri dari hari kelahiran Minggu, Rabu, Jumat. Yang terlahir pada kelompok satu ini, pada umumnya mempunyai kemampuan berusaha dalam bidang komersial. Tidak melewatkan kesempatan yang ada, maka tidak pernah mengalami kesulitan masalah keuangan. Dia selalu mendapat keberhasilan yang gemilang, semua itu berkat kegigihannya. Dalam usia 29 tahun, akan mendapatkan rejeki nomplok, artinya keuntungan yang sangat besar yang tidak terduga. Keuntungan inilah yang kelak akan mengangkatnya menjadi kaya raya.

2. Dwi
Kelompok kedua terlahir hari Senin. Kelahiran Senin, mempunyai pengaruh yang kuat dalam segi materi. Karenanya sangat berhati-hati dengan uang, walaupun rejekinya sangat baik, bahkan dapat dikatakan melimpah. Lebih baik lagi setelah menikah.

3. Tri
Kelompok ketiga kelahiran hari Selasa, Kamis, Sabtu. Mereka yang terlahir pada hari tersebut, masa depannya sangat gemilang. Sejak remaja sudah dapat terlihat keberuntungannya. Bahkan sukses yang telah dicapainya dengan gemilang akan mengantar dia ke arah yang lebih tinggi lagi hingga ke percaturan Internasional. Rejekinya terus melimpah, kariernya terus mencuat, bahkan hidup berumah tangganya pun bahagia.

HARI JAYA
Bagi orang yang terlahir pada rnangsa "KALIMA" mepunyai hari jaya, hari-hari yang sangat berkesan indah dan baik. Hari yang mempunyai arti khusus.

Bagi orang "KALIMA" saat kejayaannya jatuh pada bulan Agustus. Sedangkan hari jayanya adalah hari Minggu dan Selasa. Hari-hari untuk memulai suatu pekerjaan yang besar, dagang, perjalanan jauh untuk urusan penting, maupun untuk usaha-usaha lain yang besar seyogyanga dipilih pada hari Minggu atau Selasa, pada bulan Agustus. Karena pada bulan April hingga Oktober, Batara Asmara memberkahi, pancarannya dapat terlihat di bumi kita dalam keadaan nyata. Pancaran pada wuku Gumbreg dalam bintang Skorpio. Dalam wuku itu tampak bintang yang bersinar sangat terang dengan sinarnya yang berwarna merah kuning, bintang tersebut bernama "Antares" pancaran sinar amarah, keberanian, dan gengsi.

HOBI
Orang yang terlahir pada Mangsa "KALIMA" mempunyai beberapa hobi yang menonjol. Hobinya itu dapat dikomersialkan oleh orang lain.

1. Berfoya-foya menghamburkan uang.
2. Memelihara binatang: Kucing, anJing, kelinci, burung, ayam.
3. Spiritual, menyepi, dan mendaki gunung.
4. Begadang dan memaksakan kehendaknya.

Beberapa hobi itu di samping dapat menyenangkan hati orang kelahiran mangsa "KALIMA" juga kadang dapat menguntungkan orang lain dalam segi komersial.

Sebenarnya ada pula yang sangat mencolok, ialah kesenangan berfoya-foya dengan wanita penghibur. Baik itu secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan.

JODOH
Bagi orang kelahiran mangsa "KALIMA" ada beberapa tipe kelahiran yang bisa menjadi kawan hidupnya. Seperti juga dalam pergaulan, dan persahabatan. Ada kelahiran mangsa-mangsa tertentu yang cocok bagi kelahiran mangsa "KALIMA" dalam perjodohan.

Yang paling cocok adalah calon pasangan yang terlahir hari mangsa "KASO" (23 Juni - 2 Agustus). Walaupun begitu ada beberapa alternatif karakter kelahiran yang lain, dapat juga perjodoh dengan kelahiran mangsa "KAPITU" (23 Desember - 3 Februari), juga dengan "KATELU" (26 Agustus - 18 September), dan mangsa "KALIMA" sendiri dan Kasanga (2 Meret - 26 Maret).

Gambaran-gambaran jodoh atau calon pendamping itu berdasarkan pengertian Horoskop Jawa. Sadangkan yang menentukan tak lain berpulang kepada Allah juga.

Orang kelahiran mangsa "KALIMA", kalau pria akan menjadi suami yang baik penuh dengan rasa bertanggung jawab, selalu menepati janjinya baik terhadap istri maupun terhadap anak-anaknya.

Kalau itu wanita, maka dia pun akan menjadi istri yang baik. Tahu betul tanggung jawab seorang ibu rumah tangga terhadap anak-anaknya. Ditanamkannya pendidikan praktis, keras, dan disiplin.

BATU PERMATA YANG COCOK
Bagi orang "KALIMA" ada beberapa batu permata yang cocok baginya. Batu permata dapat dipergunakan sebagai aksoseri atau perhiasan, tetapi juga mempunyai khasiat spiritual.

1. Topas
Batu permata Topas ini mempunyai keindahan dengan pancaran sinar lembut kekuning-kuningan. Selain dari pada itu juga mempunyai khasiat sebagai penangkal sakit encok, syaraf, juga menyembuhkan sakit dada dan terbakar.

2. Kalimaya
Batu Kalimaya mempunyai sinar yang unik aneka warna kemilau. Batu permata ini dapat dijadikan liontin, giwang maupun sebagai batu cincin. Selain dari kepentingan tersebut, dapat juga sebagai obat penyembuh lemah syahwat, dapat pula untuk menyembuhkan gangguan mata. Selain itu juga dapat untuk meningkatkan daya pikir.

3. Aquamarin
Batu permata Aquamarin atau Sinar Laut ini bagus sekali untuk perhiasan, liontin, giwang, maupun batu cincin. Karena mempunyai khasiat untuk penyembuhan sakit lever, sakit pencernaan, dan lesu badan tenaga kurang.

WARNA YANG COCOK
Bagi mereka yang terlahir pada mangsa Kalima, maka terdapat beberapa jenis warna yang cocok baginya. Warna-warna itu selain dipandang dari segi keserasian, juga dipandang dari sudut parapsikolog.

Bagi kelahiran mangsa kalima, warna yang paling cocok dan paling serasi baginya adalah warna Merah. Karena warna itu mengandung arti kesetiaan dan tanggung jawab. Selain warna merah, juga serasi menggunakan warna putih. Selain keserasian dan kepantasan warna putih mempunyai makna kesucian, kepasrahan, kelembutan dan kebaikan hati.

Maka warna-warna selain kedua warna itu, kurang baik bagi orang yang terlahir pada mangsa kalima. Lebih-lebih warna hitam, seyogyanya tidak memakainya, menurut pakar warna dan daya magis yang dipancarkan, bahwa warna hitam memancarkan pancaran kenistaan, itu bagi kelahiran mangsa KALIMA (14 Oktober - 9 November).

BUNGA
Bunga yang serasi dan mempunyai efek berpengaruh kepada kejayaan dan membangkitkan daya imajinasi bagi orang kelahiran mangsa "KALIMA", ada beberapa jenis bunga:

1. Bunga Melati
2. Bunga anggrek
3. Bunga Sedap malam
4. Bunga Gadena

Bunga-bunga tersebut diatas, selain warnanya yang putih, juga baunya semerbak. Dari bau yang semerbak itulah membangkitkan nostalgia. Kenangan lama, kemudian akan bangkit semangat baru dibarengi dengan rasa indah dan ayahdu. Efeknya membawa keberuntungan yang hakiki.


Mongso Kanem
KANEM - Rasa Mulya Kasuciyan
10 November - 22 Desember

KEADAAN UMUM
Orang yang terlahir pada tanggal 10 November - 22 Desember, termasuk di dalam kedudukan mangsa "KANEM" yang lamanya orbit 43 hari dan ditandai dengan candra "Rasa Mulya Kasuciyan" yang berarti mendapatkan rasa bahagia karena perbuatan baik. Mangsa tersebut dibawah kekuasaan Batara Guru. Kedudukan Mangsa di Barat Daya dan saat itu musim hujan.

Batara Guru adalah Dewa yang merajai para Dewa. Pada awal keberadaannya bernama Manikmaya. Konon bercahaya putih gemerlapan. Menurut sabda Sang Hyang Tunggal bahwa Manikmaya kelak akan berkuasa dan berparas rupawan tanpa cacat. Tetapi ketika Manikmaya mendengar itu terbersitlah di dalam hatinya suatu kesombongan dan bangga.

Sang Hyang Tunggal mengetahui apa yang terbersit di dalam hati Manikmaya itu dan tidak berkenan. Maka disabdanya bahwa karena sifatnya itu kelak Manikmaya akan mendapatkan beberapa cacat pada tubuhnya.

Dalam gambaran sang Manikmaya itu, tenyata akan menurun pula pada orang yang terlahir mangsa "KANEM" terkadang timbul suatu rasa bangga diri. Kemudian menyingkirkan jauh-jauh perasaan bangga diri itu diganti dengan perbuatan untuk kebaikan orang lain. Orang "KANEM" bila diperlukan, dia rela untuk berkorban.

Penampilannya sangat simpati dan optimis, didalam pergaulan sangat disenangi oleh kawan-kawannya. Pandai bergaul dan dia sangat membenci kepalsuan.

Ada pula yang sangat ditakuti adalah kesepian. KANEM sangat menyukai pergaulan, senang bersahabat, dan berorganisasi. Karena sikapnya yang tegas dan julur, maka orang Kanem sering dapat menduduki tempat yang teratas. Begitu pula dalam pekerjaan.

Tercapainya jenjang karier yang tinggi dan dihormati orang setelah usia di atas 30 tahun. Seperti juga Sang Manikmaya setelah kejadian sabda-sabda Hyang Tunggal, barulah dia mantap dan benar-benar sadar. Kemudian menjalani kehidupan sebagai Batara Guru yang memegang keadilan, kekuasaan, dan disembah para Dewa dan Umat.

Pada umumnya kehidupan maupun nasib orang kelahiran Mangsa Kanem pada masa kanak-kanak kurang layak. Keluarganya mendapat ujian yang sangat berat. Ada-ada saja derita yang menimpa, kegagalan orang tua dalam usaha, dagang, maupun pekerjaan lain hingga menganggur. Kemelaratan, mungkin juga orang tuanya bercerai dan keluarga itu berantakan. Hingga kehidupan orang mangsa "KANEM" itu menjadi suilt. Bahkan tidak jarang pula orang "Kanem" ditinggal mati oleh kedua orang tua pada usianya yang masih kanak-kanak.

Seperti diuraikan terdahulu, penderitaan itu yang mendewasakan dirinya. Manikmaya terus berjuang mengatasi segala penderitaan karena Sabda Hyang Tunggal. Kemudian perjuangan dan ketabahan, serta kemauan yang keras untuk mau memperbaiki sifat-sifatnya yang kurang baik. Setelah menemukan kebenaran, barulah Hyang Tunggal mengampuni dan dinobatkan menjadi Raja dari semua Dewa dan penguasa tertinggi. Maka bergelar Batara Guru. Begitulah orang kelahiran mangsa Kanem, banyak derita yang diterimanya ketika masih kanak-kanak. Barulah setelah dewasa, budi pekertinya mencapai kesadaran. Kejujuran, senang membela yang lemah, bahkan mau berkorban demi orang lain, pada saat-saat itulah keberuntungan mulai menghampirinya.

Dapat juga terjadi bahwa dia mendapat pertolongan dari orang lain yang bersimpati padanya. Atau pun dia akan mendapatkan jodoh dari orang yang kaya, sehingga dia akan mendapat kedudukan yang tinggi dan kaya raya serta banyak sahabat dan handai taulannya.

KEADAAN ALAM SEMESTA
Pada mangsa "KANEM" adalah mangsa musim hujan. Bahkan disertai dengan bertiupnya angin dari Barat ke Timur dengan suara yang gemuruh menakutkan. Hujan dan petir menyambar-nyambar. Hawanya dingin dan hujan turun sewaktu-waktu.

Pada saat itu sedang musim buah-buahan mangga, durian, rambutan dan lain-lainya. Sawah tadah hujan telah cukup mendapat curahan air hujan, bahkan jenis kepik air mulai berkembang biak. Pada saat itulah kaum tani memulai menyebar benih padi di persemaian.

KEADAAN FISIK
Keadaan dan bentuk tubuh orang kelahiran mangsa "KANEM" pada umumnya adalah serasi dan menarik. Tubuhnya tinggi, tidak gemuk tetapi sedang, wajahnya terang berseri berbentuk bulat telur, rambut hitam tebal. Matanya bulat dan bersinar terang, mulutnya lebar dengan bibir sedang, giginya bagaikan mutiara, hidungnya mancung.

Tetapi di balik semua yang indah dan serasi itu, orang mangsa "KANEM" mempunyai kelemahan tulang, baik tulang kaki maupun pada tulang belakang, sehingga ada kemungkinan dapat lumpuh maupun bungkuk pada usia di atas 30 tahun.

Dengan diketahui kelemahan ini maka lebih utama menjaganya, dari pada mengobati setelah terlanjur. Berolahraga, dan keteraturan makan sayur-sayuran terutama yang mengandung zat kapur misalnya kol.

KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Seperti diuraikan terdahulu, bahwa anak "KANEM" mengalami penderitaan sejak masih kanak-kanak. Baik itu derita karena kemelaratan orang tuanya, derita karena perceraian orang tuanya, derita karena kematian orang tuanya, maupun disebabkan oleh hal yang lain.

Kalau tentang kemelaratan dia tidak peduli, yang dipedulikannya adalah tentang keadilan dan kejujuran. Walaupun dalam hidup melarat dia tetap tegar dan rapi. Hanya saja ada kesan seolah anak "KANEM" itu sombong dan takabur, hal itu dapat terjadi karena sifatnya yang sering membanggakan diri setiap berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan yang sulit dikerjakan oleh orang lain, secara bergurau dia akan memuji diri sendiri, "Aku kok.." katanya sambil tertawa. Itulah yang menimbulkan kesan kesombongan.

Dalam bidang studi, anak kelahiran mangsa "KANEM" sangat rajin. Pada umumnya dapat mencapai yang diinginkannya. Bahkan tidak sedikit orang-orang jenius yang terlahir pada mangsa "KANEM". Lagi pula anak kelahiran mangsa Kanem, senang bergaul, walaupun tidak banyak berbicara tetapi banyak pula sahabatnya.

KEADAAN MASA REMAJA
Kejujuran adalah pegangan hidupnya. Walaupun remaja-remaja kelahiran mangsa "KANEM" ini hidupnya melarat, tetapi hatinya optimis menghadapi masa depan. Setia kepada prinsip, cita-cita, serta pekerjaannya.

Remaja Kanem yang telah bekerja, dia akan tetap setia dengan pekerjaannya itu. Walaupun ada orang yang membujuknya dengan bayaran yang lebih tinggi, dia akan lebih setia dengan pekerjaan yang telah ditekuninya walaupun gajinya lebih rendah.

Untuk mencapai kariernya yang lebih baik, orang kelahiran mangsa Kanem cenderung untuk mempelajarinya, baik dengan membaca, maupun kursus atau sekolah kejuruan.

Orang kelahiran Kanem, suka mengerjakan sesuatu untuk kepentingan orang lain tanpa memikirkan imbalan. Karena dia akan mengerjakan pekerjaan itu dengan rasa tulus dan penuh tanggung jawab.

Pada umumnya remaja kelahiran mangsa "KANEM" sangat menarik didalam pergaulan. Bahkan dalam percintaan sering digandrungi lawan jenisnya, baik karena keadaan fisik yang rupawan, maupun penampilannya.

CIRI KHAS
Ada beberapa ciri khas orang kelahiran mangsa "KANEM" yang sangat mencolok ialah senang menyendiri, membaca dan belajar berbagai ilmu pengetahuan. Di samping itu, dia mempunyai kebiasaan menggurui walaupun kawannya itu baru saja dikenalnya.

Maka bila kita bertemu dengan orang yang mempunyal sifat: senang menyepi, gemar membaca dan belajar, senang menggurui siapa saja walaupun baru dikenalnya. Maka besar kemungkinannya dia adalah orang kelahiran mangsa "Kanem".

IKATAN PERSAHABATAN
Di dalam pergaulan di kancah masyarakat, orang Kanem mendapat tempat yang baik. Karena dia memegang teguh prinsip, jujur, dan cerdas. Sehingga bila ada yang menghadapi kesulitan, dia tampil sebagai sukarelawan, membantu dan menyelesaikan masalah tanpa pamrih.

Kalau terjadi perselisihan dan kesalah pahaman maka dia pun bersedia memaafkan maupun minta maaf kalau memang dia yang bersalah.

Orang yang terlahir dalam mangsa "Kanem" dapat menjadi sahabat yang baik, setia, dan bersedia berkorban demi sahabatnya. Maka dengan demikian, darinyalah dapat diharapkan suatu bantuan tanpa pamrih dengan kesadaran tanpa maksud tertentu. Pekerjaan yang bagaimanapun beratnya, akan dikerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan selesai dengan baik.

Maka di dalam kariernya dia akan cepat menonjol dan menanjak. Tidak ada orang lain yang iri padanya. Karena mereka berpendapat bahwa itu layak diterimanya.

Bergaul dengan orang kelahiran mangsa "Kanem" memang menyenangkan dan menambah wawasan. Kebiasaan orang kelahiran Kanem senang membicarakan hal-hal yang berguna dan berwawasan luas.

Sahabat karibnya adalah orang yang terlahir pada mangsa "Kasadasa" (27 Maret - 19 April). Tetapi tidak tertutup pula yang terlahir pada tanggal 19 September - 13 Oktober (KAPAT), juga kelahiran tanggal 3 Agustus - 25 Agustus (KARO), begitu pula dengan kelahiran 4/5 Februari - 1 Maret (KAWOLU). Tetapi orang kelahiran mangsa Kasadasa-lah sahabatnya yang kekal yang dapat diistilahkan "Sedulur Sinoroh Wadi", sahabat bagaikan saudara yang sudah saling terbuka tak ada lagi rahasia di antara ke duanya.

KEADAAN KESEHATAN
Orang yang terlahir pada mangsa "KANEM" mempunyai kelernahan fisik, mudah terserang penyakit. Di antara bagian tubuhnya yang rawan penyakit, adalah bagian tenggorokan, paru-paru, telinga, perut, dan tulang punggungnya.

Bahwa orang kelahiran Mangsa "KANEM" bukannya orang yang mudah terkena penyakit, bahkan pada umumnya kesehatannya cukup baik sejak masih kanak-kanak. Hanya kalau kurang penjagaan pada tempat-tempat yang tersebut tadi, maka dia akan sering terkena infeksi di saluran pernafasan, sakit gigi, dan rematik.

Tetapi kalau sejak masih Remaja telah dibiasakan berolahraga, senam, aerobik, maupun olahraga lainnya, juga makan makanan yang mengandung gizi tinggi dari tumbuh-tumbuhan. Maka kesehatannya akan lebih baik bahkan kepekaan-kepekaan terhadap penyakit tadi dapat lenyap.

PEKERJAAN YANG COCOK
Untuk mengetahui pekerjaan yang cocok bagi orang kelahiran mangsa "KANEM" dalam penelitian Horoskop Jawa berdasar kedudukan Mangsa pada weton dan wuku.

Astrologi Jawa menjabarkan pekerjaan yang cocok berdasarkan Horoskop Jawa dalam tiga kelompok kelahiran atau weton.

1. Eka
Kelompok kesatu ini adalah mereka yang lahir pada hari: Minggu, Rabu, dan Jumat. Mereka ini adalah orang yang berbakat dalam pekerjaan sebagai pengarang, atlit, pengusaha percetakan dan penerbit, serta dapat pula sebagai mubaliq. Tetapi yang paling cocok dan mengantarkan ke arah sukses yang gemilang adalah pada profesi penerbitan. Kariernya pun akan meningkat dengan gemilang, khususnya dalam bidang media cetak tersebut.

2. Dwi
Pada bagian kedua ini adalah kelompok kelahiran hari Senin. Mereka yang terlahir pada hari Senin, adalah suatu pekerjaan yang cocok dan mengantarkan ke arah keberhasilan baik karier maupun ekonominya adalah profesi di bidang kemiliteran. Baik itu perwira, bintara, maupun tamtama. Dapat juga sebagai pegawai pada bidang Litbang (semacam LIPI) dan juga dunia seni dapat ditekuninya, khususnya musik dan seni lukis. Tetapi yang akan menghasilkan uang banyak dan kegemilangan kariernya adalah dalam bidang seni lukis, karena dia mempunyai ketekunan, kesabaran, dan daya imajinasi yang kuat. Coretan-coretan kuas maupun paletnya diatas kanvas sangat hidup dan berkesan mistis.

3. Tri
Pada bagian kelompok ketiga, ialah mereka yang terlahir pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Mereka ini cocok bekerja pada bidang kesehatan, poliklinik, rumah bersalin, juga sebagai dokter atau dokter hewan. Dunia pembangunan sebagai kontraktor maupun sebagai insinyur perancang, juga dapat menjadi guru atau mempunyai sebuah biro kursus yang besar, jadi pedagang dalam perdagangan umum, dan pembela perkara. Namun sesuai dengan jiwanya yang tidak komersial demi kepentingan orang lain, pekerjaan yang paling cocok adalah pembela perkara, mendirikan biro pengacara atau LBH.

REJEKI & PENGHIDUPANNYA
Seperti juga yang tertera pada bagian pekerjaan, bagi orang yang terlahir pada mangsa "KANEM" tentang rejeki dan penghidupannya bergantung kepada hari kelahiran.

Berdasar Horoskop Jawa yang menentukan kedudukan weton dan wuku pada mangsa "KANEM" maka Astrologi Jawa menjabarkannya menjadi tiga kelompok pula.

1. Eka
Dalam kelompok ini adalah mereka yang terlahir pada hari Minggu, Rabu, dan Jumat. Mereka itu adalah orang yang akan berhasil pada usia tua. Ketika umurnya masih muda maka hidupnya menderita, kekurangan, dan susah. Tetapi setelah usia mencapai 24 tahun ke atas rejeki dan penghidupannya akan terus meningkat. Bahkan pada usianya yang ke 29 tahun dia akan menjadi orang yang kaya dan sukses.

2. Dwi
Kelompok yang kedua adalah mereka yang terlahir pada hari Senin. Kelompok kedua ini adalah mereka yang terlahir pada hari Senin, adalah orang yang mempunyai keberuntungan yang lebih baik. Karena setelah berusia 29 tahun rejekinya bagaikan mengalir tak henti-hentinya. Seolah-olah segala yang dikerjakannya mendatangkan keuntungan yang melimpah. Sehingga layaklah kalau dihari tuanya orang kelahiran mangsa "Kanem" hari Senin ini hidup dalam bahagia di samping harta yang melimpah ruah.

3. Tri
Kelompok yang ketiga ini, adalah mereka yang terlahir pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Orang kelahiran Kanem yang termasuk kelompok ketiga ini, sebelum berumur 29 tahun hidupnya dalam derita, ada-ada saja penyebabnya sampai pula pada bidang keuangan. Tetapi setelah berusia 29 nasibnya mulai berubah baik. Bahkan pada perkembangan selanjutnya terus maju dan kaya raya. Tetapi seperti pada umumnya orang kelahiran mangsa Kanem, walaupun telah menjadi orang yang berhasil dan kaya raya namun tidak angkuh. Bahkan pintunya selalu terbuka bagi siapa saja, artinya sebagian hartanya untuk disumbangkan kepada badan-badan sosial dan untuk menolong orang lain yang membutuhkan.

SAAT YANG TEPAT
Saat yang baik bagi orang kelahiran mangsa Kanem untuk mengerjakan segala sesuatu yang penting adalah pada bulan Juli hingga Oktober. Mangsa "KANEM" menempati pada galaksi "Bima Sakti" yang menggambarkan Bima Sena sedang membuat sungai Serayu.

Tepatnya pekerjaan itu dapat dilakukan pada hari Kamis dan hari Minggu. Tetapi yang paling tepat adalah memilih hari Kamis. Karena pada hari itu ada suatu kekuatan keberanian atau semangat yang suci dipancarkan oleh Batara Guru padanya. Segala pekerjaan akan berhasil dengan gemilang.

HOBI
Kesenangan yang terpelihara sejak masih kanak-kanak bagi orang kelahiran mangsa "KANEM" yang kemudian dapat juga dikomersilkan adalah kesenangan atau hobinya "Mengajari" orang lain. Hobinya ini dikemudian hari dapat dimanfaatkan sebagai guru sekolah atau dosen bahkan guru besar. Hobi itu secara terperinci sebagai berikut:

1. Membaca buku Ilmu Pengetahuan.
2. Pergi ketempat penyepian/menyepi untuk belajar.
3. Melukis.
4. Mendengarkan musik lembut.
5. Berpakaian rapi.
6. Menata ruang tamu dan kerapian di dalam rumah.
7. Berternak ikan dan sapi.

Kalau kita teliti jenis-jenis hobinya terbukti bahwa orang Kanem mempunyai jiwa sabar dan jiwa seni.

JODOH
Bagi mereka yang terlahir dalam tanda mangsa "KANEN" seperti juga dalam memilih sahabat dan sahabat karib, maka jodohnya pun tidak jauh seperti memilih sahabat. Kecocokan yang menjadi pilihan utamanya. Harta dan pangkat adalah faktor kedua.

Tetapi walaupun demikian banyaklah orang kelahiran mangsa Kanem yang mendapatkan jodoh orang kaya raya. Sehingga dengan demikian dia pun akan terangkat dari penderitaan dan kemiskinan menuju ke kaya raya. Karena setelah menikah itulah kekayaan akan datang.

Jodoh bagi orang kelahiran mangsa "KANEM" adalah kelahiran tanggal 27 Maret - 19 April (KASADASA).

Tetapi juga tidak mengurangi kemungkinan yang cukup baik dan kecocokan adalah kelahiran tanggal 19 September - 13 Oktober (Kapat), tanggal 3 Agustus - 25 Agustus (Karo), dan kelahiran tg. 4/5 Februari - 1 Maret (Kawolu).

Berdasarkan perhitungan Horoskop Jawa itu, maka Astrologi Jawa meramalkan bahwa perjodohan dengan selain tersebut diatas, akan menimbulkan kerugian dan sia-sia bagi orang kelahiran mangsa Kanem itu sendiri. Bahkan akan mengakibatkan penderitaan lahir dan batin.

BATU PERMATA YANG COCOK
Ada beberapa jenis batu permata atau batu mulia yang cocok untuk aksesori orang Kanem. Batu mulia itu adalah batu yang dimuliakan, baik karena keindahan kilauannya maupun harganya yang mahal.

Di samping itu semua, batu mulia juga mempunyai khasiat yang luar biasa dan terpilihlah yang cocok bagi orang "KANEM" sebagai berikut:

1. Berlian/Intan
Batu mulia ini selain indah juga termahal harganya. Di samping itu juga mempunyai khasiat menolak segala daya gaib, menguatkan tubuh, dan menenteramkan fikiran.

2. Batu Nilam (Carbuncle)
Selain indah kilauannya, juga berkhasiat untuk menyembuhkan sakit yang menular dan mengurangi rangsangan seks.

3. Pirus (Turkoois)
Batu permata ini selain indah gambamya, juga dapat bermanfaat sebagai pencegah segala macam bahaya atau sihir yang datangnya dari atas.

4. Topaz (Topaas)
Batu mulia Topaaz kilau cahaya kekuning-kuningan lebih-lebih kalau diasah paset kilauannya sangat cemerlang. Di samping itu mengandung khasiat juga untuk menyembuhkan rematik, dan penyakit dada.

Demikianlah ada empat jenis batu permata yang cocok bagi orang kelahiran mangsa "KANEM" berarti tidak sembarang batu permata, janganlah memandang segi keindahan dan mahalnya harga, tetapi pandanglah dari segi kecocokan.

WARNA YANG IDEAL
Dalam segi kecocokan, keserasian, dan kewibawaan seseorang dalam memilih jenis warna yang cocok dan menimbulkan kesan anggun adalah ketepatan memilih jenis warna.

Bagi orang yang terlahir pada mangsa "KANEM" ada beberapa jenis warna yang cocok. Adapun warna yang paling cocok bagi orang kelahiran mangsa "KANEM" adalah warna hijau. Kemudian dapat juga dengan warna merah jingga, dan kuning terang.

BUNGA
Bunga yang cocok dan akan membangkitkan semangat dan inspirasinya adalah bunga melati. Kemudian terdapat pula kembang-kembang suflir, lely, dan mawar yang berwarna merah.

Mongso Kapitu
KAPITU - Wisa Kentas Ing Maruta
23 Desember - 3 Februari

KEADAAN UMUM
Mereka yang terlahir tanggal 23 Desember - 3 Februari, adalah termasuk kelahiran mangsa "KAPIT'U" dalam kuasa Batara Endra. Mangsa Kapitu lama orbit 43 hari dan candranya "Wisa Kentas Ing Maruta" yang artinya "Bisa Disapu Angin" bersih dan bahagia.

Besar pengaruh sakti Batara Endra, dewa yang menguasai Surga itu tentu saja tidak senang dengan bentuk-bentuk kejahatan. Begitu pula orang kelahiran mangsa "KAPITU" mempunyai sifat baik dan bersih. Dapat juga tampil sebagai seorang pemimpin yang penuh disiplin dan tegas serta jujur. Maka orang Mangsa "KAPITU" selalu disegani oleh kawan-kawannya, baik dalam pergaulan di masyarakat, maupun dalam pekerjaan dan organisasi.

Batara Endra sebagai kuasa Junggringsalaka (tempat tinggal para dewa) bahkan tempat tinggal Batara Guru yang disebut Kaendran juga dalam pengawasan Batara Endra. Batara Endra juga bertugas menyampaikan anugrah-anugrah kepada semua umat. Maka tidak mengherankan kalau Batara Endra mempunyai sifat adil dan melawan segala bentuk kejahatan dengan penuh bijaksana.

Pada waktu dilahirkan Batara Endra membuat gara-gara, yaitu angin besar berhembus, hujan lebat, badai dan petir menyambar-nyambar bahkan diceritakan kalau air laut sampai terhempas ke darat.

Begitu pula orang yang terlahir pada mangsa "KAPITU" keadaan alam dilanda hujan dan topan. Hujan lebat dan prahara ribut, hingga timbul bencana banjir di mana-mana. Tentu saja tidak semua orang yang terlahir di mangsa "KAPTTU" mengalami hal tersebut. Walau pun pada saat itu sedang musim Penghujan, namun kelahiran seorang manusia ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Walaupun begitu Tuhan menurunkan juga ilmu-ilmu untuk kepentingan Umat dan memelihara kelestarian semesta alam. Maka orang Kapitulah yang mempunyai tugas berat untuk menjaga lingkungan hidup.

Sifat-sifat orang Kapitu tegas dan jujur serta rajin bekerja. Dia mampu mempengaruhi orang-orang disekitarnya, seolah-olah dialah pemimpin kelompok itu. Padahal dia berpengaruh bukan karena sebagai pemimpin, tetapi karena mempunyai wibawa dan disegani.

Tentu saja semua yang digambarkan di sini merupakan pandangan secara garis besar. Jadi tidak semua orang yang terlahir pada mangsa Kapitu harus sama. Karena akan mengalami perbedaan, bila terlahir pada Wuku, Weton, maupun jam yang berbeda pula. Walau begitu secara garis besar akan nampak sifat khas mangsa "KAPTTU" pada diri mereka.

Batara Endra wajahnya tampan, dagunya lancip dan berjambang. Bila berjalan menunduk. Begitu pula orang yang terlahir pada mangsa Kapitu. Bila pria maka cenderung mempunyai jambang yang cukup lebat dan kalau berjalan menunduk seolah mencari barang sesuatu yang terjatuh. Hal itu juga, menggambarkan sifatnya yang teliti dalam menjalankan segala macam pekerjaan.

Bagi orang yang terlahir pada mangsa Kapitu, jiwanya optimis. Dia tidak pernah mempersoalkan masa depan, karena dia yakin apa yang dikerjakan hari ini menentukan hari esok. Maka hari ini harus dikerjakan secara serius, jujur, bersih, dan penuh rasa tanggung jawab.

Sebagian besar dari orang kelahiran mangsa Kapitu, tampil sebagai pemimpin-pemimpin yang bijaksana, pembaru, dan menentang segala bentuk penindasan atas manusia. Kepemimpinannya berdasarkan kebijakan, bukan kekejaman.

KEADAAN ALAM SEMESTA
Mangsa "KAPITU" lamanya 43 hari, 23 Desember - 3 Februari. Pada saat itu langit selalu mendung. Hujan turun sehari-hari bahkan dengan curah hujan yang lebat. Angin bertiup dari arah Barat dan tidak menentu dengan kekuatan tinggi. Banjir melanda daratan-daratan dibalik gunung, lembah, ngarai, dan muara-muara sungai.

Karena hujan seolah tidak pernah reda itu, burung-burung, mendapat kesulitan mencari tempat yang teduh dan sulit mencari makan.

Selain itu, pada mangsa Kapitu banyak terjangkit penyakit baik itu indemi, maupun epidemi. Petani tanam padi di sawah. Karena angin yang berhembus kencang setiap saat di musim Kapitu tersebut, maka bulu-bulu rawe dan miang pun banyak berterbangan. Wabah penyakit gampang terjangkit, dari suatu daerah ke daerah yang lain. Maka pada musim itu diberi candra "Wisa Kentas Ing Maruta" yang artinya dalam bahasa Indonesia "bisa tertiup angin", baik itu kenyataan maupun sebagai ibarat. Karena watak orang yang terlahir pada mangsa Kapitu hatinya bersih tidak berbisa, artinya pada umumnya berhati mulia, jujur, dan penuh kasih sayang terhadap sesamanya.

KEADAAN FISIK
Orang yang terlahir pada mangsa "KAPITU" pada umumnya tubuhnya kurus dan tinggi, bentuk dadanya tidak bidang agak tipis (dada burung), wajahnya persegi, dengan bentuk dagu agak panjang, rambutnya hitam tebal dan kaku. Rambut alisnya tebal, begitu pula bulu matanya tampak hitam dan lebat, lehernya jenjang dan bermata bulat.

Yang paling menarik bagi orang kelahiran mangsa "KAPITU" adalah kalau sedang berjalan seolah tidak menginjak tanah dan kepalanya menunduk seakan mencari sesuatu yang terjatuh.

Selain dari pada itu, orang Kapitu kalau sedang berbicara hal-hal yang serius selalu gagap terpatah-patah, bahkan tampak tidak dapat menyembunyikan gejolak hatinya, hal itu tergambar pada getaran tangannya yang seolah gemetar.

KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Anak-anak yang terlahir pada mangsa "KAPITU" pada umumnya mempunyai rasa cinta kasih terhadap kedua orang tuanya secara berlebihan. Dia sangat prihatin bila menyaksikan kesulitan-kesulitan yang dialami orang tuanya, dia ingin membantu untuk menyenangkannya. Maka anak mangsa Kapitu tidak pernah menyulitkan orang tua dengan mengajukan permintaan yang mungkin akan membebani orang tua. Dia mau menerima apa adanya tanpa banyak menuntut.

Sayangnya sebelum umur mencapai dewasa, anak mangsa Kapitu sering menderita sakit. Lebih-lebih penyakit yang menjadi langganannya yakin penyakit panas dingin, influenza, bahkan batuk dan radang tenggorokan.

Dalam pergaulan dengan sesama kanak-kanak baik-baik saja. Dia selalu menghindari bentrokan dengan temannya. Penampilannya sederhana, kurang memperhatikan kemewahan, bahkan alat-alat permainannya pun sederhana, cenderung buatan sendiri lebih disenanginya. Kalau sedang marah, dia akan menjauhi keramaian, duduk menyendiri dan diam. Jarang anak kapitu mau mengakui kesalahannya dan jarang pula bertanya, tentang sesuatu yang sebenarnya dia mengalami kesulitan.

Bidang olah raga, kurang diminatinya. Dia lebih senang menjadi penonton katimbang menjadi pemain.

Masa kanak-kanaknya dilaluinya hanya dengan belajar, khususnya di sekolah. Karena masa anak-anak mangsa '"KAPITU" tidak tertarik terhadap kegiatan di luar belajar dan dia terlalu optimis terhadap kemampuan pribadi.

KEADAAN MASA REMAJA
Kebalikannya dengan apa yang dialaminya pada masa anak-anak. Setelah mencapai tingkat remaja, maka mulailah dia tampil dalam pergaulan yang luas. Sifatnya yang pemalu, tetapi ditopang sifat jujur dan berani berkorban, maka dia dapat tampil sebagai pemimpin.

Sebenarnya dia sangat pemalu dan tidak mau bertanya serta tidak mau mengakui kesalahannya. Tetapi dia mempunyai sifat giat bekerja yang tidak akan berhenti sebelum pekerjaan itu tuntas. Hal itu yang menyebabkan kariernya gampang menanjak.

Ada pula kelemahannya ialah dalam mengambil suatu keputusan. Benar-benar mengalami kesulitan kalau tidak ada seseorang yang mendampinginya karena dia selalu ragu-ragu dalam mengambil suatu keputusan. bahkan yang paling drastis lagi adalah sifatnya yang selalu mencurigai orang lain, walaupun masalahnya hanya kecil. Tetapi dalam soal janji, orang Kapitu dapat menepatinya. Begitu pula tentang prinsip, orang Kapitu berani berkorban untuk mempertahankan prinsipnya. Kalau ada seseorang yang menentang pendapatnya dengan kekerasan maka dia sanggup pula menghadapinya dengan kekerasan. Tetapi dia akan kalah bila lawannya lemah lembut dan membujuknya.

Dalam bidang pekerjaan, orang kelahiran mangsa "KAPITU" mempunyai semangat kerja yang tinggi. Dia berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan sendiri ketimbang menyerahkan kepada orang lain yang belum tentu dapat selesai dengan baik. Tidak jarang pula dari kalangan orang kelahiran mangsa Kapitu membuahkan hasil karya yang mengagumkan. Bahkan hasil karyanya dikagumi oleh dunia Intemasional.

CIRI KHAS
Pada setiap suatu kelahiran pasti ada tanda-tanda khas, bisa juga disebabkan pengaruh sakti mangsa dan kadewan pada saat terlahirnya seseorang.

Seperti yang sudah diungkapkan pada keadaan umum, maka kesederhanaan menjadi prinsip hidup orang kapitu. Bila kita dalam suatu pertemuan, perjamuan, konfrensi, maupun pertemuan akbar lainnya bertemu dengan seseorang yang mempunyai jabatan cukup mantap tetapi cara berpakaian sangat sederhana dan tidak sesuai dengan jabatannya maka sudah dapat dipastikan dia adalah orang KAPITU.

IKATAN PERSAHABATAN
Bagi mereka yang cocok dan mengetahui persis sifat orang kelahiran mangsa Kapitu, maka dia akan menjadi sahabatnya dengan baik. Karena sifat orang Kapitu, bila telah bersahabat berani berkorban apa saja dengan konsekuen.

Dalam pergaulannya dengan kawan sekerja pada umumnya tidak begitu baik, tetapi dia bertanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan kawan sekerjanya itu.

Adapun kawan yang dapat menjadi sahabat paling cocok adalah yang terlahir pada tanggal 26 Agustus - 18 September (KATELU). Selain dari kelahiran mangsa "KATELU" masih ada juga yang cocok, walaupun tidak sebaik mangsa Katelu. Karena dengan mangsa Katelu dia dapat mengalah. Tetapi dengan yang lain kadang-kadang masih bertengkar, khususnya dalam membicarakan nilai prinsip.

Orang lain yang juga dapat menjadi sahabatan adalah mereka yang terlahir pada tangal 20 April - 12 Mei (DESTA), kemudian dengan kelahiran 2 Maret - 26 Maret (KASANGA), dan kelahiran 19 September-13 Oktober (KAPAT).

Sahabat-sahabatnya tadi termasuk orang yang dapat menyelami jiwa dan sifat orang Kapitu. Tetapi kadang-kadang juga dapat khilaf, maka persahabatan mereka terancam retak.

Tetapi dengan sahabat kelahiran "KATELU", orang "KAPITU" mati kutu. Dia tunduk, dan mau mengalah, walaupun dengan demikian dia harus mengorbankan perasaannya. Tetapi sudah menjadi garis ketentuan dunia, bahwa hidup ini harus berpasangan.

KEADAAN KESEHATAN
Orang yang terlahir pada mangsa "KAPITU" pada umumnya kesehatan tubuhnya kurang baik, sejak masih kanak-kanak sering terserang penyakit panas demam, influenza, sakit tenggorokan, bahkan dapat juga terkena amandel.

Pada tingkat remaja, penyakit pembawaan itu masih terus menghantuinya. Disamping itu masih ada pula penyakit-penyakit yang lain ialah penyakit kulit, rhematik, jantung, pencernaan, dan sakit pinggang. Bagi Wanitanya gampang pula terkena penyakit keputihan bahkan sejak masih masa kanak-kanak.

Kalau sejak dini telah diketahui kelemahan-kelemahan dan kemungkinan serangan penyakit tersebut. Maka sejak dini harus mulai menjaga kesehatan, disertai aktifitas berolahraga pula.

PEKERJAAN YANG COCOK
Bagi orang kelahiran mangsa "KAPITU" banyak sekali bidang pekerjaan yang dapat dikerjakannya sebagai profesi. Tetapi untuk menentukan pekerjaan yang cocok itu perlu dikaji terlebih dahulu.

Maka para Astrolog Jawa telah membagi tiga kelompok dari kelahiran mangsa "Kapitu" dalam kelornpok hari kelahirannya. Mereka itu adalah sebagai berikut:

1. Eka
Kelompok kelahiran yang pertama adalah kelahiran hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka yang terlahir pada hari tersebut ada beberapa bidang pekerjaan yang cocok baginya. Sebagai pengusaha apotek, peternak, produser film, bahkan dapat juga sebagai pemain film atau aktor/aktris, bisa juga usaha dibidang real estate dan perkebunan. Tetapi yang paling cocok adalah sebagai Produser Film.

2. Dwi
Pada kelompok kelahiran kedua ini adalah kelahiran Senin. Bidang pekerjaan yang dapat ditekuninya dan besar pula kemungkinan untuk sukses baik dalam tingkat sosial maupun karirnya adalah dalam bidang Kedokteran. Adapun kemungkinan yang lainnya adalah sebagai pedagang alat-alat elektronik dan mobil. Dapat juga bekerja sebagai pegawai negeri dan pengacara. Sesuai dengan pekerjaan Batara Endra di Jungringsalaka sebagai yang mengurusi Kadewataan, maka pekerjaan bidang bangunan temasuk cocok juga. Dengan demikian ada bebernpa bidang pekerjaan yang dapat ditekuni sebagai profesi. Karier pun akan tercapai dengan baik.

3. Tri
Pada kelompok ini adalah yang lahir di hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka ini cocok dalam bidang pekerjaan guru, aktor/aktris, pengarang dan wartawan, atau sebagai pedagang. Tetapi yang paling cocok dan karirnya akan meningkat dengan baik adalah sebagai wartawan.

REJEKI & PENGHIDUPANNYA
Masalah rejeki bagi orang kelahiran mangsa Kapitu pada umumnya baik. Begitu pula penghidupannya lumayan, yang jelas tidak pernah mengalami kekurangan sejak masih anak-anak. Walaupun tidak senang menonjol dan bermewah-mewah.

Namun begitu para ahli kejawen atau Astrokogi Jawa, membagi tingkat keadaan sasial orang "KAPITU" menjadi tiga kelompok kelahiran.

1. Eka
Kelompok pertama adalah yang terlahir di hari Minggu, Rabu dan Jumat. Kelompok pertama ini tingkat sosialnya sedang. Walaupun sering jatuh bangun tetapi hari-harinya tidak mengalami kesulitan. Selain dari usahanya sendiri ada saja sahabat maupun familinya yang mengulurkan tangan membantu, baik pekerjaan maupun penghidupannya. Tetapi kalau orang KAPITU kelompok ini tidak salah dalam memilih bidang pekerjaan yang cocok baginya, maka kariernya akan baik, dengan sendirinya tingkat sosialnya akan baik dan penghidupannya akan berjalan lancar pula.

2. Dwi
Pada kelompok kedua ini terlahir pada hari Senin. Bagi mereka yang terlahir pada mangsa "Kapitu" kelompok kelahiran hari Senin, status sosialnya termasuk baik, apalagi kalau memilih karier di bidang kedokteran atau rumah sakit, atau yang ada hubungannya dengan penyembuhan orang sakit akan sangat berhasil. Maka tidak mengherankan kalau termasuk orang yang terpandang dan terkemuka di masyarakat. Segala usahanya selalu dapat mendatangkan uang.

3. Tri
Kelompok ketiga ini adalah yang terlahir hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka yang terlahir pada hari tersebut, mempunyai kesempatan yang terbaik. Kesempatan terbaik sebagai orang terkaya bahkan terkemuka di kalangan Internasional. Bisa terjadi demikian karena kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu mempunyai sifat tegas dan tidak terlalu banyak basa-basi. Walaupun tidak meninggalkan sifat-sifat utama kelahiran mangsa "Kapitu", yaitu malu bertanya dan mengakui kesalahan, tetapi jujur dan bekerja keras untuk mengatasi segala kesulitannya hingga berhasil. Inilah kunci utama yang dipegang bagi kelompok kelahiran ketiga ini. Maka setelah umur mencapai 29 tahun, tingkat sosialnya mencuat terus sampai hari tua. Pada usia sekitar 44 tahun, kedudukan tingkat sosial ekonominya telah benar-benar mantap. Bahkan salah seorang diantara anggota kelompok ini ada yang menjadi kaya raya.

SAAT YANG TEPAT
Hari baik pasti dapat dirasakan dan pernah dialami hampir semua insan. Hari baik itu bersifat relatif, terjadi pada setiap orang dan sifatnya sangat pribadi.

Tetapi walau begitu, dapat juga dipelajari kemungkinan-kemungkinan yang dapat dimanfaatkan bagi sesama. Maka Astrologi Jawa atau Kejawen telah mendata kejadian-kejadian kosmis bagi kelahiran mangsa "KAPITU" tentang saat-saat terbaik untuk melakukan sesuatu yang besar. Dapat dilakukan sekitar tanggal 18 Januari - 1 Februari. Lebih berhasil lagi kalau dipilih antara hari Senin, Kamis dan Sabtu. Pilih salah satu hari tersebut untuk memulai suatu pekerjaan yang jatuh pada bulan Januari - Februari. Insyaallah usaha anda akan berhasil dengan gemilang tanpa adanya halangan yang berarti.

HOBI
Berbicara soal hobi seseorang, maka bagi orang kelahiran mangsa "KAPITU" ini tidak banyak memiliki hobi. Yang paling menonjol baginya adalah bekerja keras dan bergaul untuk masa depannya. Agak tertutup hatinya, tetapi setia pada persahabatan. Artinya berani berkorban demi persahabatan.

Hobinya antara lain :
1. Belajar atau membaca buku apa saja.
2. Bekerja keras untuk pekerjaan apa saja sampai sukses.
3. Sedikit mengagumi hasil karya seni.
4. Musik dan lagu yang bersifat pop atau hiburan.
5. Makanan yang pedas, walaupun untuk itu sering sakit perut.
6. Mengagumi panorama pegunungan, lembah dan cakrawala.
7. Penelitian ilmiah atau otodidak.

Demikian ada beberapa hobi kelahiran mangsa "KAPITU" yang menggambarkan secara garis besar faham, sifat, watak dan kemudian profesinya. Karena dari hobi itulah yang akhirnya akan berkembang menjadi profesi yang komersial.

JODOH
Bagi mereka yang terlahir pada mangsa "KAPITU" jodohnya tidak begitu mudah, karena sifatnya yang pemalu, sehingga sulit dalam memulai suatu hubungan. Karena pada umumnya orang kelahiran Kapitu itu mempunyai sifat malu-malu kucing dalam pergaulan dengan lawan jenis.

Tetapi setelah menjadi kawan akrab akan lebih agresif, agar persahabatan dan pendekatan itu lebih berkelanjutan. Maka seyogyanya jauh-jauh sebelumnya telah diketahui lawan jenisnya itu terlahir di mangsa apa. Karena kalau tidak dan tidak ada kecocokan akan menjadi sia-sia dan tersiksa lahir dan batin kalau sudah berkelanjutan.

Jodoh yang cocok bagi kelahiran mangsa "KAPITU" adalah mangsa "KATELU" (26 Agustus - 18 September) karena dengan kelahiran mangsa Katelulah dia dapat beradaptasi, dapat menyatu dan mengalah. Walaupun untuk itu dia harus berkorban perasaan.

Selain daripada itu, juga ada kemungkinan berjodoh dengan kelahiran mangsa "KAPAT" (19 September - 13 Oktober), atau kelahiran mangsa "DESTA" (20 April - 12 Mei), dan juga dengan kelahiran mangsa "KASANGA" yang terlahir pada tgl 2 Maret - 26 Maret.

Beberapa kemungkinan itu kami ketengahkan agar tidak terlalu pesimistis dalam perjodohan. Dengan kelahiran-kelahiran lain pun juga tidak menutup kemungkinan, tetapi hal itu akan mengakibatkan ketidak harmonisan dalam berumah tangga. Sering bentrok, sering banyak masalah, menyakitkan hati dan lain sebagainya.

BATU PERMATA YANG COCOK
Batu permata adalah batu untuk mata cincin, liontin, giwang, bros dan lain sebagainya. Adapun batu permata itu ada yang disebut sebagai batu aji. Batu aji itu berarti batu yang berharga, misalnya berlian atau intan, rubi, mirah delima dan lain-lainnya.

Batu permata selain keindahannya juga khasiatnya bagi si pemakainya. Bagi yang mempercayainya ada batu permata yang dapat mendatangkan keberuntungan, keberanian, menghilangkan berbagai penyakit, mencegah gangguan ilmu hitam dan ketenteraman.

Adapun bagi orang kelahiran mangsa "KAPITU", batu permata tersebut adalah sebagai berikut:

1. Black Onyx
Batu ini mempunyai khasiat menyembuhkan penyakit-penyakit yang diakibatkan dari gangguan makhluk halus, setan, atau jin.

2. Robijn = Ruby
Batu permata ini adalah batu mulia harganya mahal dan indah memancarkan bintang gemerlapan. Tetapi selain itu berkhasiat untuk menyembuhkan atau menolak penyakit gangguan alat vital, misalnya lemah syahwat atau impoten, dan juga menolak penyakit infeksi.

3. Jade = Giok
Batu permata ini seolah hidup, karena warnanya dapat berubah-ubah menurut keadaan si pemakainya. Kalau sedang sedih akan menjadi pucat, sebaliknya kalau sedang gembira tampak lebih gemerlapan dan cerah wamanya. Selain itu berkhasiat sebagai pencegah sakit pinggang, keletihan, menolak sakit mata dan gangguan pada pencernaan.

4. Ametish = Kecubung Asihan
Batu permata ini tampak indah, berwarna ungu dan ungu tua. Warnanya akan tampak gemerlapan kalau dipaset berlian. Selain untuk mendatangkan rasa sayang bagi pemakainya, artinya mendapat kemudahan dalam dagang, dan karier bagi pegawai. Ada juga khasiat sebagai pencegah sakit jantung mencegah mabuk karena minuman keras dan menolak bahaya keracunan.

5. Pirus
Batu permata ini hampir sama dengan batu giok, tetapi pada pirus terdapat urat-urat batu yang membentuk gambar. Urat batu tersebut ada yang emas, perak, atau warna warni. Khasiatnya bagi pemakai adalah mencegah bahaya dari atas.

Demikianlah beberapa jenis batu permata atau batu aji yang cocok dan bermanfaat bagi orang kelahiran mangsa "KAPITU", jadi jangan memakai batu permata asal saja, karena salah-salah akan mendatang hal-hal yang tidak diinginkan.

WARNA YANG IDEAL
Bagi orang "KAPITU" ada beberapa jenis warna yang cocok dan ideal baginya, yang dapat mendatangkan rasa percaya diri.

Adalah warna Biru Laut yang paling cocok kemudian wama Hijau Tua. Ada pula beberapa warna yang dapat juga dipilihnya sebagai koleksi pakaiannya ialah Hitam, Merah Darah, dan Biru Langit.

Tetapi yang paling ideal bagi orang "KAPITU" adalah wama Biru Laut dan Hijau Tua sebagai pasangannya untuk ganti.

Warna pengaruhnya selain menampilkan keanggunan bagi si pemakai juga akan membangkitkan rasa percaya diri yang kuat. Semua itu bila tepat memikh warna dan model busananya.

Tetapi warna yang dimaksudkan tidak hanya untuk busana, tetapi juga warna pada barang apa pun, seperti ruang tamu, ruang kerja dan sebagainya, juga karpet lantai.

BUNGA
Tentang bunga tidak semua orang menggemarinya, begitu juga tidak semua orang kelahiran mangsa Kapitu menggemari bunga. Tetapi bagi mereka yang senang bunga, bunga yang cocok bagi orang kelahiran mangsa "Kapitu" adalah sebagai berikut:

1. Bunga Melati.
2. Bunga Sedap Malam.
3. Bunga rumput air.
4. Bunga anggrek Scorpio.
5. Lely putih.
6. Bonsai.

Bunga-bunga yang tepat untuk pilihan bagi orang "KAPITU" dapat membangkitkan gairah bekerja dan cinta kasih.


Mongso Kawolu
KAWOLU - Hajrah Jroning Kayun
4/5 Februari - 1 Maret

KEADAAN UMUM
Orang yang terlahir pada tanggal 4/5 Februari - 1 Maret, termasuk kelahiran mangsa "KAWOLU" dengan candra "Hajrah Jroning Kayun", yang artinya merana didalam hati, menangis batin. Lamanya orbit 27 hari. Walaupun menangis dalam batin, atau sedih tetapi suatu keberuntungan bahwa mendapat pancaran sakti Batara Brama, yang selalu hangat dan keras.

Orang yang terlahir pada mangsa "KAWOLU" mempunyai pengaruh yang besar sekali dari Batara Brama. Berwibawa dan disenangi oleh masyarakat sekitarnya. Karena dia pandai bergaul, bahkan dia sanggup memecahkan berbagai masalah yang dialami oleh masyarakat.

Bagi orang yang terlahir pada mangsa "KAWOLU" sungguh sangat beruntung karena mendapat pengaruh Batara Brama sehingga dapat pula memiliki watak dan sifat Batara Brama. Terutama sifat yang mulia dan peduli dengan lingkungannya.

Sehingga dengan demikian banyak orang yang segan kepadanya. Maka masuk akal kalau golongan orang "KAWOLU" ini banyak yang menjadi pemimpin masyarakat atau pemimpin organisasi massa. Perjuangannya benar-benar tanpa pamrih dan tanpa ambisi pribadi. Dia hanya ingin menegakkan keadilan dan kebenaran.

Perjuangannya kepada lingkungan ditempat dia bergaul adalah untuk memperjuangkan dan membantu segala kesulitan bagaimanapun rumitnya. Dia tidak akan berhenti berjuang dan memperjuangkan nasib orang-orang yang menderita. Karena dia ingin mengenyahkan segala sifat jahat dan ketidakadilan dalam kehidupan di masyarakat.

Maka tidak mengherankan pula kalau orang "KAWOLU" sering terlibat dalam suatu gerakan massa. Hatinya lembut penuh kasih sayang, tetapi mudah terbakar amarahnya kalau mendengar sesuatu yang tidak benar.

Begitu pula didalam kalangan keluarganya sendiri, dia termasuk keras dan disiplin tetapi penuh kasih sayang dan pengertian. Dalam pergaulannya dengan sahabat dan kawannya pun, dia akan berbuat keras bila menganggap ada suatu yang tidak senonoh. Tetapi bila temyata dia salah paham dan keliru menuduh seseorang, maka dia dengan sifat jantan mengakui kesalahannya dan mau pula minta maaf.

Dengan sifat-sifat yang terpuji dan teruji itulah dia sangat disegani dan berwibawa di lingkungannya. Kelebihannya adalah karena orang "KAWOLU" mempunyai motto "Belajar Seumur Hidup" tidak ada hentinya belajar dan menimba ilmu, dari guru maupun dari buku.

Budi bahasanya halus, lagi pula dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Baik itu kalangan bawah, menengah, maupun kalangan atas dia dapat menyesuaikan diri.

Bersahabat dengan orang "KAWOLU" sungguh sangat menyenangkan. Karena kesannya yang menarik itu banyaklah orang yang hormat kepadanya. Sehingga dia selalu terkemuka walaupun bukan dia yang menonjolkan diri ke muka. Sebenamya orang "KAWOLU" tidak mempunyai ambisi untuk terkemuka atau jadi pemuka. Yang menjadi ambisinya adalah "membasmi kejahatan dan menegakkan keadilan dan ketentraman di muka bumi ini". Hal itu tersirat dalam pergaulan sehari-hari, sering membantu orang kesusahan dan membela orang yang lemah dan tidak bersalah.

KEADAAN ALAM SEMESTA
Mangsa "KAWOLU" lamanya 27 hari, yaitu mulai tanggal 4/5 Februari sampai dengan tanggal 1 Maret. Pada saat itu sedang musim hujan. Hujan lebat sering mengguyur bumi, bahkan sering pula terjadi hujan disertai angin kencang melanda diberbagai tempat. Angin datang dari arah Barat Daya menuju Timur Laut dengan kekuatan kencang. Hawa terasa dingin di malam hari, bahkan berembun.

Keadaan pertanian, padi mulai menghijau. Kucing gaduh birahi, kunang-kunang kelap-kelip berterbangan di sawah. Bila senja tiba, terdengar cenggeretnong memperdengarkan suaranya.

Pada mangsa "Kawolu" tersebut petani telah panen jagung dan anak-anak bergembira membakar jagung sambil berdendang menghilangkan rasa dingin.

KEADAAN FISIK
Orang yang terlahir pada mangsa "KAWOLU" mempunyai bentuk fisik yang sangat bagus. Baik laki-laki maupun wanita kelahiran Kawolu pada umumnya berparas tampan dan cantik. Potongan tubuhnya sedang, dahinya lebar berbentuk persegi. Berhidung mancung, mata bulat, dagu bak lebah bergantung, daun telinganya lebar dan tebal. Dengan sepasang bibirnya yang cukup manis kalau tersenyum dan sangat memukau saat berbicara.

Tidak mengherankan kalau orang Kawolu sangat menarik dalam pergaulan, kata-katanya sangat enak didengar. Langkah kakinya tampak mantap, menggambarkan kemantapan hatinya.

KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Sejak masih kanak-kanak jiwa penolongnya sudah tampak benar. Karena anak-anak Kawolu tidak pernah membeda-bedakan antara kawan satu dengan kawan lainnya. Mana yang dipandang memerlukan bantuan, dia akan membantunya.

Dimanapun tempatnya, anak kawolu selalu gampang mencari kawan. Gampang bergaul dan dimana-mana disenangi, karena anak Kawolu pada umumnya pandai berbicara dan pandai bercerita.

Walaupun masih usia anak-anak tetapi dapat mengerjakan banyak pekerjaan yang umumnya dikerjakan oleh orang dewasa dengan sempuma. Begitu pula perhatiannya dalam bidang pendidikan sangat tinggi, kesempatan belajarnya selalu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Seperti juga fasilitas perpustakaan di sekolah maupun perpustakaan umum dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mencari buku-buku yang dipandangnya dapat menambah khasanah wawasan pengetahuannya.

Keistimewaan pada anak-anak Kawolu adalah sebagian besar dari anak-anak Kawolu sejak usia muda sudah mulai terangsang gairah seksnya. Bahkan ada pula yang sejak usia 9 tahun sudah mulai terangsang birahinya. Hal ini memerlukan perhatian dari pihak orang tua untuk lebih mengawasi & mengarahkannya.

KEADAAN MASA REMAJA
Pada tingkat usia ini, jiwanya mulai berkembang. pikiran mulai dipergunakan walaupun masih mengutamakan perasaannya. Tetapi akal budinya mulai dapat gunakan semestinya. Sehingga banyak hal yang mungkin dapat merugikan dirinya dapat dikurangi. Walaupun dihilangkan sama sekali tidak dapat. Karena orang "KAWOLU" lebih mengutamakan perasaan dari pada pikiran.

Kawan-kawannya lebih banyak dan mereka sangat bergantung kepadanya, semua itu dapat terjadi karena orang "KAWOLU" lebih banyak menolong baik tenaga, pikiran maupun uang. Hatinya penuh rasa welas asih terhadap orang lain. Kalau sudah membantu orang, tidak lagi memperhitungkan untung dan rugi. Pertolongan yang diberikannya itu benar-benar tanpa pamrih. Tetapi yang ditolongnya justru malah menyakitkan hatinya, bahkan ada yang sampai hati menipunya. Orang Kawolu tidak akan merasa dendam atau marah, tetapi dia akan sedih dan menangis. Sedih dan menangis karena merasa dirinya tidak mampu berbuat banyak untuk menolong sesamanya.

Tetapi untuk selanjutnya dia tidak akan berbuat apa-apa lagi terhadap orang yang mengecewakan dirinya itu. Tetapi hal itu tidak akan berjalan lama, karena begitu orang tadi mau minta maaf, maka tidak ada masalah lagi. Hubungan kembali baik, bahkan akan lebih baik lagi daripada hari-hari sebelumnya.

Kelemahan bagi orang "KAWOLU" adalah pada tulang belakang dan mata. Dengan demikian maka harus lebih berhati-hati ketika membaca buku, karena hobinya membaca sangat besar sekali. Maka dia harus selalu membaca buku dengan duduk yang benar dan dengan penerangan yang cukup. Sehingga tulang punggung tidak terganggu, begitu pula dengan cukup penerangan tidak akan mengganggu matanya.

Disamping itu juga senam atau berolahraga merupakan suatu upaya menjaga kesehatan yang utama dan baik. Ada pula petunjuk untuk menghindari gangguan mata adalah dengan minum air sari wortel dan madu setiap pagi selama beberapa minggu secara teratur.

Kembali lagi tentang sifat pemurah dan pemarah. Dua sifat yang sebenarnya saling bertentangan itu tetapi satu hakikinya. Pemurah artinya memberikan sesuatu kepada orang lain, pemarah artinya mudah memberikan kemarahan kepada orang lain. Dia akan sangat marah kalau menyaksikan ada pengganggu datang mengusik orang lain, begitu pula dia akan marah menyaksikan suatu kepalsuan. Maka akan dibelanya mati-matian orang yang benar dan tertindas. Sifatnya tidak senang menyerah terhadap kesulitan, walau seberapapun sulitnya. Di samping itu dia juga senang bergurau dan ramah, serta banyak senyumnya.

CIRI KHAS
Orang kelahiran mangsa "KAWOLU" mempunyai beberapa ciri khas yang menarik, diantaranya yaitu suka berkorban demi orang lain. Dapat menyembunyikan penderitaan batinnya sendiri, yang bersamaan dengan itu dia harus menolong orang lain, tanpa mempedulikan resiko yang mengancam dirinya sendiri. Meskipun cukup sering ada pihak-pihak lain yang memfitnah ataupun menggosipinya, tetapi orang "KAWOLU" tetap saja berani menghadapi tantangan apapun untuk tetap membantu dan membahagiakan orang lain.

Berani mengemukakan pendapatya walaupun mendapat tantangan dan hinaan dari masyarakat sekelilingnya. Yang nantinya setelah terbukti pendapatnya itu benar, dia akan dikagumi dan disanjung orang. Tetapi orang Kawolu akan menghindar, karena dia tidak mengharapkan sanjungan dan pujian itu. Karena keluhuran jiwanya disertai pancaran matanya yang penuh wibawa dan kelembutan wajahnya dengan senyum yang memukau, dapat menenteramkan hati orang gila yang sedang mengamuk. Kemudian dapat dibujuk dan menurut untuk mendapatkan perawatan.

Walaupun begitu dapat pula terjadi bahwa orang Kawolu bersifat keras dan pemarah serta senang mencampuri urusan orang lain yang bertujuan ingin menjadi penengah dan pendamai.

Walaupun begitu, kalau kurang hati-hati dalam pergaulan maupun pengarahan sejak kecil dapat berbalik menjadi penjahat. Dapat menjadi orang yang diperalat dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihan orang "KAWOLU" tersebut. Kewaspadaan perlu selalu ditanamkan kepada orang Kawolu, khususnya bidang agama, budi pekerti luhur dan kesadaran bermasyarakat.

IKATAN PERSAHABATAN
Banyak sahabatnya, karena didalam pergaulan orang "KAWOLU" sangat menyenangkan dan menarik simpati orang lain. Sehingga banyak sahabatnya. Semua itu dapat terjadi karena orang Kawolu tidak pernah bertengkar dengan orang lain, berjiwa tenang, sabar, baik hati, dan setia kawan.

Dia mempunyai kepekaan batin yang kuat, berbakat menjadi paranormal. Dia dapat mengetahui kalau ditipu, walaupun dia tidak akan membongkar kasus itu kepada orang lain bahkan dia bersikap seolah tidak mengetahuinya.

Sahabat yang dapat seiya sekata dengan orang "KAWOLU" adalah orang kelahiran mangsa "KAPAT" (19 September - 13 Oktober). Disamping itu juga cocok dengan kelahiran mangsa "SADDHA" (13 Mei - 22 Juni) dan kelahiran mangsa "KASADASA" (27 Maret - 19 April). Demikianlah sahabat yang cocok bagi orang kelahiran mangsa "KAWOLU" yang berarti sahabat yang mengerti akan dirinya.

KEADAAN KESEHATAN
Orang yang terlahir pada mangsa "KAWOLU" pada umumnya jarang menderita sakit. Kalau terkena penyakit biasanya adalah penyakit umum seperti influenza dan batuk.

Bila terlalu menuruti perasaan dan emosinya tanpa dapat mengendalikan diri dengan mengutamakan pikirannya. Maka orang Kawolu akan mudah tergelincir dan memasuki lingkaran-lingkaran masalah yang rnenghanyutkannya dalam kesibukan dan pemerasan tenaga yang luar biasa. Karena orang kawolu tidak akan mengenal waktu kalau sudah mempunyai kesanggupan, bahkan dia mampu bekerja terus-menerus setiap hari lebih dari 18 jam. Kalau hal itu terjadi, maka gawatlah kondisi badannya.

Gangguan yang dapat terjadi adalah pada punggungnya, matanya, bahkan dapat juga mengalami mengganggu syaraf, jantung, peredaran darah, maupun rasa pusing yang berkepanjangan.

Memang perlu diakui bahwa pada umumnya orang Kawolu tahan terhadap gangguan penyakit. Tubuhnya tegap dan tegar selalu.

PEKERJAAN YANG COCOK
Bagi orang yang terlahir pada mangsa "KAWOLU" ada beberapa bidang pekerjaan yang cocok baginya. Tetapi berbagai bidang pekerjaan tadi kalau dipilih akan membingungkan. Maka untuk lebih mendekatkan suatu pilihan yang tepat, maka ilmu kejawen membaginya menjadi tiga kelompok utama, kelompok itu berdasarkan hari kelahirannya. Adapun penjabarannya sebagai berikut ini:

1. Eka
Kelompok pertama, adalah mereka yang terlahir hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka ini ada beberapa pekerjaan yang cocok, yaitu wiraswasta mengusahakan biro perjalanan dan pariwisata, toko alat-alat elektronik, bengkel motor dan mobil. Tetapi yang paling cocok adalah pekerjaan dibidang perdagangan alat-alat elektronik. Dinamakan yang paling cocok, karena dengan usaha ini akan memungkinkan lancarya pekerjaan dan karier tanpa adanya hambatan yang berarti.

2. Dwi
Kelompok kedua, adalah mereka yang terlahir pada hari Senin. Mereka ini mempunyai kesempatan bekerja diberbagai bidang. Diantaranya adalah sebagai karyawan suatu perusahaan, pemegang pembukuan, juga dapat wiraswasta sebagai seniman, pelukis, penyanyi, pemusik, pengarang, atau wartawan. Juga dapat menjadi sekretaris, tidak pula tertutup kemungkinan untuk menjadi mubalig, pendeta, atau guru agama. Tetapi yang paling cocok adalah sebagai pengarang. Kalau pilihan profesi sudah tepat, maka karirnya akan berjalan mulus tanpa hambatan yang berarti, bahkan dapat menjadi kaya dan ternama karenanya.

3. Tri
Kelompok ketiga, adalah mereka yang terlahir hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka ini mempunyai kesempatan bekerja sebagai pegawai negeri, pegawai swasta, guru, dosen, juga dapat terjun dibidang politik, bahkan dapat juga sebagai seniman panggung, aktor atau aktris. Bahkan dapat juga sebagai paranormal atau ahli Kebatinan. Tetapi profesi yang akan mengangkat derajat dan sukses adalah sebagai pegawai negeri, pada jabatan yang diembannya akan terus mengalami peningkatan yang kadang luar biasa, karena dinilai oleh pemerintah telah berjasa, memberi teladan, dan sebagainya hingga kariernya akan terus menjulang hingga mencapai jabatan tertinggi.

REJEKI & PENGHIDUPANNYA
Untuk mengetahui kehidupan orang kelahiran mangsa "KAWOLU" baik itu tentang besar kecilnya rejeki maupun penghidupannya, maka oleh pakar Horoskop Jawa mereka itu dikelompokkan menurut hari kelahirannya. Sedangkan pengelompokan itu terdiri dari tiga kelompok, yaitu sebagai berikut:

1. Eka
Kelompok pertama terdiri dari hari kelahiran Minggu, Rabu dan Jumat. Pada Kelompok ini, mempunyai rejeki yang baik. Mendapatkan sumber uang yang tak ada kering-keringnya, mendapat kemudahan dalam mencari uang, bahkan sering terjadi dia mendapat rejeki yang tiba-tiba dan tidak terduga. Kalau rejeki-rejeki yang gampang tadi telah berkumpul, maka tidak mengherankan kalau orang Kawolu kelompok ini dapat kaya raya. Walaupun begitu dia selalu memperhatikan orang tua, dan saudara-saudaranya, segala kekurangan mereka dibantunya. Bukan saja membantu keluarga sendiri, orang lain pun dibantunya.

2. Dwi
Kelompok kedua ini adalah kelahiran hari Senin. Kelompok ini mempunyai nasib agak berlainan dengan yang pertama. Ada sedikit hambatan, tetapi bersamaan dengan umur yang meningkat, setelah berumur lebih dari 36 tahun mulailah keberuntungannya baik sekali. Bahkan dapat mencapai suatu diluar perhitungannya, suatu yang luar biasa. Kalau pegawai akan mendapatkan kedudukan yang tinggi, kalau pedagang akan mendapat keuntungan yang besar sekali. Walaupun pada usia muda kurang keberuntungannya, tetapi ada saja rejekinya dan jarang mengalami kesulitan keuangan.

3. Tri
Kelompok ketiga ini, adalah kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Orang "KAWOLU" yang termasuk dalam kelompok ini, mempunyai jalan penghidupannya kurang bahagia, tidak tenteram, dan selalu ada-ada saja masalah didalam rumah tangganya. Tetapi dalam segi rejeki atau keuangan sangat melimpah. Banyak keberuntungannya dalam segi rejeki, bahkan hidupnya bisa menjadi kaya raya. Pada umumnya orang kelompok tiga ini sangat rukun dengan saudara-saudaranya. Walaupun kurang beruntung dalam berumah tangga, tetapi sukses dalam berusaha dan baik dalam karirnya.

SAAT YANG TEPAT
Sebenarnya ada saat-saat yang tepat bagi setiap individu untuk suatu hal hingga tercapailah keberhasilan yang dikehendaki. Pedagang pada suatu saat akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar, begitu pula seorang kontraktor akan mendapat tender yang bernilai milyaran rupiah. Ada pula kebalikannya, meski bagaimana caranya akan mengalami kebangkrutan, bencana, kecelakaan, dan gulung tikar.

Hal itu dapat terjadi karena dalam kehidupan ini ada saat-saat yang baik. Apapun yang kita lakukan, kalo bertepatan pada saat baik itu, maka hasilnya akan luar biasa.

Bagi orang kelahiran mangsa "KAWOLU" saat-saat baik itu adalah pada akhir bulan Februari sampai tanggal 15 Maret pada setiap tahunnya. Pada saat tersebut menurut kejawen, Batara Brama sedang memancarkan berkahnya ke Mayapada, khususnya kepada orang-orang mangsa "KAWOLU" dengan hari-hari yang baik pula, yaitu hari Sabtu, Selasa dan Rabu. Jadi pilihlah Bulan dan Hari yang cocok untuk mengerjakan sesuatu yang dipandang sangat penting. Seperti mendirikan rumah, membuka warung, toko, atau membuka suatu usaha apa saja. Insya Allah akan berhasil dengan sangat gemilang dan tidak ada hambatan apa pun.

HOBI
Setiap orang mempunyai sesuatu yang menjadi kegemarannya, atau paling digemarinya. Dengan memanfaatkan kegemarannya itu maka semangatnya akan bangkit kembali. Bagi orang kelahiran mangsa "KAWOLU", mempunyai beberapa hobi diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Mendengarkan musik.
2. Melukis.
3. Menari, baik tari tradisional maupun modern.
4. Bergaul dan berorganisasi.
5. Petualangan, naik gunung, masuk hutan, dan berlayar.
6. Membuat eksperimen otodidak, kimia, maupun mekanik, dan elektro.
7. Mempelajari ilmu Spiritual atau Parapsikologi.

Ternyata kegemaran atau hobi yang kemudian ditekuni, bisa menjadi profesi yang dapat mendatangkan uang.

JODOH
Orang yang terlahir pada mangsa "KAWOLU" mempunyai jodoh yang sesuai dengan pribadinya. Seperti juga memilih sahabat, maka begitu pula dalam perjodohan.

Yang utama adalah kecocokan sifat dan pendapat, yang akan menciptakan suatu keharmonisan dalam ikatan suami isteri. Mereka yang sama-sama terlahir pada mangsa "KAWOLU" adalah yang paling cocok dan harmonis.

Tetapi juga tidak mengurangi kemungkinan yang cukup baik dan kecocokan dengan kelahiran mangsa "KANEM" (10 November - 22 Desember), mangsa "KAPAT" (19 September - 13 Oktober), dan mangsa "SADDHA" (13 Mei - 22 Juni).

BATU PERMATA YANG COCOK
Orang kelahiran mangsa "KAWOLU" ada beberapa batu permata yang cocok dan mendatangkan keberuntungan dan mantap dipakainya. Baik itu sebagai aksoseri maupun sebagai ajian atau batu aji.

Karena Batu Aji atau Batu Permata, bukan saja dari segi keindahan yang dipilih oleh penggemarnya tetapi bagi mereka yang percaya atau mempercayainya, Batu Aji itu mempunyai khasiat atau keampuhannya juga. Bagi orang kelahiran Mangsa "Kawolu", Batu Permata yang cocok sebagai berikut:

1. Blue Sapphire = Saffir Biru
Batu Permata ini selain indah pancaran cahaya biru safirnya, juga mempunyai khasiat dapat menolak berbagai penyakit, seperti sakit kulit, keracunan, sakit panas, penyakit menular, dan melindungi mata dari berbagai penyakit.

2. Kalimaya
Batu ini selain keindahan kilaunya yang beraneka warna seperti pelangi, berkhasiat juga untuk menyembuhkan impotensi dan menyembuhkan sakit mata.

3. Amethyst
Batu amethyst atau kecubung kasihan ini mempunyai keindahan yang lumayan juga. Lebih-lebih yang ungu kemerahan dengan gosok faset atau gosok berlian, maka tampaklah kilauan yang memukau seolah berlian ungu kemerahan yang pancaran cahayanya gemerlapan juga. Selain keindahannya ada pula yang percaya dengan kekuatan magisnya, yaitu bisa mendatangkan rasa kasih sayang dan rasa tentram terhadap si pemakainya. Begitu pula dapat untuk mencegah mabuk minuman keras, mencegah sakit jantung, dan menolak bahaya racun.

Demikianlah beberapa Batu Permata yang cocok bagi orang kelahiran Mangsa "KAWOLU" dengan demikian agar menjadikan perhatian, jangan mengenakan batu permata sembarangan, karena kalau tidak cocok dapat menimbulkan masalah.

WARNA YANG IDEAL
Kalau yang terdahulu kita membicarakan masalah Batu Permata, maka warna pun ada yang serasi ada yang tidak bagi si pemakainya. Yang dimaksudkan dengan warna di sini adalah warna yang berhubungan dengan busana, cat rumah, dan keserasian interior.

Dengan menemukan warna yang ideal, maka akan lebih mantap dan percaya diri. Adapun warna tersebut adalah biru tua, merah jingga, merah muda, dan hijau daun muda.

Tetapi warna yang paling cocok adalah jenis warna hijau, baik itu hijau pucuk daun, maupun hijau tua.

BUNGA
Bunga bagi orang kelahiran mangsa "KAWOLU" juga tidak sembarang bunga, tetapi ada beberapa jenis bunga yang cocok baginya. Bunga-bunga yang cocok itu besar sekali pengaruhnya bagi pribadi orang Kawolu. Bunga-bunga tersebut adalah:

1. Bunga gradiol yang berwarna biru.
2. Bunga mawar merah, jingga, dan merah muda.
3. Bunga aster merah muda, merah jingga, dan ungu.
4. Bunga anggrek katleya.

Demikian beberapa jenis bunga yang cocok untuk orang kelahiran mangsa "KAWOLU". Bunga-bunga itu akan membangkitkan dorongan semangat juang untuk menempuh alur kehidupannya menuju sukses.


Mongso Kasanga
KASANGA - Wedaring Wacana Mulya
2 Maret - 26 Maret

KEADAAN UMUM
Mereka yang terlahir pada tanggal 2 Maret - 26 Maret, adalah orang "KASANGA" karena pada saat itu adalah mangsa Kasanga. Mangsa tersebut berjalan selama 25 hari dan bertepatan sedang musim hujan. Candranya "Wedaring Wacana Mulya" yang artinya "Tersiarnya Berita Bahagia". Mangsa Kasanga dalam penguasaan Batara Bayu, oleh karenanya pada saat itu bagi mereka yang terlahir dalam mangsa "KASANGA" mempunyai sifat-sifat, tabiat, dan perjalanan hidup dalam pengaruh Batara Bayu.

Batara bayu adalah putera Batara Guru dari ibu Dewi Uma. Batara Bayu adalah Putera keempat, yang mempunyai kekuasaan mengendalikan jalannya angin. Bentuk tubuh Batara Bayu tidak kekar, tetapi berkubuh besar dan tegap. Raut mukanya menggambarkan keramahan tetapi seram berwibawa. Batara Bayu sangat membenci peperangan dan persengketaan, dia selalu menjadi penengah setiap ada persengketaan besar di bumi ini. Bila berjalan selalu diikuti oleh hembusan angin kencang.

Maka begitu juga apa yang terjadi pada orang Kasanga, mereka juga terpengaruh oleh Batarn Bayu, khususnya tentang kesenangannya bepergian jauh. Seolah angin yang meniupnya sampai kemana-mana. Dia sangat menyenangi pemandangan alam yang indah. Juga mengagumi hal-hal yang penuh misteri, khususnya alam gaib.

Sering pula angan-angannya terhembus angin jauh entah kemana. Hidupnya antara alam nyata dan alam khayal. Sehingga memerlukan seseorang/sesuatu yang bisa memacu dirinya untuk berbuat secara nyata. Dia sering menolong kawan-kawannya yang sedang bertengkar. Tetapi suatu ketika dia sendiri kalau diganggu orang, lebih memilih mengalah. Dengan sikap yang lemah lembut, kebaikan-kebaikannya untuk menolong sesama itu menyebabkan dia sangat disenangi dalam pergaulan. Begitu besar sayangnya, sampai kawan-kawannya pun bersedia melindungi.

Kurang berani mengutarakan pendapatnya, hal itu disebabkan karena dia khawatir kalau apa yang akan diutarakan itu akan menjadi masalah bertambah runyam. Itulah kebiasaannya berkhayal menurut imajinasinya, padahal kenyataannya mungkin tidak demikian. Sehingga orang Kasanga kelihatan seperti orang pendiam. Padahal yang sebenarnya tidak demikian, dia ingin banyak berceritera dan membagi pendapat. Pengaruh angin dari Batara Bayu yang sangat kuat menguasai dirinya, sehingga dia seolah terombang-ambing.

Orang Kasanga mempunyai dasar kebaikan hati "Membela Kebenaran & Kebaikan". Sifat dasar yang baik itu akan hilang kalau tidak ada yang membimbingnya. Karena ada pula sifat bimbang dalam segala hal. Sifat bimbang itu akan berkepanjangan kalau dia hidup dilingkungan yang tidak menentu, artinya kalangan yang beragam keadaan penghuninya, misalnya di tempat-tempat yang kumuh dan berjubal dengan berbagai tingkat latar belakang sosialnya, pendidikan dan karakter.

Sejak masih dini orang tua memegang peran penting atas sifat anak Kasanga tersebut. Mereka harus dibimbing dengan penuh bijaksana. Karena anak Kasanga juga tidak dapat dengan mudah menerima teguran dan perintah. Kalau dia mendapat kekerasan, maka kekerasan itulah yang akan tersimpan dalam memori bawah sadarnya. Bisa saja dia juga akan menjadi orang yang keras dan brutal.

KEADAAN ALAM SEMESTA
Mangsa "KASANGA" memiliki lama orbit 25 hari, tanggal 2 Maret - 26 Maret. Pada mangsa itu adalah musim hujan. Bahkan hujan masih lebat dibarengi oleh kilat dan petir. Hawa siang, malam dan pagi hari terasa dingin, bahkan didaerah pegunungan berembun. Angin berhembus dari arah Selatan dengan kekuatan kencang. Sedangkan dalam bidang pertanian pada mangsa tersebut, buah duku, jeruk manis, sudah saatnya untuk dipetik. Padi tampak rebah pertanda bulir-bulir padinya telah berisi bahkan sebagian telah ada yang menguning. Maka musim tersebut candranya "Wedharing Wacana Mulya" yang artinya "Tersiarnya Berita Bahagia".

Pengaruh mangsa "KASANGA" terhadap semesta alam maupun manusia suatu pertanda kehidupan. Silih berganti dari mangsa ke mangsa merupakan putaran-putaran cakra panggilingan. Begitu pula nasib manusia silih berganti pula, dari senang ke sedih, dari sedih kembali senang. Maka tiada satu kekuatan pun yang dapat menghentikan perjalanan mangsa, tetapi Tuhan telah menurunkan Ilmu-Nya untuk mengetahui Rahasia Semesta Alam, agar kenikmatan yang telah diciptakan oleh Tuhan itu tidak menjadi bencana bagi Umat-Nya, khususnya Manusia.

KEADAAN FISIK
Orang kelahiran Mangsa "KASANGA" mempunyai keistimewaan dalam bentuk tubuhnya gemuk dan tidak begitu tinggi seperti umumnya orang dewasa. Walaupun orang Kasanga berbadan gemuk, tetapi tidak kelihatan berotot. Walaupun ada pula yang normal postur tubuhnya seperti pada umumnya orang dewasa dan berotot. Tetapi hal itu hanya berjumlah sedikit, artinya pengecualian.

Penampilan orang Kasanga tenang dan berwibawa. Wajahnya tampak sendu. Kakinya juga tidak begitu kuat, maka dianjurkan untuk melatih diri agar kuat untuk berjalan jauh. Senam, lari pagi, maupun olah raga bersepeda santai dapat melatih kekuatan kakinya. Juga harus selalu memperhatikan kesehatannya dengan minum jamu daun pepaya untuk menjaga kesehatan perutnya.

Bagi wanita Kasanga, mempunyai keistimewaan pada payudara. Bentuk payudaranya lebih besar dari umumnya, bahkan pinggulnya istimewa pula besarnya.

KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Anak-anak kelahiran mangsa "KASANGA" pada umumnya senang merenung atau melamun, Hatinya mudah tersinggung. Sering kali berbuat sesuatu yang bertentangan dengan apa yang diucapkannya.

Anak Kasanga senang kepada kedamaian dan selalu mengalah. Walaupun dalam hatinya sebenarnya tertekan. Dia gampang sekali terpengaruh keadaan sekelilingnya. Bila semua perbuatannya dilarang secara keras, pada masa dewasanya dia akan menjadi pemuda minder.

Anak Kasanga mempunyai kesenangan dalam bidang sosial, senang menolong orang lain. Hatinya sangat perasa dan mulia sehingga tidak sampai hati kalau melihat orang lain menderita. Tetapi sifat yang demikian mulia itu harus diarahkan, sehingga dapat menyalurkan sifatnya itu untuk hal-hal yang benar-benar mulia. Jangan sampai disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Karena dapat juga dengan memanfaatkan sifatnya yang lemah-lembut dan sosial itu untuk kepentingan orang lain. Dia dapat masuk kedalam jerat manipulasi terselubung suatu gerakan sosial. Oleh karena sifat orang Kasanga itu tidak mudah menaruh curiga kepada akal licik orang lain. Semua orang dianggap sejujur, semulia dia.

Yang perlu diketahui benar adalah sifat anak Kasanga, dalam memutuskan sesuatu tidak bisa mantap, karena selalu bimbang. Maka kelemahan ini harus disadari, sehingga dapat menghadapi kenyataan hidup dengan penuh semangat dan optimis, harus berani menghadapi kenyataan hidup apapun resikonya.

Tetapi perkembangan jiwanya akan berubah, semua tingkah dan sifat yang tanpa perhitungan dengan bertambahnya usia. Dari kanak-kanak ke remaja, dari remaja ke orang tua, ada tingkat kesadaran jiwanya, yaitu Asmara Rura, Asmara Tantra, Asmara Gama, dan Asmara Laya. Artinya Rura yang berarti bagai binatang, reflek dan kebiasaan itu masa kanak- kanak. Kemudian Tantra adalah puber. Kemudian Asmara Gama adalah remaja tingkat dewasa, mulai memikirkan berumah tangga, berketurunan. Kemantapan dalam kehidupan dan penghidupannya, lebih sempurna, akal pikirannya berfungsi. Akhirnya Asmara Laya adalah tua dan menghadapi pralaya ialah mati.

Tingkat kejiwaan itulah yang akan menunjukkan kiat kehidupan dan romantika hidup. Harus memilih lingkungan hidup yang baik, kawan sekerja yang bijak dan aktif, maka orang Kasanga pun akan terpengaruh olehnya. Tetapi kalau lingkungan kawan sekerja yang bermalas-malas, maka begitu pula orang Kasanga keadaannya.

KEADAAN MASA REMAJA
Bagi orang Kasanga, pada tingkat kehidupannya masa remaja tidak jauh berbeda dengan masa kanak-kanak. Hanya saja pada masa remaja, akal dan pikirannya sudah mulai berfungsi. Segala langkah dan perbuatan banyak digerakkan oleh program bawah sadar.

Tetapi sifat berangan-angan yang negatif dan otak-atik pikirannya yang pesimis, selalu masih bermunculan dan mengganggu kehidupannya. Rasa khawatir masa depan yang suram dan kemiskinan, adalah pikiran khayalnya yang paling utama. Oleh karenanya pemuda Kasanga tampak selalu murung dan takut menghadapi masa depan.

Senang menolong orang lain, menyenangkan hati orang, berani berkorban, senang mengalah, dan ramah kepada siapa pun, dan dengan penampilannya yang tampan, menarik, serta tutur kata lembut, itulah remaja "KASANGA" dalam pergaulan sehari-hari di kancah kehidupan yang penuh tantangan. Maka disarankan bagi remaja Kasanga untuk mengerti jati dirinya, agar sepak terjang dan langkahnya dapat terkontrol agar tak terkena dampak pergaulan bebas.

CIRI KHAS
Orang kelahiran mangsa "KASANGA" mempunyai ciri khas yang sangat menonjol yaitu sikapnya yang pembimbang, seolah terhembus angin.

Tetapi sifat yang baik khas orang "KASANGA" adalah, senang menolong seseorang di luar batas dan berlebih-lebihan. Memberikan bantuan biaya pengobatan untuk kawannya yang sakit, hingga benar-benar sembuh. Itulah ciri khas orang Kasanga yang menginginkan semua yang dikerjakannya harus tuntas.

Adapun ciri khas orang Kasanga yang kurang baik adalah sifat ragu-ragu, dualisme, dan gampang terpengaruh oleh keadaan lingkungannya. Tidak dapat mengontrol diri, dan tidak berani menghadapi kenyataan yang pahit, seolah lesu darah dan menyerah.

Padahal kalau dia sadar, bahwa dirinya mempunyai pengaruh Dewa Angin, maka dia harus optimis karena mempunyai kemampuan untuk menyapu bersih apa saja yang menghalangi dan tidak disukainya. Membela kebenaran adalah salah satu sifatnya.

IKATAN PERSAHABATAN
Orang kelahiran mangsa "KASANGA" pada umumnya banyak mempunyai sahabat. Sahabat-sahabat orang "KASANGA" sangat setia dan sifatnya melindungi. Karena mereka menganggap orang Kasanga memerlukan perlindungan. Mereka sayang, karena sifat orang Kasanga yang lemah lembut, ramah, pengalah, dan wajah yang syahdu.

Namun begitu sahabat yang benar-benar cocok bagi orang kelahiran mangsa "KASANGA" adalah orang kelahiran mangsa "KASO" (23 Juni - 2 Agustus), kemudian dengan kelahiran mangsa "KALIMA" (14 Oktober - 9 November).

Dalam pergaulan orang Kasanga dapat dikatakan tidak pernah berkelahi, dia lebih baik mengalah. Kalau dia telah terpojok oleh lawan yang benar-benar memusuhi dan akan mencelakainya, tanpa terduga dia dapat mengatasi masalahnya itu dengan sempurna. Sehingga lawannya membatalkan niatnya bahkan dapat berbalik menjadi baik.

KEADAAN KESEHATAN
Adapun keadaan kesehatan orang yang dilahirkan pada mangsa "KASANGA" ini mempunyai kondisi tubuh yang lumayan. Hanya saja baginya ada kemungkinan dapat terserang penyakit paru-paru basah. Karena sifatnya yang pemurung, suka keluyuran malam atau merenung berkepanjangan, bahkan kondisi badan tidak diperhatikan. Kelemahannya adalah pada alat pernafasan dan paru-paru.

Selain itu ada pula beberapa penyakit kulit, gatal-gatal, bisul, bahkan kelamin, penyakit tulang atau reumatik. khususnya kelemahan sendi-sendi kaki. Bahkan pada usia diatas 30 tahun dapat terserang kelumpuhan.

Tentu saja dalam bidang kesehatan, lebih utama mencegahnya daripada mengobati. Pencegahan untuk sakit paru-paru adalah berfikir positif jangan banyak berangan-angan yang bukan-bukan. Gizi dan vitamin, dengan makan teratur dan jangan meninggalkan sayur serta buah yang mengandung Vitamin C. Keteraturan hidup dan juga rileks, tidur teratur pula. Tentu saja semua ini sulit dilakukan orang Kasanga, tetapi dengan kesungguhan dan tekad yang kuat untuk masa depan, pasti akan berhasil.

Selain itu diperlukan juga senam atau berolahraga secara teratur. Dapat memilih olahraga yang cocok, khususnya untuk melatih urat kaki dan pinggul.

PEKERJAAN YANG COCOK
Para Pakar Astrologi Kejawen dalam mendata tentang pekerjaan yang cocok bagi orang kelahiran mangsa "KASANGA", khususnya dengan membuat perumusan dan mendatanya, ialah dengan mengelompokan hari kelahiran menjadi tiga kelompok. Pengelompokan hari lahir dan bidang pekerjaan yang cocok adalah sebagai berikut:

1. Eka
Kelompok pertama adalah kelahiran hari Minggu, Rabu dan Jumat. Orang terlahir dalam mangsa Kasanga, dan termasuk dalam kelompok ini, bidang pekerjaan yang cocok baginya adalah sebagai karyawan/pegawai bidang humas, menjadi pengarang, kolomnis, atau Wartawan, Dapat juga berprofesi sebagai Paragnos/Paragnosa. Tetapi pekerjaan yang sesuai dengan jiwa dan hobi senang bergerak dan bepergian ialah sebagai wartawan atau koresponden dari mass media cetak maupun elektronika. Bidang pekerjaan ini yang akan mengantarkan anda dalam kesuksesan karier.

2. Dwi
Untuk kelompok kedua adalah kelahiran hari Senin. Orang Kasanga yang terlahir pada kelompok ini mempunyai bidang pekerjaan yang cocok dan akan mengantarkan sukses karier dalam profesi ahli kejiwaan (psikolog). Profesi ahli Kejiwaan itulah pekerjaan yang paling cocok. Tetapi selain dari pekerjaan itu, ada pula beberapa bidang pekerjaan yang cocok, yaitu travel biro dan pariwisata, bekerja pada apotik, toko obat, jamu, hotel, night club, pub, dan tempat hiburan lainnya.

3. Tri
Pada kelompok ketiga adalah kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Orang Kasanga yang terlahir pada kelompok ini pekerjaan yang cocok ialah di perkapalan. Tetapi ada beberapa pula pekerjaan yang cocok, yaitu sebagai karyawan di galangan kapal, dapat juga sebagai mandor maupun bagian gudang. Namun yang paling cocok adalah pekerjaan dalam bidang perkapalan. Pekerjaan itulah yang akan meningkatkan karirnya.

Demikian pendataan Pekerjaan Yang Cocok yang akan mengantarkan orang Kasanga kepuncak kariernya. Semoga diteliti dan dipertimbangkan dengan benar dan baik-baik.

REJEKI & PENGHIDUPAN
Pendataan berikut ini adalah untuk Orang Kasanga, hal-hal yang menyangkut dengan Penghidupannya. Tetapi Astrologl Kejawen dalam menentukan keadaan penghidupan orang Kasanga, mengadakan penelitian dengan mendata lewat Hari kelahiran dalam tiga kelompok, yaitu:

1. Eka
Orang Kasanga kelompok kesatu adalah mereka yang lahir hari Minggu, Rabu dan Jumat. Dalam kelompok pertama ini keadaan Rejeki dan Penghidupannya cukup baik, rejekinya banyak. Tetapi sayangnya mempunyai jiwa sosial yang berlebihan sehingga menjurus ke pemborosan. Walaupun begitu, orang Kasanga kelompok ini, selalu ada saja yang rnentransfer uang padanya. Tetapi kalau sampai umur 30 tahun ke atas tidak mau mengkoreksi diri dan mengubah cara hidup, maka pada hari tuanya akan mengalami kemelaratan tanpa ada yang mempedulikan.

2. Dwi
Orang Kasanga pada kelompok ini adalah yang kelahiran hari Senin. Dalam kelompok kedua ini, adalah orang Kasanga yang bernasib kurang baik. Bila telah mencapai rejeki lumayan, ada-ada saja gangguan dan pemborosan yang harus dilakukannya. Nasibnya itu akan terus berlangsung hingga berumur 36 tahun. Barulah pada usia 42 ke atas dapat memperbaiki jenjang ekonominya, untuk bekal hari tua dan keturunannya. Walaupun dalam bidang ekonomi mungkin membaik, tetapi ganti mengalami kerepotan dalam keluarga. Kurang bahagia dalam keharmonisan berkeluarga. Anak dan isterinya seolah memusuhi. Kembali kepada sifat orang Kasanga, walaupun dia menderita tetapi dapat tersungging senyum di bibir.

3. Tri
Kelompok kelahiran mangsa "Kasanga" hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Kelompok ketiga ini mempunyai keberuntungan sosialnya sangat baik.Anda tergolong kelompok orang Kasanga yang selalu mendapat keberuntungan. Segala usahanya selalu berhasil. Tidak pernah kekurangan uang. Lebih-lebih setelah menikah, rezekinya lebih baik, bahkan dapat diibaratkan "Selalu Diberkahi Dewanya", artinya segala usahanya mendatangkan uang yang berlimpah-limpah. Pada usianya yang telah lanjut 40 tahun ke atas, rejekinya terus menumpuk bahkan di hari tua dapat menjadi orang yang kaya raya dan dermawan. Bahkan ada yang mendirikan rumah Yatim Piatu untuk menyalurkan desakan jiwa sosialnya.

SAAT YANG TEPAT
Mangsa "KASANGA" tanggal 2 Maret - 26 Maret dalam pengaruh Batara Bayu. Mempunyai saat-saat yang baik untuk melakukan suatu pekerjaan yang besar atau utama bagi kepentingan pribadi orang Kasanga.

Saat terbaik dalam setiap tahunnya, jatuh pada tangal 12 Mei sampai dengan 9 Juni. Pada saat itu seolah cipta jadi, apa yang direncanakan dan dikerjakan selalu berhasil.

Lebih-lebih kalau dalam tanggal-tanggal tersebut, mempergunakan hari Kamis, Selasa, dan Minggu. Tetapi yang terbaik adalah pada hari Kamis, untuk memulai pekerjaan yang terpenting maka akan berhasil.

HOBI
Orang kelahiran mangsa "KASANGA" mempunyai beberapa hobi antara lain sebagai berikut:
1. Barang-barang seni, khususnya Melukis.
2. Makanan enak.
3. Perjalanan/bertamasya dan berbelanja.
4. Membaca buku apa saja, khususnya Spiritual.
5. Bergaul dengan siapa saja.

JODOH
Orang kelahiran Mangsa "KASANGA" mempunyai calon pasangan hidup yang sesuai dan cocok adalah dengan kelahiran rnangsa "KASO" (23 Juni - 2 Agustus). Dalam kehidupan berumah tangga dapat mencapai keharmonisan, kedua belah pihak saling dapat menyesuaikan diri. Tidak ada pertengkaran yang berarti, sampai hari tua.

Tetapi ada pula beberapa calon yang dapat menjadi jodohnya, mereka itu adalah orang-orang yang terlahir pada mangsa "KALIMA" (14 Oktober - 9 November) atau kelahiran mangsa "DESTA" (20 April - 12 Mei). Baik pula dengan sesama kelahiran mangsa "KASANGA".

Apa yang telah diutarakan oleh para Astrolog tersebut, tidaklah menutup kemungkinan terjadinya pernikahan dengan mangsa lain. Hanya saja pernikahannya akan mengalami banyak gangguan atau masalah, sehingga akan mengurangi keharmonisan suatu pernikahan, meskipun orang Kasanga selalu dapat tersenyum menghadapi kegetiran pernikahan atau rumah tangganya itu.

Orang "KASANGA" dalam memilih jodoh tidak melalui perkenalan langsung. Dia akan mengalami kesulitan dalam perkenalan pertama dengan lawan jenisnya. Maka pada umumnya, perkenalannya dengan calon pasangan hidup melalui perantaraan orang lain.

Orang Kasanga dalam hal permainan ranjang cukup baik dan bervariasi. Hal itu dapat terjadi karena orang Kasanga mempunyai daya khayal yang tinggi. Tetapi sebenamya tidak menggemari permainan ranjang. Lebih senang bercumbu, karena hal itu akan lebih menenteramkan hatinya.

Orang Kasanga mempunyai rasa bertanggung jawab yang sangat kuat terhadap keluarganya. Begitu pula laki-laki Kasanga mempunyai andil yang sangat besar dalam mendidik anak-anaknya. Semua itu disebabkan sifatnya yang lembut, ramah, dan sabar. Sehingga anak-anaknya pun mendapat bimbingan yang cukup.

BATU PERMATA YANG COCOK
Ada beberapa jenis batu permata yang cocok bagi orang kelahiran mangsa "KASANGA". Selain sebagai permata aksesoris, batu permata mempunyai khasiat yang sangat berguna bagi si pemilik yang mempercayainya.

Adapun batu permata yang cocok bagi orang "KASANGA" adalah sebagai berikut:

1. Blue Sapphire = Saffir Biru
Selain indah untuk aksesoris, berkhasiat juga sebagai menolak racun, penyakit menular, sakit kulit, sakit panas, dan melindungi mata dari kerusakan penyakit cacar.

2. Amethyst = Kecubung Kasihan
Batu permata ini indah, berwarna ungu, ungu muda atau ungu tua kemerahan, lebih tampak indah kilaunya kalau digosok faset berlian. Sebagai aksesori sangat indah dan mempunyai pembawaan lembut dan dapat mendatangkan rasa kasih. Selain itu juga mempunyai khasiat untuk mencegah mabuk minuman keras, menolak bahaya racun, keracunan, dan mencegah sakit jantung.

3. Emerald = Batu Jamrud
Batu Jamrud hijau ini yang bagus dapat mencapai harga puluhan juta rupiah dalam ukuran sebesar biji asem. Bagi yang percaya Jamrud mempunyai khasiat mencegah sakit kepala.

WARNA YANG IDEAL
Bagi orang kelahiran mangsa "KASANGA" ada beberapa warna yang ideal baginya, antara lain: Hijau, Merah tua, Hitam, Putih, Biru tua, dan Abu-abu.

Adapun warna yang paling cocok adalah Abu-abu. Warna yang ideal di sini, adalah warna yang paling tepat dan baik dipakai oleh orang kelahiran mangsa Kasanga, termasuk juga warna untuk interior rumahnya.

BUNGA
Ada beberapa jenis bunga yang dapat membangkitkan semangat bahkan dapat mendatangkan inspirasi bagi orang "KASANGA", yaitu bunga:
1. Melati.
2. Lily putih.
3. Gradiol, Suflir, Anggrek Scorpio.
4. Mawar Merah Tua, Mawar Margareta.
5. Gadena atau Ceplok Piring.

Mongso Kasadasa
KASADASA - Gedhong Minep Jroning Kayun
27 Maret - 19 April

KEADAAN UMUM
Mereka yang terlahir pada tanggal 27 Maret - 19 April, adalah kelahiran mangsa "KASADASA", dapat juga di sebut sebagai Orang Kasadasa. Pada mangsa Kasadasa, sering terdengar desiran angin kencang, karena pada saat itu adalah perubahan musim, dari musim hujan ke musim kemarau, dengan candranya, "Gedhong Minep Jroning Kayun", yang artinya "Pintu Gerbang Tertutup Didalam Hati". Lamanya orbit 24 hari, dalam pengaruh Resi Bisma. Disebut juga mangsa Mareng.

Resi Bisma mempunyai sifat teguh hati dan pemberani. Tidak mau mengalah, karena mempunyai jiwa militer, yang berarti disiplin dan tegas. Mau mengalahkan tetapi tidak mau dikalahkan. Dia hanya tunduk kepada orang yang dihormati dan disegani. Seperti dikisahkan dalam dunia pewayangan bahwa Bisma merelakan warisan tahtanya demi menghormati dan rasa cintanya kepada ayahnya. Agar tidak mempunyai keturunan, maka Bisma tidak menikah seumur hidupnya "Wadad". Suatu gambaran betapa teguh dan tegas pendirian Bisma, walau untuk itu dia harus menderita.

Orang yang terlahir dalam pengaruh Resi Bisma ini mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi, baik terhadap keluarga maupun terhadap lingkungannya. Kesadarannya bermasyarakat sangat tinggi. Dia sangat membenci ketidakadilan, berani mendobrak segala sesuatu yang dianggapnya mengkorup norma prikemanusiaan. Bahkan kalau memang dibutuhkan dia rela mempertaruhkan harta maupun kedudukannya demi membela kebenaran. Prinsipnya sangat kuat dan idealis.

Banyak orang KASADASA yang hidupnya membujang atau menikah terlambat, karena lebih mengutamakan perjuangan untuk adik-adiknya daripada memikirkan diri sendiri. Karena dia berpikir dengan dia kawin maka akan merepotkan perjuangannya untuk adik-adik dan orangtuanya. Dibantunya orang tua untuk mensukseskan adik-adiknya, baik sekolah maupun sampai berumah tangga. Dia sendiri mengalah sampai tua.

Sifat keras kepalanya itulah yang membuat tidak ada orang lain yang dapat menasehatinya. Semua langkah yang diambilnya adalah langkahnya sendiri. Dalam tata kehidupan, dia adalah orang yang mandiri, tidak mau diperintah dan sulit untuk tunduk kepada kemauan orang lain. Maka mangsa "Kasadasa" dicandra "Gedhong Minep Jroning Kayun", yang artinya "Tertutup Pintu Hatinya". Terbukti didalam kehidupan nyata, bahwa orang Kasadasa angkuh dan mudah tersinggung, tetapi agak pemalu. Pendapatnya tidak bisa dirubah orang lain, begitu pula kalau dia benci kepada seseorang, maka dendam itu tidak dapat lunas kalau tidak terbalas. Maka dikatakan pintu hatinya tertutup.

Walau begitu, dia senang membela yang lemah, kalau itu dirasakan benar bagi dia. Tidak dapat orang menghasut untuk suatu pekerjaan yang tidak disenanginya. Karena kepekaan perasaan, hati yang keras dan pemalu. Maka orang Kasadasa sering jadi korban perasaan, sering sakit hati.

Orang Kasadasa yang telah dewasa, lebih tegas dan lebih banyak menggunakan pikiran daripada perasaannya. Lebih banyak menggunakan otak daripada otot. Langkah-langkahnya telah nampak jelas, haluan dan tujuan hidupnya lebih jelas terbaca. Berani berkorban untuk kepentingan orang lain, walaupun untuk itu dia harus menderita, Sekali dia memutuskan sesuatu, tidak akan menariknya kembali.

Sebagai orang yang dilahirkan dengan pembawaan "Mandiri", maka orang "Kasadasa" dilengkapi oleh Tuhan suatu keistimewaan, yaitu pada otaknya. Pada umumnya orang "Kasadasa" rnempunyai kecerdasan yang luar biasa. Cepat dapat memecahkan suatu perkara dan pekerjaan yang pelik dan muskil.

Karena keberanian dan kecerdasannya itulah yang mengangkat dia kepuncak karirnya. Banyak orang mengaguminya. Dia sangat tekun bekerja, kalau pekerjaan itu pilihannya. Karena dia adalah manusia yang tidak mau diperintah-perintah. Sebaliknya dia senang memerintah, karena dia merasa lebih dari yang lain. Itupun diakui oleh sahabat-sahabatnya, bahwa orang "Kasadasa" mempunyai banyak kelebihan.

KEADAAN ALAM SEMESTA
Mangsa "KASADASA" berpengaruh pada Alam Semesta, pada saat itu sedang mengalami peralihan musim. Musim hujan menghadapi perubahan ke musim kemarau. Walau terkadang masih turun hujan, tetapi tidak lebat. Hawanya masih sejuk, bahkan didaerah pegunungan masih terasa dingin. Angin berhembus kencang sekali dari arah Tenggara. Hembusan angin yang kencang itu terdengar berdesau-desau dan kadang merontokkan daun-daun. Pada peralihan musim itulah datangnya Naga Jatingarang, disebut Mareng.

Tampaklah burung-burung Manyar membuat sarang. Hewan-hewan ternak seperti sapi dan kerbau mulai bunting. Sedangkan di sawah tarnpaklah pemandangan yang indah bagaikan lautan emas. Tiada lain adalah padi yang telah menguning terhembus angin pegunungan. Bergelombang-gelombang bagaikan air samudera. Petani mulai panen.

Panen atau menuai padi di sawah, adalah suatu saat yang paling gembira bagi masyarakat pedesaan. Bahkan pada saat tersebut di beberapa desa mengadakan pentas tayub, pentas wayang atau selamatan. Kesemuanya adalah suatu ungkapan rasa bersyukur atas rahmat yang telah dikaruniakan Tuhan kepada umat manusia.

KEADAAN FISIK
Orang "KASADASA" mempunyai bentuk fisik gagah berukuran sedang, wajahnya bulat telur, matanya bulat berbinar-binar, dengan sepasang alis yang cukup tebal. Hidungnya mancung, bibirnya sedang dengan ukuran mulut agak lebar. Tangan dan kakinya tidak begitu berotot. rambutnya lebat dan hitam, tetapi pada usia yang sangat muda sudah banyak rambutnya yang rontok.

Dalam hal kesehatan fisik, maka orang Kasadasa cukup sehat. Orang Kasadasa jarang terserang penyakit yang berat. Hanya penyakit umum yang disebabkan oleh kelelahan atau kurang berhati-hati memilih makanan. Kadang-kadang terserang sakit perut dan mata berkunang-kunang, tapi itupun tidak berlangsung lama.

KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Anak-anak yang terlahir pada mangsa Kasadasa ini umumnya mempunyai pembawaan watak yang keras dan tidak mau mengalah. Sering menonjolkan kenakalan dan kebandelan.

Bila dia berbuat salah, tidak mau mengakui kesalahannya itu. Kalau dia mendapat hukuman, menganggapnya bahwa yang memberi hukuman itu berbuat tidak adil. Entah siapa saja yang menangani dia, dalam pikirannya hanya terbayang musuh. Karena memang anak "Kasadasa" terlahir sebagai prajurit atau manusia yang berjiwa militer.

Jiwanya keras, kemauannya keras, tidak mau dikalahkan, tidak mau diperintah, bahkan dia merasa dirinyalah yang terpandai diantara anak yang lain. Untuk itu, dia berlatih segala sesuatu dengan baik, belajar segala sesuatu dengan tekun dan bersungguh-sungguh. Maka benar-benar anak "Kasadasa" sangat mengagumkan. Keistimewaannya adalah pada tingkat kecerdasannya yang tinggi. Mudah menyerap pengetahuan apa pun, baik dari buku maupun dari lingkungannya. Sehingga anak "Kasadasa" lebih menonjol daripada anak lainnya. Bahkan anak Kasadasa selalu tampil sebagai pemimpin, dikelasnya sebagai ketua kelas, sebagai ketua OSIS, dan begitu juga di luar sekolah dia juga bisa tampil sebagai pemimpin. Kenyataannya memang banyak hal yang dapat diselesaikan oleh anak Kasadasa dibanding anak lainnya.

Budinya yang bersifat keras harus mendapat bimbingan yang baik dari pihak-pihak pendidik dan orang tua. Karena mendidik anak "Kasadasa" dengan kekerasan akan mengembangkan jiwa keras pada diri anak itu. Sabar dan harus Hati-hati, karena masa kanak-kanak itu adalah masa pembentukan jiwa.

KEADAAN MASA REMAJA
Masa remaja kelahiran mangsa "KASADASA" adalah melanjutkan alur kehidupan dari masa kanak-kanak. Jadi apa yang mempengaruhi pada masa kanak-kanak itulah yang membentuk jiwa remaja "Kasadasa".

Sifat keprajuritan anak "Kasadasa" terus berlanjut, tegas, disiplin dan mudah marah. Tetapi setelah kurun waktu remaja tiba, sifat mudah marahnya itu lebih terarah untuk hal-hal yang positif. Artinya sifat pemarahnya itu dapat disalurkan untuk mendalami suatu ilmu dengan membakar semangatnya. "Mengapa saya tidak bisa?", adalah pertanyaan-pertanyaan yang mencambuknya untuk giat belajar.

Pemalu, dia akan merasa malu kalau kekurangannya sampai diketahui orang lain. Maka dia akan berusaha sekuat mungkin untuk meningkatkan proporsi dirinya, sehingga dia merasa bahwa dirinya sudah menduduki rangking teratas.

Kepemimpinan, bahwa remaja kelahiran mangsa "Kasadasa" mempunyai ambisi memimpin yang sangat tinggi. Karena dia sendiri tidak mau dipimpin oleh orang lain. Untuk mencapai kedudukan sebagai orang yang patut menjadi pemimpin, maka remaja Kasadasa terus berusaha untuk meningkatkan kwalitas dirinya. Baik dalam segi ilmu pengetahuan, kebiasaan atau ketrampilan apapun, dan kewibawaan. Dengan suatu keyakinan bahwa dia adalah yang terpandai, maka remaja Kasadasa dapat tampil kedepan dengan optimis. Kenyataannya memang begitu, banyak remaja Kasadasa yang tampil menjadi pemimpin. Dalam hal ini memberikan bimbingan dan membina kawan-kawannya yang membutuhkan pertolongan.

Orang kelahiran Kasadasa mempunyai kesenangan bepergian, oleh karenanya banyak proyek-proyek yang dikerjakan terbengkalai. Ide-idenya banyak yang sebenarnya kalau dikelola dengan baik akan baik sekali jadinya. Tetapi sifatnya yang selalu bergerak, kemudian mempunyai ide yang lain lagi. Sehingga semuanya tidak menghasilkan suatu apapun. Proyek-proyek yang dibuatnya itu sebenarnya mempunyai tujuan untuk menolong orang lain, memberikan lapangan kerja dan menyalurkan bakat.

Maka dengan pengalaman-pengalaman itu, dia harus menyadari dan mau bekerja sama dengan orang lain yang bersifat untuk mengelola cetusan-cetusan ide orang Kasadasa itu. Kalau bisa terjadi hal tersebut, maka usaha orang Kasadasa dapat sukses.

CIRI KHAS
Bicara tentang orang Kasadasa, pastilah ada suatu petunjuk sebagai suatu tanda yang khas orang Kasadasa. Ciri khas ini bukan suatu yang dapat dirahasiakan. Misalnya seperti postur tubuh, sepak terjang dan budi pekerti. Artinya penampilannya, semua itu tidak dapat dibuat-buat atau disembunyikan.

Bila kita ketemu dengan seseorang yang serba grusa-grusu dan dalam melakukan segala sesuatu tampak tergesa-gesa. Kemudian tampak penampilannya seperti orang gelisah, tangannya memegang benda apa saja yang berada di sekitarnya, kemudian dalam organisasi selalu berambisi untuk membuat suatu evolusi dan revolusi, perombakan-perombakan dan reorganisasi. Itulah salah satu ciri khas orang Kasadasa.

Selain daripada itu, ada-ada saja ulahnya pada saat dia berbicara dengan orang lain, untuk menutupi kegugupannya. Apalagi bila berhadapan dengan lawan jenisnya, dia akan tampak gugup sekali. Namun menjadi kebiasaan dan ciri khas orang Kasadasa, walaupun kalah tidak mau mengakui kekalahannya.

IKATAN PERSAHABATAN
Orang kelahiran mangsa "KASADASA" pada umumnya pandai bergaul, oleh sebab itu dia mempunyai banyak kenalan. Pergaulannya cukup luas.

Dalam pergaulan itu tentu saja ada kawan, rekan dan sahabat. Sahabat adalah kawan yang dapat menyimpan rahasia, memberikan pertolongan, baik moral maupun materi. Sahabat bisa diibaratkan seperti saudara kandung sendiri. Maka dapat diistilahkan mencari kawan mudah tetapi memelihara persahabatan sukar. Orang kelahiran mangsa "KASADASA" dapat mengikat tali persahabatan yang kokoh dengan orang yang kelahirannya jatuh pada Mangsa "KANEM" (10 November - 22 Desember), kemudian dapat juga bersahabat dengan baik dengan kelahiran Mangsa "KARO" (3 Agustus - 25 Agustus).

Dua zodiak itu adalah pilihan yang dapat dijadikan sahabat sejati, artinya sahabat kepercayaan segala rahasia, sampai rahasia pribadi. Begitu juga dapat cocok dengan sesama kelahiran mangsa "KASADASA", hanya kadang ada sedikit keretakan kalau kebetulan ada perbedaan pendapat, kadang saling ngotot. Tapi itupun hanya berlangsung selintas, kemudian akan baik kembali.

Dengan petunjuk tiga mangsa sebagai calon sahabat karib itu, bukan berarti menutup suatu kemungkinan untuk berkawan dengan mangsa lainnya. Namun hanya sekedar kawan dan rekan, karena dengan mereka ini sering banyak hal-hal yang bertentangan serta riskan sekali kalau untuk membicarakan atau mengelola suatu usaha patungan. Walaupun orang "Kasadasa" tidak senang bekerja secara patungan. Tetapi telah menjadi sifat orang Kasadasa senang bergaul, senang berkawan, bahkan senang berorganisasi. Tentu saja dalam pergaulan tidak mungkin untuk memilih-milih kelompok kelahiran atau mangsa, karena di dunia ini terdiri dari berbagai macam manusia dengan berbagai mangsa kelahirannya. Begitu juga saudara satu ayah, satu ibu, tidak mungkin terdiri dari "Kasadasa" semua.

Yang penting adalah memelihara ketentraman, memelihara kedamaian dan kenyamanan dalam pergaulan jangan ada kendala-kendala.

KEADAAN KESEHATAN
Orang "KASADASA" pada umumnya mempunyai kwalitas kesehatan yang baik. Sejak masa kanak-kanak, remaja, hingga masa tua. Tetapi ada beberapa penyakit ringan yang lazim, yaitu influenza dan gangguan pada pencernaannya. Khususnya bagi orang Kasadasa kelahiran hari "Senin", jaga benar-benar kesehatan perutnya.

Selain itu ada kemungkinan dapat sakit pada bagian syaraf tangan. Penyakit ini ada kecenderungan terkena bagi yang terlahir pada hari "Selasa". Tentu saja hal ini bisa dicegah dengan cara olah raga, istirahat secara teratur, dan menjaga pola & menu makanan.

Gangguan mata dapat juga mengancam orang Kasadasa kelahiran hari Rabu dan Jumat, karena mempunyai kelemahan pada mata dan ginjal. Pemeliharaannya adalah dengan olah raga, minum yang cukup, mengkonsumsi wortel dan minum madu.

Bagi orang Kasadasa kelahiran hari Kamis dan Sabtu, kelemahannya pada telinga dan hati. Pencegahannya adalah olah raga, istirahat yang cukup, dan jaga pola & menu makanan.

PEKERJAAN YANG COCOK
Pekerjaan bisa dikatakan cocok kalau sesuai dengan sifat dan bakat seseorang. Maka orang itu akan mengerjakannya dengan perasaan tenang dan gembira, hasil pekerjaannya pun sangat memuaskan.

Bagi orang Kasadasa pada dasarnya pekerjaan yang paling cocok adalah pekerjaan "wirasembada" tanpa campur tangan orang lain. Walaupun begitu, menurut ahli Kejawen dalam hal ini Astrologi Jawa membagi kelompok hari kelahiran orang Kasadasa menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:

1. Eka
Kelompok ini adalah kelahiran dari hari Minggu, Rabu dan Jumat. Orang Kasadasa kelompok pertama ini yang paling cocok adalah sebagai wiraswasta, mendirikan perusahaan yang ada hubungannya dengan pertanian, kemudian dapat juga sebagai wartawan.

2. Dwi
Kelompok ini adalah kelahiran hari Senin. Orang Kasadasa kelompok kedua ini mempunyai bakat dibidang pekerjaan yang baik adalah sebagai pemandu wisata. Tetapi dapat juga mendirikan usaha leveransir bahan bangunan, atau bekerja dibidang bangunan.

3. Tri
Kelompok ini adalah kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Orang Kasadasa kelompok ketiga ini pekerjaan yang paling cocok baginya adalah sebagai pengarang. Selain itu dapat juga menjadi aktor/aktris baik teater maupun film. Juga dapat menjadi pelukis, sekretaris, mandor bangunan. Kalau pendidikan tinggi dapat memilih bidang kedokteran, Arsitektur, atau menjadi Dosen.

Tetapi yang harus selalu diingat oleh orang Kasadasa, bahwa dirinya tidak mau diperintah oleh siapa pun, kecuali orang tuanya dan orang yang dicintainya.

REJEKI & PENGHIDUPAN
Pada umumnya orang kelahiran mangsa "KASADASA" mempunyai tingkat alur perjalanan hidup yang baik, rejekinya cukup lumayan. Ditopang pula dengan berbagai kemampuannya mandiri, sehingga sejak masih remaja sudah dapat mencari uang. Walau begitu, Astrolog Kejawen membuat rumusan untuk membedakan satu dengan yang lain dalam kelompok kelahiran mangsa Kasadasa itu menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:

1. Eka
Kelompok ini adalah kelahiran hari Minggu, Rabu dan Jumat. Orang Kasadasa dalam kelompok pertama ini adalah orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang paling baik. Tidak pernah kekurangan uang. Dia sangat pandai bergaul, sehingga banyak koneksi dan banyak yang mendukung dalam urusan apa saja. Segala yang diusahakannya selalu sukses dan mendatangkan keuntungan moral maupun uang. Hal tersebut berlanjut hingga hari tua, anak-anaknya sukses dalam pendidikan tinggi.

2. Dwi
Kelompok ini adalah kelahiran hari Senin. Orang Kasadasa kelompok kedua ini mengutamakan uluran tangan dan inspirasi orang kedua. Baik itu lingkungan keluarga, sahabat, dan masyarakat. Dengan dukungan merekalah semua usahanya akan berjalan. Walau pada umumnya orang Kasadasa jarang kekurangan uang, tetapi tanpa usaha yang keras, tidak akan berhasil meningkatkan tingkat sosialnya.

3. Tri
Kelompok ini adalah kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Orang Kasadasa kelompok ketiga ini agak kurang baik keberuntungannya. Setiap langkah yang dikerjakan seringkali mengalami kegagalan, walaupun tidak berarti bangkrut sama sekali, tetapi selalu mengalami kesulitan. Namun karena orang "Kasadasa" mempunyai sifat tabah, ulet dan disiplin militer yang kuat, setelah umur mencapai 30 tahun khususnya bagi yang terlahir dengan weton Selasa Kliwon, Kamis Pon, dan Sabtu Paing, maka keadaan ekonominya akan meningkat baik sekali. Bahkan kalau ulet dan hemat akan mencapai keberhasilan di hari tuanya.

SAAT YANG TEPAT
Dalam perhitungan Astrologi Jawa, maka ada saat-saat ketika orang mengerjakan sesuatu berhasil dengan baik, tetapi ada hari-hari yang lain, bila untuk mengerjakan sesuatu mengalami kegagalan. Tentu saja hal itu menjadi kepastian setelah mengalami penelitian berkali-kali. Hasilnya merupakan kesimpulan parapsikolog.

Berdasarkan penelitian Horoskop Jawa maka saat terbaik untuk melakukan pekerjaan yang terpenting adalah pada tanggal 5 Desember, karena pada saat itu terjadi kulminasi. Lebih-lebih kalau pada saat tanggal tersebut jatuh pada hari Selasa, itu lebih baik lagi.

Setidaknya usahakan segala yang terpenting dilakukan pada tanggal 5 Desember, karena pada saat itu Resi Bisma sedang menurunkan pancaran saktinya dan limpahan Rahmat Ilahi. Dampaknya, terbukalah kiat kemudahan upaya apapun yang semula mengalami kesulitan.

Tanggal 5 Desember itu berjalan terus setiap tahunnya, artinya setiap tahun ada pemberkahan Agung. Hal ini khususnya bagi kelahiran mangsa "Kasadasa".

HOBI
Bagi orang kelahiran mangsa "Kasadasa" ada beberapa hobi, antara lain:
1. Melukis, baik natural maupun abstrak.
2. Musik, baik rock maupun pop.
3. Membaca, fiksi, non fiksi dan sastra.
4. Mengarang dan koresponden.
5. Seni pentas.
6. Panjat tebing.

JODOH
Orang kelahiran mangsa "KASADASA" sebenarnya dekat jodohnya, baik itu pria maupun wanita. tetapi pada umumnya akan menikah setelah umurnya lebih dari 29 tahun, hal itu terjadi karena dia merasa ikut bertanggung jawab terhadap masa depan adik-adiknya. Hari-harinya diperuntukkan memikirkan keluarga, membantu mencari uang sekolah, bahkan memikirkan masa depan adik-adiknya. Setelah semua tuntas, barulah dirinya sendiri dipikirkan.

Padahal orang Kasadasa bukanlah orang yang tidak mempunyai gairah seks. Baik laki-laki maupun wanita "Kasadasa" mempunyai gairah seks yang cukup tinggi. Termasuk hangat dalam permainan ranjang.

Bagi orang kelahiran mangsa "KASADASA" jodohnya adalah dengan kelahiran mangsa "KARO" (3 Agustus - 25 Agustus), kemudian dapat pula berjodoh dengan kelahiran mongso "KANEM" (10 November - 22 Desember), tetapi dengan orang "KASADASA"pun dapat pula cocok dan harmonis.

Tentu saja tidak menghilangkan suatu kemungkinan perkawinan dengan mangsa-mangsa yang lain. Kalau terjadi, menurut para ahli Astrologi Jawa, akan mendatangkan ketidak harmonisan, sering ribut, tidak saling terbuka, saling mencurigai. Walhasil akan terjadi perceraian atau pisah ranjang. Sedapat mungkin harus dihindari bentuk perkawinan tersebut.

BATU PERMATA YANG COCOK
Ada beberapa batu permata atau batu Aji yang cocok bagi orang kelahiran mangsa "KASADASA", adalah sebagai berikut:

1. Amathyst = Kecubung Asihan
Batu permata ini mempunyai sinar ungu kemilau, baik sekali bagi orang Kasadasa yang mempunyai sifat ingin memimpin, agar pengaruhnya disayang atau dicintai orang lain. Selain itu mempunyai khasiat pula untuk mencegah mabuk minuman keras, menolak bahaya racun, dan mencegah sakit jantung.

2. Aquamarin = Sinar laut hijau
Batu permata ini baik sekali kilauannya seperti kemilaunya laut Arafuru, indah dan mengesankan rasa damai serta anggun. Selain keindahan sinarnya, mempunyai khasiat mencegah penyakit liver, penyakit pencernaan, dan penyakit lemah badan.

3. Intan = Diamond
Intan dinamakan juga batu mulia karena mempunyai kekerasan dan harga yang lebih tinggi daripada batu permata lainnya. Diamond yang asli mempunyai harga standar yang cukup tinggi, biasa dipakai oleh orang-orang kaya, bangsawan, raja, atau orang-orang terkemuka. Kilauannya sangat indah, dapat memancarkan sinar yang beraneka warna. Khasiatnya menolak segala ilmu hitam dan menentramkan pikiran.

4. Badar Besi = Heliotrope
Badar besi batunya hitam dan kalau didekatkan magnet dapat melekat. Biasanya yang memakai batu ini adalah kaum pria, untuk permata cincin. Pemakainya akan tampak jantan. Kalau dipandang dari segi khasiat, maka batu ini mempunyai pengaruh meningkatkan keberanian, terhindar dari dihinaan orang, dan meningkatkan kewibawaan.

WARNA YANG IDEAL
Ada beberapa jenis warna yang cocok bagi kelahiran Kasadasa, yaitu Merah Tua dan Kuning. Dua jenis warna itu adalah warna ideal yang dapat dipakai untuk busana maupun interior dalam rumah atau pada karpet lantai.

BUNGA
Bunga yang cocok dan membangkitkan gairah hidup bagi orang Kasadasa adalah bunga Mawar Merah, Gradiol Merah Tua, dan lilly Kuning. Demikianlah bunga-bunga itu bagi orang Kasadasa akan mendatangkan pengaruh mistik dan dampaknya akan menunjang daya kehidupannya.

Mongso Desta
DESTA - Sotya Sinara Wadi
20 April - 12 Mei

KEADAAN UMUM
Orang yang terlahir pada tanggal 20 April - 12 Mei, mereka termasuk orang "DESTA". Karena pada saat itu adalah Mangsa Desta, Mangsa yang ke XI dengan candra "Sotya Sinar Wadi" yang artinya "Permata Hati" dan di bawah pengaruh Batara Yamadipati.

Daya dan pengaruh Mangsa sangat kuat sekali bagi mereka yang terlahir pada saat itu. Begitu pula Batara Yamadipati sangat mempengaruhi sifat dan kehidupannya.

Batara Yamadipati adalah putera Hyang Ismaya dari ibu Dewi Kanestren. Di dalam dunia Pewayangan Batara Yamadipati adalah Dewa Pencabut Nyawa. Sifatnya pantang mundur, bijaksana, dan tegas walaupun tindak tanduknya sudah diperhitungkan terlebih dahulu dan pasti.

Begitu pula mereka yang terlahir pada mangsa "Desta" kalem dan lemah dalam mengerjakan segala sesuatu pekerjaan. Tetapi semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya selalu dapat selesai pada saatnya, karena orang Desta selalu mempunyai kiat tersendiri dalam mengerjakan segala sesuatu. Sistimatis dan praktis, sehingga dengan santai, dia dapat merampungkan pekerjaan.

Sifat kalem dalam tindak tanduknya itu, mempengaruhi juga dalam pergaulan sehingga tidak mengherankan dia juga mempunyai banyak pengagum. Tubuhnya yang tegap dan berotot, menggambarkan bahwa dia tidak malas mengerjakan pekerjaan apa pun.

Dalam pergaulan sangat menyenangkan, tetapi tidak gampang mempercayai orang lain, juga mempunyai sifat cemburu. Senang mempelajari Ilmu Gaib. Karena ia mempunyai perasaan kuat, maka segala langkahnya walaupun lamban tetapi pasti.

Sering memperlihatkan kedermawannya, walaupun untuk itu hatinya tidak iklas. Diluar dugaannya, tanggapan orang lain menganggap dia sebagai dermawan benar-benar, sehingga banyak orang datang meminta pertolongan padanya.

Penampilannya selalu tampak rapi dan meyakinkan. Menonjolkan kegagahannya dan perlente dengan rambut yang tersisir rapi. Bagi orang "Desta" berpakaian rapi dan kerapian rambut, adalah sangat besar artinya bagi keyakinan penampilan orang Desta.

Walaupun tampak kalem, tetapi kalau terpancing oleh kemarahan yang tidak dapat tertahan lagi maka dia pun dapat marah sekali. Padahal kalau sudah marah tidak dapat dikendalikan. Kalau sudah disakiti hatinya dan dikecewakan maka dia cepat mengambil suatu keputusan yang dratis dan tidak mau lagi berhubungan.

KEADAAN ALAM SEMESTA
Mangsa "DESTA" keadaan alam semesta jatuh pada musim kemarau. Walaupun terkadang masih turun hujan, tetapi sudah jarang sekali. Hawanya panas dan angin berhembus dari Tenggara ke arah Timur laut. Artinya hembusan angin membelok, tentu saja mempunyai pengaruh terhadap keadaan gelombang air laut, bisa terjadi badai pasang.

Pada Mangsa itu Petani menuai padi di sawah, mereka bergembira dan berbahagia sekali, ditambah panen ubi-ubian. Burung pemakan biji-bijian, burung Manyar, burung Pipit, burung Derkuku/Punai, dan lainnya sibuk memberi makan anak-anaknya.

Semuanya yang terjadi merupakan gambaran bahwa pada musim itu banyak tercurah rasa kasih sayang. Suatu penjabaran dari candra yang menggambarkan mangsa "DESTA" adalah "Sotya Sinara Wadi" yang artinya Permata hati. Penuh kasih sayang dan kegembiraan.

KEADAAN FISIK
Orang kelahiran mangsa "DESTA" berdasarkan Astrologi Jawa ada dua golongan. Mereka itu adalah yang terlahir di waktu Siang dan Malam hari. Adapun yang terlahir di Siang Hari pengaruh batara Yamadipati sangat kuat. Sedang yang terlahir di Malam hari dalam pengaruh Batara Kamajaya.

Batara Kamajaya bertampang cakep, baik pria maupun wanita kelahiran mangsa DESTA mempunyai bentuk tubuh maupun wajahnya berlainan dengan kelahiran siang hari. karena kelahiran Desta di malam hari segalanya terpengaruh Batara kamajaya dan Batara Kamaratih.

Postur tubuhnya sedap, tetapi otot-ototnya menonjol menggambarkan kalau orang Desta itu gemar melatih kebugaran tubuhnya dengan teratur. Wajahnya bulat, dengan sepasang bibirnya yang tipis, beralis tebal, bermata bulat dan bersinar tajam. Menggambarkan kalau orang Desta selalu optimis. Dua kekuatan gaib berpadu antara Batara Yamadipati dengan Batara Kamajaya, hingga bentuk fisik orang Desta tampak sangat mengagumkan. Tatapi perpaduan ini jumlahnya sangat sedikit.

Sifatnya pun terpadu sehingga orang Desta kelahiran malam hari ramah dan sabar dalam menyelesaikan segala sesuatu urusan. Banyak pula dari kalangan orang Desta yang menjadi Binaragawan, karena bentuk tubuhnya dengan tonjolan otot-ototnya yang sangat indah. Ditunjang pula oleh kesehatan tubuhnya yang kebal terhadap penyakit.

Orang "Desta" dapat dikatagorikan bertubuh kebal terhadap penyakit, karena jarang terserang penyakit. Kalau menderita sakit, hanya ringan yaitu panas dalam atau sariawan itupun dapat segera diatasi.

KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Anak-anak kelahiran mangsa "DESTA" mempunyai jiwa peka sekali terhadap lingkungan. Kalau salah bergaul dan salah didik maka dapat buruk akibatnya. Dia gampang terseret dalam perbuatan yang kriminal, senang mencuri dan serakah. Bahkan dapat menjurus ke tindak kekerasan.

Pada dasarnya anak Desta sangat menyenangkan dan baik dalam berteman. Maka tidak mengherankan kalau anak desta banyak mempunyai kawan, karena dia senang menolong dan halus tutur katanya. Penampilannya pun sangat rapi dan bersih mempesona.

Tidak dapat menerima perlakuan yang bersifat mengikat dan kurang berdisiplin, karena dia akan merasa terkurung dengan adanya aturan aturan dan ikatan-ikatan itu. Biasanya lalu memberontak. Kalau sudah begini lalu berbuat semau gue. Mereka lebih cenderung untuk membentuk diri sendiri, sejak masih anak-anak sudah belajar mandiri dan berani. Jarang rewel dan menangis.

KEADAAN MASA REMAJA
Ketika umurnya telah memasuki masa remaja, pada dasarnya masih terbawa sifat dan keadaannya pada waktu kanak-kanak. Hanya saja perkembangan budi pekertinya telah meningkat, telah menonjolkan daya fikir dan imajinasi. Sehingga semua yang akan dikerjakannya telah lebih terarah.

Kalau pada masa kanak-kanak senang berbuat seenaknya dan acuh tak acuh terhadap lingkungan. Kalau disuruh orang tua dikerjakan sambil bermain-main. Maka masa remaja sudah banyak berubah, karena dapat membedakan mana yang penting dan mana yang tidak.

Dalam kehidupan sehari-hari remaja Desta sangat menarik, banyak kawan dan kawan-kawannya itu sangat menghormatinya. Karena dia mempunyai sifat penuh pengertian dan senang menolong. Dalam pergaulan dia selalu tampil ke depan kalau kawan-kawannya menghadapi bahaya, karena dia siap membela kawan-kawannya dengan sepenuh hati.

Penampilan remaja Desta selalu rapi, perlente, trendy, dengan busana mutahir. Dia sangat senang pada kerapian dan keindahan, serta pesta-pesta. Karena dalam pesta banyak keindahan yang dapat dinikmati, termasuk makanan yang enak, musik, dan melantai.

Sebenarnya orang Desta dalam segi pendidikan tidak begitu menonjol. Hanya saja mereka mempunyai karisma sebagai penahluk. Ternyata banyak tokoh-tokoh Nasional maupun Internasional adalah orang orang Desta.

Hal itu dapat terjadi karena orang Desta dapat berbuat tenang, teliti, tekun, dalam menghadapi segala macam kasus walau bagaimanapun rumitnya. Sehingga banyak masalah rumit dapat dia pecahkan. Orang Desta tidak mementingkan kwantitas tetapi kwalitas.

Dalam pekerjaan dia sangat tekun dan telaten hingga dapat merampungkan pekerjaannya dengan tuntas. Tidak ingin dipuji karena dia merasa apa yang dikerjakan itu sudah semestinya. Banyak orang yang ditolong tanpa mengharapkan imbalan dan pujian.

Sukses yang dicapainya karena dia sanggup menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan. Bagi orang lain pekerjaan itu sangat sulit. Hal itu akan berkembang dalam karier dan terus berkembang hingga jenjang prestasi.

CIRI KHAS
Ada beberapa tanda khas sebagai petunjuk seseorang kelahiran mangsa "DESTA" yang termudah adalah mengamati penampilan. Karena orang "DESTA" tampil dengan segala kerapiannya, baik itu pakaian maupun cara menyisir rambut. Bahkan misalnya kalau rambutnya lurus akan dikeriting dan dicreambath.

IKATAN PERSAHABATAN
Orang kelahiran mangsa "DESTA" sebenarnya mempunyai banyak kawan. Karena dia adalah figur yang menarik dalam pergaulan. Sahabatnya pun banyak, karena umumnya orang Desta pandai memelihara hubungan antara kawan. Sehingga banyaklah kawan-kawan kepercayaannya. Tetapi kalau orang Desta itu disakiti hatinya, maka seumur hidup tidak akan mau kenal lagi, bahkan bertemu saja sudah tidak sudi. Begitu tegas dan drastis.

Maka agar tidak terjerumus pada pergaulan yang nantinya akan merugikan diri sendiri, sebaiknyalah kalau diketahui garis-garis persahabatan yang cocok berdasarkan penemu Astrolog Kejawen.

Dalam pergaulan yang paling cocok bagi orang kelahiran mangsa Desta itu adalah mereka yang terlahir pada mangsa "KATELU" (26 Agustus - 18 September), selain itu juga cocok dengan orang "KAPITU" (23 Desember - 3 Februari).

Kalau bertemu sahabat yang tertera di atas tadi, yaitu "Katelu" dan "Kapitu" bahkan dengan "Desta" maka orang-orang itulah yang dapat dijadikan sahabat karib. Kemungkinan retak tidak ada.

Karena orang Desta sering bepergian jauh, maka membutuhkan orang yang dapat dipercaya untuk menjaga, balk itu harta, rumah, maupun keluarganya. Kalau di kantor juga mewakilinya selama dia berada di tempat lain.

KEADAAN KESEHATAN
Pada umumnya orang Desta jarang terserang penyakit. Penyakit langganannya adalah panas dalam atau sariawan, hal itu dapat terjadi kalau dia menekuni pekerjaan berhari-hari hingga larut malam dengan mengabaikan makan dan minumnya. Maka sakit sariawan itu pasti tiba. Penyakit itu sebenarnya sejak masih anak-anak sering dideritanya.

Adapun penyakit lain yang mungkin dapat mengganggunya adalah kejang bagian leher, dapat juga terkena penyakit lambung.

Bagi orang Desta yang terlahir pada hari Selasa, maka harus berhati-hati dengan jantung dan syarafnya. Harus dijaga jangan sampai kepekaan itu benar-benar menjadi penyakit. Senam kebugaran jasmani dan olah raga sangat baik untuk pencegahannya.

Selain itu juga harus dijaga kelampiasan kencingnya, dengan banyak minum air putih setiap pagi bangun tidur dan jangan ditahan kalau terasa akan kencing. Kepekaan penyakit kandung kencing ini dapat mengganggu orang kelahiran Hari Rabu dan Jumat. Mereka harus benar-benar waspada.

Kalau tidak dijaga tingkat kestabilan kondisi tubuhnya maka orang kelahiran mangsa "DESTA" sering mengalami serangan penyakit yang tiba-tiba dan penyakit itu biasanya parah.

PEKERJAAN YANG COCOK
Bagi orang Desta sebenarnya ada beberapa pekerjaan yang bisa ditekuninya. Namun para Astrolog Jawa mengelompokkan tingkat kemampuan orang Desta menjadi tiga kelompok. Pengelompokan itu berdasarkan hari kelahiran sebagai berikut :

1. Eko
Kelompok pertama ialah kelahiran Hari Minggu, Rabu, dan Jumat. Kelompok kelahiran ini mempunyai kesempatan kerja pada bidang perdagangan, dapat juga sebagai wartawan, sebagai dokter, atau pengobatan lainnya. tetapi yang paling cocok sebenarnya dalam dunia Seni. Dapat sebagai aktor/aktris film, teater. Dapat juga sebagai pelukis, pemahat, pematung dan interior serta taman.

2. Dwi
Kelompok kedua ini terlahir hari Senin. Orang yang terlahir pada kelompok ini mempunyai kesempatan kerja di bidang pengolahan tanah atau petani. Juga baik sekali sebagai pengarang. Kalau sekolahnya cukup di bidang perbankan, maka di Bank sangat cocok. Teknik juga cocok, dan segala sesuatu yang ada hubungannya dengan tanah: Pertanian, keramik, atau perusahaan genting dan Bata.

3. Tri
Kelompok ketiga ini tarlahir pada Hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Pada kelompok kelahiran ini, lapangan kerja yang cocok adalah di bidang Travel Biro, perdagangan hasil pertanian dan wirausaha. yang paling cocok adalah sebagai Wirausaha yang berhubungan dengan teknik, baik itu pabrik maupun bengkel.

REJEKI & PENGHIDUPANNYA
Dalam mendata tentang penghidupan dan kehidupannya maka kembali lagi kepada pendapat para Astrolog Jawa. Bahwa nasib dan status sosial orang kelahiran mangsa "DESTA" dikelompokkan keadaannya berdasarkan Hari kelahirannya menjadi tiga kelompok.

Masing-Masing Kelompok diuraikan sebagai berikut:

1. Eko
Pada kelompok pertama ini terlahir di hari Rabu, Minggu, dan Jumat. Mereka ini tingkat ekonominya rata-rata baik. Mencari uang gampang, usaha apa pun dapat berhasil dan keuntungannya cukup balk. Bagi mereka khususnya yang lahir di Minggu Kliwon, Rabu Pon, dan Jumat Pon pada usia 24 tahun akan menemukan rejeki yang lumayan dan itu dapat untuk modal. Pada umumnya kelompok ini di hari tuanya cukup balk bahkan dapat kaya dan bahagia.

2. Dwi
Pada kelompok kedua ini kelahiran hari Senin. Pada kelompok kedua termasuk orang Desta yang kurang berhasil. Segala usahanya akan selalu ada hambatan, bahkan sering pula kekurangan uang. Maka kalau kebetulan sedang mendapat rejeki yang baik, harus menyisihkan uangnya untuk menabung. Hari baik yang kemungkinan dapat rejeki baik adalah kelahiran Hari Senin Legi pada usia 30 th. Senin Wage pada usia 36 th. Senin Kliwon pada usia 30 th. Yang kami utarakan tersebut adalah saat usia yang baik dan rejeki agung. Maka harus berhati-hati memanfaatkan uang pada saat itu. Kalau tidak, maka di hari tua akan melarat karena kekurangan uang.

3. Tri
Kelompok ketiga ini kelahiran hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pada kelompok kelahiran yang ketiga ini pun tidak begitu beruntung. Maka harus berhati-hati dalam memilih pekerjaan dan dalam menangani keuangan. karena jika salah dapat melarat dan selalu kekurangan uang. Tetapi rata-rata pada usianya yang memasuki 30 tahun, rejekinya agak baik. Maka pada saat itulah kesempatan untuk memanfaatkan uangnya untuk keperluan yang penting sehubungan dengan masa depan. Kalau tidak maka di hari tuanya akan melarat.

SAAT YANG TEPAT
Saat adalah suatu hal tentang waktu. Waktu sangat berarti bagi suatu kehidupan. Karena orang yang mengabaikan waktu akan mengalami suatu kerugian besar.

Seseorang pada suatu ketika akan mengalami keuntungan yang sangat besar dan tidak terduga mendapat rejeki. Umpama ada orang menitipkan mobil untuk dijualkan. Padahal dia bukan makelar, dilain pihak ada orang yang menitipkan rumah untuk dijual atau tukar dengan mobil dengan tambahan beberapa juta Rupiah. Maka transaksi tadi akhirnya jadi. Dapat untung dari penjualan mobil dan dapat untung dari penjualan rumah. Keuntungan puluhan juta Rupiah. Itulah salah satu gambaran sederhana datangnya keuntungan yang tidak terduga.

Tetapi bagi orang Paragnos atau paragnosa hal itu terjadi karena proses kosmis juga, yaitu jatuhnya titik akulmulasi pada saat transaksi itu terjadi. Pada saat itulah datangnya saat-saat baik, Allah meridhoi dan menurunkan karomahnya kepada orang tadi.

Oleh para Astrolog peristiwa itu menjadi catatan dan setelah melalui pembuktian berkali-kali, dicatat sebagai saat keberuntungan.

Saat keberuntungan bagi orang kelahiran mangsa "DESTA" adalah pada bulan mendekati Nopember, karena titik terang jatuh pada tanggal 30 Nopember.

Lebih-lebih pada saat itu jatuh pada hari Rabu atau Jumat tanggal 20 - 30 Nopember. Insya Allah segera usaha atau pekerjaan apa saja yang bersifat penting sekali dapat berhasil dengan balk. Bahkan sangat penting bagi kehidupan dan penghidupannya.

Peristiwa itu akan selalu terjadi pada setiap tahun, pada hari dan tanggal yang tidak berbeda. Hal ini disampaikan agar menjadi suatu upaya untuk mewujudkan yang terbaik bagi masa depan diri pribadi orang kelahiran mangsa "DESTA". Tentu saja keberhasilannya tidak hanya menunggu, harus dengan berusaha keras dan ulet.

HOBI
Orang yang terlahir pada mangsa "DESTA" tidak mempunyai banyak kesenangan. Dia hanya mempunyai kesenangan beberapa saja.

1. Keindahan, bertamasya ke taman rekreasi atau tempat-tempat pariwisata. Lebih disukai di pegunungan dan lembah-lembah.
2. Lukisan, termasuk melukis dan kolektor lukisan.
3. Barang-barang yang keramat, misalnya keris.
4. Batu Permata.
5. Koleksi busana mutakhir.
6. Pesta.

Beberapa hobi orang "DESTA" tersebut cukup menelan anggaran yang tidak sedikit. Maka bagi orang Desta yang berhobi tersebut, adalah tergolong dalam kelahiran kelompok pertama (EKA) yaitu yang terlahir pada hari Minggu, Rabu, dan Jumat. Tetapi kelompok dua dan tiga pun hampir sama, hanya lebih ekomonis, artinya sebatas kemampuannya.

JODOH
Orang kelahiran mangsa "Desta" dalam hal perjodohan, sebenarnya termasuk gampang. Cepat kawin, walaupun begitu karena telah berlakunya UU Perkawinan, maka harus mematuhi Undang-Undang tersebut. yaitu berumur 19 tahun bagi Wanita dan 20 tahun bagi pria. Mereka telah dewasa dan sudah siap lahir dan batin dalam berumah tangga.

Walaupun demikian perlu pula diperhatikan faktor harmonisasi dalam perkawinan dan berumah tangga tersebut. Menurut pakarnya Astrolog Jawa, bagi orang Desta yang paling harmonis adalah dengan orang "Katelu" (26 Agustus - 18 September) dapat juga dengan kelahiran "Kapitu" (23 Desember - 3 Februari) atau dengan sesama kelahiran mangsa "DESTA".

Telah disebutkan yang paling harmonis dengan orang "Katelu" artinya dalam kehidupan berumah tangga itu saling menghormati, mempunyai rasa kasih sayang, mengalah, dan mau saling menjaga.

BATU PERMATA YANG COCOK
Batu Permata yang cocok bagi orang "DESTA" dapat dilihat di bawah ini. Selain cocok untuk aksesoris juga cocok khasiatnya.

1. Jamrud Hijau = Emerald
Batu Permata yang warna hijau ini cocok untuk batu cincin atau sebagai permata giwang, anting, atau liontin, serta bros. Khasiatnya dapat melindungi dari sakit kepala.

2. Saffir Biru = Blue Sapphire
Batu ini baik juga untuk permata Aksesoris, cincin, giwang, liontin, bros, dan lain-lainnya. Khasiatnya adalah menolak racun, keracunan, sakit panas, melindungi mata dari gangguan cacar.

3. Pirus Biru = Blue Turquoise
Batu permata ini sangat bagus, lebih-lebih yang berurat emas. Umumnya yang menggemari adalah kaum pria, untuk batu cincin. Khasiatnya adalah untuk mencegah bahaya gaib, mendatangkan pengaruh keabadian.

WARNA YANG IDEAL
Bagi orang "Desta" mempunyai selera tentang warna untuk busana dan interior rumahnya maupun untuk alas lantai. Warna yang cocok baginya adalah warna Merah Anggur, Jingga, Biru Tua, dan Coklat. Tetapi warna pilihan yang ideal adalah Biru Tua. warna tersebut mempunyai dampak pengaruh rasa bahagia dan tenteram.

BUNGA
Ada beberapa jenis bunga yang cocok dan mendatangkan rasa tenteram bahkan membedakan semangat juang bagi orang Desta, diantaranya adalah bunga:

1. Mawar Jingga.
2. Anyelir.
3. Suflir dan Gradiol merah anggur.

Demikian beberapa jenis bunga dengan warna-warna tertentu yang mempunyai pengaruh gaib terhadap kehidupan orang Desta.

Mongso Saddha
SADDHA - Tirta Sah Saka Sasana
13 Mei - 22 Juni

KEADAAN UMUM
Orang Yang terlahir pada tanggal 13 Mei - 22 Juni, mereka itu dapat disebut orang "SADDHA" karena pada saat itu adalah mangsa "Saddha" yang berorbit selama 41 hari di langit belahan Timur Laut. Peristiwa mangsa itu candranya, "Tirta Sah Saka Sasana", yang artinya "Air Lenyap Dari Tempatnya". Mangsa itu dalam pengaruh Batari Sri dan Batara Sadana.

Batara Sri sebenarnya adalah Puteri Batara Hyanq Wimaka, isteri Batara Wisnu. Konon pada jaman Purwacarita menjelma sebagai puteri Prabu Srimahapunggung di kerajaan Medang Kamulan. Sedang Batara Sadana adalah adik Batari Sri.

Batari Sri dan Batara Sadana adalah Dewa yang bertugas membagi rejeki kepada umat manusia. Yang kemudian orang menyebutnya Batara Sri Sadana saja. Walaupun sebutannya hanya satu, sesungguhnya adalah dua Dewa. Maka orang kelahiran mangsa "SADDHA" mempunyai watak kembar.

Pada umumnya orang Saddha mempunyai kecerdasaan yang luar biasa. Selain kecerdasannya juga mempunyai felling Yang kuat pula. Sehingga langkahnya lebih berhati-hati.

Bergaul dengan orang Saddha pada umumnya sangat menyenangkan. Karena kecerdasaan otaknya, maka orang Saddha dapat membantu untuk memecahkan berbagai kesulitan sahabat-sahabatnya. Ditambah lagi keistimewaan orang Saddha yang pandai bergaul dan dapat menempatkan diri dengan tata kesopanan dan penampilan yang berkesan. Sehingga banyak orang senang padanya.

Tetapi sayangnya orang Saddha tidak dapat membuat suatu keputusan yang tepat. walaupun dia mempercayai seseorang, tetapi di lubuk hatinya merasa curiga kepada orang kepercayaannya itu.

Begitu pula dalam hal pekerjaan yang dilakukannya, terkesan hanya coba-coba. Akibatnya dia tidak akan mendapatkan suatu keuntungan apapun dari jerih payahnya itu. Karena sebelum pekerjaan itu tuntas sudah ditinggalkannya.

Keputusan-keputusannya sering mendua, dalam keragu-raguan. Dalam waktu yang relatif singkat keputusannya dapat berubah lagi. Oleh karenanya sering membuat orang kebingungan atas keputusannya. Karenanya orang Saddha dapat tergolong sering ingkar janji.

Sering terseret dalam kesulitan yang bersumber dari ulahnya sendiri, yang semula bertujuan untuk menolong orang lain. Tetapi sangat berlebihan, sehingga dia tidak dapat menyelesaikannya. Maka dia yang harus menanggung segala akibatnya.

Dalam penampilan orang Saddha tampak selalu rapi, dengan rambut yang tersisir rapi. Kerapian menjadi kunci kemantapan langkah orang Saddha dalam pergaulan. Sehingga mendudukkan dia dalam tempat yang terhormat, ditambah dengan tutur kata dan sopan santun yang baik. Maka orang sering mengagumi dan sekaligus memanfaatkan segala kekurangan yang pernah diperbuat orang Saddha sebelumnya.

Kerap kali mengalami kesulitan keuangan dan selalu saja mendapat bantuan dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Sebaliknya kalau orang Saddha mendapat rejeki lebih, dibaginya rejeki itu kepada orang lain. Hatinya selalu hanyut sedih, kalau menyaksikan orang sedang dirundung kesusahan.

Dalam hal pendidikan, orang Saddha sangat mudah menerima pelajaran, bahkan dapat mempelajari hal-hal yang tidak mungkin dipelajari oleh orang lain. Baik itu tentang sains maupun spiritual.

KEADAAN ALAM SEMESTA
Pada saat mangsa "SADDHA", keadaan musimnya adalah Kemarau. Saat itu benar-benar sudah tidak ada hujan. Angin berhembus dari Timur menuju Barat dengan hembusan yang sepoi-sepoi basa. Hawanya kalau siang terasa panas, tetapi diwaktu malam sangat dingin.

Panen buah-buahan diantaranya, Jeruk Keprok, Nanas, Apokat, dan buah Asam pun telah masak. Panen padi di sawah hampir usai. Kemudian jerami mulai dibakar dan dipersiapkan untuk menanam palawija.

Sendang penampungan dari mata air, volume airnya telah berkurang karena sudah tidak ada air hujan lagi. Airnya melimpah ke selokan. Orang mulai mengangsu karena sumurnya mulai dangkal.

Para nelayan mulai mempersiapkan diri menyelam ke dasar laut yang dangkal, untuk memasang tiang-tiang penyangga getek tempat orang menjala ikan di laut. Karena pada saat itu gelombang laut tidak begitu besar, angin pun sepoi-sepoi basa dari arah Timur ke Barat. Pada musim itu di tepi laut sedang musim ikan Nus atau Cumi-cumi.

KEADAAN FISIK
Orang kelahiran mangsa "SADDHA" rata-rata bentuk tubuhnya tinggi besar, baik pria maupun wanitanya. Wajahnya bulat telur dan licin dengan mata bulat tajam. Bibirnya tipis dan alisnya tebal. Walaupun bentuk tubuhnya tinggi besar tetapi tidak berotot.

Kalau berjalan seperti tidak menginjak tanah. Langkahnya lebar tetapi tidak tergesa-gesa, kepala menunduk seolah menghitung langkahnya yang kalem.

KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Anak-anak kelahiran mangsa "Saddha" pada usia balita bentuk tubuhnya kurus. Sering rewel dan susah makan. Bahkan sering pula menderita sakit panas. Ketika sudah mulai berkembang dan menginjak usia sekolah, mereka sering mengajukan banyak pertanyaan yang sulit kepada orang tuanya. Karena sifat anak "Saddha" yang serba ingin tahu.

Sejak masih kanak-kanak sudah tidak mau dikalahkan, apalagi diperintah. Dia menghendaki kebebasan, tidak mau diperintah, tidak mau didikte oleh siapapun. Sering pula berbantah, tapi biasanya anak Saddha lah yang selalu menang. Bahkan dengan orang tua sendiri sering berdebat, tetapi karena biasanya anak Saddha kata-katanya besar, maka orangtuanya pun tidak dapat berkata apa-apa selain mengelus dada.

Dalam olah pikir, anak Saddha telah mulai mengembangkan pikirannya dari buku bacaan maupun menanggapi dari kata-kata orang dewasa sekelilingnya. Senang merenung dan mempergunakan khayalan pikirannya. Sehingga dengan demikian, dia sering terserang penyakit batuk dan paru-paru.

Rasa kasih sayangnya sangat tinggi, khususnya terhadap sesama teman sebayanya, dan tidak suka diusik bila sedang bermain.

Pada umumnya pertumbuhan tubuh anak Saddha, sangat cepat besar. Lebih banyak mempergunakan emosinya daripada mempergunakan logika. Sehingga sering merasa kurang puas terhadap keadaan lingkungannya.

KEADAAN MASA REMAJA
Kelanjutan masa kanak-kanak adalah masa Remaja. Maka apa yang dialami remaja Saddha selanjutnya adalah pembawaan dari masa kanak-kanaknya dulu. Senang bertanya, banyak mempergunakan perasaan dari pada pikiran, Selalu merasa kurang puas, menginginkan ketenangan. Merasa dirinya selalu diperlakukan kurang adil oleh lingkungannya. Akhirnya sering merenung, mengolah pikir dan ketegangan syaraf.

Dalam dunia pendidikan, remaja Saddha umumnya berhasil. Karena dia gemar belajar dan membaca buku-buku ilmu pengetahuan. Bahkan senang pula membaca buku-buku biografi tokoh dunia, ilmu pengetahuan maupun politik, dan cerita tentang orang-orang yang berhasil di dunia. Dari buku-buku itulah dia akan berkhayal "kalau aku...". Khayalan itu akan berkembang menjadi suatu cita- cita.

Tetapi karena sifatnya yang selalu mendua akibat pengaruh dari Batara Sri dan Batara Sadana yang kuat sekali. Maka keputusannya sering berubah-ubah. Walaupun begitu, Untuk membuktikan cita-citanya itu, orang Saddha berusaha juga. Setelah dia menyadari bahwa dirinya tiada ketentuan yang logis, maka dia akan berusaha menekan diri. Mempergunakan waktunya seefisien mungkin. Barulah dia dapat membuktikan kebenaran janjinya. Tetapi hal itu jarang sekali terjadi bagi orang Saddha.

Dalam dunia bisnis tidak akan berhasil, karena tidak punya ketetapan hati. Lagi pula banyak mempergunakan perasaan dari pada pikiran. Pedagang harus menggunakan pikiran untuk menggapai keuntungan. Kalau menggunakan perasaan, akhirnya akan lemah dan menyerah.

Hubungannya dengan masyarakat lingkungannya cukup baik. Karena itikadnya yang baik dapat diterima oleh masyarakat, maka dia mau berkorban apa saja untuk kepentingan masyarakat. Bahkan jiwa berkorbannya itu sangat kuat dan merepotkan dia sendiri. Tetapi kalau masyarakat sekelilingnya mengacuhkan dirinya, diapun akan berbuat hal yang sama. Tapi yang sebenarnya terjadi, adalah karena orang-orang disekitarnya tidak tahu kemauan orang Saddha itu.

Yang paling bermanfaat adalah kalau orang Saddha itu menjadi tokoh masyarakat, pemimpin partai politik, asosiasi, pimpinan organisasi, atau kelompok kegiatan apa saja. Karena dengan demikian dia akan mendapat kesempatan menyampaikan gagasan-gagasan yang umumnya sangat cemerlang, sehingga bisa memajukan organisasi yang dipimpinnya itu.

CIRI KHAS
Tanda khas yang dimiliki orang kelahiran mangsa "Saddha" terutama pada postur tubuh yang jangkung dan tidak berotot. Penampilannya malu-malu kucing, dengan dandanan rapi, rambut tersisir rapi. Tingkah lakunya lembut dan sopan.

Menilik dari kebiasaannya sehari-hari, orang Saddha mempunyai kebiasaan tidak mau diam. Selalu ada-ada saja yang dikerjakan. Mengerjakan apa saja, walaupun pekerjaan itu tidak berguna.

Dalam pergaulan, kalau kita menemui seseorang yang tidak mau dikalahkan bicaranya dan selalu menonjolkan "Aku"nya, itulah salah satu watak orang Saddha. Begitu pula kalau ada seseorang yang memberikan bantuan kepada sahabatnya hingga belebih-lebihan hingga dia sendiri mendapat kesulitan, itu pun termasuk prilaku orang Saddha. Kalau pria banyak dikerumuni wanita (Playboy).

IKATAN PERSAHABATAN
Dalam tata kehidupan ini selalu ada berpasang-pasangan, siang dan malam, pria dan wanita, baik dan buruk, susah dan gembira, dan begitu pula dalam pergaulan.

Sahabat adalah orang yang termasuk dekat dengan kita, sahabat lebih dari kawan lebih pula dari saudara. Karena sahabat tempat kita mencurahkan perasaan dan mempercayakan rahasia pribadi.

Maka untuk mendapatkan sahabat itu juga tidaklah gampang. Tidak segampang mencari kenalan atau kawan. Adalah hubungannya dengan jiwa, perasaan yang paling dalam. Tentu saja kecocokan ada diantara dua hati.

Bagi orang Saddha sahabat yang cocok adalah orang "KAPAT" (19 September - 13 Oktober). Selain itu cocok pula dengan orang kelahiran mangsa "KAWOLU" (4/5 Februari - 1 Maret).

Persahabatan Saddha dengan Kapat ini ibarat tempat nasi mendapat tutup, bisa saling mengisi dalam hal berkarya. Si Saddha pencetus ide-ide dan si Kapat yang mempertimbangkan, sehingga tewujud cita-cita orang Saddha itu , sehingga Tidak hanya bergantung diatas bintang. begitu pula dengan orang Kawolu, bagaikan gayung bersambut.

KEADAAN KESEHATAN
Orang kelahiran "Saddha" pada umumnya tingkat kesehatannya kurang balk. Sejak masih kanak-kanak sering kena penyakit, sakit kepala, batuk, dan radang paru-paru.

Penyakit itu akan terbawa ketika mencapai usia Remaja dan menjadi Orang Tua. Maka lebih baik memelihara kesehatan daripada mengobati setelah tertimpa penyakit. Kelemahan dirinya telah diketahui, yaitu bagian paru-paru, khususnya bagi mereka yang terlahir pada hari Minggu Pon.

Menjaga kesehatannya dengan bersenam kebugaran setiap pagi. Berolahraga yang ringan-ringan saja, seperti lari pagi atau bulu tangkis. Jangan terlalu memaksakan diri. Minum air jernih setiap pagi sebanyak satu liter.

Bagi mereka yang terlahir pada hari Selasa Kliwon jangan terlalu banyak berangan-angan dan berkhayal, karena dapat mengganggu kestabilan jiwa dan dapat terkena gangguan syaraf. Karena kelemahannya terletak di otaknya dan juga di jantung. Dianjurkan senam dan olah raga teratur.

PEKERJAAN YANG COCOK
Bagi orang Saddha bidang pekerjaan yang cocok khususnya pekerjaan yang ada kaitannya dengan dunia seni. Walau begitu pakar Astrologi Jawa telah mengelompokan orang kelahiran Mangsa "Saddha" dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok ditinjau dari hari kelahirannya, yaitu:

1. Eka
Kelompok pertama adalah kelahiran hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka yang terlahir dalam kelompok ini, bidang pekerjaan yang cocok untuk ditekuninya adalah dalam bidang seni, yaitu sebagai pengarang, wartawan, penulis skenario film, sinetron dan teater. Selain itu berbakat pula sebagai penggerak massa.

2. Dwi
Kelompok kedua adalah kelahiran hari Senin. Mereka yang termasuk dalam kelompok ini mempunyai lapangan kerja yang cocok adalah sebagai pengacara, notaris, sekretaris, atau guru. Tetapi paling cocok sebenarnya adalah sebagai Pelukis.

3. Tri
Kelompok ketiga adalah kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka yang terlahir pada kebmpok ini mempunyai kesempatan kerja pada bidang persurat kabaran dibagian percetakan ataupun layout, kedokteran, sebagai pemandu wisata, atau sebagai pegawai negeri. Dapat pula bekerja pada sebuah perusahaan swasta, sebagai apapun. Tetapi yang paling cocok dan bebas dari campur tangan orang lain adalah sebagai penerbit.

REJEKI & PENGHIDUPANNYA
Pada umumnya orang kelahiran mangsa "SADDHA" penghidupannya kurang balk. Semua itu dapat terjadi karena orang Saddha selalu bimbang dan mendua hati, maka banyak kesempatan emas yang terlepas. Begitu pula dalam mengerjakan segala sesuatu sering terburu-buru, yang akibatnya sering berbuat kesalahan. Sehingga pekerjaannya itu sia-sia dan menanggung rugi. Dengan demikian selalu kekurangan uang dan selalu dirundung hutang. Walaupun begitu, ahli Astrologi Jawa telah mengelompokkan orang kelahiran mangsa "Saddha" menjadi tiga kelompok. Dengan pedoman pada hari kelahirannya, yaitu:

1. Eka
Kelompok pertama adalah kelahiran hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka yang terlahir dalam kelompok ini, rejeki dan penghidupannya agak kurang balk, dia harus berjuang gigih untuk memperjuangkan kehidupannya. Tetapi setelah usia 30 tahun bagi mereka yang terlahir pada hari Minggu Wage, Rabu Wage, Minggu Pon, Rabu Legi, Jumat kliwon, Minggu Paing, Rabu Pon, Rabu kliwon, Jumat Pahing, kehidupannya akan menjadi baik. Sedangkan selain Weton-weton tersebut, harus lebih banyak berjuang dan jangan berputus asa.

2. Dwi
Kelompok kedua ini adalah kelahiran hari Senin. Mereka yang terlahir pada kelompok ini mempunyai nasib yang lebih baik dari yang pertama. Tetapi sering pula mengalami kesulitan, karena sikapnya yang mendua, pembimbing, dan kurang tegas mengambil sikap. Tetapi setelah mencapai usia 30 tahun bagi yang lahir hari Senin Legi, Senin Pon, Senin Kliwon, keadaannya akan menjadi lebih baik. Bagi mereka yang tidak masuk dalam weton tersebut jangan berkecil hati, karena akan baik juga pada usia setelah mencapai 35 tahun. Pada hari tua akan mendapat keberhasilan setelah dapat mengetahui jati dirinya, karena akan lebih berhati-hati dalam langkahnya.

3. Tri
Kelompok ketiga ini terlahir pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka yang termasuk dalam kelompok ini keadaan penghidupannya baik sekali. Semua itu dapat terjadi karena orang yang terlahir dalam kelompok ini lebih realistis. Mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Mau mempergunakan rasio. Walaupun sifat bimbang dan keraguan itu ada, tetapi dapat terkendalikan dengan pikiran yang sehat dan realitis. Dalam usia 24 tahun sudah mulai baik ekonominya, mereka itu adalah kelahiran Kamis Legi, Sabtu Legi dan Sabtu Kliwon. Sedangkan yang terlahir pada weton lainnya, akan mulai berhasil pada usia 29 tahun. Tetapi pada umumnya kelahiran kelompok ketiga ini akan mengalami kehidupan yang baik dihari tua, kaya raya dan bahagia.

SAAT YANG BAIK
Orang kelahiran mangsa "Saddha" akan menemukan suatu hari yang baik dan sangat terkesan. Waktu itu adalah saat sinar paling terang terpancar dari kedudukan mangsa "Saddha" pada tanggal 18 Februari.

Lebih-lebih kalau tanggal tersebut jatuh pada hari Rabu atau Sabtu. Karena pada hari-hari tersebut dapat dipergunakan untuk segala keperluan yang penting. Akan berhasil dengan baik sampai dikemudian hari akan membawa keberuntungan.

HOBI
Orang kelahiran mangsa "SADDHA," mempunyai berbagai hobi, antara lain:
1. Melukis, termasuk Koleksi Lukisan.
2. Seni Tari dan Seni Pentas.
3. Mendaki Gunung dan Alam terbuka.
4. Membaca, buku-buku non fisik dan fiksi.
5. Belajar Atodidak.
6. Mendengarkan musik, Pop, dan musik yang iramanya tenang.
7. Mempelajari ilmu Spiritual, Parapsikologi.
8. Pesta dan Makan enak.
9. Koleksi barang kuno, termasuk Pusaka, Keris.
Demikian beberapa hobi yang dinikmati oleh orang kelahiran mangsa "Saddha" sebagai suatu perwujudan gejolak Jiwanya.

JODOH
Dalam hal perjodohan bagi orang Saddha tidaklah terlalu sulit, karena didalam pergaulan sehari-hari cukup menarik dan ada pengagumnya. baik itu Saddha pria maupun Saddha wanita.

Tetapi pacar yang akan jadi pasangan hidupnya telah ditentukan kecocokannya, keharmonisannya, dan benar-benar langgeng abadi. Bagi orang Saddha yang paling cocok adalah dengan orang kelahiran pada mangsa "KAPAT" (19 September - 13 Oktober). Tetapi juga dapat cocok dan serasi dengan kelahiran mangsa "KAWOLU" (4/5 Februari - 1 Maret), dan cocok pula dengan kelahiran mangsa "SADDHA".

Garis-garis perjodohan itu merupakan suatu kesimpulan Astrologi Jawa. Tetapi tidak menutup suatu kemungkinan untuk menikah dengan mangsa kelahiran yang lainnya. Namun ada kendala yang berakibat rumah tangga itu akan retak dan tidak harmonis. Bahkan bisa terjadi peristiwa "pisah ranjang" walaupun tampak dari pandangan umum rukun dan satu rumah.

BATU PERMATA
Orang yang terlahir pada mangsa "SADDHA" dapat mempergunakan beberapa batu permata yang sesuai dan mendatangkan rasa percaya diri. Beberapa jenis batu permata itu adalah:

1. Aquamarin = Batu sinar laut hijau
Batu permata ini warnanya hijau, ada pula yang biru laut. Bagus sekali untuk Aksesori, baik sebagai batu cincin, maupun liontin dan bros. Khasiatnya dapat mencegah sakit lever, sakit pencernaan, dan lemah badan.

2. Jamrud Hijau = Emerald
Jamrud Hijau merupakan batu permata yang cocok bagi orang kelahiran mangsa "Saddha", selain keindahannya sebagai aksesoris, berkhasiat pula untuk melindungi diri dari sakit kepala.

3. Agate = Akik (Berbagai warna)
Batu Permata ini umumnya digunakan untuk batu cincin. Khasiatnya dapat untuk mencegah demam, sakit perut, dan batuk-batuk.

WARNA
Ada beberapa jenis warna yang cocok dan ideal bagi orang kelahiran mangsa "Saddha", yaitu warna-warna yang paling apik untuk busana, interior, maupun karpet lantai dan mebel. Warna itu adalah Putih, Kuning, dan Biru Muda. Dengan warna tersebut orang kelahiran mangsa "Saddha" akan merasa srek dan apik. Sehingga dalam penampilannya dapat bersikap optimis pula.

BUNGA
Memilih bungapun, tidaklah sembarang pilih asal bunga. Karena salah pilih bisa berabe jadinya. Bagi orang mangsa Saddha, ada beberapa jenis bunga yang cocok dan seperti warnapun, bunga bisa mendatangkan inspirasi dan asumsi bagi setiap orang.

Bunga-bunga yang cocok bagi orang "SADDHA" adalah:
1. Bunga Melati
2. Bunga Gadena atau Ceplok Piring
3. Bunga lily Putih
4. Bunga Anyelir
5. Bunga Gradiol Biru
6. Bunga Anggrek Bulan.
Demikian beberapa jenis bunga yang apik dan mendatangkan pengaruh positif bagi orang kelahiran mangsa "Saddha", baik untuk dipasang di ruang tamu, di kamar tidur, ataupun di kantor.



Wuku


Wuku adalah nama sebuah siklus waktu yang berlangsung selama 30 pekan. Satu pekan atau minggu terdiri dari tujuh hari sehingga satu siklus wuku terdiri dari 210 hari. Perhitungan wuku (bahasa Jawa : Pawukon) terutama digunakan di Jawa dan Bali.
Ide dasar perhitungan menurut wuku ini adalah bertemunya dua hari dalam sistem Pancawara (pasaran) dan Saptawara (pekan) menjadi satu. Sistem pancawara atau pasaran terdiri dari lima hari, sedangkan sistem saptawara terdiri dari tujuh hari.
Dalam satu wuku, pertemuan antara hari pasaran dan hari pekan sudah pasti. Misalkan hari Sabtu-Pon terjadi dalam wuku Wugu. Menurut kepercayaan tradisional orang Bali dan Jawa, semua hari-hari ini memiliki makna khusus.

Daftar Wuku
Nama-nama wuku yang tiga puluh didasarkan pada suatu kisah mengenai suatu kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Watugunung. Raja ini beristri Sinta dan memiliki 28 putra. Nama-nama semua tokoh inilah yang menjadi nama-nama setiap wuku.

Sinta
Landep
Wukir
Kurantil
Tolu
Gumbreg
Wariga alit
Wariga agung
Julangwangi
Sungsang
Galungan
Kuningan
Langkir
Mandasiya
Julung pujut
Pahang
Kuru welut
Marakeh
Tambir
Medangkungan
Maktal
Wuye
Manahil
Prangbakat
Bala
Wugu
Wayang
Kulawu
Dukut
Watu gunung


Wuku Sinta

Wuku Sinta

Pelindung : Batara Yama ( Sanghyang Yamadipati )

Wataknya :
seperti raja dan pendita, banyak kemauan, keras, cepat bahagia, bakat kaya harta benda. Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup. Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang. Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang susah, dan orang minggat.

Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib.

Gedungnya didepan = memperlihatkan simbul kekayaannya, pradah hanya lahir.

Bahayanya : Berada di pertengahan umur.

Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau seharga 21 keteng dimasak pindang, membelinya tidak menawar. Selawatnya 4 keteng.

Doanya : Tolak bilahi.

Candranya : Endra = gemar bertapa brata, angkuh, suka kepada kepanditan. Ketika kala wuku berada ditimur laut, selama 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.


Wuku Landep


Landep.dewanya sangyang Mahadewa = bagus rupanya, terang hatinya, gemar bersemadi. Kakinya direndam dalam air = perintahnya keras didepan dingin dibelakang, kasih sayang. Pohonnya : Kendajakan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. Burungnya : Atatkembang = jadi kesukaan para agung, jika menghambakan diri jadi kesayangan. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.

Bahayannya : korobohan pohon. Tangkalnya : Selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Lauknya daging rusa dicacah lalu dibakar. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : Surating raditya = tajam ingatannya, dapat mengerjakan segala pekerjaan, dapat menggrirangkan hati orang lain.


Wuku Wukir
Wukir

Dewanya sangyang Mahayekti = besar hatinya, menghendaki lebih dari sesama. Tunggalnya : didepan = akhirnya hidup senang. Menghadapi air di jembung besar = baik budi pekertinya. Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya, sopan-santun, jika bekerja dicintai oleh majikannya. Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama, dapat mengerjakan segala pekerjaan. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. Bahayanya : dianiaya.

Penangkalnya : selamatan nasi uli, beras sepritah dikukus, daging ayam ayam putih dimasak pakai santan dan sayur lima macam. Selawatnya 4 keteng. Doanya rajukna. Candranya : Gunung artinya jika didekati sulit dan berbahaya jika dilihat dari jauh menyedapkan pemandangan. Ketika kolo wuku berada ditenggara, dalam 7 hari tidak boleh mendatangi tempat kolo.

Wuku Kurantil

Kurantil


dewanya sangyang Langsur = pemarah. Memanggul tunggal = akhirnya mendapat kesenangan hidup. Air dalam jimbung besar disebelah kiri = serong hatinya. Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung, karena panas. Burungnya : Salinditan = tangkas. Gedungnya terbalik didepan = murah hati. Bahayanya : jatuh memanjat.

Penangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam lereng dipecal. Selawatnya 7 keteng. Doanya : rajukna dan pina. Candranya : Woh-wohan = tak tentu rejekinya.Ketika kolo wuku berada dibawah, dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan tak boleh menggali tanah.

Wuku Tolu

Tolu


dapat menyenangkan hati orang lain, kalau marah berbahaya, tak dapat dicegah, Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari. Pohonnya : Wijayamulya = sangat indah rupanya, tajam roman mukanya, tinggi adat-istiadatnya, teliti, suka pada kesunyian, selamat hatinya. Burungnya : Branjangan = riang tangan, cepat bekerjanya. Gedungnya didepan = suka memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. Bahayanya = ditanduk atau disiung.

Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam dimasak dengan santan. Selawatnya 3 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : Wangkawa = angkuh, tidak tetap, suka bohong.Ketika kolo wuku berada dibarat-laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.


Wuku Gumbreg

Gumbreg


dewanya sangyang cakra = keras budinya, segala yang dikehendakinya segera tercapai, tak mau dicegah, pengasih. Kakai sebelah yang didepan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan, panas dibelakang. Pohonnya : beringin = jadi pelindung keluarganya, budinya tinggi. Burungnya : ayam hutan = liar, dicintai oleh para agung, suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya dikirikan = penyayang, jika marah taka sayang kepada harta bendanya.

Bahayanya : tenggelam atau kejatuhan dalam. Tangkalnya : selametan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam berumbun yang masih muda dan daun-daun 9 macam. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Rajukna. Candranya : Geter nekger ing wijati = hening pikirannya, perkataannya nyata redhoan.Ketika “kala wuku” berada di Selatan menghadap utara, dalam 7 hari tidak boleh memandang wajah kala.

Wuku Warigalit

Warigalit
dewanya sangyang asmara = bagus rupanya,senang asmara, cemburuan, hatinya mudah tersentuh, Pohonnya : sulastri = bagus rupanya, banyak yang cinta. Burungnya : kepodong – cemburuan, tak suka berkumpul dengan orang banyak. Bahayanya : tersangkut suatu perkara.

Tangkalnya : selametan nasi urap beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau ranjapan (pembelian bersama-sama), dimasak getjok. Selawatnya 8 keteng. Doanya : tolak bilahi. Candranya : kaju kemladean ngajak sempal = dimana-mana dapat tumbuh. Ketika “kala wuku” berada diatas, dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala

Wuku Warigagung
Warigagung


Dewanya : Sanghyang Mahajekti
Berat tanggungannya, berkeinginan.


Tunggulnya : dibelakang
Rejekinya dibelakang hari.


Pohonnya : cemara
Rame bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati.


Burungnya : betet = keras kemauannya, pandai mencari kehidupan.


Gedungnya dua buah dibelakang dan didepan = ichlasnya hanya setengah.


Bahayanya : dimarahi temannya.

Penangkalnya : selamatan nasi uduk bers sepitrah dikukus, lauknya daging bebek dimasak gurih dan daun-daunan 5 macam. Selawatnya 5 keteng. Doanya : rasul. Candranya : Ketug lindu = menepati perkataannya, jika marah menakutkan, tidak mau menerima takdir. Ketika “kala wuku” berada di utara menghadap ke selatan, dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala.

Wuku Julungwangi
Julungwangi

dewanya sanghyang sambu = tinggi perasaannya, tidak boleh disamai. Mengahadap air dijembung = pradah ikhlasan, akan tetapi harus diperlihatkan harum = dicintai oleh orang banyak. Burungnya kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang, dicintai para pembesar.

Bahayanya : diterkam harimau. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam brumbun dan uang suwang (+/- 81 ½ sen). Selawatnya : kucing. Doanya Tolak bilahi. Candranya : kasturi arum angambar = segala kehendaknya belum terjadi telah tersiar banyak yang cinta.

Wuku Sungsang
Sungsang


Dewanya sanghyang gana = pemaranh, gelap hati. Air dijebung didepannya +/- pradah, ikhlasan, harus diperlihatkan pemberiannya, banyak rejekinya. Pohonnya : tanganan = tak suka menganggur, keras budinya, suka kepada kepunyaan orang lain. Burungnya : nori = pemboros, jauh kebahagiaannya, murka. Gedungnya terbalik dibelakang = ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan.

Bahayanya : kena besi. Tangkalnya : selamatan nasi megana dan tumpeng betas 2 pitrah, daun-daunan 9 macam dicampur dalam tumpeng. Selawatnya 10 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : sekar wora-wari bang = besar amarahnya, tetapi mudah dicegah. Ketika “kala wuku” berada di timur dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala.

Wuku Galungan
Galungan


dewanya sangyang Komajaya = teguh hatinya, dapat melegakan hati orang susah, cinta pada perbuatan baik, jauh kepada perbuatan jahat. Memangku air dalam bokor =suka bersedekah, pengasih, namun sedikit rejekinya. Pohonnya : Tanganan = ringan tangan, keras budinya, gampang suka pada kepunyaan orang lain. Burungnya : Bido = besar nafsunya, murka.

Bahayanya : berselisih.Penangkalnya : selamatan nasi beras sepitrah dikukus, lauknya daging kambing. Doanya : Selamat pina. Candranya : peksi wonten ing luhur = jika mencari hasil dengan menundukkan kepala, sebab gora-goda. Ketika kolo wuku berada di selatan daya, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Wuku Kuningan
Kuningan

dewanya sangyang Indra = melebihi sesama, tinggi derajatnya. Pohonnya : Wijayakusuma = rupanya sangat indah, sangat puaka, tinggi budinya dan teliti, menghindari keramaian, selamat hatinya. Burungnya : Urang-urangan = cepat bekerjanya, lekas marah, pemalu.

Gedungnya dibelakang, jendelanya tertutup = hemat. Bahayanya = diamuk..Penangkalnya : selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau membelinya beramai-ramai, digoreng. Selawatnya 11 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : Garojogan = rame bicaranya, banyak bohong.Ketika kolo wuku berada di Barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Wuku Langkir
Langkir


dewanya sangyang Kala menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya, tidak sayang kepada badannya sendiri, yang melihat takut, buruk adat-istiadatnya, tidak mau menurut, murka, banyak larangan. Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati, tak boleh didekati orang,

Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus, lauknyadaging kambing dan ikan dimasak pakai santan, sayuran secukupnya. Selawatnya 5 keteng. Doanya : Slametpina. Candranya : Redi gumaludug = bicaranya menakutkan, tetapi tidak mengapa.Ketika kolo wuku berada di selatan daya, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Wuku Mandasia
Mandasia


dewanya sangyang Brama, kuat budinya, pemaran, tak mau memberi ampun, jika marah tak dapat dicegah, tegaan. Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak, jadi pelindung sengsara. Burungnya : Platukbawang = kuat budinya, cepat pekerjaannya, tidak sabaran. Gedungnya terguling didepan = hemat dan banyak rejekinya. Bahayanya : Kena api dan dijahili orang.

Penangkalnya : selamatan nasi merah beras sepitrah dikukus, sayur bayam merah, daging ayam merah dipindang dan bunga setaman yang merah. Selawatnya uang baru 40 keteng. Doanya : Slamat. Candranya : Watu item munggeng papreman lan wreksa gung lebet tancepnya = sabar, tetapi jika marah kejam.Ketika kolo wuku berada diatas, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Wuku Djulungpujut
Djulungpujut


dewanya sangyang guretno, = suka kepada keramaian, tersiar baik, mempunyai kedudukan yang lumayan. Menghendaki bukit = besar kemaunnya, tak suka diatasi, menghendaki memerintah. Pohonnya : Rembuknya = indah warnanya, tidak berbau, dimana-mana jadi kunjungan orang.

Burung : Prijohan = besar kemauannya, halus budinya. Bahayanya : diteluhPenangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus, daging ayam merah dipanggang, daun- daunan 9 macam. Selawatnya 30 keteng. Doanya : Balasrewu dan Kunut. Candranya : Palwa ing samodra = kesana-kemari mencari nafkah, rejekinya tidak kurang.Ketika kolo wuku, berada di utara dan selatan, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Wuku Pahang
Pahang


dewanya sangyang tantra = perkataannya melebihi sesama, tidak sabaran menepati janji. Jembungnya disebelah kiri dibelakangnya = suka jalan serong. Memanggul senjata tajam = waspada, kasar perkataannya, panas hati, suka bertikai. Pohonya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. Burung : Cocak = gelatak bicaranya. Gedung telentang = boros.

Bahayanya : dianiaya.Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah, lauknya daging ayam dimasak sansan, daun-daunan 11 macem. Selawatnya 9 keteng. Doanya : Rasul.Candranya : Pulo katinggal saking tebih = tersiar semua tingkah lakunya, lahirnya suci, batinnya kotor, angkuh, selalu susah.Ketika kolo wuku berada di Barat-Laut dalam 7 hari tak boleh mengunjungi tempat kala.

Wuku Kuruwelut
Kuruwelut


dewanya sanhyang wisnu : tajam ciptanya, tinggi dan selamat budinya, melebihi sesama dewa. Memanggul : cakra = tajam hatinya, berhati-hati. Pohonnya : parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya. Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah, akhirnya menang, tidak pernah bohong, tidak suka terhadap perkataan yang remeh. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, puaka tak dapat dipermudah.

Bahayanya : kena racun daun. Tangkalnya : selamatan bermacam-macam sayuran, jajan pasar, sekar boreh, tindihnya uang lama sebaranDoanya : tawil. Candranya : tirta wening = sedikit bicaranya, suci hatinya, diturut perintahnya, jadi tempat pengungsian. Ketika “kala wuku” berada diatas, dalam 7 hari tidak boleh mendatangitempat kala.

Wuku Mrakeh
Mrakeh


dewanya sangsyang surenggana = tawakal hatinya, agak ingatan, berkesanggupan, berani kepada kesulitan. Tunggulnya membalik = lekas hidup senang. Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna. Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh, tentu mendapat bahaya. Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian. Bahayanya : tenggelam.

Tangkalnya : selamatan nasi uduk, daging ayam mulus dimasak dengan santan dan bermacam-macam ketan. Selawatnya 100 keteng.Doanya : tolak bilahi. Candranya : pandam ageng amerapit = tawakal, mempunyai hati kasihan kepada orang miskin. Ketika “kala wuku” berada di utara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Wuku Tambir
Tambir


dewanya sanghyang siwa = lahir dan batinnya terkadang berlainan. Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan, tajam perkataannya. Burungnya : prenjak = tahu petunjuk gaib, suka membuat perkabaran yang mengherankan, . Gedongnya ditengah = tinggi percaya dirinya Bahayanya : terkena pasangan. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah diliwet, lauknya daging bebek dan ayam dipindang, kuah merah dan putih dan ketimun 25 buah.

Selawatnya : pisau baja dan jarum satu. Doanya : slamet dina. Candranya : idune lir upas ratjun = dihargai semua perkataannya. Ketika “kala wuku” berada di barat daya, dalam 7 hari tidak boleh mengunjungi tempat kala.

Wuku Madangkungan
Madangkungan

dewanya sanghyang basuki : ahli bicara, tawakal, tetap hatinya. Pohonnya : plasa = hanya jadi perhiasan hutan, tidak ada gunanya. Burungnya : pelug = suka tinggal di air, suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya, tawakal, hemat. Bahayanya : dibunuh pada waktu malam. Tangkalnya

Selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam kuning (wiring kuning) dan berumbun, digoreng, jenang merah pada waktu hari kelahirannya. Selawatnya : 5 keteng. Doanya : ngumur. Candranya : umajang kang tetabuhan = menepati perkataan, dan dapat menyenangkan hati orang lain. Ketika “kaa wuku” berada di timur, dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala.

Wuku Maktal
Maktal


Dewanya sanghyang sakri
lurus hatinya, baik pekerjaannya.


Pohonnya : nagasari
bagus rupanya, lemah lembut tutur katanya, dicintai oleh pembesar.


Burungnya : ayam hutan
Liar dan tinggi budinya, banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat sunyi.


Gedungnya ditumpangi tunggal
Kaya benda dan dihormati. Bahayanya = bertikai.

Tangkalnya :
Selamatan nasi uduk, daging ayam dan bebek dimasak 2 macam, dipindang dan dimasak dengan santan,


Niatnya : ngrasul.
Selawatnya 4 keteng.


Doanya : rasul.


Candranya : lesus awor lan pancawara
Lebar pemandangannya, dalam pikirannya. Ketika “kala wuku” berada di timur laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala.

Wuku Wuje
Wuje


Dewanya betara kuwera = menggirangkan hati orang lain, perkataannya lurus dan mengherankan, singkat hati, tetapi sebentar baik. Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya. Pohonnya : Tal = panjang umurnya, besar tanda kebahagiannya, kuat dan tetap hatinya. Burungnya : gogik = cemburuan, tak suka kepada keramaian. Gedungnya terlentang didepan = pengasih.

Bahayanya : diteluh. Tangkalnya : selamatan jajan pasar secukupnya dan bermacam-macam ketan seharga sataksawe (+/- 10 sen). Yang dibeli dahulu madu untuk selanunggal rum arum = peteng hati, sukar dijalani, suka kepada bau harum, besar kehendaknya. Ketika “kala wuku “ berada di barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Wuku Manahil
Manahil


Dewanya sangyang Citragatra = menjunjung diri sendiri, dapat berkumpul ditempat ramai, bakat angkuh, selalu bersedia-sedia untuk membela diri. Air dijembung dibelakangnya = Arum perintahnya, akan tetapi tak mempunyai pangkat. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya.

Pohonnya : Tageron = sedikit faedahnya, liat hatinya. Burungnya : Sepahan = liar budinya, tajam pikirannya. Bahayannya : terkena senjata tajam.Penangkalnya : selamatan nasi liwet beras sepitrah, lauknya daging ayam dan ikan, sayuran secukupnya, sambal gepeng. Selawatnya 8 keteng. Doanya : Selamat tolak bilahi. Candranya : Trenggana abra ing wijit = sabar segala kemauannya, tak suka menganggur, banyak kemauannya.Ketika kala wuku berapa di Tenggara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Wuku Prangbakat
Prangbakat


Dewanya sangyang Bisma = pemarah, tangkas, pemalu, memperlihatkan watak prajurit, menghendaki jadi pemimpin orang, lurus pembicaraannya, segala yang dikehendaki tak ada sukarnya. Kakinya kanan direndam dalam air jembung = perintahnya dingin didepan panas dibelakang. Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya, cukup rejekinya, tetap pikiranya.

Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya. Bahayanya : memanjat atu karena tingkahnya sendiri. Tangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah, lauknya daging sapi, dimasak bumbu manis, sayuran secukupnya. Selawatnya : pacul. Doanya : aelamat pina. Candranya : wesi trate pulasani = keras hatinya, cepat kerjanya, pemberi, jujur, belas kasihan. Ketika “kala wuku” berada dibawah, dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan menggali tanah.


Wuku Bala
Bala


Dewanya batari Durga = suka berbuat huru-hara,membuat berita, jahil, suka bercampur dengan kejahatan, tak ada yang ditakuti, pandai sekali bertindak jahat. Pohonnya : cemara = ramai bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati.

Burungnya : Ayam hutan = liar budinya, dicintai oleh pembesar, tinggi budinya, banyak tanda-tanda akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat yang sunyi. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah dilahir. Bahayanya : diteluh dan kena upas.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, sayur 7 macam, panggang ayam hitam. Selawatnya 40 keteng. Doanya : Rajukna : Udan salah mangsa = rejekinya dari jual beli.Ketika kala wuku berada di Barat-Laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Wuku Wugu
Wugu


Dewanya sangyang Singajala = banyak akal, lekas mengerti, baik budinya. Pohonya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam, akan tetapi jika telah makan, sering mencela, banyak rejekinya. Burungnya : Podang = cemburuan, tidak suka berkumpul. Gedungnya tertutup dibelakang = hemat dan pendia. Bahayanya : digigit ular dan disia-sia.

Penangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus dan bermacam-macam ketan, jajan pasar, lauknya daging bebek putih sejodoh dimasak dengan santan. Selawatnya 10 keteng. Doanya: Selamat. Candranya : awang-uwung = baik budinya.Ketika kala wuku berada di sebelah Selatan, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Wuku Wayang
Wayang


Dewanya batari Sri = banyak rejekinya, pradah, bakti, teliti, dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak. Jembung berisi air didepan dan duduk disitu = sejuk hatinya, sabar, rela hati, akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya. Pasang keris terhunus = perintahnya mudah didepan, sukar dibelakang. Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak

Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar, liar budinya, berbakat angkuh, senang tinggal ditempat yang sunyi. Bahayanya : kenah tulah dan difitnah.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, daging kambing kendit dimasak macam-macam ketan, ayam dimasak sesukanya, sayuran secukupnya. Selawatnya 40 keteng. Doanya : selamat. Candranya : damar murub, bumi langit = selamat, banyak ilmunya.Ketika kolo wuku berada diatas, dalam 7 hari tak boleh naik.

Wuku Kulawu
Kulawu


Dewanya sangyang Sadana = kuat budinya, besar harapannya. Duduk dijembung berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya, dingin perintahnya. Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang, kurang pandai. Pohonnya : Tal = panjang umurnya, besar harapannya, kuat budinya.

Burungnya : Nori, boros, murka. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. Bahayanya : terkena bisa. Penangkalnya : selamatannasi golong beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam dan bebek yang berwarna merah, ikan dan daging burung, dimasak sekehendahnya. Selawatnya 5 keteng. Doanya : Kabula. Candranya : Bun tumetes ing sendang = ketika kecil miskin, akhirnya besar kebahagiannya, banyak rejekinya.Ketika kala wuku berada di Utara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Wuku Dukut
Dukut


Dewanya sangyang Sakri = keras hatinya. Menghadapi keris terhunus = waspada, tajam pikirannya, segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya. Pohonnya : Pandan wangi = kiri tempatnya, dengki, tak boleh didekati. Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar, liar dan tinggi budinya, besar harapannya, suka tinggal ditempat sunyi.

Membelakangi gedungnya = hemat dan pendiam. Bahayanya : dimedan perang.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, lauknya panggang ayam putih mulus dan ayam brumbun. Selawatnya satakswawe. Doanya : Slamet. Candranya : tunggul asri sesengkeraning nata = bagus rupanya, penakut.Ketika kala wuku berada di Barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Wuku Watugunung
Watugunung


Dewanya : Sangyang Antaboga dan Batari Nagagini.


Antaboga
senang tinggal alam untuk bertapa.


Nagagini
Gemar kepada asamara.


Menghendaki janji = suka bertapa ditempat yang sunyi, jika menjadi pendita, mendapat kehormatan, gemar bersemedi, sering bersedih hati.


Pohonnya : Wijayakusuma
Rupawan, tinggi budinya, tidak suka pada keramaian, terlihat angkuh, teliti.


Burungnya : Gogik
Cemburuan.


Bilahinya : teraniaya.

Penangkalnya :
Selamatan beras sepitrah dikukus, lauknya daging binatang yang diburu, binatang berliang, burung, semuanya yang halal, dimasak bermacam-macam jenang, daun-daunan 7 macam. Selawatnya 9 keteng.


Doanya : Mubarak.


Candranya : Lintang wulan keraianan
Terang hatinya, tetapi tidak bercahaya.Ketika kala wuku berapa di timur, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

Shio Versi Jawa, Bagian 01
Nenek menemukan sebuah artikel yang berjudul "Apa Kata Bintang eh Wayang Anda? " di alamat http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=4477

Setelah membaca, kok nampaknya tidak begitu cocok kalau menggunakan istilah "BINTANG" lebih cendrung ke istilah "SHIO". Karena pembagiannya sama dengan shio setiap 1 tahun sekali dan terdapat 12 golongan tidak seperti "BINTANG" yang dapat dikatakan pergantiannya / lamanya kurang lebih 1 bulan sekali..

Coba kita bandingkan persamaan dan perbedaan antara keduanya :

Kelompok Wayang :

Umur : 1, 13, 25, 37, 49, 61, 73, 85 tahun. Wayang Batara Surya
Umur : 2, 14, 26, 38, 50, 62, 74, 86 tahun. Wayang Batara Brahma
Umur : 3, 15, 27, 39, 51. 63, 75, 87 tahun. Wayang Batari Durga
Umur : 4, 16, 28, 40, 52, 64, 76, 88 tahun. Wayang Batara Asmara
Umur : 5, 17, 29, 41, 53, 65, 77, 89 tahun. Wayang Batara Iswara
Umur : 6, 18, 30, 42, 54, 66, 78, 90 tahun. Wayang Batari Nagagini
Umur : 7, 19, 31, 43, 55, 67, 79, 91 tahun. Wayang Batara Kamajaya
Umur : 8, 20, 32, 44, 56, 68, 80, 92 tahun. Wayang Batari Sri
Umur : 9, 21, 33, 45, 57, 69, 81, 93 tahun. Wayang Batara Bayu
Umur : 10, 22, 34, 46, 58, 70, 82, 94 tahun. Wayang Batara Wisnu
Umur : 11, 23, 35, 47, 59, 71, 83, 95 tahun. Wayang Batara Indra
Umur : 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96 tahun. Wayang Batara Yamadipati

Kelompok Shio :

Umur : 1, 13, 25, 37, 49, 61, 73, 85 tahun. Shio Kelinci
Umur : 2, 14, 26, 38, 50, 62, 74, 86 tahun. Shio Macan
Umur : 3, 15, 27, 39, 51. 63, 75, 87 tahun. Shio Kerbau
Umur : 4, 16, 28, 40, 52, 64, 76, 88 tahun. Shio Tikus
Umur : 5, 17, 29, 41, 53, 65, 77, 89 tahun. Shio Babi
Umur : 6, 18, 30, 42, 54, 66, 78, 90 tahun. Shio Anjing
Umur : 7, 19, 31, 43, 55, 67, 79, 91 tahun. Shio Ayam
Umur : 8, 20, 32, 44, 56, 68, 80, 92 tahun. Shio Monyet
Umur : 9, 21, 33, 45, 57, 69, 81, 93 tahun. Shio Kambing
Umur : 10, 22, 34, 46, 58, 70, 82, 94 tahun. Shio Kuda
Umur : 11, 23, 35, 47, 59, 71, 83, 95 tahun. Shio Ular
Umur : 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96 tahun. Shio Naga

Jadi Shio VS Wayang:

Umur : 1, 13, 25, 37, 49, 61, 73, 85 tahun. Shio Kelinci VS Wayang Batara Surya
Umur : 2, 14, 26, 38, 50, 62, 74, 86 tahun. Shio Macan VS Wayang Batara Brahma
Umur : 3, 15, 27, 39, 51. 63, 75, 87 tahun. Shio Kerbau VS Wayang Batari Durga
Umur : 4, 16, 28, 40, 52, 64, 76, 88 tahun. Shio Tikus VS Wayang Batara Asmara
Umur : 5, 17, 29, 41, 53, 65, 77, 89 tahun. Shio Babi VS Wayang Batara Iswara
Umur : 6, 18, 30, 42, 54, 66, 78, 90 tahun. Shio Anjing VS Wayang Batari Nagagini
Umur : 7, 19, 31, 43, 55, 67, 79, 91 tahun. Shio Ayam VS Wayang Batara Kamajaya
Umur : 8, 20, 32, 44, 56, 68, 80, 92 tahun. Shio Monyet VS Wayang Batari Sri
Umur : 9, 21, 33, 45, 57, 69, 81, 93 tahun. Shio Kambing VS Wayang Batara Bayu
Umur : 10, 22, 34, 46, 58, 70, 82, 94 tahun. Shio Kuda VS Wayang Batara Wisnu
Umur : 11, 23, 35, 47, 59, 71, 83, 95 tahun. Shio Ular VS Wayang Batara Indra
Umur : 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96 tahun. Shio Naga VS Wayang Batara Yamadipati

Weton
Daftar Weton :

Minggu Kliwon
Senin Legi
Selasa Pahing
Rabu Pon
Kamis Wage
Jumat Kliwon
Sabtu Legi
Minggu Pahing
Senin Pon
Selasa Wage
Rabu Kliwon
Kamis Legi
Jumat Pahing
Sabtu Pon
Minggu Wage
Senin Kliwon
Selasa Legi
Rabu Pahing
Kamis Pon
Jumat Wage
Sabtu Kliwon
Minggu Legi
Senin Pahing
Selasa Pon
Rabu Wage
Kamis Kliwon
Jumat Legi
Sabtu Pahing
Minggu Pon
Senin Wage
Selasa Kliwon
Rabu Legi
Kamis Pahing
Jumat Pon
Sabtu Wage

Batara Brama
Batara Brama versi Solo





Batara Brama adalah putera Batara Guru yang kedua dari ibu Batara Uma. Batara Brama mempunyai tekad membasmi segala sifat keburukan, yang ada di bumi ini. Sifatnya keras dan cepat marah, tetapi cepat pula reda setelah menyadari bahwa tidak pada tempatnya dia marah.


Batara Brama adalah putera kedua Batara Guru.Ia tinggal di Kahyangan Duksinageni.Kahyangan ini disebut juga Hargadahana atau Argadahana.Istrinya ada tiga orang,yakni Dewi Saci atau Dewi Wasi,Dewi Rarasati,dan Dewi Saraswati.Diantara banyak anaknya,yang paling terkenal adalah Dewi Dresanala yang diperistri Arjuna.Perkawinan ini menghasilkan seorang cucu bagi Batara Brama,yakni Bambang Wisanggeni.

Batara Brama pernah melakukan tindakan yang tidak bijaksana dengan menceraikan Dewi Dresanala dari Arjuna.Dresanala kemudian diberikan kepada Dewasrani,meskipun dia sedang hamil tua.Tindakan Batara Brama ini akibat bujukan dan hasutan Batari Durga.Namun akhirnya Batara Brama menyadari kesalahannya.

Menjelang Baratayuda,Batara Brama mendapat tugas berat dari Batara Guru.Karena para dewa menilai tidak ada satu makhluk pun di dunia yang sanggup menandingi kesaktian Wisanggeni,Batara ditugasi untuk membunuh Wisanggeni.Brama lalu memanggil Wisanggeni dan menanyakan apakah Wisanggeni bersedia berkorban bagi kemenangan Pandawa di Baratayuda.Wisanggeni menyatakan sanggup.Batara Brama lalu menyuruh cucunya memandang salah satu titik diantara mata Batara Brama.Seketika itu juga tubuh Wisanggeni mengecil sampai menjadi debu.Dalam Mahabarata,tokoh Wisanggeni tidak ada.

Batara Brama tergolong dewa yang murah hati tapi terkadang bertindak kurang bijaksana.Suatu ketika,Batara Brama melihat kedua kakak beradik,Hiranyakasipu dan Hiranyawreka yang tekun bertapa selama berbulan-bulan.Ketika Batara Brama bertanya apa tujuan mereka bertapa.Mereka menjawab ingin memiliki kesaktian yang terkalahkan oleh makhluk apapun,termasuk para dewa.Dengan murah hati,tanpa berpikir panjang,Batara Brama mengabulkan permintaan itu.

Bertahun-tahun kemudian,setelah Hiranyakasipu menjadi raja Alengka dan Hiranyawreka menjadi raja Giyantipura,keduanya bersekutu melawan para dewa.Tentu saja para dewa menjadi kewalahan karena kesaktian kedua kakak beradik itu tidak tertandingi oleh makhluk apapun.Untunglah Batara Wisnu menemukan akal yang cerdik,ia mengubah wujudnya menjadi makhluk baru,yakni berbadan dewa tapi berkepala singa dan menamakan dirinya Narasinga.Dengan bentuk seperti itu,Batara Wisnu dapat mengalahkan dan membunuh kedua raksasa sakti itu.


Karakter Pasaran


  1. Pasaran Kliwon
  2. Pasaran Legi
  3. Pasaran Pahing
  4. Pasaran Pon
  5. Pasaran Wage


Karakter Hari Rabu

Hari Rabu

Pendiam namun kalau sudah bicara tidak terduga, tidak suka mencampuri urusan orang lain, baik hati, suka menolong dan banyak rejeki.






Karakter Hari Kamis

Sangar / menakutkan.

Karakter Hari Minggu

Hari Minggu

Pandai bergaul, disukai orang banyak, berjiwa besar, suka merendahkan diri, pandai berbicara dan dapat mengatasi masalah yang dihadapiya dengan baik.



Karakter Tanggal

  1. Tanggal 1 ( Satu )
  2. Tanggal 2 ( Dua )
  3. Tanggal 3 ( Tiga )
  4. Tanggal Empat
  5. Tanggal Lima
  6. Tanggal Enam
  7. Tanggal Tujuh
  8. Tanggal Delapan
  9. Tanggal Sembilan
  10. Tanggal Sepuluh
  11. Tanggal Sebelas
  12. Tanggal Dua Belas
  13. Tanggal Tiga Belas
  14. Tanggal Empat Belas
  15. Tanggal Lima Belas
  16. Tanggal Enam Belas
  17. Tanggal Tujuh Belas
  18. Tanggal Delapan Belas
  19. Tanggal Sembilan Belas
  20. Tanggal Dua Puluh
  21. Tanggal Dua Puluh Satu
  22. Tanggal Dua Puluh Dua
  23. Tanggal Dua Puluh Tiga
  24. Tanggal Dua Puluh Empat
  25. Tanggal Dua Puluh Lima
  26. Tanggal Dua Puluh Enam
  27. Tanggal Dua Puluh Tujuh
  28. Tanggal Dua Puluh Delapan
  29. Tanggal Dua Puluh Sembilan
  30. Tanggal Tiga Puluh
  31. Tanggal Tiga Puluh Satu


Karakter Tanggal 1 ( Satu )

Tanggal Satu
Lahir pada tanggal satu berarti Anda mempunyai kemauan yang keras, mandiri dan percaya diri.  Orang lain mungkin berkata Anda "terlalu banyak berpikir" karena Anda lebih suka berencana namun tidak benar-benar menjalankannya.  Anda cenderung mendiagnosa apa yang salah daripada membenahinya.  Anda memiliki pemikiran yang bagus dan suka berunding.  Praktis dan idealis, Anda menyukai hal-hal yang diukur oleh otak daripada hati Anda.  Akibatnya, walaupun Anda mampu memberikan kasih sayang, Anda tidak menunjukkannya terang-terangan.  Di balik kemandirian Anda, Anda adalah seseorang yang sangat sensitif dan membutuhkan dorongan dan feedback (umpan balik) yang positif.  Anda juga memiliki kekuatan besar yang terpendam.




Karakter Tanggal 2 ( Dua )

Tanggal Dua
Lahir pada tanggal dua menunjukkan bahwa Anda sangat emosional dan sensitif terhadap sekitar Anda.  Walaupun kadang-kadang gugup dan pelupa, Anda mudah sekali berteman dan mereka menyukai Anda.  Anda memiliki sifat yang hangat dan membutuhkan kasih sayang yang ditunjukkan secara nyata.  Dengan kata lain, Anda suka dengan orang yang "berepot-repot" untuk Anda.  Penting bagi Anda untuk menghindari perubahan suasana hati dan segala sesuatu yang membuat Anda depresi.  Meskipun Anda menyukai benda-benda materi, Anda tidak selalu bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya.  Bakat ritmis Anda bisa diwujudkan dalam menulis puisi atau musik.






Karakter Tanggal 3 ( Tiga )

Tanggal Tiga
Lahir pada tanggal tiga menunjukkan bahwa Anda memiliki vitalitas yang tinggi dan cepat sembuh dari penyakit.  Daya imajinasi Anda cukup bagus untuk membuat suatu cerita menarik yang berasal dari suatu kejadian kecil.  Anda memiliki kemampuan kritis dan literatur yang alami, dan membutuhkan aktivitas bervariasi untuk membuat Anda tetap sibuk.  Sarat dan ekstrim dalam kasih sayang, Anda mengalami krisis emosional di mana Anda mampu sembuh darinya dengan cepat.  Anda seseorang yang sosial, ekspresif di depan publik dan bersikap terbaik di depan penonton.  Walaupun Anda merasa gelisah, Anda masih mudah merasa puas dan mampu melakukan yang terbaik dalam situasi apapun.


Karakter Tanggal 8 ( Delapan )

Tanggal Delapan
Lahir pada tanggal delapan menunjukkan Anda seorang yang kreatif dan produktif ditambah dengan kepandaian berbisnis.  Progresif dan berwawasan luas, Anda akan sukses menangani masalah umum atau kepentingan publik, namun sebaiknya hindari kerja sama seimbang karena Anda perlu berada di posisi yang mengambil keputusan terakhir.  Bisnis besar, perusahaan atau pemerintah adalah bidang Anda, di mana Anda harus menunjukkan kejujuran dan integritas agar tetap sukses.  Lebih suka buku daripada membaca, Anda juga lebih suka melakukan hal berhubungan dengan uang besar; bila Anda memilikinya, Anda akan memberikan sejumlah uang besar kepada institusi atau badan amal.  Anda kadang sok pamer dan menginginkan keluarga Anda menjadi kepercayaan Anda.



Karakter Tanggal 9 ( Sembilan )

Lahir pada tanggal sembilan menunjukan publisitas, distribusi, seni, wawasan luas dan perikemanusiaan (definisi dari film The Wizard of Oz adalah "melakukan hal yang baik").  Anda tertarik dalam bidang metafisika dan menghubungkannya dengan apa yang sedang terjadi di dunia ini.  Berpendidikan, artistik dan berkemauan keras, Anda adalah pemimpin alamiah yang dapat sukses dalam segala sesuatu berbau artistik, seperti menulis, mengajar, hukum, penerbitan atau pastoral.  Anda memerlukan pendidikan luas sehingga Anda bisa memilih pekerjaan dengan lebih baik.  Anda milik dan berada di dalam dunia yang membuat Anda sulit untuk menjalani kehidupan pribadi yang sukses.  Pernikahan akan berakhir di tengah-tengah jalan hidup Anda, baik karena kematian, perceraian atau perpisahan walaupun cinta tetap ada.  Kehidupan Anda sebenarnya dipenuhi dengan perjalanan jauh dan banyak perubahan.





Bisma Dewabrata


Bisma tumbuh menjadi seorang ksatria yang gagah perkasa dan berbudi luhur. Prabu Santanu sering mempercayakan kerjaan Hastina kepada Bisma, sementara dirinya pergi berburu. Ini disebabkan oleh janji sang prabu kepada dirinya sendiri untuk tidak menikah lagi karena teringat akan cintanya kepada Dewi Gangga, untuk menghilangkan rasa rindunya kepada Dewi Gangga sang prabu sering pergi berburu. Saat sedang pergi berburu di dekat kali Yamuna, sang prabu mencium bau harum disekitarnya. Sang prabu menjadi bingung karena didekat situ adalah desa nelayan yang berbau amis. Ketika ditelusuri, sang prabu melihat seorang wanita cantik yang mengeluarkan bau harum dari badannya. Terkesima, sang prabu mendekati wanita itu dan menanyakan namanya … sang putri menjawab bahwa dia beranama Setyawati anak seorang nelayan. Sang prabu kemudian bertanya kenapa badannya bisa berbadan harum dan oleh Setyawati dijelaskan bahwa badannya dulu berbau amis tapi menjadi harum setelah ditolong oleh begawan Parasurama. Setyawati bercinta dengan sang begawan dan badannya menjadi harum setelah melahirkan seorang anak laki yang berbadan amis bernama Abiyasa yang kini sedang bersama ayahnya menimba ilmu.
Sang prabu menjadi semakin tertarik pada Setyawati dan bertanya apakah Setyawati bersedia menjadi istrinya. Setyawati sebenarnya juga sudah tertarik pada Santanu, namun Setyawati telah berjanji hanya akan menikah dengan orang yang bisa memberikan keturunannya sebagai seorang raja. Setelah dijelaskan, sang Prabu menjadi bingung. Sang prabu memang seorang raja tapi tahta kerajaan Hastina selayaknya menjadi milik Bisma sebagai putra mahkota dan sang prabu tidak mau mengambil hak tersebut dari Bisma karena Bisma merupakan orang yang adil dan bijaksana, calon raja yang ideal. Selain itu, walaupun Bisma bersedia menolak tahta, keturunannya pasti akan menuntut hak atas tahta kerajaan Hastina dan akan pecah perang saudara. Dalam keadaan linglung dan berat hat, sang prabu terpaksa meninggalkan Setyawati menuju istana. Sang prabu terus menerus memikirkan Setyawati sehingga sering termenung, lupa makan dan akhirnya jatuh sakit karena badannya yang lemah. Bisma sebagai anak yang berbakti menjadi khawatir dan memanggil dokter dan tabib untuk menyembuhkan Prabu Santanu namun tak ada yang mampu. Salah seorang tabib berkata bahwa penyebab lemahnya sang prabu disebabkan oleh pikiran bukan oleh penyakit. Bisma kemudian mendekati ayahnya untuk bertanya apa yang menyusahkan ayahandanya. Oleh sang prabu kemudian dijelaskan segalanya, mengenai perjumpaan dengan Setyawati, persyaratan Setyawati mengenai tahta hastina.
Mendegar penuturan ayahnya, Bisma berjanji bahwa dia rela menyerahkan tahta Hastina demi kebahagaiaan ayahnya. Namung sang prabu menjelaskan bahwa keturunannya masih berhak atas tahta itu dan akan menututnya dikemudian hari. Bisma kemudian bersumpah dihadapan para dewata bahwa dia selamanya tidak akan menikah dan tidak akan mempunyai keturunan. Seketika petir menyambar dari langit, menandakan bahwa para dewata telah menyetujui sumpah Bisma. Para dewata memberi gelar Dewabharata kepada Bisma atas pengorbanannya yang besar dan Bisma diperbolehkan memilih waktu kematiannya sendiri. Setelah mendengar sumpah Bisma, Prabu Santanu kemudian berangkat untuk menyunting dewi Setyawati. Setyawatipun menjadi kagum kepada Bisma dan bersedia menjadi permaisuri Hastina.
Setyawati melahirkan dua orang putra, Citragada dan Wicitrawirya. Sesuai dengan janjinya, prabu Santanu menyerahkan tahta Hasina kepada Citragada sementara Bisma menjadi penasihat kerajaan. Citragada merupakan ksatria yang gagah sakti, ilmu yang diajarkan Bisma telah diserap semuanya. Sayangnya, Citragada menjadi sombong dan mulai menantang kesaktian raja2 disekitar Hastina. Bisma sebagai penasihat tidak bisa berbuat apa2 dan tidak lama Hastina telah menaklukkan negara2 tetangga. Tindakan Citragada yang dianggap merusak kedamaian telah mendapat perhatian para dewata yang kemudian mengirim seorang raja raksasa untuk menaklukkan Citragada. Sang raja raksesa turun ke mayapada dan menyamar sebagai Citragada untuk menantangnnya. Citragada terkejut melihat kembarannya menantang bitotama. Keduanya kemudian mulai bertarung dengan serunya. Pada awalnya mereka terlihat seri, tapi kemudian Citragada gadungan mengeluarkan kesaktiannya dan dalam sekejap Citragada yang asli telah terkapar tak bernyawa. Para ponggawa yang menyaksikan pertarungan ini bersorak2 karena mereka mengira bahwa Citragada gadungan yang telah perlaya. Citragada gadungan kemudian menjelaskan bahwa yang perlaya ialah Citragada asli dan melesat kembali ke kahyangan.
Dengan gugurnya Citragada, Wiciyacitra diangkat sebagai raja Hastina. Wicitrawirya tidak sakti seperti Citragada dan menurut kepada Bisma. Setyawati sebagai sang ibu menjadi khawatir dengan keturunannya karena Citragada meninggal tanpa keturunan sementara Wicitrawirya tidak sesakti kakaknya sehingga sulit untuk meminang putri. Setyawati menyampaikan kekhawatirannya kepada Bisma dan Bisma berkata bahwa dia akan pergi untuk meminang ketiga putri dari kerajaan Kasi yang sedang mengadakan sayembara untuk mencari suami. Dewi Amba, Ambalika dan Ambika terkenal kecantikkannya dan banyak ksatria dan raja yang datang untuk meminangnya.
Ketika tiba, Bisma segera menuju ke tengah lapangan dan dengan nyaring menyatakan bahwa ketiga putri akan dibawa ke Hastina olehnya, jika ada yang tidak setuju silahkan maju menantang dirinya. Para kstaria dan raja yang hadir menjadi terhina dan segera menantang Bisma, tapi satu persatu mereka dikalahkan oleh kesaktian Bisma. Kemudian datang seorang ksatria bernama Salya yang sebenarnya adalah kekasih Dewi Amba. Salya merupakan ksatria yang sakti namun kesaktiannya masih dibawah Bisma, berkali2 dirinya dipaksa mencium tanah oleh Bisma. Namung Salya tidak menyerah dan terus menyerang, Bisma akhrinya menjadi bosan dan berniat mengakhiri pertarungan. Dengan sebuah pukulan dashyat dari Bisma, Salya terkapar tak bernyawa. Melihat kesaktian Bisma, tak ada lagi yang berani menantang Bisma dan ketiga putri Kasi dibonyong Bisma ke Hastina. Setibanya di Hastina, ibu Setyawati gembira melihat Bisma berhasil membawa ketiga putri sebagai menantunya. Ambika dan Ambalika langsung tertarik oleh Prabu Wiciyactira, kecuali dewi Amba yang mencintai Salya. Dewi Amba kemudian datang menuntut kepada Bisma untuk mengawini dirinya karena sebenarnya Bismalah yang telah membunuh Salya pujaan hati Dewi Amba. Bisma yang telah bersumpah untuk tidak menikah segera menolak Dewi Amba, namun Dewi Amba bersikeras kepada Bisma untuk melakukan hal yang benar. Untuk menakut nakuti Dewi Amba, Bisma mengeluarkan panah pusakanya dan mengancam Dewi Amba untuk menikahi Wicitrawirya. Tak diduga, Dewi Amba tiba tersandung dan tubuhnya tertusuk panah Bisma. Sebelum Dewi Amba menghembuskan napas akhirnya di pangkuan Bisma, Amba memohon pada dewata agar dapet menitis kembali ke mayapada dan pada saat itu dirinya akan datang menjemput Bisma untuk hidup bersama di kahyangan. Para dewata menyetujui permohonan Dewi Amba dan dikemudian hari roh Dewi Amba akan menitis kepada Srikandi anak Prabu Drupada dan Dewi Gandawati dari Pancala (saudara Drupadi dan Drestajumena). Dewi Ambalika dan Ambika bersedih mendengar bahwa kakanya telah meninggal namun segera terlupakan karena mereka bahagia menjadi istri Prabu Wicitrawirya. Sayangnya, Prabu Wiciyacitra meninggal sebelum mempunyai keturunan. Akibatnya, Hastina tidak memiliki raja dan untuk sementara Bisma bertugas untuk mengurus kerajaan. Ibunda Setyawati yang kebingungan meminta tolong anak sulungnya, Begawan Abiyasa. Begawan Abiyasa merupakan orang yang sangat sakti dan arif bijaksana tapi penampilannya mengerikan, kulitnya hitam, rambutnya gembel, badannya bau amis, matanya buta satu dan kakinya pincang. Oleh ibunda Setyawati, diatur supaya Begawan Abiyasa membuahi Dewi Ambalika dan Ambika. Namun kedua putri itu terkejut ketika melihat penampilan Begawan Abiyasa, Dewi Ambalika menutup matanya terus sementara Dewi Ambika memalingkan mukanya.
Begawan Abiyasa memang sakti, tak lama kemudian tampak bahwa kedua Dewi telah berbadan dua. Ketika lahir, kedua bayi mempunyai kelainan. Anak yang sulung lahir buta karena Dewi Ambalika terus menerus menutup matanya dan diberi nama Dasarata. Anak kedua lahir dengan tubuh putih pucat pasi karena Dewi Ambika yang pucat melihat Begawan Abiyasa dan juga kepala agak tengeng sedikit akibat memalingkan kepala diberi nama Pandu. Ibunda Setyawati menjadi kecewa dan meminta Abiyasa untuk memberi satu anak lagi. Kedua dewi terkejut mendegar berita ini kemudian mereka mempunyai rencana untuk mendadani seorang pelayan sudra untuk menggantikan mereka. Begawan Abiyasa yang sakti dan bijaksana mengetahui tipu muslihat mereka tapi berpesan kepada Ibunda Setyawati untuk memperlakukan anak itu seperti anaknya sendiri karena bagaimanapun juga anak itu adalah anak Abiyasa. Ketika lahir, putra ketiga ini diberi nama Widura. Begitulah ceritanya leluhur pendawa, keturunan Dasarata adalah Kurawa sementara Pandu berketurunan Pendawa Lima.
versi mahabharata original
Bhisma adalah putra sulung Shantanu dari istri pertamanya Dewi Gangga. Terlahir dengan nama Devabrata. Nama Bhisma sendiri berarti “He of Terrible Oath”. Didapatkan karena sumpahnya untuk tidak menikah selama hidupnya dan setia kepada siapapun yang duduk di tahta ayahnya.
Bhisma mengucapkan sumpah ini karena ketika ayahnya, Shantanu, hendak menikahi gadis nelayan Satyavati, ayah Satyavati menolak karena cucunya kelak tidak mungkin menjadi raja Hastinapura. Ketika Bhisma bersumpah tidak akan menjadi raja, ayah Satyavati masih berdalih bahwa keturunan Bhisma akan berontak dan mengambil alih tahta dari keturunannya. Akhirnya Bhisma mengucapkan sumpahnya untuk tidak menikah seumur hidupnya. Karena merasa terharu atas bakti puteranya, Shantanu menganugerahkan karunia kepada Bhisma: Bhisma dapat menentukan sendiri waktu kematiannya.
Bhisma adalah seorang prajurit dan pemanah yang hebat. Dalam proses menemukan istri untuk Vichitravirya (putra Satyavati). Suatu ketika ia mengikuti sayembara di negeri Kashi untuk memenangkan putri Amba, Ambika, dan Ambalika. Ia mengalahkan semua peserta yang lain dalam sayembara itu sehingga memenangkan ketiga puteri raja tersebut. Tanpa sepengetahuan Bhisma, Salya raja negeri Saubala saling jatuh cinta dengan Amba. Ketika Bhisma kembali ke Hastinapura dengan para puteri itu, Salya menghadang di tengah jalan dan manantang Bhisma untuk memperebutkan Amba. Setelah pertarungan yang melelahkan, Salya mengaku kalah dan melarikan diri. Setelah tiba di Hastinapura, Amba memberitahu Bhisma bahwa ia hanya mau menikah dengan Salya dan tidak dengan orang lain. Ketika Bhisma mengirimnya ke Salya, Salya tidak mau menerima karena malu telah kalah perang melawan Bhisma. Ketika kembali ke Hastinapura, Vichitravirya juga menolaknya sebagai wanita yang telah mencintai orang lain. Hal ini membuat Amba membenci Bhisma yang dianggapnya sebagai sumber dari segala penderitaannya. Amba kemudian melakukan pengorbanan kepada Shiva dan memperoleh pengabulan permintaan bahwa suatu saat ia akan memegang peranan penting dalam kematian Bhisma. Amba akan terlahir di Panchala sebagai seorang puteri Raja Drupada, yang atas pengabulan permintaan yang lain berubah menjadi Shikandi dan menjadi penyebab kematian Bhisma.
Kesalahan terbesar Bhisma mungkin adalah membiarkan terjadinya permainan dadu antara Pandava dan Kaurava serta membiarkan Kaurava mempermalukan Draupadi yang menjadi titik awal dari perang antara kedua belah pihak. Bhisma sebagai sesepuh di Hastinapura tidak berbuat apa-apa untuk mencegah hal tersebut terjadi.
Dalam perang Bharatayudha, Bhisma berpihak kepada Kaurava karena terikat sumpahnya untuk setia kepada tahta Hastinapura. Walaupun sebenarnya enggan berperang melawan Pandava. Pada suatu waktu, kesaktian Bhisma ditambah dengan keengganan Arjuna untuk melawannya hampir membuat Khrisna melanggar sumpahnya untuk tidak ikut bertempur. Khrisna hampir menyerang Bhisma dengan Cakra Sudharsana, sebelum akhirnya dihentikan oleh Arjuna yang berjanji untuk berkelahi sepenuh hati melawan Bhisma.
Bhisma akhirnya dikalahkan oleh Arjuna pada hari kesepuluh Bharatayudha. Dalam pertempuran terakhir itu Arjuna berlindung di belakang ksatria yang lain: Shikandi. Bhisma mengetahui bahwa Shikandi terlahir sebagai seorang perempuan dan baginya membunuh seorang perempuan bukanlah perbuatan yang layak bagi seorang kshatria. Ia akhirnya jatuh dengan tubuh dipenuhi oleh panah Arjuna. Bhisma terbaring di ‘tempat tidur dari panah’ sampai perang Bharatayudha berakhir.
Resi Bhisma atau Resi Bisma, kakek dari para pandawa dan kurawa dalam wiracarita Mahabharata. Nama Bisma berarti Maha Dahsyat. Bisma adalah anak Prabu Sentanu, Rata Astina dengan Dewi Gangga/Dewi Jahnawi (dalam versi Jawa). Waktu kecil bernama Raden Dewabrata yang berarti keturunan Barata yang luhur. Ia juga mempunyai nama lain Ganggadata. Dia adalah salah satu tokoh wayang yang tidak menikah yang disebut dengan istilah Brahmacari. Berkediaman di pertapaan Talkanda. Bisma dalam tokoh perwayangan digambarkan seorang yang sakti, dimana sebenarnya ia berhak atas tahta Astina akan tetapi karena keinginan yang luhur dari dirinya demi menghindari perpecahan dalam negara Astina ia rela tidak menjadi raja.
Resi Bisma sangat sakti mandraguna dan banyak yang bertekuk lutut kepadanya. Ia mengikuti sayembara untuk mendapatkan putri bagi raja Astina dan memboyong 3 Dewi. Salah satu putri yang dimenangkannya adalah Dewi Amba dan Dewi Amba ternyata mencintai Bisma. Bisma tidak bisa menerima cinta Dewi Amba karena dia hanya wakil untuk mendapatkan Dewi Amba. Namun Dewi Amba tetap berkeras hanya mau menikah dengan Bisma. Bisma pun menakut-nakuti Dewi Amba dengan senjata saktinya yang justru tidak sengaja membunuh Dewi Amba. Dewi Amba yang sedang sekarat dipeluk oleh Bisma sambil menyatakan bahwa sesungguhnya dirinya juga mencintai Dewi Amba. Setelah ruh Dewi Amba keluar dari jasadnya kemudian mengatakan bahwa dia akan menjemput Bisma suatu saat agar bisa bersama di alam lain dan Bisma pun menyangupinya. Diceritakan ruh Dewi Amba menitis kepada Srikandi yang akan membunuh Bisma dalam perang Bratayudha.
Dikisahkan, saat ia lahir, ibunya moksa ke alam baka meninggalkan Dewabrata yang masih bayi. Ayahnya prabu Santanu kemudian mencari wanita yang bersedia menyusui Dewabrata hingga ke negara Wirata bertemu dengan Dewi Durgandini atau Dewi Setyawati, istri Parasara yang telah berputra Wiyasa. Setelah Durgandini bercerai, ia dijadikan permaisuri Prabu Santanu dan melahirkan Citragada dan Wicitrawirya, yang menjadi saudara Bisma seayah lain ibu.
Setelah menikahkan Citragada dan Wicitrawirya, Prabu Santanu turun tahta menjadi pertapa, dan digantikan anaknya. Sayang kedua anaknya kemudian meninggal secara berurutan, sehingga tahta kerajaan Astina dan janda Citragada dan Wicitrawirya diserahkan pada Wiyasa, putra Durgandini dari suami pertama. Wiyasa lah yang kemudian menurunkan Pandu dan Destarata, orangtua Pandawa dan Kurawa.
Dalam perang Baratayuda, Bisma berpihak pada kurawa. Beliau pernah dikutuk oleh seseorang yang mencintainya dan tak sengaja dibunuhnya yaitu Dewi Amba. Putri ini lalu menitis pada Srikandi dan membunuhnya di perang Bharatayudha.
Bhisma memiliki kesaktian tertentu, yaitu ia bisa menentukan waktu kematiannya sendiri. Maka ketika sudah sekarat terkena panah, ia minta sebuah tempat untuk berbaring. Kurawa memberinya tempat pembaringan mewah namun ditolaknya, akhirnya pandawa memberikan ujung panah sebagai alas tidurnya (kasur panah): sarpatala. Tetapi ia belum ingin meninggal, ingin melihat akhir daripada perang Bharatayudha.
Bisma dalam Versi Pewayananga Jawa
dalam kisah wayang jawa, amba sangat mencintai bhisma, ketika sayembara cari jodoh itu berahir amba ngintilin bhisma kemanapun, bahkan amba gak mau jauh jauh dari kekasihnya itu. tapi bhisma yang juga mencintai amba ingat akan sumpahnya, dengan berat hati dia ketika malam tiba melarikan diri dari keraton dan bermaksud meninggalkan amba. ternyata amba tahu kalo kekasihnya yang tampan itu bermaksud meninggalkanya, dia pun menyusul ke perbatasan dan mencoba dengan kemanjaanya menggodeli bhisma. bhisma bermaksud menakut nakuti amba dengan mempersiapkan panah, eh malah amba nekat, dan ahirnya karena salah teknik akibat gemetaran antara menahan rasa cinta dan memenuhi sumpah, bhisma melontarkan panah itu, dan menembus tubuh amba. amba berjanji sebelum mati, bahwa dia akan menjemput kekasihnya ketika waktu matinya tiba, karena amba tahu bahwa dalam kehidupan mereka tak akan bisa bersatu, tapi setelah kematian, mereka akan menjadi suami istri.
dalam kisah wayang jawa, srikandi juga ikut memanah dan bertarung melawan bhisma, bahkan saat itu srikandi tak bisa banyak berbuat, sampai di awang awang arwah amba melihat bahwa sudah waktunya menjemput suaminya bhisma. maka dia masuk ke raga srikandi.saat melihat amba masuk ke raga srikandi maka bhisma tahu hal ini dan tersenyum….sambil membuka dadanya dia berkata “adiku amba, sudah waktuku untuk kembali, ayo amba ambil nyawaku” sambil tersenyum dan berlari ke arah srikandi. lalu panah srikandi menembus dada bhisma disusul panah harjuna, dan arwahya di ambil oleh amba, kembang berjatuhan ketika arwahnya dibopong oleh istrinya yang setia amba. bhisma dan amba di dunia mungkin tak bersatu, tapi di sorga pengrantunan mereka ibarat pengantin baru, dan bebaslah bhisma dari sumpahnya.


Batara Endra

Batara Endra


Batara Endra adalah salah seorang anak Batara Guru.Kekuasaanya cukup banyak,ia bertanggung jawab pada ketertiban kahyangan,memimpin para bidadari,mengurusi berbagai hadiah dari para dewa untuk manusia yang berjasa.Menurut kitab Mahabarata,Batara Endra adalah dewa penguasa petir dan guntur.Dewa ini bertempat tinggal di Kahyangan Tenjamaya.Dalam pewayangan yang menjadi pemuka para dewa adalah Batara Guru,namun dalam Mahabarata,pemuka para dewa adalah Batara Endra atau Indra ini,dan kahyangan tempat tinggalnya adalah Indraloka,Indrabawana atau Kaindran.

Batara Endra mempunyai seekor gajah tunggangan yang luar biasa besar yang diberi nama Airawata.Senjatanya yang terkenal diberi nama Bajra yang bilamana diarahkan ke musuhnya berubah menjadi petir.Senjata yang luar biasa ampuh ini,adalah penjelmaan tulang belulang Maharsi Datica.Keterangan ini didapat dari Mahabarata.Dalam pewayangan,dari perkawinannya dengan Dewi Wiyati,Batara Endra mempunyai lima putera dan tiga puteri yang pertama bernama Dewi Tara,yang menikah dengan Resi Subali dan kemudian oleh Prabu Sugriwa.Yang kedua adalah Dewi Tari,yang dinikahkan dengan Rahwana,raja Alengka.Yang ketiga adalah Dewi Supraba,yang menikah dengan Arjuna.Sedangkan lima puteranya adalah Batara Citrarata,Citranggana,Citrasena,Jayantaka,dan Jayantara.

Ketika Arjuna bertapa di Gunung Indrakila dan memakai nama Begawan Ciptaning,Batara Endra datang menemuinya dan menyamar sebagai brahmana bernama Resi Padya.Guna mengetahui ketangguhan Arjuna dalam ilmu kasampurnan,ia menantang adu debat dengan Begawan Ciptaning,tetapi kalah.Perdebatan ini adalah salah satu ujian untuk memastikan apakah Arjuna benar-benar manusia terpilih yang pantas diangkat menjadi jago para dewa untuk menghadapi Prabu Niwatakawaca yang mengancam kewibawaan kahyangan.Sewaktu Arjuna hendak menghadapi Niwatakawaca,Batara Endra menganugerahinya anak panah pusaka Pasopati.Dengan anak panah itulah Prabu Niwatakawaca berhasil dibunuh.

Baik dalam Mahabarata atau pewayangan,Batara Endra adalah ayah Arjuna yang sesungguhnya.Batara Endra menemui Dewi Kunti,istri Pandu Dewanata,yang merapal Ajian Adityarhedaya.Karena itulah Batara Endra selalu memberi pertolongan pada Arjuna bilamana ksatria Pandawa itu membutuhkannya,baik diminta maupun tidak.Menjelang Baratayuda,sebagai seorang ayah,Batara Endra merasa khawatir akan keselamatan Arjuna.Ia tahu bahwa dalam perang besar Baratayuda nantinya,Arjuna tentu akan berhadapan dan mengadu kesaktian dengan Basukarna,putera Batara Surya.Keduanya sama-sama tangguh dan sakti.Batara Endra juga tahu,Karna memiliki beberapa pusaka ampuh,diantaranya adalah baju Kerei Kaswargan yang membuatnya kebal terhadap segala macam senjata dan Anting-anting Mustika yang menyebabkan Karna memiliki firasat tajam terhadap segala bahaya yang mengancam.Kedua pusaka sakti ini yang merupakan pemberian Batara Surya itu telah dimiliki Basukarna sejak lahir.Karena itu untuk membantu Arjuna memenangkan perang dalam Baratayuda,Batara Endra lalu berusaha mengambil pusaka-pusaka yang menjadi andalan Basukarna.Dengan cara menyamar sebagai brahmana tua,Batara Endra berhasil meminta pusaka-pusaka Karna itu.Sebenarnya Karna sudah tahu dari keterangan Batara Surya,bahwa yang menemuinya adalah Batara Endra yang menyamar dan berusaha mengelabuinya.Namun Karna pura-pura tidak tahu dan dengan ikhlas memberikan pusakanya.

Batara Endra juga berwenang mengatur pemberian hadiah pada mereka yang dianggap berjasa pada para dewa.Hadiah itu berupa pusaka namun bisa juga berupa bidadari.Hadiah yang berupa bidadari diberikan tidak hanya pada manusia ,namun juga pada para raksasa dan kera.Sugriwa misalnya,walaupun berujud raksasa,istrinya yang bernama Dewi Tara adalah bidadari pemberian Batara Endra,sebagai hadiah atas bantuannya mengalahkan musuh para dewa.Begitupun juga Begawan Bagaspati yang dianggap berjasa pada para dewa diberi hadiah bidadari bernama Dewi Darmastuti,padahal ia seorang pandita raksasa.Kadang-kadang Batara Endra juga terpaksa memberikan bidadari pada musuh yang dianggap mengancam kahyangan sebagai suapan.Seperti pemberian tiga bidadari sekaligus pada Dasamuka sebagai pengganti Dewi Widawati yang dituntut oleh Dasamuka.Karena Dewi Widawati adalah istri Batara Wisnu,jadi sulit bagi Batara Endra mengabulkan permintaan Dasamuka.Batara Endra juga pernah turun ke dunia,menyamar sebagai raksasa sakti bernama Rukmuka yang menghadang Bima yang sedang mencari Tirta Perwitasari sebagaimana yang diperintahkan Resi Drona.




Tokoh Tokoh Pewayangan

Tokoh Tokoh Pewayangan :

  1. Arjuna
  2. Bambang Wisanggeni
  3. Batara Antaboga
  4. Batara Brama
  5. Batara Endra
  6. Batara Guru
  7. Batara Uma
  8. Batara Wisnu
  9. Batari Durga
  10. Batari Nagagini 
  11. Dewasrani
  12. Dewi Dresanala
  13. Dewi Nogogini
  14. Dewi Rarasati
  15. Dewi Saci /  Dewi Wasi
  16. Dewi Saraswati
  17. Hiranyakasipu
  18. Hiranyawreka
  19. Narasinga
  20. Wisanggeni


BATHORO NARODO


Bathara Narada

Narada atau Narada Muni adalah seseorang yang bijaksana dalam tradisi Hindu, yang memegang peranan penting dalam kisah-kisah Purana, khususnya Bhagawatapurana. Narada digambarkan sebagai pendeta yang suka mengembara dan memiliki kemampuan untuk mengunjungi planet-planet dan dunia yang jauh. Ia selalu membawa alat musik yang dikenal sebagai vina, yang pada mulanya dipakai oleh Narada untuk mengantarkan lagu pujian, doa-doa, dan mantra-mantra sebagai rasa bakti terhadap Dewa Wisnu atau Kresna.
Dalam tradisi Waisnawa ia memiliki rasa hormat yang istimewa dalam menyanyikan nama Hari dan Narayana dan proses pelayanan didasari rasa bakti yang diperlihatkannya, dikenal sebagai bhakti yoga seperti yang dijelaskan dalam kitab yang merujuk kepadanya, yang dikenal sebagai Narad Bhakti Sutra.


Daftar Raja-raja Jawa

Mataram Kuno
Dinasti Syailendra
• Bhanu (752-775)
• Wisnu (775-782)
• Indra (782-812)
• Samaratungga (812-833)
• Pramodhawardhani (833-856), menikah dengan Rakai Pikatan (Dinasti Sanjaya)

Dinasti Sanjaya
• Sanjaya (732-7xx)
• Rakai Panangkaran
• Rakai Panunggalan
• Rakai Warak
• Rakai Garung
• Rakai Patapan (8xx-838)
• Rakai Pikatan (838-855), mendepak Dinasti Syailendra
• Rakai Kayuwangi (855-885)
• Dyah Tagwas (885)
• Rakai Panumwangan Dyah Dewendra (885-887)
• Rakai Gurunwangi Dyah Badra (887)
• Rakai Watuhumalang (894-898)
• Rakai Watukura Dyah Balitung (898-910)
• Daksa (910-919)
• Tulodong (919-921)
• Dyah Wawa (924-928)
• Mpu Sindok (928-929), memindahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur (Medang)
• Sanjaya Gusti

Medang
• Mpu Sindok (929-947)
• Sri Isyanatunggawijaya (947-9xx)
• Makutawangsawardhana (9xx-985)
• Dharmawangsa Teguh (985-1006)

Kahuripan
• Airlangga (1019-1045), mendirikan kerajaan di reruntuhan Medang
• (Airlangga kemudian memecah Kerajaan Kahuripan menjadi dua: Janggala dan Kadiri)

Janggala
• (tidak diketahui silsilah raja-raja Janggala hingga tahun 1116)
Kadiri
• (tidak diketahui silsilah raja-raja Kadiri hingga tahun 1116)
• Kameswara (1116-1135), mempersatukan kembali Kadiri dan Panjalu
• Jayabaya (1135-1159)
• Rakai Sirikan (1159-1169)
• Sri Aryeswara (1169-1171)
• Sri Candra (1171-1182)
• Kertajaya (1182-1222)
Singhasari
• Tunggul Ametung (1222)tewas dibunuh Ken Arok.
• Ken Arok (1222-1227)
• Anusapati (1227-1248)
• Tohjaya (1248)
• Ranggawuni (Wisnuwardhana) (1248-1254)
• Kertanagara ( 1254-1292)
Majapahit
• Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) (1293-1309)
• Jayanagara (1309-1328)
• Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328-1350)
• Hayam Wuruk (Rajasanagara) (1350-1389)
• Wikramawardhana (1390-1428)
• Suhita (1429-1447)
• Dyah Kertawijaya (1447-1451)
• Rajasawardhana (1451-1453)
• Girishawardhana (1456-1466)
• Singhawikramawardhana (Suraprabhawa) (1466-1474)
• Girindrawardhana Dyah Wijayakarana(1468-1478)
• Singawardhana Dyah Wijayakusuma (menurut Pararaton menjadi Raja Majapahit selama 4 bulan sebelum wafat secara mendadak ) ( ? - 1486 )
• Girindrawardhana Dyah Ranawijaya alias Bhre Kertabumi (diduga kuat sebagai Brawijaya, menurut Kitab Pararaton dan Suma Oriental karangan Tome Pires pada tahun 1513) (1474-1519)

Demak
• Raden Patah (1478 - 1518)
• Pati Unus (1518 - 1521)
• Sultan Trenggono (1521 - 1546)
• Sunan Prawoto (1546 - 1561)
Kesultanan Pajang
• Jaka Tingkir, bergelar Sultan Hadiwijoyo (1549 - 1582)
• Arya Pangiri, bergelar Sultan Ngawantipuro (1583 - 1586)
• Pangeran Benawa, bergelar Sultan Prabuwijoyo (1586 - 1587)
Mataram Baru
Daftar ini merupakan Daftar penguasa Mataram Baru atau juga disebut sebagai Mataram Islam, meski penamaan terakhir ini kurang pas. Catatan: sebagian nama penguasa di bawah ini dieja menurut ejaan bahasa Jawa.
• Ki Ageng Pamanahan, menerima tanah perdikan Mataram dari Jaka Tingkir
• Panembahan Senopati (Raden Sutawijaya) (1587 - 1601), menjadikan Mataram sebagai kerajaan merdeka.
• Panembahan Hanyakrawati (Raden Mas Jolang) (1601 - 1613)
• Adipati Martapura (1613 selama satu hari)
• Sultan Agung (Raden Mas Rangsang / Prabu Hanyakrakusuma) (1613 - 1645)
• Amangkurat I (Sinuhun Tegal Arum) (1645 - 1677)

Kasunanan Kartasura
• Amangkurat II (1680 – 1702), pendiri Kartasura.
• Amangkurat III (1702 – 1705), dibuang VOC ke Srilangka.
• Pakubuwana I (1705 – 1719), pernah memerangi dua raja sebelumya; juga dikenal dengan nama Pangeran Puger.
• Amangkurat IV (1719 – 1726), leluhur raja-raja Surakarta dan Yogyakarta.
• Pakubuwana II (1726 – 1742), menyingkir ke Ponorogo karena Kartasura diserbu pemberontakl; mendirikan Surakarta.

Kasunanan Surakarta
• Pakubuwana I/Pangeran Puger (1704 - 1719), memerintah Kasunanan Kartasura
• Pakubuwana II (1745 - 1749), pendiri kota Surakarta; memindahkan keraton Kartasura ke Surakarta pada tahun 1745
• Pakubuwana III (1749 - 1788), mengakui kedaulatan Hamengkubuwana I sebagai penguasa setengah wilayah kerajaannya.
• Pakubuwana IV (1788 - 1820)
• Pakubuwana V (1820 - 1823)
• Pakubuwana VI (1823 - 1830), diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia; juga dikenal dengan nama Pangeran Bangun Tapa.
• Pakubuwana VII (1830 - 1858)
• Pakubuwana VIII (1859 - 1861)
• Pakubuwana IX (1861 - 1893)
• Pakubuwana X (1893 - 1939)
• Pakubuwana XI (1939 - 1944)
• Pakubuwana XII (1944 - 2004)
• Dua orang Pakubuwana XIII (2004 - sekarang), terjadi perebutan takhta antara Pangeran Hangabehi dan Pangeran Tejowulan.

Kasultanan Yogyakarta

• Hamengkubuwana I (1755 - 1792)
• Hamengkubuwana II (1793 - 1828)
• Hamengkubuwana III (1810 - 1814)
• Hamengkubuwana IV (1814 - 1822)
• Hamengkubuwana V (1822 - 1855)
• Hamengkubuwana VI (1855 - 1877)
• Hamengkubuwana VII (1877 - 1921)
• Hamengkubuwana VIII (1921 - 1939)
• Hamengkubuwana IX (1939 - 1988)
• Hamengkubuwana X (1988 - sekarang)
Comments (0) / Add Comment





Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangga sendiri. Semua itu dinyatakan di dalam kontrak politik. Kontrak politik terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblad 1941, No. 47. Secara resmi pada tahun 1950, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (dan Kadipaten Pakualaman) menjadi bagian dari Indonesia, yaitu sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan ditandatanganinya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) antara Pangeran Mangkubumi dan VOC di bawah Gubernur-Jendral Jacob Mossel, maka Kerajaan Mataram dibagi dua. Pangeran Mangkubumi diangkat sebagai Sultan dengan gelar Sultan Hamengkubuwana I dan berkuasa atas setengah daerah Kerajaan Mataram. Sementara itu Sunan Paku Buwono III tetap berkuasa atas setengah daerah lainnya dengan nama baru Kasunanan Surakarta dan daerah pesisir tetap dikuasai VOC.
16 Oct
Sejarah dan Macam Aliran Kebatinan

Pada tanggal 19 dan 20 Agustus 1955 di Semarang telah diadakan kongres dari berpuluh-puluh budaya kebatinan yang ada di berbagai daerah di jawa dengan tujuan untuk mempersatukan semua organisasi yang ada pada waktu itu. Kongres berikutnya yang diadakan pada tanggal 7 Agustus tahun berikutnya di surakarta sebagai lanjutannya, dihadiri oleh lebih dari 2.000 peserta yang mewakili 100 organisasi. Pertemuan-pertemuan itu berhasil mendirikan suatu organisasi bernama Badan Kongres Kebatinan Indonesia (BKKI) (Badan 1956), yang kemudian juga menyelenggarakan dua kongres serta seminar mengenai masalah kebatinan dalam tahun 1959, 1961 dan 1962 (Pakan 1978:98)
Kebanyakan budaya kebatinan di Jawa awalnya merupakan budaya lokal saja dengan anggota yang terbatas jumlahnya, yakni tidak lebih dari 200 orang. budaya seperti itu secara resmi merupakan “aliran kecil”, seperti Penunggalan, Perukunan Kawula Manembah Gusti, Jiwa Ayu dan Pancasila Handayaningratan dari Surakarta; Ilmu Kebatinan Kasunyatan dari Yogyakarta; Ilmu Sejati dari Madiun; dan Trimurti Naluri Majapahit dari Mojokerto dll
16 Oct
Budaya Kebatinan Orang Jawa

Menurut pandangan ilmu mistik kebatinan orang jawa, kehidupan manusia merupakan bagian dari alam semesta secara keseluruhan, dan hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari kehidupan alam semesta yang abadi, dimana manusia itu seakan-akan hanya berhenti sebentar untuk minum (urip iku mung mampir ngombe).
Sikap. Gaya hidup, dan banyak aktivitas sebagai latihan upacara yang harus diterima dan dilakukan oleh seorang, yang ingin menganut mistik dibawah pimpinan guru dan panuntun agama itu, pada dasarnya sama pada berbagai gerakan kebatinan jawa yang ada. Hal yang mutlak perlu adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari dunia kebendaan, yaitu memiliki sifat rila (rela) untuk melepaskan segala hak milik, pikiran atau perasaan untuk memiliki, serta keinginan untuk memiliki.. melalui sikap rohaniah ini orang dapat membebaskan diri dari berbagai kekuatan serta pengaruh dunia kebendaan di sekitarnya.
16 Oct
Pranoto Mongso, Aliran Musim asli Jawa

Pranata Mangsa atau aturan waktu musim biasanya digunakan oleh para petani pedesaan, yang didasarkan pada naluri saja, dari leluhur yang sebetulnya belum tentu dimengerti asal-usul dan bagaimana uraian satu-satu kejadian di dalam setahun. Walau begitu bagi para petani tetap dipakai dan sebagai patokan untuk mengolah pertanian. Uraian mengenai Pranata Mangsa ini diambil dari sejarah para raja di Surakarta, yang tersimpan di musium Radya-Pustaka.
Menurut sejarah, sebetulnya baru dimulai tahun 1856, saat kerajaan Surakarta diperintah oleh Pakoeboewono VII, yang memberi patokan bagi para petani agar tidak rugi dalam bertani, tepatnya dimulai tanggal 22 Juni 1856, dengan urut-urutan :
16 Oct
Sunan Kalijaga, Gurunya Orang Jawa

Sunan Kalijaga yang hidup di jaman Kerajaan Islam Demak (sekitar abad 15) aslinya bernama Raden Said, adalah putra Adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta/Raden Sahur. Raden Sahur adalah keturunan Ranggalawe yang beragama Hindu. Sunan Kalijaga diperkenalkan agama Islam oleh guru agama Kadipaten Tuban sejak kecil.
Melihat lingkungan sekitar yang kontradiktif dengan kehidupan rakyat jelata yang serba kekurangan, menyebabkan ia bertanya kepada Ayahnya mengenai hal tersebut, yang dijawab bahwa itu adalah untuk kepentingan kerajaan Majapahit yang membutuhkan dana banyak untuk menghadapi pemberontakan. Maka secara diam-diam ia bergaul dengan rakyat jelata, menjadi pencuri untuk mengambil sebagian barang-barang di gudang dan membagikan kepada rakyat yang membutuhkan.
16 Oct
Wayang dan Filosofi Wayang

Seni pewayangan yang merupakan seni pakeliran dengan tokoh utamanya Ki Dalang adalah suatu bentuk seni gabungan antara unsur seni tatah sungging (seni rupa) dengan menampilkan tokoh wayangnya yang diiringi dengan gending/irama gamelan, diwarnai dialog (antawacana), menyajikan lakon dan pitutur/petunjuk hidup manusia dalam falsafah.
Seni pewayangan dapat digelar dalam bentuk Wayang Kulit Purwa, dilatar-belakangi layar/kelir dengan pokok cerita yang sumbernya dari Mahabharata dan Ramayana, berasal dari India. Namun ada juga pagelaran wayang kulit purwa dengan lakon cerita yang di petik dari ajaran Budha, seperti cerita yang berkaitan dengan upacara ruwatan (pensucian diri manusia). Pagelaran wayang kulit purwa biasanya memakan waktu semalam suntuk.


21 Aug
Keblat Papat Lima Pancer

Sejak dahulu orang Jawa telah mempunyai “ perhitungan “ ( petung Jawa ) tentang pasaran, hari, bulan dan lain sebagainya. Perhitungan itu meliputi baik buruknya pasaran, hari, bulan dan lain sebagainya. Khusus tentang hari dan pasaran terdapat di dalam mitologi sebagai berikut :
1. Batara Surya ( Dewa Matahari ) turun ke bumi menjelma menjadi Brahmana Raddhi di gunung tasik. Ia menggubah hitungan yang disebut Pancawara ( lima bilangan ) yang sekarang disebut Pasaran yakni : Legi, Paing, Pon, Wage dan Kliwon nama kunonya : Manis, Pethak ( an ) Abrit ( an ) Jene ( an ) Cemeng ( an ), kasih. ( Ranggowarsito R.NG.I : 228 )







 



Karakter Pasaran Pon

Bicaranya banyak diterima orang, suka tinggal di rumah, tidak mau memakan yang bukan kepunyaannya sendiri, suka marah kepada keluarganya, jalan pikirannya sering berbeda dengan pandangan umum. Suka berbantahan, berani kepada atasan. Rejekinya cukup.

Karakter Pasaran Pahing

Pasaran Pahing
Selalu ingin memiliki (barang), kesungguhannya penuh perhitungan untuk mendapatkan untung, suka menolong, mandiri, kuat lapar, banyak musuhnya, kalau tersinggung menakutkan marahnya, suka kebersihan.
Sering kena tipu dan kalau kehilangan jarang bisa menemukan kembali







KYAI SEMAR




Kyai Semar

Semar dalam Seni Pakeliran
Semar selalu muncul di setiap pentas wayang dalam babak gara-gara, di mana dunia sedang tergoncang.18 Gara-gara mulai tengah malam sebagai babak kedua dalam rangkaian episode perang kembang. Permainan gara-gara dapat saja beraneka ragam bentuk, tergantung sanggit-nya dalang. Tetapi, selalu berisi banyolan-banyolan Semar bersama-sama anak-anaknya, Gareng, Petruk dan Bagong. Mereka juga melagukan tembang-tembang Jawa dan masa kini diselingi dengan tembang keroncong, dangdut dan pesan-pesan sponsor.
Babak gara-gara ini menandai dunia sedang mengalami kegon-cangan, disebabkan ada seorang ksatria yang sedang sedih dan berkelana di hutan untuk mencari ketenteraman batin, atau untuk bertapa, atau dalam perjalanan menuju ke pertapaan seorang pendeta untuk berguru. Pada suasana seperti ini, para punakawan itu saling berulah atau dengan gaya masing-masing berupaya menghibur atau memberi nasehat agar tuannya, sang Ksatria, menjadi tenang kembali. Sang Ksatria itu aslinya adalah seorang ksatria muda, seperti Permadi dengan wajah bercat putih. Namun, dalam perkembangan kini dapat diperankan oleh ksatria-ksatria lainnya. Upaya penghiburan atau nasehat itu kadang berhasil, kadang tidak, dan kadang tidak jelas hasilnya sebab hiburan atau nasehat sebenarnya dikonsumsikan kepada penonton. Setelah selesai hiburan itu, mereka melanjutkan perjalanan, dan secara tiba-tiba mereka diserang oleh bala tentara raksasa yang dipimpin oleh tiga orang raksasa yaitu: Cakil, seorang raksasa ceking yang berwajah kuning, dan bertindak sebagai komandan yang diikuti dua raksasa lainnya yang berwajah merah dan hitam. Bala-tentara raksasa ini selalu diiringi oleh dua orang punakawan yang bernama Togog dan Sarawita.19
Dialog antara kedua pihak merebutkan jalan yang akan dilewati, di mana bala-tentara raksasa sebagai penunggu jalan tapal batas, melarang sang Ksatria untuk menerobos masuk wilayah kekuasaan raksasa. Bala-tentara raksasa sedang menunaikan tugas atas perintah raja agar mengembalikan siapa saja yang akan memasuki wilayah itu. Namun, sang Ksatria tetap pada pendiriannya, akan melanjutkan perjalanannya, akibatnya pertengkaran secara terbuka timbul dan pertempuran pun pecah. Dalam pakeliran, perang ini disebut dengan perang kembang, di mana semua raksasa mati terbunuh, dan Togog bersama Sarawita melarikan diri kembali ke kerajaan raksasa, dan nanti muncul kembali untuk mengikuti raksasa berikutnya dalam lakon yang lain.
Di medan pertempuran, sang Komandan, Cakil bertempur terlebih dahulu melawan sang Ksatria. Permainan raksasa bertubuh ceking ini bergerak amat lincah dan gesit, diiringi lengkingan suara yang kecil, memberi kesan suasana pertempuran amat indah dan enak untuk ditonton. Gerak lincah dan gesit itu dihadapkan pada perlawanan sang Ksatria yang halus dan lemah-lembut, tetapi juga tidak meninggalkan kesan kegesitan, yang terbukti pukulan sang Raksasa sekalipun cepat dan gesit, jarang sekali mengenai sasaran. Walaupun pukulan itu mengena sasaran, tetapi sang Ksatria tetap tidak tergoyahkan, dan sang Komandan, Cakil, akhirnya terbunuh dengan kerisnya sendiri. Akibat kematian sang Komandan, maka salah satu dari raksasa itu muncul untuk membela kematian pimpinannya. Perkelahian berlangsung amat sengit, namun pada akhirnya kedua raksasa itu pun mati terbunuh, terkena sasaran anak panah sang Ksatria. Dalam adegan perang ini, kadang-kadang Semar muncul dan bertindak meng-ambilkan busur dan anak panah sang Ksatria. Dengan berakhirnya pertempuran ini, berarti sang Ksatria mampu menyingkirkan rintangan pertama untuk mencapai tujuan berikutnya yaitu untuk berguru atau untuk memperoleh petunjuk dewa atau mencapai ketenangan batin. Semua itu amat berguna sebagai kunci untuk membuka dan memecahkan persoalan yang dibicarakan dalam babak awal yaitu jejer pertama, dan yang menjadi inti dari lakon tersebut.20
Analisis Struktural: Semar dalam Kosmologi Jawa
Jika kita cermati deskripsi episode di atas, kita dapat meng-identifikasi dua pihak yang saling berlawanan. Pertama, pihak raksasa yang terdiri dari tiga orang yakni Cakil berwajah kuning, Rambut Geni berwajah merah, dan Pragalba berwajah hitam. Mereka itu disertai punakawan yaitu Togog dan adiknya Sarawita. Pihak kedua, adalah pihak ksatria yang terdiri dari seorang ksatria yang disertai punakawan Semar beserta anak-anaknya. mengkategorikan kedua faksi itu ke dalam wayang kiwo bagi golongan raksasa melawan wayang tengen bagi golongan ksatria. Peperangan di antara keduanya merepresentasi-kan pertentangan dalam batin manusia berupa perebutan antara perbuatan baik, bijak, kasih-sayang melawan dorongan perbuatan-perbuatan jahat, tiran, kedengkian dan nafsu-nafsu badaniah lainnya. Dalam pentas pakeliran, angkara murka selalu dikalahkan oleh kebajikan, raksasa dibunuh oleh sang Ksatria, secara implisit mengidealkan kuasa-kuasa kebajikan mengatasi keangkaramurkaan. Atas dasar ini, maka Rassers menginterpretasikannya bahwa wayang sebagai pentas seni yang berfungsi sebagai sarana penyampaian ajaran etika dalam masyarakat Jawa. Sebetulnya lebih dari itu bahwa pentas wayang juga sarat dengan doktrin-doktrin agama yang amat dalam.
Dalam doktrin kejawen keangkaramurkaan meliputi tiga nafsu dasar manusia yaitu nafsu Sukarda, Angkara, dan Lodra. Secara berturut-turut sama dengan terminologi Islam yaitu Sufiah, Amarah dan Aluamah, dan ketiganya masing-masing berasosiasi dengan unsur-unsur kosmis, angin, yang beridentifikasi warna kuning, api yang beridentifikasi dengan warna merah, dan tanah yang beridentifikasi dengan warna hitam. Semua itu disandikan dalam bentuk raksasa dalam seni pakeliran yaitu Cakil, Rambut Geni, dan Pragalba, yang diiringi Togog. Sebaliknya, kebajikan hanya terdiri dari satu dasar manusia, yaitu nafsu Nuraga atau Mutmainnah, yang disandikan sebagai ksatria yang berwajah putih, dan yang diiringi oleh punakawan Semar. Maka kita akan lebih mudah memahami posisi struktural dalam babak perang kembang ini jika diasosiasikan dengan struktur kosmologi manusia menurut konsepsi orang Jawa, yaitu sedulur papat lima pancer. Dalam konteks ini nafsu manusia itu merepresentasikan dorongan dalam diri manusia untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan badaniah berhadapan dengan satu nafsu lainnya yang merepresentasikan dorongan manusia untuk berbuat kebaikan dan kebajikan serta kecintaan pendekatan diri kepada Tuhan. Posisi pancer dalam konstelasi struktur kosmologi itu diduduki oleh Bethara Guru sendiri, dan merupakan pancaran dari kuasa Ilahi yang iman dalam diri manusia. Kemudian yang menjadi persoalan di sini adalah peran Semar dan Togog dalam konstelasi struktur itu. Agaknya Semar dan Togog ini, menurut mitos Manik Maya adalah imanen di alam mondial, merepresentasikan sebagai pengendali dorongan-dorongan nafsu manusia, di mana Semar merepre-sentasikan pengendali kebaikan dan kebajikan, maka berkolaborasi dengan pihak ksatria, sebaliknya Togog merepresentasikan pengendali nafsu keangkaramurkaan, maka berkolaborasi dengan raksasa. Atas dasar ini maka Semar dan Togog itu sebetulnya juga aspek dari Bethara Guru, yang berfungsi mengendalikan bekerjanya nafsu-nafsu manusia, di mana Semar pengendali pada pihak nafsu bersih, baik dan bijak, sebaliknya Togog pada pihak nafsu yang jahat, angkara murka, dan nafsu duniawi. Pada konteks ini, Semar adalah representasi kuasa Bethara Guru dalam peran memberi arah nafsu bersih dan suci terhadap dorongan nafsu Nuraga atau Mutmainnah. Sebaliknya, Togog berperan memberi arah pemenuhan nafsu-nafsu duniawi yang berujud dorongan nafsu Sukarda, Angkara, dan Lodra atau Sufiah, Amarah dan Aluamah.
Sesudah sang Ksatria utama berhasil mengatasi ketiga nafsu badaniah itu, maka dalam cerita selanjutnya, ia juga dapat menguasai rintangan-rintangan, dan biasanya menjadi kunci untuk membuka jalan penyelesaian persoalan yang menjadi tema lakon pentas wayang itu. Secara ideal sang Ksatria mencapai keselamatan atau menjadi penyelamat masalah persoalan hidup manusia. Dalam lakon Makutha Rama, pada adegan perang kembang menceritakan bahwa nafsu-nafsu Nuraga, Sukarda, Angkara dan Lodra menjumpai Arjuna agar menyem-purnakan keberadaan mereka. Atas petunjuk Semar, nafsu-nafsu itu hanya akan dapat disempurnakan dengan cara pembakaran melalui api ciptaan dari keheningan hati sanubari. Nafsu-nafsu itu terserap ke dalam api ciptaan itu, dan api ini pun padam terserap kembali ke dalam hati sanubari Arjuna. Dengan demikian, adegan perang kembang dalam lakon Makutha Rama itu memberi pelajaran kepada kita bahwa sifat-sifat dan nafsu-nafsu manusia itu akan menjadi sempurna dan terkendali apabila berada di bawah kekuasan manusia seperti Arjuna yang telah mampu menguasai nafsu badaniahnya, dan mampu menerapkannya dengan cara mencurahkan sebagian besar hidupnya untuk meme-lihara ketertiban hidup bermasyarakat dan bernegara. Itulah sebabnya, maka banyak sekali orang Jawa memakai Arjuna sebagai model tingkah-laku dalam kehidupannya. Banyak orang Jawa yang nglakoni yaitu menjalani puasa dalam waktu tertentu dalam rangka untuk melatih diri menguasai nafsu-nafsu jahat. Dengan menjalani puasa ini dimaksudkan agar jiwa menjadi bersih, terhindar dari bisikan-bisikan setan sehingga akan lebih mudah mencapai pendekatan kepada yang Mahakuasa. Selain menjalankan puasa, juga mengurangi tidur dalam rangka untuk berusaha eling atau mengingat (dzikir) kepada Tuhan. Ada istilah dalam orang Jawa yaitu mangan longan turu longan, artinya mengurangi makan yakni dengan berpuasa, dan mengurangi tidur yakni lebih banyak berjaga di malam hari dalam rangka untuk berusaha mendekat kepada yang Mahakuasa. Biasanya puasa yang dilakukan sampai dengan empat puluh hari. Dengan nglakoni ini diharapkan nantinya akan memperoleh mukjizat yang berupa kasekten atau kesaktian yang bisa untuk memberantas keangkaramurkaan, dan selalu berusaha menegakan kebenaran dan keadilan.24
Gambaran di atas jelas sekali memiliki prinsip yang sama dengan pola umum perang kembang dalam pakeliran wayang purwa. Itu menginspirasikan bahwa peran Semar dan Togog bertindak sebagai pengendali dan pengarah bekerjanya nafsu-nafsu manusia, yang dikenal dalam terminologi Islam sebagai Mutmainnah, Sufiah, Amarah dan Aluamah. Peraga Semar dan Togog yang merepresentasikan pengendali nafsu-nafsu manusia itu, memang amat tersamar dengan identifikasi yang ambiguous. Itulah sebabnya, maka Semar itu diidentifikasi sebagai duda manang-munung, suatu ungkapan yang menggambarkan keadaan yang misterius dan ambiguous. Postur tubuh Semar kelihatan seperti laki-laki tetapi berpayudara seperti wanita. Sebaliknya, bukan juga perempuan sebab Semar memiliki kuncung. Semar dalam pakeliran wayang sering diidentifikasi sebagi dewa yang mengejawantah berbadan manusia, tetapi juga manusia yang memiliki sifat dan kuasa dewa.
Dengan demikian, jika analisis di atas dikaitkan dengan mitos Manik Maya, maka dapat dipahami bahwa Semar dan Togog itu sebetulnya adalah aspek dari Bethara Guru yang berperan sebagai pengendali nafsu-nafsu badaniah manusia. Dalam pentas pakeliran, seringkali Bethara Guru ini dikalahkan oleh Semar, dan tidak pernah ada sebaliknya, Semar dikalahkan oleh Bethara Guru. Namun harus dipahami, manakala Bethara Guru kalah berkelahi melawan Semar itu selalu terjadi pada waktu Bethara Guru menyimpang dari peran yang seharusnya dimainkannya, yaitu hendak memenuhi keinginan-keinginan lain yang berbeda dengan ketentuan yang telah digariskan sehingga menempatkan diri Bethara Guru dalam posisi yang lemah. Dalam posisi yang normal, mereka memiliki kuasa yang sama, hanya berbeda wilayah kekuasaannya. Prinsip ini juga berlaku pada manusia secara umum.

MANUNGGALING KAWULA GUSTI



MANUNGGALING KAWULA GUSTI

Piwulang “Manunggaling Kawula Gusti” (Ajaran Bersatunya Manusia dengan Tuhan) adalah ajaran Jawa tentang tanggapan diri pribadi manusia (ciptaan) atas belas kasih atau welas asih Tuhan (Pencipta) yang berkenan menyertai setiap hati sejati manusia (Manunggaling Gusti Kawula).
Diyakini bahwa karena belas kasih-Nya maka sejak manusia diciptakan, Tuhan selalu menyertai manusia sebagai ciptaan paling sempurna yang diutus menjadi “kepanjangan tangan Tuhan” supaya hidup rukun dengan sesama dan alam semesta sebagaimana diteladankan Tuhan, untuk memuliakan nama-Nya. Karena kasih-Nya (katresnan Dalem Gusti), Tuhan tidak otoriter tetapi menghargai manusia sebagai pribadi utuh yang diberi kebebasan. Kebebasan inilah yang membuat perjalanan hidup manusia menjadi berbeda satu dengan yang lain.
Upaya diri pribadi manusia yang terbuka hatinya menanggapi “Manunggaling Gusti Kawula” ini dilakukan secara sendiri-sendiri atau berkelompok dengan laku glenikan sehingga menghasilkan ngelmu klenik yang disebut ajaran (piwulang atau kawruh) “Manunggaling Kawula Gusti”, sebagai berikut :
• Sesungguhnya pengetahuan manusia tentang “dirinya sendiri” masih sangat dangkal daripada “diri sendiri sejati” yang diberikan Sang Pencipta. Atau dengan kata lain Sang Pencipta mengenal diri manusia lebih baik daripada manusia mengenal dirinya sendiri, Tuhan welas asih kepada manusia lebih daripada manusia mengasihi dirinya sendiri.
• Bahwa perbuatan yang selama ini dilakukan kepada Tuhan, sesama dan alam semesta yang menurut manusia sudah baik ternyata masih sebatas ragawi yang kasad mata penuh pamrih dan pilih kasih (mbancindhe mbansiladan) hanya untuk kepentingan manusia (dirinya sendiri). Contoh : Ketika seseorang beribadah kepada Tuhan menganggap yang dilakukan sudah cukup (karena sikap dan perbuatannya tidak berubah), tetap melakukan kekerasan phisik / non phisik, pemarah, dlsb karena dilakukan secara normatif, agamis tanpa hati sejati. Demikian pula ketika perbuatan baik kepada sesama tidak mendapatkan balasan, tanggapan semestinya atau bahkan sama sekali tidak ditanggapi menjadi kecewa, marah, tersinggung, dlsb. Padahal kasih yang diteladankan Tuhan tidak pernah menuntut balas dan pilih kasih : oksigen untuk bernapas manusia, hangatnya matahari, segarnya air hujan diberikan kepada setiap orang secara cuma-cuma tanpa membedakan status, etnis/ warna kulit, agama, dlsb.
• Untuk menggali kesadaran diri hati sejati diperlukan percaya sejati kepada Tuhan. Percaya sejati berarti berserah diri tanpa reserve, melepaskan nafsu ingin memiliki dan kemauan sendiri kepada kehendak Tuhan, semua yang ada dipersembahkan sebagai alat-Nya memuliakan nama-Nya.
• Niat berserah diri atau pasrah kepada Tuhan hanya dapat diwujudkan dengan laku batin meneng atau diam terpusat di hati : tersenyum, rileks melepaskan semua ketegangan tubuh dan pikiran. Laku meneng mengarahkan hati kepada Tuhan dilakukan secara tekun tanpa target, tanpa pamrih dan tidak memaksakan diri, batin menjadi wening (jernih). Rasa ati wening ini menumbuhkan kesadaran hati sejati bahwa Tuhan sungguh hadir mengasihi dirinya. Buahnya hati sejati menjadi dunung (mengerti) bahwa hidupnya harus menyatu dengan Sang Pencipta. (makna kebatinan).
• Kesadaran Manunggaling Kawula Gusti berarti harus mau meneladani kasih-Nya yang diungkapkan dalam hidup sehari-hari semakin berbelas kasih sejati kepada sesama dan alam semesta ; memaafkan kesalahan, menyesal dan mohon maaf kepada Tuhan dan sesama atas segala kesalahan (yang sering membuat tertekan hatinya), menerima orang lain dan keadaan / peristiwa seperti apa adanya, tidak akan mempengaruhi orang lain dengan paksa, merubah sikap kekerasan menjadi tanpa kekerasan, dari permusuhan menjadi damai, dari hidup dengan berbagai kepalsuan menjadi jujur dan apa adanya, dari sombong, egois dan menonjolkan diri menjadi rendah hati dan peka akan perasaan orang lain, dari serakah menjadi ikhlas untuk berbagi, berbela rasa, melestarikan alam semesta, tidak pernah mengadili orang lain, mengritik, memaksakan kehendak, dlsb. Relasi spiritual Kawula Gusti ini harus bermuara pada sikap hormat atau ngajeni sesamining gesang. Sikap ini membuahkan relasi welas asih sejati dalam persaudaraan.
• Laku batin mutlak harus dilakukan, karena tanpa laku batin terpusat di hati (bukan konsentrasi pikiran yang menegangkan) maka orang hanya mengerti sebatas wacana tetapi tidak menghayati. Tuhan hanya dapat diabdi dengan cinta dalam perbuatan nyata, tidak hanya dipikirkan. Hanya dengan perbuatan belas kasih sejati Tuhan dapat diperoleh, tetapi dengan pikiran tidak mungkin. Sebagai pengandaian, untuk memperoleh prestasi olah raga diperlukan ketekunan latihan, demikian pula untuk dapat menanggapi kasih-Nya diperlukan ketekunan olah batin yang diawali dengan senyum, sikap rileks menghilangkan ketegangan tubuh dan pikiran tanpa memaksakan diri, untuk dapat menyadari kehadiran-Nya.
• Sikap percaya dan berserah diri manunggal dengan Tuhan ini bisa diandaikan sebagai hak dan kewajiban, ketika orang telah memenuhi kewajibannya dengan baik pasti haknya akan diperoleh. Apabila orang sungguh percaya kepada Tuhan, mengarahkan hati sejati kepada-Nya yang diungkapkan dengan perbuatan baik penuh welas asih, maka orang akan dengan tegar dapat menerima setiap keadaan tanpa harus melawan dengan memaksakan kehendak, segala sesuatu yang negatif dari luar dirinya diterima dengan senyum sebagai hiburan, karena percaya bahwa kuasa welas asih & katresnan Dalem Gusti yang berkarya, diiringi ucapan syukur. Tidak ada rasa irihati, sombong, takut, kuatir, tegang, dihantui rasa bersalah, melainkan percaya Tuhan pasti akan mengatur memberikan kesejahteraan sejati bagi hidupnya. Demikian juga ketika berdoa memohon kepada-Nya, yakin segala permohonannya telah dikabulkan. Semua ini membuahkan rasa hati gembira, berani menghadapi kenyataan hidup, dalam segala hal selalu bersyukur (sumringah bingah, menapa-menapa wantun, syukur lan beja ingkang langgeng).
• Seseorang yang sudah mampu menjalani hidup menyatu dengan Tuhan atau “Manunggaling Kawula Gusti” berarti sudah menanggapi “Manunggaling Gusti Kawula” dengan baik. Buahnya orang menjadi sehat secara psikis karena selalu berpikir positip dan tenang atau sareh. Secara emosi menjadi lebih sabar, tidak pemarah, tidak akan putus asa, kecewa dan tidak mudah tersinggung karena yakin semua yang negatif dari luar tidak akan mempengaruhi dirinya (nyawang karep). Secara sosial menjadi mudah bergaul dan menerima orang lain dan keadaan seperti apa adanya tanpa menimbulkan emosi negatip. Akhirnya, dengan didukung pola makan yang benar dan gerak badan cukup, semua sikap tersebut menyehatkan raga karena metabolisme tubuh normal tanpa diganggu emosi negatip yang mengakibatkan peredaran darah tidak lancar, detak jantung tidak teratur, tekanan darah naik.
• Meskipun ajaran ini tentang relasi pribadi manusia dengan Tuhan, tetapi memiliki nilai sosial dan kemanusiaan tinggi, karena sikap berserah diri kepada Tuhan selalu diungkapkan dengan perbuatan belas kasih kepada sesama dan alam semesta, dengan hati sejati sebagai nakhodanya. Ajaran ini juga upaya mengakhiri kekerasan, karena sesungguhnya kekerasan yang dilawan dengan kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru.
Ajaran “Manunggaling Kawula Gusti” ini sangat pas untuk bekal hidup jaman ini dimana orang hanya dibiasakan menggunakan otak kiri / kognisi yang menarik manusia kepada hitung-hitungan tambah dan kurang, konsumerisme, hedonisme, normatif yang hanya ragawi dan kasad mata tanpa hati sejati. Akibatnya orang ingin cepat memperoleh hasil secara instant mengabaikan proses, untung rugi, yang disadari atau tidak mempengaruhi hidup spiritual keagamaan, persaingan, kalah menang, pembenaran diri, egoisme yang berbuntut konflik dengan kedok agama, suku dan ras, penguasaan sumberdaya alam tanpa ada kemauan melestarikan dan berbagi, kekerasan dlsb yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan sejati yang adil dan beradab… Sembah nuwun, Rahayu, Rahayu, Rahayu…

0 komentar: